Kamis, 18 Januari 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Retail Sales AS yang Kuat Tentukan Momentum Ekonomi menuju 2024


PT Equityworld Futures Semarang – Retail sales AS naik lebih tinggi dari yang diperkirakan pada bulan Desember, didorong oleh meningkatnya pembelian kendaraan bermotor dan pembelian online, menjaga perekonomian tetap solid menuju tahun baru.

Dilansir Reuters Kamis (18/01), laporan optimis dari Departemen Perdagangan pada hari Rabu (17/01) kemarin, yang mendorong ekonom untuk meningkatkan estimasi pertumbuhan ekonominya untuk kuartal keempat, menimbulkan keraguan lebih lanjut soal ekspektasi pasar keuangan bahwa Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan Maret.

Hal ini terjadi setelah berita di awal bulan ini terkait naiknya lapangan kerja dan upah yang kuat di bulan Desember serta peningkatan harga-harga konsumen. Gubernur Fed Christopher Waller pada hari Selasa menggambarkan ekonomi "berjalan dengan baik," yang menurutnya memberikan bank sentral AS "fleksibilitas untuk bergerak dengan hati-hati dan metodis" pada kebijakan moneter.

Retail sales AS naik 0,6% bulan lalu setelah kenaikan 0,3% yang tidak direvisi di bulan November, ungkap Biro Sensus Departemen Perdagangan. Para ekonom yang disurvei memperkirakan retail sales akan naik 0,4%. Retail sales sebagian besar merupakan barang-barang dan tidak disesuaikan dengan inflasi. Penjualan meningkat 5,6% untuk basis tahun ke tahun di bulan Desember.

Penjualan kemungkinan besar sebagian didorong oleh kesulitan dalam menyesuaikan data untuk fluktuasi musiman menyusul distorsi angka selama pandemi COVID-19. Dalam beberapa tahun terakhir, konsumen memulai belanja liburan mereka lebih awal untuk menghindari rak-rak yang kosong.

Meskipun demikian, rumah tangga telah mempertahankan laju pengeluaran yang sehat, berkat ketahanan pasar tenaga kerja. Perusahaan ritel juga menawarkan diskon untuk memikat para pembeli liburan.

Penjualan online naik 1,5%. Belanja telah berpindah ke vendor online dan menjauh dari peritel tradisional, sebuah tren yang meningkat selama pandemi. Penerimaan di dealer kendaraan bermotor dan suku cadang meningkat 1,1% karena ada lebih banyak stok tersedia setelah pemogokan berakhir pada musim gugur.

Penjualan di gerai bahan bangunan dan peralatan taman naik 0,4%. Penerimaan di toko-toko peralatan olahraga, hobi, alat musik dan buku naik 0,3%. Penjualan toko pakaian melonjak 1,5%.

Penjualan di layanan makanan dan tempat minum, satu-satunya komponen layanan dalam laporan ini, tidak berubah. Hal ini bisa menjadi tanda bahaya karena para ekonom melihat makan di luar sebagai indikator utama keuangan rumah tangga. Namun, angka yang tidak berubah ini mengikuti lonjakan sebesar 1,7% di bulan November. Desember juga merupakan bulan yang sangat basah karena hujan, yang dapat menurunkan lalu lintas ke restoran dan bar.

Penjualan di gerai-gerai elektronik dan peralatan turun seperti halnya di toko-toko furnitur, kemungkinan akibat dari diskon. Penerimaan dari pom bensin turun 1,3% karena harga bensin turun.

Pasar keuangan memangkas kemungkinan penurunan suku bunga Fed pada bulan Maret menjadi sekitar 53% dari sekitar 65% pada hari Selasa, menurut FedWatch Tool milik CME Group (NASDAQ: CME).

Saham-saham di Wall Street diperdagangkan turun. Dolar menguat terhadap sejumlah mata uang.

Tidak termasuk mobil, bensin, bahan bangunan, dan layanan makanan, retail sales melonjak 0,8% bulan lalu. Ukuran retail sales inti yang disebut sebagai ukuran penjualan ritel inti paling sesuai dengan komponen belanja konsumen dari PDB.

Retail inti untuk bulan November direvisi lebih tinggi dan menunjukkan kenaikan 0,5%, bukan 0,4% seperti yang dilaporkan sebelumnya.

Bahkan dengan rincian pengeluaran untuk jasa yang masih tertunda, para ekonom percaya bahwa belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS, kemungkinan meningkat sekitar 2,7% basis tahunan pada kuartal keempat. Angka tersebut naik dari laju sekitar 2,0% yang diperkirakan oleh sebagian besar analis sebelum laporan ini dirilis, namun di bawah angka 3,1% pada kuartal ketiga.

The Fed Atlanta menaikkan estimasi pertumbuhan produk domestik bruto pada kuartal keempat menjadi 2,4% dari 2,2%. Ekonomi tumbuh pada laju 4,9% di kuartal ketiga. AS akan mempublikasi estimasi pertama pertumbuhan PDB untuk periode Oktober-Desember pada hari Kamis mendatang.

Beberapa perlambatan yang diantisipasi pada pertumbuhan PDB kemungkinan akan mencerminkan akumulasi persediaan yang lebih kecil dibandingkan dengan ukuran kuartal ketiga. Sebuah laporan terpisah dari Biro Sensus pada hari Rabu menunjukkan persediaan bisnis menurun selama dua bulan berturut-turut di bulan November.

Dengan The Fed yang diperkirakan akan mulai menurunkan suku bunga tahun ini, sebagian besar ekonom yakin bahwa ekonomi akan terhindar dari penurunan. Bank sentral AS telah menaikkan suku bunga kebijakannya sebesar 525 basis poin ke kisaran 5,25%-5,50% saat ini sejak Maret 2022.

Meskipun permintaan yang kuat untuk barang tidak mendorong manufaktur, para ekonom memperkirakan biaya pinjaman yang lebih rendah akan memberikan dukungan tahun ini.

Laporan terpisah dari Fed menunjukkan produksi di pabrik-pabrik naik 0,1% pada Desember setelah naik 0,2% pada November. Produksi pabrik turun pada tingkat 2,2% di kuartal keempat.

PT Equityworld Futures Semarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar