Rabu, 31 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Saham Eropa Cetak Rekor: 2025 Terkuat Sejak 2021

Saham Eropa dibuka menguat, investor menilai pembukaan kembali China -  ANTARA News 

PT Equityworld Futures Semarang – Saham-saham Eropa diperdagangkan di level tertinggi sepanjang masa pada hari terakhir 2025, membuka jalan untuk mencatat kinerja tahunan terbaik sejak 2021. Kenaikan ini banyak ditopang oleh penguatan saham perbankan dan tambang.

Indeks STOXX 50 naik 0,5% mendekati rekor di sekitar 5.785 poin, sementara STOXX 600 juga naik 0,5% ke puncak baru sekitar 592 poin. Sepanjang 2025, STOXX 50 diperkirakan finis naik ~19%, dan STOXX 600 naik ~17%.

Sektor bank jadi bintang utama dengan lonjakan sekitar 67% sepanjang tahun. Setelah itu, sektor basic resources (tambang/logam) ikut kencang, didorong oleh reli harga emas, perak, dan logam lain. Sektor utilitas juga ikut menyumbang kenaikan karena permintaan listrik meningkat—terutama dari data center dan tren elektrifikasi yang makin luas.

Karena faktor libur akhir tahun, beberapa bursa seperti Frankfurt, Zurich, dan Milan tidak beroperasi, sementara London, Amsterdam, Brussels, Paris, dan Madrid hanya buka setengah hari. Kondisi ini bikin perdagangan lebih “tipis”, tapi arah pasar tetap dominan positif.

Dari AS, risalah rapat The Fed menunjukkan para pembuat kebijakan sempat memperdebatkan risiko ekonomi AS sebelum akhirnya sepakat memangkas suku bunga pada Desember, yang ikut memengaruhi sentimen global.

Poin pentingnya

Saham Eropa berada di all-time high di akhir 2025.

STOXX 50 +0,5% (dekat 5.785) & STOXX 600 +0,5% (rekor 592).

Proyeksi 2025: STOXX 50 ~+19%, STOXX 600 ~+17% (terkuat sejak 2021).

Bank +67% jadi penggerak utama; tambang terdorong reli emas/perak.

Utilitas naik berkat permintaan listrik data center & tren elektrifikasi.

PT Equityworld Futures Semarang 

Selasa, 30 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Hang Seng Naik 0,9% di Penutupan

IHSG Ditutup Menguat Tipis ke Level 8.139 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Hang Seng menguat 219 poin, atau 0,9%, untuk ditutup pada 25.855 pada hari Selasa (30/12), yang membalikkan kerugian sebelumnya dengan kenaikan sektor yang luas.

Saham-saham teknologi memimpin reli, naik 1,7% dengan pergerakan kuat dari SMIC (4,5%), Horizon Robotics (3,3%), Trip.com (1,9%), dan Kuaishou Tech (1,0%). Saham konsumen juga mengalami kenaikan, sementara saham keuangan sedikit menguat setelah data perdagangan Hong Kong untuk November menunjukkan ekspor dan impor naik paling tajam dalam empat tahun terakhir, menandakan permintaan yang kuat baik di luar negeri maupun di dalam negeri.

Sentimen pasar semakin positif dengan debut enam perusahaan Cina di Hong Kong, yang sebagian besar dibuka di atas harga IPO, menutup tahun yang kuat untuk pencatatan saham dan memperkuat peran kota tersebut sebagai pusat penggalangan dana terkemuka di Asia.

Pasar tetap berada di jalur untuk mencatatkan keuntungan tahunan kedua berturut-turut, dengan kenaikan sekitar 28,5% sejauh ini, didorong oleh likuiditas yang melimpah dari daratan Cina, meredanya ketegangan perdagangan AS–Cina, dan janji Beijing untuk mempertahankan pertumbuhan melalui langkah-langkah fiskal yang proaktif dan kebijakan moneter yang akomodatif.

Perdagangan akan berlanjut pada hari Rabu tetapi akan ditutup lebih awal untuk liburan.

PT Equityworld Futures Semarang 

Senin, 29 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Naik Ditengah Hasil Pertemuan Trump-Zelenskiy

Mengenal Minyak Mentah dan Proses Produksinya | solusinews 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak naik pada hari Senin (29/12) seiring para investor mempertimbangkan hasil pembicaraan antara Presiden AS dan Ukraina mengenai kemungkinan kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina, serta ketegangan di Timur Tengah yang dapat mengganggu pasokan.

Kontrak berjangka minyak Brent naik 67 sen, atau 1,1%, menjadi $61,31 per barel pada pukul 07:51 GMT, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 65 sen, atau 1,15%, menjadi $57,39.

Kedua harga acuan tersebut turun lebih dari 2% pada hari Jumat, karena investor menimbang potensi kelebihan pasokan global yang akan datang dan kemungkinan tercapainya kesepakatan perdamaian Ukraina menjelang pertemuan akhir pekan antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden AS Donald Trump.

Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa dia dan Zelenskiy "semakin dekat, mungkin sangat dekat" untuk mencapai kesepakatan mengakhiri perang Ukraina, meskipun mengakui bahwa nasib wilayah Donbas yang diperebutkan masih menjadi isu yang belum terselesaikan.

Kedua pemimpin tersebut berbicara dalam konferensi pers bersama pada Minggu sore setelah pertemuan di resor Mar-a-Lago milik Trump di Florida. Trump mengatakan akan jelas "dalam beberapa minggu" apakah negosiasi untuk mengakhiri perang ini berhasil.

Namun, pembicaraan perdamaian tidak mencapai kesepakatan mengenai masalah teritorial, sehingga kesepakatan perdamaian Rusia-Ukraina kemungkinan akan terhenti tanpa kemajuan yang cepat, ujar Mingyu Gao, kepala peneliti energi dan kimia di China Futures.

Harga minyak juga naik karena ketegangan geopolitik yang tetap tinggi, dengan Rusia dan Ukraina terus menyerang infrastruktur energi masing-masing selama akhir pekan, kata Yang An, analis dari Haitong Futures yang berbasis di China.

"Timur Tengah juga baru-baru ini terguncang, dengan serangan udara Saudi di Yaman dan Iran yang menyatakan negara itu sedang berada dalam 'perang skala penuh' dengan AS, Eropa, dan Israel. Ini mungkin yang mendorong kekhawatiran pasar tentang potensi gangguan pasokan," tambah Yang.

WTI diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran $55-$60, dengan perhatian juga pada tindakan penegakan hukum AS terhadap pengiriman minyak Venezuela dan kemungkinan dampak dari serangan militer AS terhadap target ISIS di Nigeria, yang menghasilkan sekitar 1,5 juta barel per hari, menurut analis IG Tony Sycamore dalam catatan.

PT Equityworld Futures Semarang 

Rabu, 24 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Stabil, Ketegangan Global Cegah Kelebihan Pasokan yang Menekan Harga

China Ngebut Bangun Cadangan Minyak Mentah, Apa Sebabnya? 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak mempertahankan kenaikan dari lima sesi terakhir karena meningkatnya ketegangan geopolitik memberikan dukungan harga pada pasar yang menuju kelebihan pasokan.

Kontrak berjangka Brent diperdagangkan di atas $62 per barel dalam perdagangan tipis menjelang Natal, naik sekitar 6% sejak ditutup pada level terendah dalam hampir lima tahun pada awal pekan lalu, karena AS meningkatkan tekanan pada Venezuela.

Minyak acuan global masih berada di jalur penurunan tahunan terbesar sejak 2020, dengan hampir semua pedagang minyak utama dunia memperkirakan kelebihan pasokan tahun depan setelah produsen di dalam dan di luar OPEC+ meningkatkan pasokan. Tetapi kekhawatiran tentang gangguan — terutama dari anggota OPEC+ Rusia dan Venezuela — telah membantu menjaga harga tetap stabil.

AS masih mengejar kapal tanker minyak ketiga di lepas pantai Venezuela, meskipun hampir setengah lusin kapal tanker yang sarat dengan minyak mentah telah meninggalkan pantai negara Amerika Selatan itu sejak Washington meningkatkan upaya untuk mengekang pendapatan minyak yang membantu mempertahankan rezim Nicolás Maduro. Sementara itu, minyak mentah Rusia menumpuk di laut, dengan volume melonjak 48% sejak akhir Agustus. Tindakan AS terhadap Venezuela mungkin menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengirim dan pembeli minyak mentah Rusia, yang khawatir kargo mereka juga bisa menjadi sasaran.

Di AS, sebuah laporan industri menunjukkan stok minyak mentah meningkat sebesar 2,4 juta barel minggu lalu, dengan penyimpanan bensin dan distilat keduanya meningkat. Data resmi akan dirilis pada 29 Desember, bukan Rabu, setelah Presiden Donald Trump menyatakan hari libur federal. Perdagangan akan berhenti pada Rabu pagi dan pasar akan tutup pada hari Kamis.

“Premi geopolitik belum dikaji dengan hampir semua faktor bullish yang ada,” kata Gao Jian, analis yang berbasis di Shandong di Qisheng Futures Co., merujuk pada serangkaian ketegangan dari Venezuela hingga Rusia. Namun, potensi kenaikan mungkin terbatas karena kelebihan pasokan diperkirakan akan meningkat awal tahun depan, tambahnya.

Harga Brent untuk pengiriman Februari naik 0,2% menjadi $62,52 per barel pada pukul 09.50 di London.

Harga WTI untuk pengiriman Februari naik 0,3% menjadi $58,55 per barel.

PT Equityworld Futures Semarang 

Senin, 22 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Rekor, Harga Emas Antam Naik Rp 11.000 Jadi Rp 2.502.000 Per Gram Hari Ini (22/12)

Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp 2.464.000 per Gram, di Galeri24 Rp  2.491.000 | kumparan.com 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik pada Senin (22/12/2025). 

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam berada di Rp 2.483.000. Harga emas Antam itu turun Rp 4.000 jika dibandingkan dengan harga pada Sabtu (20/12/2025) yang berada di level Rp 2.491.000 per gram.

Sementara harga buyback emas Antam berada di level Rp 2.361.000 per gram. Harga tersebut naik Rp 11.000 jika dibandingkan dengan harga buyback pada Minggu (21/12/2025) yang ada di Rp 2.346.000 per gram. 

Berikut harga emas batangan Antam dalam pecahan lainnya per Senin (22/12/2025) dan belum termasuk pajak:

  • Harga emas 0,5 gram: Rp 1.301.000
  • Harga emas 1 gram: Rp 2.502.000
  • Harga emas 5 gram: Rp 12.285.000
  • Harga emas 10 gram: Rp 24.515.000
  • Harga emas 25 gram: Rp 61.162.000
  • Harga emas 50 gram: Rp 122.245.000
  • Harga emas 100 gram: Rp 244.412.000
  • Harga emas 250 gram: Rp 610.765.000
  • Harga emas 500 gram: Rp 1.221.320.000
  • Harga emas 1.000 gram: Rp 2.442.600.000

Keterangan:

Logam Mulia Antam menjual emas dan perak batangan dalam beberapa ukuran berat (misalnya 1 gram, 2 gram, dan 500 gram). Biasanya harga per gram emas Antam akan berbeda tergantung berat batangnya. Perbedaan ini terjadi karena ada biaya tambahan untuk pencetakan, sehingga harga per gram emas Antam batang kecil lebih mahal dari batang yang lebih besar. Harga yang ada di sini adalah harga per gram emas batang 1 kilogram yang biasa dijadikan patokan pelaku bisnis emas

PT Equityworld Futures Semarang

Jumat, 19 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Oversupply Hantam Minyak, Turun Lagi

Jenis Minyak Mentah Yang Di Perdagangkan Di Dunia – Java Global Futures 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak menuju penurunan mingguan kedua karena kekhawatiran atas kelebihan pasokan yang semakin besar lebih besar daripada potensi gangguan pasokan.

Minyak mentah Brent sedikit turun untuk tetap di bawah $60 per barel dan turun lebih dari 2% untuk minggu ini, sementara West Texas Intermediate diperdagangkan di dekat $56 per barel. Hampir semua pedagang terbesar di dunia melihat pasar dalam keadaan kelebihan pasokan pada awal tahun depan, dengan perusahaan besar industri Trafigura Group memperkirakan Brent di kisaran $50-an hingga pertengahan tahun 2026, sebelum pulih di akhir tahun.

Harga minyak telah turun sekitar seperlima tahun ini karena OPEC+ mengembalikan barel lebih cepat dari yang diperkirakan dan produsen di tempat lain juga memompa lebih banyak, sementara permintaan lesu. Risiko geopolitik, terutama seputar pasokan Rusia dan Venezuela, telah membantu meredam beberapa penurunan tersebut.

“Sentimen dominan saat ini jelas merupakan surplus struktural,” kata Haris Khurshid, kepala investasi di Karobaar Capital LP di Chicago. “Pola pikir kelebihan pasokan itu mengalahkan gejolak geopolitik dari Rusia hingga Venezuela.”

Aktivitas perdagangan minyak tipis menjelang liburan Natal dan Tahun Baru, yang dapat menyebabkan pergerakan harga yang berfluktuasi. Volume agregat kontrak Brent yang diperdagangkan berada di bawah rata-rata untuk waktu tersebut pada hari Jumat.

Inggris memberlakukan sanksi terhadap tiga produsen minyak Rusia yang lebih kecil pada hari Kamis, karena kesepakatan perdamaian yang dimediasi AS antara Moskow dan Kyiv masih belum tercapai.

Brent untuk penyelesaian Februari turun 0,3% menjadi $59,64 per barel pada pukul 9:57 pagi di London.

WTI untuk Februari turun 0,3% menjadi $55,83 per barel. Kontrak berjangka Januari berakhir Jumat.

PT Equityworld Futures Semarang 

Kamis, 18 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar Tahan Kenaikan terhadap Pound dan Yen Kamis (18/12), Jelang Rapat Bank Sentral

Dolar Tahan Kenaikan terhadap Pound dan Yen Kamis (18/12), Jelang Rapat Bank Sentral 

PT Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar dolar AS bertahan menguat terhadap mata uang utama pada Kamis (18/12/2025), seiring pelaku pasar bersiap menghadapi keputusan bank sentral di Inggris, Eropa, dan Jepang.

Poundsterling masih berada di level rendah setelah data inflasi Inggris yang turun secara tak terduga memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank of England (BoE).

Sementara itu, yen Jepang memangkas pelemahan pada sesi sebelumnya, seiring Bank of Japan (BOJ) memulai rapat kebijakan dua hari yang diperkirakan akan berujung pada kenaikan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade.

“Dolar cenderung menguat secara umum,” kata Ray Attrill, Kepala Strategi Valuta Asing di National Australia Bank.

Ia menilai data inflasi Inggris yang lebih lemah dari perkiraan “telah memastikan pemangkasan suku bunga BoE yang kemungkinan terjadi hari ini.”

Indeks dolar, yang mengukur kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama termasuk yen dan euro, relatif stabil di level 98,35, setelah naik 0,2% pada sesi sebelumnya.

Yen menguat 0,2% terhadap dolar AS ke posisi 155,45, memangkas pelemahan 0,6% pada Rabu.

Euro nyaris tidak berubah di US$1,1743, sementara poundsterling stabil di US$1,3373 setelah turun 0,4% sehari sebelumnya.

Pasar futures suku bunga memperkirakan hampir 100% peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh BoE pada Kamis, menyusul lemahnya inflasi November.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) diperkirakan luas akan menahan suku bunga pada pertemuan hari ini.

Di Asia, BOJ hampir dipastikan akan menaikkan suku bunga jangka pendek ke 0,75% dari 0,5% pada rapat kebijakan yang berakhir Jumat, seiring tingginya harga pangan menjaga inflasi tetap di atas target 2% bank sentral.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Rabu mengatakan Jepang perlu menjalankan kebijakan belanja yang lebih proaktif untuk mendorong pertumbuhan dan penerimaan pajak, menegaskan fokus pemerintahannya dalam menopang pemulihan ekonomi yang masih rapuh.

Di Amerika Serikat, pasar masih mencermati ketidakpastian terkait waktu pemangkasan suku bunga berikutnya oleh Federal Reserve, serta siapa yang akan dipilih Presiden Donald Trump untuk menggantikan Ketua The Fed Jerome Powell.

Gubernur The Fed Christopher Waller pada Rabu mengatakan bank sentral AS masih memiliki ruang untuk memangkas suku bunga di tengah melemahnya pasar tenaga kerja.

Pernyataan ini bertolak belakang dengan pandangan Presiden The Fed Atlanta Raphael Bostic, yang menyatakan tidak melihat perlunya pemangkasan suku bunga pekan lalu dan memproyeksikan tidak ada penurunan suku bunga tambahan pada 2026.

Dolar Australia turun 0,1% ke US$0,6600, sementara dolar Selandia Baru melemah 0,2% ke US$0,5763, meski data menunjukkan ekonomi Selandia Baru kembali tumbuh pada kuartal III.

Di pasar kripto, bitcoin naik 0,3% ke US$86.240,24, sedangkan ether menguat 0,6% ke US$2.835,64

PT Equityworld Futures Semarang 

 

Rabu, 17 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Cermati Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (17/12), IHSG Berpeluang Menguat

Cermati Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (17/12), IHSG Berpeluang Menguat  

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,43% ke level 8.686,47 pada perdagangan Selasa (16/12/2025). Meski ditutup di zona hijau, pergerakan IHSG sepanjang hari cenderung bergerak sideways dalam kisaran sempit.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menilai investor masih bersikap wait and see di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Pelaku pasar cenderung melakukan trading jangka pendek sembari menantikan rilis sejumlah data ekonomi global serta hasil pertemuan beberapa bank sentral pekan ini.

Pasar saham juga tertekan pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah ke level Rp16.685 per dolar AS di pasar spot. Investor turut mencermati pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan dirilis pada hari ini (17/12/2025). 

“Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan BI Rate di level 4,75% di tengah pelemahan rupiah,” ujar Alrich kepada Kontan, Selasa (16/12/2025).

Dari sisi teknikal, Alrich mengatakan, IHSG masih akan bergerak konsolidasi di kisaran 8.600-8.750. Level support berada di 8.600 dengan pivot di 8.700 dan resistance di 8.750. “Jika IHSG mampu bertahan ditutup di atas 8.750, maka peluang penguatan lanjutan masih terbuka,” jelasnya.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menambahkan penguatan IHSG turut ditopang oleh rilis data utang luar negeri (ULN) Indonesia yang menurun tipis pada Oktober, mencerminkan pengelolaan utang yang semakin baik.

Dari sisi moneter, Bank Indonesia diperkirakan kembali menahan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, meski ruang pemangkasan masih terbuka seiring tekanan inflasi yang relatif ringan. 

 

Untuk perdagangan hari ini, Alrich merekomendasikan sejumlah saham yang layak dicermati, antara lain PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). 

PT Equityworld Futures Semarang 

Senin, 15 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Perak Meroket Lagi, Ini Bukan Kenaikan Biasa!

 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga perak naik pada Senin(15/12), ikut terdorong oleh dolar AS yang melemah dan turunnya yield obligasi AS. Di pasar, spot silver lebih naik 3% setelah baru-baru ini menyentuh rekor $64,67/oz.

Dari sisi fundamental, reli perak masih ditopang kombinasi defisit pasokan/supply squeeze dan permintaan industri (misalnya sektor teknologi & energi), ditambah sentimen kebijakan moneter yang lebih ramah aset logam. Tapi pasar juga mulai mewaspadai risiko “kepanasan” (valuasi tinggi dan potensi profit-taking), apalagi kalau muncul kabar kebijakan tarif yang mengurangi kekhawatiran pasokan.(alg)

Harga Perak pada saat analisis ini di rilis berada di level $ 63.674

- Beli jika harga berada pada level $ 63.814

- Jual jika harga berada pada level $ 63.534

 

Resistance 2: $ 64.414

Resistance 1: $ 64.114

 

Support 1: $ 63.234

Support 2: $ 62.934

Disclaimer 

Artikel ini bersifat analitis dan bukan merupakan referensi definitif. Harap pertimbangkan perkembangan fundamental dan teknikal dalam perdagangan sebelum membuat keputusan investasi apa pun.

PT Equityworld Futures Semarang 

Jumat, 12 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Sentuh Puncak Baru, Masih Kuat Buat Naik Lagi?

 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas (XAU/USD) kembali menguat setelah ada pembelian saat harga turun (dip-buying) di area $4.264–$4.265 dan menyentuh level tertinggi baru sejak 21 Oktober pada sesi awal Eropa hari Jumat.

Pergerakan ini menandakan minat beli di emas masih kuat dan tren kenaikan masih terjaga.

Secara fundamental, arah termudah emas saat ini masih cenderung naik. Ekspektasi bahwa The Fed akan kembali menurunkan suku bunga pada 2026 membuat dolar AS tertekan di dekat level terendah dua bulan, dan ini menjadi angin segar bagi emas yang tidak memberikan bunga. Dolar yang lemah biasanya membuat emas lebih menarik bagi investor global.

Di sisi geopolitik, negosiasi damai Rusia–Ukraina yang buntu tetap menjaga ketegangan dan mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe-haven. Ini menjadi faktor yang ikut mengangkat harga emas selama empat hari berturut-turut. Namun, sentimen yang positif di pasar saham global membuat sebagian pelaku pasar menahan diri untuk tidak terlalu agresif menambah posisi beli emas, sehingga kenaikan harga masih tertahan.

Selain itu, komentar Gedung Putih yang menyebut Presiden AS Donald Trump sangat frustrasi dengan situasi Rusia–Ukraina dan tidak ingin ada “pembicaraan lagi”, ikut menambah ketidakpastian geopolitik. Hari ini tidak ada data ekonomi penting dari AS, sehingga pergerakan emas dan dolar lebih banyak akan dipengaruhi oleh pidato para pejabat The Fed (FOMC) dan sentimen risiko di pasar.

Untuk saat ini, emas masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan yang solid.

PT Equityworld Futures Semarang 

Kamis, 11 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Ancaman Krisis Energi! Aksi OPEC+ dan Konflik Timur Tengah Bisa Bikin Brent Balik Arah

Produksi AS Turun, Harga Minyak Mentah Naik 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga kontrak berjangka untuk Brent crude oil hari ini berada di kisaran US$ 64,61 per barel, melemah sekitar 0,43 % dari hari sebelumnya.

Penurunan ini terdorong oleh data persediaan minyak dan produk olahan di Amerika Serikat yang meningkat, memperkuat sinyal bahwa pasokan global mulai melampaui permintaan.

Sementara itu, laporan dari International Energy Agency (IEA) mengungkap bahwa suplai minyak global pada tahun 2025 telah tumbuh sekitar 3,1 juta barel per hari, dan akan terus bertambah hingga 2,5 juta barel per hari di 2026.

Hal ini menciptakan sebuah skenario pasar dengan kelebihan pasokan (oversupply) yang signifikan, yang menjadi salah satu tekanan utama terhadap harga.

Di satu sisi, permintaan minyak mencatat pertumbuhan yang relatif tipis. Laporan IEA mencatat bahwa pertumbuhan permintaan global untuk kuartal ketiga 2025 hanya sekitar +920 ribu barel per hari — meskipun membaik dibanding kuartal sebelumnya, tetap jauh lebih moderat dibanding periode-normal.

Di sisi lain, pasokan minyak global terus meningkat secara agresif. Baik produsen dari blok non-OPEC maupun anggota OPEC+ telah melonggarkan pengurangan produksi mereka, serta proyek-besar yang tertunda akibat pandemi kini mulai berproduksi. Misalnya, analis dari Goldman Sachs memperkirakan harga Brent rata‐rata hanya US$ 56 per barel pada 2026 akibat lonjakan pasokan.

Faktor geopolitik—seperti serangan terhadap fasilitas ekspor Rusia atau potensi sanksi—ternyata hanya memberikan efek jangka pendek, tidak cukup untuk mengimbangi lonjakan stok dan pertumbuhan pasokan.

Dengan latar belakang seperti itu, pasar menghadapi dua sisi mata‐uang:

Risiko penurunan harga menjadi nyata jika data persediaan terus naik atau pertumbuhan permintaan gagal membaik.

Namun, potensi untuk lonjakan harga mendadak tetap ada—terutama jika terjadi gangguan pasokan besar, misalnya dari Rusia atau kawasan Timur Tengah.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa harga saat ini berada di kisaran level konsolidasi. Jika harga gagal menembus level atas dan data persediaan tetap menunjukkan kenaikan, maka kemungkinan penurunan lebih lanjut terbuka. Sebaliknya, jika ada pemicu external kuat (gangguan produksi, sanksi baru), maka rebound bisa terjadi.

Singkatnya, pasar minyak saat ini berada di kondisi yang agak hati‐hati:

Dominasi oleh baik tekanan pasokan yang meningkat maupun pertumbuhan permintaan yang lemah.

Harga Brent masih memiliki ruang untuk turun lebih lanjut jika kondisi tetap seperti sekarang.

Namun, volatilitas tetap tinggi—pelaku pasar harus siap hadapi skenario “bounce up” jika ada kejutan.

Bagi investor atau pelaku pasar komoditas: penting untuk menjaga fleksibilitas dan memantau secara dekat data persediaan, kebijakan produksi OPEC+, serta potensi gangguan geopolitik.

PT Equityworld Futures Semarang 

Rabu, 10 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Minyak Stabil, Kekhawatiran Pasokan Membatasi Kenaikan

Breaking News: Harganya Minyak Mentah Anjlok 3,5%! 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak stabil pada Rabu (10/12/2025) setelah turun sekitar 1% pada sesi sebelumnya, karena kekhawatiran atas pasokan yang melampaui permintaan membatasi kenaikan. Investor mengamati kemajuan dalam perundingan damai Rusia-Ukraina.

Mengutip Reuters, Rabu (10/12/2025), harga minyak mentah berjangka Brent naik 11 sen, atau 0,2%, menjadi US$ 62,05 per barel pada pukul 02.41 GMT. 

Minyak mentah West Texas Intermediate berada di level US$ 58,38 per barel, naik 13 sen, atau 0,2%.

Analis ING dalam sebuah catatan mengatakan, meskipun pasar minyak bergerak lebih dalam ke dalam kondisi kelebihan pasokan yang diperkirakan, pasokan Rusia tetap menjadi risiko. 

"Meskipun volume ekspor minyak Rusia melalui jalur laut tetap stabil, minyak mentah ini kesulitan menemukan pembeli," kata ING, menambahkan bahwa produksi minyak Rusia akan mulai menurun jika pembeli tidak ditemukan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan negaranya dan mitra-mitra Eropanya akan segera menyerahkan dokumen yang disempurnakan kepada AS mengenai rencana perdamaian untuk mengakhiri perang dengan Rusia, setelah beberapa hari diplomasi yang penuh tekanan.

Kesepakatan perdamaian antara Ukraina dan Rusia dapat menyebabkan pencabutan sanksi internasional terhadap perusahaan-perusahaan Rusia, yang dapat membebaskan pasokan minyak yang dibatasi. 

Sementara itu, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan pihaknya memperkirakan produksi minyak AS akan mencapai rekor yang lebih besar tahun ini daripada yang diperkirakan sebelumnya, meningkatkan perkiraan tahun 2025 sebesar 20.000 menjadi rata-rata 13,61 juta barel per hari.

Namun, organisasi tersebut menurunkan perkiraan total produksi pada tahun 2026 sebesar 50.000 menjadi 13,53 juta barel per hari.

PT Equityworld Futures Semarang 

Selasa, 09 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Turun 0,44% ke 8.671 pada Sesi I Selasa (9/12), INKP, MEDC, AKRA Top Losers LQ45

IHSG Turun 0,44% ke 8.671 pada Sesi I Selasa (9/12), INKP, MEDC, AKRA Top Losers LQ45 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 38,72 poin atau 0,44% ke 8.671,97 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Selasa (9/12/2025).

Sebanyak 244 saham naik, 407 saham turun dan 149 saham stagnan.

Hanya tiga indeks sektoral yang selamat ke zona hijau. Sedangkan delapan indeks sektoral lainnya tergelincir ke zona merah, mengikuti pelemahan IHSG.

Indeks sektoral yang menguat adalah sektor teknologi yang naik 1,93%, sektor infrastruktur naik 1,61% dan sektor kesehatan yang naik 0,45%. 

Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor perindustrian yang turun 0,97%, sektor barang baku turun 0,92% dan sektor properti yang turun 0,77%.

Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 32,29 miliar saham dengan total nilai Rp 14,39 triliun.

Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) (7,94%)
2. PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) (7,27%)
3. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (1,43%)

Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) (-3,41%)
2. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) (-3,03%)
3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (-2,72%) 

 

PT Equityworld Futures Semarang 

 

Senin, 08 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Turun pada Senin (8/12) Pagi, Imbas Sentimen Kenaikan Cadangan Emas PBOC

Harga Emas Turun pada Senin (8/12) Pagi, Imbas Sentimen Kenaikan Cadangan Emas PBOC 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas turun pada perdagangan awal pekan ini. Senin (8/12/2025) pukul 07.44 WIB, harga emas untuk pengiriman Februari 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.236,40 per ons troi, turun 0,16% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 4.243 per ons troi.

Harga emas turun setelah Bank sentral China menambah cadangan emasnya selama 13 bulan berturut-turut. 

Mengutip Bloomberg, cadangan emas batangan yang dimiliki oleh People's Bank of China naik 30.000 ons troi pada bulan lalu, sehingga totalnya menjadi sekitar 74,12 juta ons troi. Siklus pembelian saat ini dimulai pada November 2024. 

Harga emas telah terkonsolidasi di atas level US$ 4.000 per ons troi setelah turun dari level tertingginya pada Oktober.

Meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada pertemuan 9-10 Desember mendukung harga logam mulia.

Sementara pasar juga memperkirakan Ketua The Fed berikutnya akan mengambil pendekatan kebijakan moneter yang lebih dovish.

PT Equityworld Futures Semaran

 

Jumat, 05 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Minyak Dunia Menuju Kenaikan Mingguan 2% pada Jumat (5/12), Ini Pemicunya

Harga Minyak Dunia Menuju Kenaikan Mingguan 2% pada Jumat (5/12), Ini Pemicunya 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak bergerak menuju kenaikan hampir 2% secara mingguan pada awal perdagangan Jumat (5/12/2025), didukung ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela, serta mandeknya pembicaraan damai di Moskow.

Jika bertahan hingga penutupan pekan, ini akan menjadi kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

Pada pembukaan pasar hari Jumat, harga bergerak tipis. Minyak Brent naik 6 sen, atau 0,09%, menjadi US$63,32 per barel pada pukul 01.04 GMT. 

Sementara harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 4 sen, atau 0.07%, menjadi US$59,71 per barel. Kedua kontrak sebelumnya ditutup naik sekitar 1% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Dalam survei Reuters yang dilakukan 28 November–4 Desember, sebanyak 82% ekonom memperkirakan penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan The Fed pekan depan.

Penurunan suku bunga umumnya mendorong pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.

Pasar juga tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi militer AS ke Venezuela setelah Presiden Donald Trump pekan lalu menyatakan bahwa AS akan segera mengambil tindakan untuk menghentikan aktivitas penyelundupan narkoba oleh kelompok bersenjata Venezuela. 

Dalam catatan risetnya, Rystad Energy memperkirakan langkah tersebut dapat mengancam produksi minyak Venezuela sebesar 1,1 juta barel per hari, yang sebagian besar dikirim ke China.

Selain itu, harga turut mendapat dukungan dari mandeknya pembicaraan AS–Rusia di Moskow terkait perang di Ukraina.

Pembicaraan tersebut gagal menghasilkan terobosan berarti, termasuk potensi kesepakatan untuk mengembalikan minyak Rusia ke pasar global.

Meski demikian, kenaikan harga tertahan oleh tanda-tanda surplus pasokan. Arab Saudi memangkas harga jual resmi (OSP) Arab Light untuk pengiriman Januari ke Asia ke level terendah dalam lima tahun, menurut dokumen internal yang dikaji Reuters pada Kamis.

PT Equityworld Futures Semarang 

Kamis, 04 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Terkoreksi, Intip Saham Net Buy Terbesar Asing pada Rabu (4/12)

IHSG Terkoreksi, Intip Saham Net Buy Terbesar Asing pada Rabu (4/12) 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan kemarin, Rabu (4/12/2025).

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah tipis 0,06% ke level 8.611,78.

Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di level 8.591 ke 8.669. 

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 47,10 miliar dengan nilai transaksi Rp 21,28 triliun.

Meski IHSG turun, investor asing mencatat net buy sebesar Rp 70,25 miliar di seluruh pasar.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Rabu:

1. PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp 481,19 miliar
2. PT BanK Mandiri Tbk (BMRI) Rp 194,84 miliar
3. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp 140,41 miliar
4. PT BangunKosambi Sukses Tbk (CBDK) Rp 84,23 miliar
5. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 46,32 miliar
6. PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 45,08 miliar
7. PT Peruahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 41,37 miliar
8. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 37,19 miliar
9. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 24,01 miliar
10. PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) Rp 23,22 miliar

 

PT Equityworld Futures Semarang 

Rabu, 03 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Kurs Dolar AS Melemah Tipis Rabu (3/12) Pagi, Menjelang Keputusan The Fed

Kurs Dolar AS Melemah Tipis Rabu (3/12) Pagi, Menjelang Keputusan The FedPT Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar dolar AS bergerak mendatar pada Rabu (3/12/2025), seiring pelaku pasar mulai mengambil posisi menjelang keputusan Federal Reserve minggu depan. Investor juga mulai memproyeksikan penurunan suku bunga AS pada 2026 yang berpotensi menekan kinerja greenback.

Pada perdagangan pagi, dolar Australia sempat menyentuh level tertinggi tiga pekan di US$0,6576, sebelum sedikit terkoreksi setelah data PDB Australia dirilis di bawah ekspektasi. 

Sementara itu, euro menguat melewati moving average 50 hari setelah inflasi zona euro sedikit lebih tinggi dari perkiraan. Mata uang tunggal ini diperdagangkan di level US$1,1629 pada sesi Asia.

Di sisi lain, pasar lebih fokus pada reli tajam Bitcoin. Bitcoin melesat sekitar 6% dan kembali menembus US$91.000, mendorong minat risiko di berbagai kelas aset.

Yen Jepang stabil di 155,70 per dolar di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan (BOJ) bulan ini, berbanding terbalik dengan AS, di mana pasar menilai 85% peluang pemangkasan suku bunga The Fed minggu depan.

Sterling juga stabil di US$1,3222, begitu pula franc Swiss di 0,8022 per dolar, serta dolar Selandia Baru di US$0,5730. 

Menatap tahun depan, pasar mulai memperkirakan penurunan suku bunga AS hingga 90 basis poin sebelum akhir 2026, ditambah kemungkinan penunjukan penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, sebagai ketua The Fed berikutnya.

Hassett dikenal dekat dengan pemerintahan Donald Trump dan dipandang pro terhadap percepatan pemangkasan suku bunga.

Donald Trump mengatakan akan mengumumkan kandidat Ketua The Fed pada awal 2026.

Strategis Deutsche Bank, Tim Baker, menyampaikan bahwa dolar AS berpotensi melemah sekitar 2% sepanjang Desember, bulan yang secara historis memang cenderung negatif bagi dolar selama satu dekade terakhir.

Analis OCBC Singapura juga memperkirakan dolar akan semakin melemah hingga 2026, seiring penyempitan selisih suku bunga AS dengan negara lain. 

“Teorinya cukup sederhana,” kata Brent Donnelly, Presiden Spectra Markets.

“Pasar masih memegang posisi long dolar, namun dengan hadirnya calon Ketua Fed yang kemungkinan akan menjalankan kebijakan agresif, kondisi fiskal AS yang kurang baik, suku bunga tinggi yang segera turun, pola musiman pelemahan dolar, dan diferensial suku bunga yang melebar, saya memilih long EUR/USD dan NZD/USD.”

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 02 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – The Fed Pangkas Bunga: Ini Dampaknya ke Rupiah & IHSG

 The Fed Pangkas Bunga: Ini Dampaknya ke Rupiah & IHSG

PT Equityworld Futures Semarang – Seluruh mata pelaku pasar modal kini tertuju pada kalender tanggal 9-10 Desember 2025. Di tanggal tersebut, Federal Open Market Committee (FOMC) alias The Fed akan menggelar rapat penentuan nasib suku bunga terakhir tahun ini. 

Probabilitas pasar (CME FedWatch Tool) menunjukkan angka optimis: 87,4% yakin The Fed akan memangkas suku bunga (Sumber: cmegroup.com, 1/12/2025).

IHSG merespons dengan bertahan di zona hijau (level 8.548). Namun, pertanyaannya: Apa urusannya keputusan Jerome Powell di Washington D.C. dengan harga saham bank atau tambang di Jakarta? Mengapa penurunan suku bunga AS dianggap "bensin premium" bagi IHSG? 

Mari kita bedah mekanismenya secara teknis namun sederhana.

Hukum Gravitasi Dolar (DXY)

Kunci pertamanya ada di Indeks Dolar AS (DXY). Suku bunga adalah "harga" dari memegang uang. 

Saat Bunga Tinggi: Investor global berbondong-bondong memarkir uang di AS (via Obligasi US Treasury) karena imbal hasilnya besar dan risiko rendah. Dolar menguat, mata uang lain (termasuk Rupiah) "terhisap" melemah.

Saat Bunga Turun (Skenario Des 2025): Imbal hasil obligasi AS menjadi kurang seksi. Investor global mulai mencari alternatif investasi lain yang memberikan return lebih tinggi.

Dampaknya ke Indonesia: Saat The Fed memangkas bunga, Dolar AS (DXY) secara teoritis akan melemah. Ini otomatis memberi ruang bagi Rupiah untuk menguat

Efek Domino Kurs Rupiah

Penguatan Rupiah adalah katalis positif bagi emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui dua jalur:

1. Beban Utang & Impor Turun: Banyak perusahaan (terutama Farmasi, Konsumer, dan Teknologi) memiliki utang dalam Dolar atau mengimpor bahan baku. Saat Rupiah menguat, beban biaya mereka turun drastic, maka laba bersih naik, dan harga saham ikut terdongkrak.

2. Valuasi Aset: Bagi investor asing, aset di Indonesia menjadi lebih murah dan menarik karena risiko kurs berkurang.

Aliran Smart Money (Foreign Flow)

Inilah poin paling krusial. Dana asing (foreign flow) selalu mencari keseimbangan antara Risiko vs Imbal Hasil. Jika bunga di AS turun ke level 3,75% - 4,00%, maka imbal hasil dividen saham Indonesia (rata-rata 3-5%) atau Obligasi Indonesia (yield 6-7%) menjadi sangat menggiurkan.

Akibatnya, terjadi arus modal masuk (Capital Inflow). Ingat hukum pasar: Ada uang masuk, harga barang (saham) naik.

Tabel Simulasi: Hawkish vs Dovish

Tabel ini menggambarkan bagaimana satu keputusan The Fed mengubah peta pasar modal kita. 

 

Bersiap Sebelum Ombak Datang

Memahami mekanisme ini membuat kita tidak sekadar ikut-ikutan (FOMO). Jika Anda yakin The Fed akan memangkas bunga pada 10 Desember nanti, maka secara teknis, mengumpulkan saham-saham Blue Chip (Perbankan Big Caps) atau sektor yang sensitif suku bunga (Properti & Tech) sebelum tanggal tersebut adalah langkah strategis mendahului masuknya dana asing.

PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 01 Desember 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Bitcoin Anjlok 5% dalam ‘Sunday Slam’ Saat Likuidasi Melonjak

Bitcoin Anjlok 5% dalam ‘Sunday Slam’ Saat Likuidasi Melonjak 

PT Equityworld Futures Semarang – Bitcoin anjlok hampir 5% ke level US$86.950 pada perdagangan Minggu (30/11/2025), memicu likuidasi senilai US$539 juta setelah aset kripto terbesar itu mencatat kinerja November terburuk sejak 2018.

Melansir Cointelegrap Senin (1/12/2025), Bitcoin gagal menembus level resistance kunci selama akhir pekan dan jatuh hampir 5% hanya dalam tiga jam pada Minggu malam.

Sebelumnya, aset ini stabil di sekitar US$91.500 dan tampak berkonsolidasi menjelang pergantian bulan, sebelum merosot tajam ke US$86.950 di Coinbase, menurut data TradingView. 

Penurunan mendadak ini terjadi setelah Bitcoin menutup pekan dengan candle hijau pertama dalam empat minggu, berakhir di US$90.411.

“Kita sudah sering melihatnya tahun ini: pergerakan besar di kripto biasanya muncul pada Jumat malam dan Minggu malam,” tulis Kobeissi Letter, seraya mencatat bahwa koreksi tajam kali ini tidak dipicu oleh katalis berita yang jelas.

Sebagai informasi, mengacu Data Coinmarketcap 09.44 WIB hari ini, Bitcoin dikisaran US$86.860 atau turun 4,41% dalam 24 jam terakhir. 

Likuidasi Leverage Menghantam Pasar

Kobeissi mengaitkan flash crash ini dengan “lonjakan volume jual yang tiba-tiba, memicu efek domino yang diperparah oleh banyaknya posisi leverage yang terlikuidasi.”

Menurutnya, “bear market kripto” saat ini bersifat struktural, bukan penurunan fundamental.

Data CoinGlass menunjukkan lebih dari 180.000 trader terlikuidasi dalam 24 jam terakhir, dengan total likuidasi mencapai US$539 juta, sebagian besar terjadi dalam beberapa jam terakhir.

Hampir 90% merupakan posisi long, terutama pada Bitcoin dan Ether. 

November Terburuk Sejak 2018

Bitcoin menutup November dengan penurunan 17,49%, menjadikannya bulan terburuk tahun ini sekaligus performa November terburuk sejak 2018, ketika harga anjlok 36,57% di tengah bear market yang brutal.

Meski begitu, analis kripto “Sykodelic” tetap optimistis. “Ini justru awal yang bagus untuk bulan ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak ada “Sunday pump,” gap CME sudah tertutup, dan sekitar US$400 juta posisi long sudah tersapu.

“Likuiditas di sisi bawah sudah dibersihkan terlebih dahulu dan itu memang yang kita inginkan terjadi.”

PT Equityworld Futures Semarang