Jumat, 28 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Menguat di Awal Perdagangan Jumat (28/11) Pagi, Bursa Asia Bergerak Variatif

IHSG Menguat di Awal Perdagangan Jumat (28/11) Pagi, Bursa Asia Bergerak Variatif 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di awal perdagangan Jumat (28/11/2025), di saat bursa Asia bergerak variatif.

Mengutip data RTI pukul 09.16 WIB, IHSG naik 0,26% atau 22,27 poin ke level 8.568,14. Sebanyak 251 saham menguat, 259 saham melemah, dan 186 saham stagnan.

Total volume perdagangan mencapai 6,7 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 3 triliun. 

Penguatan IHSG ditopang oleh delapan indeks sektoral. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yaitu IDX-Infra yang naik 0,92%, IDX-Energy menguat 0,91%, serta IDX-Property yang naik 0,52%.

Top Gainers LQ45:

  • ISAT naik 4,78% ke Rp 2.410
  • DSSA naik 2,33% ke Rp 109.950
  • JPFA naik 1,66% ke Rp 2.450

Top Losers LQ45:

  • AMMN turun 1,80% ke Rp 6.825
  • MBMA turun 1,75% ke Rp 560
  • NCKL turun 1,00% ke Rp 990

 

Bursa Asia Bergerak Beragam

Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan bervariasi pada Jumat, seiring pasar AS libur Thanksgiving dan indeks Nasdaq berpotensi mengakhiri reli tujuh bulannya.

Investor di Asia mencermati rilis data ekonomi terbaru, termasuk inflasi Tokyo yang menjadi indikator awal tren harga di Jepang. Inflasi utama Tokyo turun tipis menjadi 2,7% pada Oktober dari 2,8% sebelumnya.

Adapun inflasi inti—yang menghapus harga makanan segar namun memasukkan energi—berada di 2,8%, sedikit di atas konsensus 2,7% dan tetap lebih tinggi dari target Bank of Japan di 2%. Data ini memperkuat spekulasi kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.

Investor juga menunggu rilis PDB India untuk kuartal fiskal kedua yang berakhir September. 

Pergerakan pasar Asia:

  • Nikkei 225 turun 0,19%, sementara Topix naik tipis.
  • Kospi melemah 0,86%, sedangkan Kosdaq melesat 2,73%. Saham Enchem melompat sekitar 14% setelah laporan media bahwa perusahaan memperoleh pesanan dari raksasa baterai CATL. LG Energy Solution anjlok lebih dari 5% setelah LG Chem mengumumkan rencana memangkas porsi kepemilikan menjadi sekitar 70% dari hampir 80%.
  • S&P/ASX 200 Australia naik 0,13%.
  • Hang Seng Hong Kong turun 0,5%, sedangkan CSI 300 China melemah 0,21%. Saham China Vanke kembali tertekan, turun 1,68% ke level terendah sepanjang masa di Hong Kong, sementara di Shenzhen jatuh ke posisi terendah sejak 2008.

 PT Equityworld Futures Semarang

Kamis, 27 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – BBRI dan BBCA Terbesar, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Kemarin (26/11)

BBRI dan BBCA Terbesar, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Kemarin (26/11) 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menorehkan rekor baru pada perdagangan Rabu (26/11/2025).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat 0,94% atau naik 80,24 poin ke level 8.602,13.

Sepanjang sesi, indeks bergerak stabil di kisaran 8.503 hingga 8.602. 

Aktivitas perdagangan juga cukup ramai, dengan volume transaksi mencapai 53,99 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 26,73 triliun.

Kenaikan indeks terjadi di tengah pergerakan beragam di lantai bursa.

Sebanyak 293 saham menguat, sementara 365 saham melemah dan 149 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI pun menembus Rp 15.741 triliun. 

Namun, di balik rekor baru IHSG, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih.

Total net sell asing mencapai Rp 550,44 miliar di seluruh pasar sepanjang perdagangan kemarin. 

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Rabu:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 531,92 miliar
2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 222,91 miliar
3. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 183,36 miliar
4. PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp 134,44 miliar
5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 75,11 miliar
6. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 47,21 miliar
7. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 29,02 miliar
8. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 27,84 miliar
9. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp 24,88 miliar
10. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 20,78 miliar 

 

 

 

 PT Equityworld Futures Semarang

 

Rabu, 26 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Minyak Stabil Pasca Tertekan Kesepakatan Damai Ukraina

 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak bergerak stabil pada hari Rabu (26/11), setelah sebelumnya jatuh tajam di sesi sebelumnya, seiring investor menimbang penurunan persediaan minyak mentah AS yang lebih kecil dari perkiraan dan semakin banyaknya tanda kemajuan menuju kerangka perdamaian Rusia–Ukraina.

Pada pukul 04.15 waktu AS (09.15 GMT), kontrak berjangka minyak Brent pengiriman Januari naik tipis 0,1% menjadi US$61,83 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,2% menjadi US$57,98 per barel.

Kedua kontrak tersebut anjlok hampir 1,5% pada hari Selasa, menyentuh level terendah dalam lebih dari satu bulan.

Tekanan dari pembicaraan damai Rusia–Ukraina

Harga minyak stabil pada Rabu setelah penurunan di sesi sebelumnya yang dipicu oleh pernyataan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy bahwa Kyiv siap melanjutkan kerangka perdamaian yang didukung AS untuk mengakhiri perang dengan Rusia.

Awal pekan ini, proposal perdamaian versi revisi telah dibahas dengan pejabat AS dan Eropa di Jenewa, yang mencakup jaminan keamanan bertahap.

“Sinyal positif dari AS dan Ukraina terkait kesepakatan damai Rusia–Ukraina terus menekan pasar energi. Namun, masih sedikit kejelasan mengenai posisi Rusia terhadap rencana saat ini,” kata analis ING.

“Kemungkinan besar kita akan mendapat gambaran lebih jelas tentang sikap Rusia dalam beberapa hari mendatang, dengan utusan khusus AS Steve Witkoff dijadwalkan mengunjungi Moskow.”

Setiap kemajuan yang kredibel menuju kesepakatan damai pada akhirnya dapat melonggarkan pembatasan terhadap ekspor minyak mentah dan produk olahan Rusia, sehingga meningkatkan peluang kembalinya pasokan tambahan ke pasar global.

Kemungkinan tersebut telah menjadi beban besar bagi harga minyak mentah dalam beberapa hari terakhir.

Persediaan minyak mentah AS turun lebih kecil dari perkiraan – API

Data dari American Petroleum Institute menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS turun 1,9 juta barel dalam pekan yang berakhir 21 November, lebih kecil dari ekspektasi penurunan sebesar 2,4 juta barel. Penarikan stok yang lebih lemah dari perkiraan ini menambah kekhawatiran terhadap lemahnya permintaan menjelang akhir tahun, sehingga membatasi dukungan bagi kontrak berjangka minyak.

Stok bensin dan bahan bakar minyak distilat masing-masing meningkat 500.000 barel dan 800.000 barel, yang mengindikasikan konsumsi bahan bakar yang masih lesu menjelang musim liburan dan masa perjalanan akhir tahun.

“Secara keseluruhan, angka-angka ini cenderung netral, dengan penurunan persediaan minyak mentah yang lebih kecil dari perkiraan dan kenaikan persediaan bensin yang juga lebih rendah dari ekspektasi,” tulis analis ING dalam sebuah catatan.

Saat ini investor menunggu data resmi persediaan pemerintah AS yang akan dirilis pada hari Rabu, serta data ekonomi tambahan yang dapat memperkuat kemungkinan pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada Desember.

PT Equityworld Futures Semarang 

Selasa, 25 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Terseret Aksi Jual Mengawali Selasa (25/11), Berlawanan dengan Bursa Asia

Apa Itu IHSG? Simak Sejarah, Pengertian, hingga Fungsinya 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi pada awal perdagangan Selasa (25/11/2025), berlawanan arah dengan mayoritas bursa Asia yang bergerak menghijau.

Mengutip RTI pukul 09.17 WIB, IHSG turun 0,46% atau 39,80 poin ke level 8.530,46. Sebanyak 291 saham melemah, 212 saham menguat, dan 183 saham stagnan.

Volume transaksi mencapai 7,4 miliar saham dengan nilai perdagangan sekitar Rp 3,8 triliun.

Lima indeks sektoral menekan laju IHSG, dengan tiga sektor berpenurunan terdalam: IDX-Property: -1,49%, IDX-Industry: -0,45%, dan IDX-Basic Materials: -0,37% 

Saham top losers LQ45:

  • PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 2,35% ke Rp 7.275
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 2,25% ke Rp 2.610
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 2,11% ke Rp 6.950

Saham top gainers LQ45:

  • PT Bumi Resourcers Tbk (BUMI) naik 7,34% ke Rp 234
  • PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 3,14% ke Rp 394
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 2,10% ke Rp 8.525

 

Bursa Asia Bergerak Cerah, Ditopang Euforia Teknologi

Berbeda dengan Jakarta, pasar saham Asia-Pasifik dibuka dengan nada optimistis. Rebound saham-saham teknologi di Wall Street menular ke Asia setelah reli kuat Alphabet memantik kembali cerita bullish di sektor AI.

Sentimen ini muncul setelah Alphabet memperkenalkan model AI terbaru, Gemini 3, yang memicu ekspektasi bahwa raksasa teknologi itu siap kembali memimpin kompetisi AI global. Sahamnya langsung melesat 6,31%.

Kenaikan diikuti oleh saham-saham AI lainnya seperti Broadcom dan Micron Technology, memperpanjang momentum positif yang dimulai sejak komentar dovish dari Presiden Fed New York pekan lalu yang membuka peluang pemangkasan suku bunga Desember. 

Euforia itu langsung terasa di Asia. Indeks Nikkei 225 Jepang melonjak 1,14%, dipimpin kenaikan saham-saham semikonduktor seperti Advantest (+4,8%), Lasertec (+2,75%), dan Tokyo Electron (+2,39%), yang selama ini sangat sensitif terhadap siklus AI global.

Pasar Korea Selatan juga tak mau kalah. Kospi terbang 2,39%, didorong reli besar di SK Hynix dan Samsung Electronics, yang masing-masing naik hingga 5% dan 4%.

Di Hong Kong, Hang Seng menguat 1%, sementara indeks teknologi Hang Seng Tech melejit 1,74% seiring arus masuk pada saham-saham teknologi Tiongkok.

Hanya Australia yang bergerak lebih hati-hati. ASX/S&P 200 sempat naik, namun kembali mendatar karena investor menunggu perkembangan dari kebijakan suku bunga lokal.

PT Equityworld Futures Semarang 

Senin, 24 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Stabil, Apa Sih Yang Ditunggu?

Emas Batangan Antam Alami Kenaikan Setelah Terus Turun - UMJ 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas bergerak stabil pada hari Senin (24/11) karena meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve bulan depan mampu menahan tekanan dari penguatan Dolar AS.

Harga spot gold tercatat stabil di $4.065,31 per ounce pada pukul 08.51 GMT, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 0,4% ke $4.062,40 per ounce.

Dolar AS bertahan dekat level tertinggi enam bulan yang dicapai pada hari Jumat, membuat emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.

“Emas bergerak stabil karena investor menilai kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed berikutnya setelah Presiden The Fed New York, John Williams, memberi sinyal bahwa masih ada ruang untuk menurunkan biaya pinjaman di tengah melemahnya pasar tenaga kerja, meski beberapa pejabat lainnya lebih berhati-hati,” kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank.

Williams pada hari Jumat mengatakan bahwa suku bunga AS dapat diturunkan tanpa membahayakan target inflasi The Fed, sekaligus membantu melindungi pasar tenaga kerja dari pelemahan lebih lanjut.

Spekulasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga bulan depan melonjak menjadi 72% dari 40% pada hari Jumat, menurut CME FedWatch Tool, setelah komentar bernada dovish dari Williams.

Sementara itu, investor menunggu sejumlah data ekonomi penting AS yang akan dirilis pekan ini, termasuk penjualan ritel, klaim tunjangan pengangguran, dan data indeks harga produsen (PPI).

Di sisi geopolitik, AS dan Ukraina kembali melanjutkan pembahasan pada hari Senin mengenai rencana mengakhiri perang dengan Rusia setelah kedua negara sepakat menyesuaikan proposal sebelumnya yang dinilai terlalu menguntungkan Moskow.

“Emas kesulitan menguat karena kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed yang mundur, kekhawatiran permintaan dari China, serta meredanya risiko perdagangan. Namun di sisi bawah, pembelian emas oleh bank sentral yang tetap tinggi dan kekhawatiran terkait keputusan Mahkamah Agung (tentang tarif Trump) tetap memberi dukungan,” kata Standard Chartered dalam sebuah catatan.

Di pasar logam lainnya, harga spot silver naik 0,2% menjadi $50,11 per ounce, platinum naik 2,4% menjadi $1.546,92, dan palladium naik 0,6% menjadi $1.383,50.

PT Equityworld Futures Semarang 

Jumat, 21 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Turun Tipis Hari Ini (21/11), Masih Ada Net Buy Asing di BMRI, BRMS, dan FILM

IHSG Terkoreksi Ke Level 7.900, Apa Penyebabnya? - Ajaib 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang nyaris terjun di akhir perdagangan, berakhir melemah tipis. Jumat (21/11), IHSG melemah 5,56 poin atau 0,07% menjadi 8.414,35 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 26,57 miliar di seluruh pasar saat IHSG turun hari ini. Net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 232,30 miliar. Sedangkan di pasar negosiasi, ada net buy atau beli bersih asing Rp 205,73 miliar.

Saham-saham dengan net buy terbesar asing hari ini adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 174,2 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 114,1 miliar, dan PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp 100,3 miliar.

Saham-saham dengan net sell terbesar asing adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 65,3 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 51,2 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 46,9 miliar.

 

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) 8,62%
  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 6,67%
  • PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) 5,56%

Top losers LQ45 terdiri dari:

  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) -3,85%
  • PT Indosat Tbk (ISAT) -3,74%
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) -2,65%

Lima sektor menyeret IHSG ke zona merah. Sektor keuangan melorot 0,61%. 

Sektor transportasi dan logistik terpangkas 0,60%. Sektor infrastruktur turun 0,58%.

Sektor barang konsumsi primer melemah 0,49%. Sektor energi turun 0,29%.

Enam sektor mampu menguat di tengah pelemahan IHSG. Sektor teknologi melesat 2,72%. Sektor perindustrian melaju 0,85%.

Sektor barang konsumsi nonprimer menguat 0,66%. Sektor barang baku menanjak 0,65%.

Sektor properti dan real estat naik 0,58%. Sektor kesehatan terangkat 0,40%.

Total volume transaksi bursa mencapai 34,78 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16,48 triliun. Sebanyak 352 saham melemah. Ada 274 saham naik dan 187 saham flat.

IHSG masih mengakumulasi kenaikan 0,52% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG menguat 18,85%.

PT Equityworld Futures Semarang 

Kamis, 20 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (20/11), IHSG Berpeluang Sideways

Cek Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (20/11), IHSG Berpeluang Sideways 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi masih cenderung sideways pada perdagangan hari ini (20/11/2025). Sekedar mengingatkan, IHSG ditutup menguat ke posisi 8.406,58 atau naik 0,53% pada perdagangan Rabu (19/11/2025).

Penguatan indeks terjadi setelah Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia kembali mempertahankan BI Rate di 4,75%, level terendah sejak Oktober 2022.

Keputusan tersebut sejalan dengan stabilitas inflasi yang tetap dalam rentang sasaran bank sentral serta upaya menjaga kestabilan nilai tukar. Kondisi ini turut mendorong Rupiah yang ditutup menguat terhadap dolar AS. 

Namun di sisi lain, pasar juga mencermati perlambatan pertumbuhan kredit. Pada Oktober 2025, pertumbuhan kredit hanya naik 7,36% secara tahunan, lebih rendah dibanding 7,7% pada September dan menjadi level terendah sejak Juli 2025.

“Undisbursed loan yang mencapai Rp2.450 triliun atau 22,9% dari pagu kredit menunjukkan masih lemahnya permintaan pinjaman di tengah daya beli kelas menengah yang tertekan,” ujar Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang kepada Kontan, Rabu (19/11/2025).

Dari eksternal, pelaku pasar akan menanti keputusan suku bunga pinjaman PBoC serta rilis data tenaga kerja AS yang diproyeksikan menunjukkan perbaikan. Kondisi tersebut berpotensi menjadi katalis tambahan bagi aset berisiko di Asia.

 

Secara teknikal, IHSG ditutup di atas MA5, namun indikator MACD mulai mengarah pada potensi death cross, sedangkan Stochastic RSI terlihat melemah.

Dengan kondisi ini, pergerakan indeks diperkirakan masih cenderung sideways di area support 8.300 dan resistance 8.450. “Untuk besok, IHSG berpeluang bergerak di rentang tersebut sambil menunggu sentimen global yang lebih jelas,” kata Alrich.

Adapun saham pilihan yang direkomendasikan Alrich meliputi HRTA, SMGR, ISAT, PYFA, dan SSIA untuk perdagangan hari ini.  

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 19 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Berbalik Menguat Terhadap Dolar AS Hari Ini (19/11)

BI Tahan Suku Bunga, Rupiah Berbalik Menguat Terhadap Dolar AS Hari Ini (19/11) 

PT Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah berbalik menguat setelah tertekan dalam dua hari perdagangan sebelumnya. Rabu (19/11), kurs rupiah di pasar spot menguat Rp 43 atau 0,26% menjadi Rp 16.708 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kurs rupiah Jisdor pun menguat pada hari ini. Ditutup pada Rp 16.732 per dolar AS, kurs rupiah Jisdor menguat Rp 28 atau 0,17% ketimbang penutupan kemarin.

Bank Indonesia menahan suku bunga acuan BI Rate di level 4,75% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung kemarin hingga hari ini. BI Rate tetap dalam dua bulan beruntun setelah turun dalam tiga RDG berturut-turut.

 

Rupiah menguat bersama dengan sejumlah mata uang Asia. Ringgit Malaysia menguat 0,37%.

Rupee India menguat 0,11%. Peso Filipina juga menguat 0,11% terhadap dolar AS.

Ada lebih banyak mata uang Asia yang melemah terhadap dolar AS. Won Korea tertekan 0,39% terhadap dolar AS. Dolar Singapura melemah 0,11%.

Baht Thailand melemah 0,10%. Dolar Hong Kong dan dolar Taiwan melemah masing0masing 0,08%. 

Yen Jepang melemah 0,08%. Sedangkan yuan China melemah 0,01% terhadap the greenback.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,07% menjadi 99,61 dari posisi kemarin 99,55.

PT Equityworld Futures Semarang 

Selasa, 18 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Minyak Terkoreksi, Investor Menimbang Dampak Surplus Pasokan

Harga Minyak Terkoreksi, Investor Menimbang Dampak Surplus Pasokan 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak turun pada perdagangan Selasa (18/11/2025) pagi. Pukul 07.23 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember 2025 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 59,80 per barel, turun 0,18% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 59,91 per barel.

Harga minyak terkoreksi karena investor mempertimbangkan dampak surplus pasokan yang muncul akibat sanksi AS terhadap Rusia yang mengganggu aliran minyak mentah.

Mengutip Bloomberg, Badan Energi Internasional memperkirakan rekor surplus minyak pada tahun 2026. Kelebihan pasokan ini didorong oleh kembalinya produksi yang terhenti dari OPEC dan sekutunya dan produksi yang lebih besar dari luar kelompok tersebut. 

Produksi minyak Kanada meningkat seiring dengan perluasan jaringan pipa Trans Mountain yang baru. Minyak mentah Kanada kini dapat dipasok ke pasar Asia setelah bertahun-tahun mengalami kendala kapasitas.

Menurut Bank of Montreal, produksi minyak mentah Kanada mencapai rekor tertinggi pada Juni dan diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 6 juta barel per hari pada tahun 20230.

Namun masih ada risiko geopolitik lain yang muncul dan dapat membatasi harga, termasuk serangan di Sudan yang menghambat ekspor dan penyitaan kapal tanker minyak di dekat Selat Hormuz oleh Iran.

PT Equityworld Futures Semarang 

Senin, 17 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Diramal Tembus 8.500 Pekan Ini, Simak Sentimen Pendukungnya

IHSG Diramal Tembus 8.500 Pekan Ini, Simak Sentimen Pendukungnya 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi mampu menembus level 8.500 pada pekan ini.

Retail Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Indri Liftiany Travelin Yunus menilai penguatan tersebut didorong sejumlah sentimen data yang akan rilis pada pekan ini, mulai dari FOMC Minutes The Fed pada Rabu (19/11), serta data S&P Global Composite PMI Flash Amerika Serikat pada bulan November (21/11) yang diperkirakan akan turun tipis ke level 53,8 dari sebelumnya di level 54,6.

Tak hanya itu, serangkaian data pengangguran Amerika Serikat akan dirilis bersamaan pada Kamis (20/11) dan pengumuman suku bunga Bank Indonesia pada Rabu (19/11) yang diproyeksikan dipangkas sebesar 25 bps. 

Indri meyakini para pelaku pasar akan melakukan spekulasi dengan menargetkan sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti sektor perbankan, infrastruktur,dan properti.

Selain itu, para pelaku pasar juga akan memanfaatkan sentimen aksi korporasi yang dilakukan beberapa emiten untuk memanfaatkan momentum kenaikan harga tersebut. 

"Karena itu, kami menilai IHSG akan bergerak bervariatif cenderung menguat dalam rentang support 8.325 hingga resistance 8.500," kata Indri dalam risetnya, Senin (17/11).

Berikut rekomendasi saham dari IPOT untuk pekan ini, antara lain:

1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 

Rekomendasi: Buy

Entry: Rp 3.780

Target harga: Rp 4.250

Stop loss: Di bawah Rp 3.610

2. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) 

Rekomendasi: Buy

Entry: Rp 1.005

Target harga: Rp 1.100

Stop loss: Di bawah Rp 970

3. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET)

Rekomendasi: Buy on pullback

Entry: Rp 494-Rp 500

Target harga: Rp 535

Stop loss: Di bawah Rp 478  

PT Equityworld Futures Semarang 

Jumat, 14 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Naik 0,15% ke 8.384 pada Sesi I Jumat (14/11), DSSA, ANTM, BRPT Top Gainers LQ45

IHSG Naik 0,15% ke 8.384 pada Sesi I Jumat (14/11), DSSA, ANTM, BRPT Top Gainers LQ45 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 12,43 poin atau 0,15% ke 8.384,43 pada akhir perdagangan sesi I hari ini, Jumat (14/11/2025).

Sebanyak 236 saham naik, 401 saham turun dan 174 saham stagnan.

Tiga indeks sektoral menguat, menopang kenaikan IHSG. Sedangkan delapan indeks sektoral lainnya masuk zona merah.

Indeks sektoral yang menguat adalah sektor infrastruktur yang naik 1,30%, sektor properti naik 0,92% dan sektor transportasi yang naik 0,86%.

Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan terdalam adalah sektor perindustrian yang turun 1,20%, sektor kesehatan turun 0,98% dan sektor teknologi yang turun 0,74%. 

Total volume perdagangan saham di bursa hingga sesi I hari ini mencapai 27,93 miliar saham dengan total nilai Rp 11,91 triliun.

Top gainers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) (4,38%)
2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) (3,46%)
3. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (2,15%)

Top losers LQ45 hingga sesi I hari ini adalah:

1. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) (-5,07%)
2. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) (-4,37%)
3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (-3,65%) 

 

PT Equityworld Futures Semarang 

Kamis, 13 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Tetapkan Kurs Dividen Rp 16.698 per Dolar AS, Segini Dividen Interim Medco (MEDC)

Tetapkan Kurs Dividen Rp 16.698 per Dolar AS, Segini Dividen Interim Medco (MEDC) 

PT Equityworld Futures Semarang – PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) telah menetapkan penggunaan Kurs Tengah Bank Indonesia (BI) tanggal 12 November 2025 dalam penghitungan dividen interim dalam mata uang rupiah.

Dalam hal ini, kurs tengah penutupan BI pada hari kemarin yakni Rp 16.698 per dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan MEDC menetapkan dividen interim per saham sebesar US$ 0,0017.

Dengan demikian, dividen per saham sebesar US$ 0,0017 yang akan dibagikan kepada pemegang saham yang berdomisili di Indonesia, baik berkebangsaan Indonesia ataupun asing adalah sebesar Rp 28,4459 per saham. 

“Bagi pemegang saham tanpa warkat berkebangsaan asing atau berkebangsaan Indonesia tetap berdomisili di luar negeri, maka pembayaran dividen interim akan dilakukan dalam mata uang dolar AS,” tulis Manajemen MEDC dalam keterbukaan informasi, Kamis (13/11/2025).

MEDC juga menyebut, kurs tengah BI tanggal 12 November lalu juga digunakan oleh perusahaan dalam pemotongan pajak atas dividen yang diterima dalam mata uang dolar AS.

Seperti yang diketahui, MEDC membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar US$ 42 juta. 

 

Pelaksanaan cum dividen di pasar reguler dan negosiasi telah berlangsung pada 10 November 2025 lalu, sedangkan cum dividen di pasar tunai jatuh pada 12 November kemarin atau bertepatan dengan recording date.

Nantinya MEDC akan membagikan dividen interim tersebut pada 28 November 2025.

PT Equityworld Futures Semarang 

Rabu, 12 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Nilai Tukar Rupiah Jeblok ke Rp 16.713 Per Dolar AS Hari Ini (12/11)

Nilai Tukar Rupiah Jeblok ke Rp 16.713 Per Dolar AS Hari Ini (12/11) 

PT Equityworld Futures Semarang – Jeblok, nilai tukar rupiah kembali melemah tajam pada tengah pekan ini. Rabu (12/11), kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 23 atau 0,14% menjadi Rp 16.713 per dolar Amerika Serikat (AS). 

Sejalan, kurs rupiah di pasar spot melemah Rp 24 atau 0,14% menjadi Rp 16.722 per dolar AS. 

Dalam rapat kerja dengan DPR RI hari ini, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa rupiah masih berpotensi melemah hingga tahun depan.

Rencana Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) tahun 2026 mematok target rupiah di level rata-rata Rp 16.430 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah rata-ratanya Rp 16.430 per dolar AS, hampir sama dengan prognosa 2025 Rp 16.440 per dolar AS. Saya kira ini adalah realistis karena memang seperti tadi kami sampaikan kondisi global tahun 2026 masih tetap sama,” tutur Perry saat melakukan rapat kerja dengan komisi XI DPR RI, Rabu (12/11/2025).

 

Pelemahan kurs rupiah hari ini sejalan dengan mayoritas mata uang Asia. Yen Jepang menguat 0,38%. Peso Filipina menguat 0,37%. 

Won Korea menguat 0,28%. Baht Thailand menguat 0,18%. Dolar Singapura menguat 0,16%.

Dolar Taiwan menguat 0,14%. Rupee India menguat 0,08%. Sedangkan yuan China menguat tipis 0,004%.

Dua mata uang Asia melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,18%. Dolar Hong Kong melemah 0,02%.

Indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat tipis 0,09% menjadi 99,53 setelah melemah dalam lima hari perdagangan beruntun. 

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 11 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – China Umumkan Pembatasan Ekspor Bahan Kimia setelah Kesepakatan Fentanyl dengan Trump

China Umumkan Pembatasan Ekspor Bahan Kimia setelah Kesepakatan Fentanyl dengan Trump

PT Equityworld Futures Semarang – Pada Senin (10/11/2025), China mengumumkan langkah konkret untuk menindak bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan fentanyl — isu utama bagi Presiden Donald Trump dalam pembicaraannya baru-baru ini dengan Presiden China Xi Jinping. Langkah ini menjadi bagian dari upaya kedua negara untuk meredakan ketegangan perang dagang.

AP melaporkan, Beijing menetapkan pembatasan ekspor terhadap 13 bahan kimia “pembuat obat” ke Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Bahan-bahan tersebut termasuk zat yang digunakan untuk memproduksi opioid sintetis yang disalahkan atas puluhan ribu kematian akibat overdosis di AS setiap tahunnya. 

Setelah bertemu Xi di Korea Selatan bulan lalu, Trump mengatakan China akan membantu mengakhiri krisis fentanyl, dan sebagai imbalannya, ia akan menurunkan tarif terkait dari 20% menjadi 10%.

Langkah ini menunjukkan dinamika timbal balik dalam kerja sama AS–China mengenai fentanyl selama beberapa tahun terakhir, sekaligus meredakan ketegangan setelah Trump memulai kampanye tarif terhadap negara yang menjadi pengekspor utama bahan baku farmasi, termasuk bahan kimia pembuat fentanyl.

“Kesepakatan pemerintahan Trump dengan Beijing pada dasarnya adalah untuk memulai kembali apa yang telah dilakukan China pada paruh kedua tahun 2024,” ujar Vanda Felbab-Brown, peneliti senior di Brookings Institution yang berfokus pada krisis opioid. 

Ketika diminta tanggapan Gedung Putih terhadap pembatasan ekspor China dan apakah kesepakatan ini berarti melanjutkan kerja sama yang sebelumnya terhenti akibat tarif, wakil sekretaris pers Anna Kelly mengatakan presiden “telah mengambil setiap tindakan yang mungkin untuk menghentikan aliran narkotika ilegal ke dalam negeri, mulai dari mengamankan perbatasan, menindak kapal pengangkut narkoba, hingga membatasi prekursor fentanyl.”

Kerja sama dalam isu fentanyl telah lama menjadi batu sandungan dalam hubungan Beijing dan Washington.

Pada 2019, saat masa jabatan pertama Trump, Beijing mengambil langkah besar dengan membatasi fentanyl dan zat terkait atas permintaan presiden AS. Namun, ketika hubungan kedua negara memburuk karena isu hak asasi manusia, China mulai memperlambat kerja sama antinarkotika pada 2020 sebelum menghentikannya secara resmi dua tahun kemudian.

Pada 2023, AS memasukkan China sebagai “negara penghasil narkotika ilegal utama” sebelum Presiden Joe Biden bertemu Xi di California untuk mengamankan kesepakatan kerja sama. Tak lama setelah itu, Beijing memperluas pembatasan terhadap lebih banyak zat, termasuk opioid sintetis lainnya dan bahan kimia tambahan untuk fentanyl. Beberapa prekursor penting lainnya dibatasi pada September 2024.

Setelah Trump kembali menjabat, ia memberlakukan dua tarif sebesar 10% terhadap China, menuduh negara itu gagal menghentikan aliran bahan kimia pembuat fentanyl. Sebagai balasan, Beijing mengenakan tarifnya sendiri dan menangguhkan kerja sama antinarkotika. 

“Pemerintahan Trump melakukan kesalahan besar dengan sepenuhnya mengabaikan apa yang telah dilakukan China pada 2024 dan langsung menyerang dengan kebijakan tarif,” kata Felbab-Brown. “Hal itu justru memberi Beijing peluang untuk menegosiasikan kembali langkah-langkah yang sebelumnya sudah ada di meja perundingan dan mendapatkan keuntungan ganda.” 

Selain itu, Beijing juga mengambil langkah tambahan dengan mengeluarkan pemberitahuan publik melalui Komisi Nasional Pengendalian Narkotika China, yang menyerukan perusahaan untuk mematuhi aturan pajak, bea cukai, hukum internet, dan regulasi valuta asing — sinyal adanya penegakan hukum yang lebih ketat.

Namun, bahan kimia yang baru dibatasi tersebut masih dapat diekspor tanpa izin ke negara lain selain tiga negara Amerika Utara yang disebut dalam pengumuman Kementerian Perdagangan China. Fentanyl sendiri sebagian besar diproduksi di Meksiko.

Tantangan terbesar, menurut Felbab-Brown, adalah bahwa “bahan kimia dasar” ini memiliki banyak kegunaan sah di bidang kimia, pertanian, dan industri farmasi, namun semakin sering dimanfaatkan untuk memproduksi opioid sintetis.

Pada September lalu, Trump kembali memasukkan China sebagai “negara penghasil narkotika ilegal utama.” 

“Selama ini, (China) telah memungkinkan produksi fentanyl ilegal di Meksiko dan tempat lain dengan mensubsidi ekspor bahan prekursor yang digunakan untuk membuat obat mematikan tersebut, serta gagal mencegah perusahaan China menjual bahan itu kepada kartel kriminal yang sudah diketahui,” demikian pernyataan presiden.

Kesimpulan:

Langkah baru China membatasi ekspor bahan kimia pembuat fentanyl menunjukkan upaya untuk menstabilkan hubungan dagang dengan AS, sekaligus memenuhi tuntutan Washington terkait krisis opioid. Namun, banyak pihak menilai kebijakan ini lebih merupakan langkah simbolis daripada solusi substansial. China tetap memegang kendali atas rantai pasok bahan kimia global, sementara AS masih menghadapi dilema antara tekanan politik dalam negeri dan kebutuhan strategis untuk menjaga kerja sama dengan Beijing.

PT Equityworld Futures Semarang 

Senin, 10 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS Stabil Senin (10/11) Pagi, Harapan Berakhirnya Shutdown Redam Kekhawatiran

Dolar AS Stabil Senin (10/11) Pagi, Harapan Berakhirnya Shutdown Redam Kekhawatiran 

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS bertahan stabil pada perdagangan awal Asia, Senin (10/11/2025), setelah serangkaian data ekonomi yang lemah memicu kekhawatiran pertumbuhan global.

Namun, tanda-tanda bahwa Kongres AS semakin dekat mencapai kesepakatan untuk membuka kembali pemerintahan federal meredam permintaan safe haven terhadap dolar.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,2% ke 99,740, menghentikan tren penurunan selama tiga hari, seiring yen dan euro melemah.

Pemimpin Mayoritas Senat, John Thune, mengatakan pembicaraan bipartisan di Senat untuk mengakhiri shutdown federal menunjukkan arah positif, dengan rencana pemungutan suara pada Minggu malam untuk membuka kembali pemerintahan dengan pendanaan hingga Januari 2026.

“Ini terjadi tepat pada waktunya,” kata Tony Sycamore, analis pasar di IG, Sydney.

“Koreksi dolar AS yang terjadi akhir pekan lalu kemungkinan akan mereda sekarang.”

Pada Jumat lalu, indeks kepercayaan konsumen University of Michigan melemah ke level terendah hampir 3,5 tahun, mendekati rekor terendah sepanjang masa, seiring shutdown terpanjang dalam sejarah AS.

“Data kepercayaan konsumen cukup mengejutkan dan jelas menunjukkan dampak shutdown terhadap rumah tangga, sehingga prospek berakhirnya shutdown ini bisa mengurangi kerusakan,” tambah Sycamore.

Pergerakan dolar terhadap mata uang lain

Dolar diperdagangkan di 153,82 yen, naik 0,3% dari level penutupan AS, menyusul komentar Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi akhir pekan lalu yang menyatakan pemerintah akan mengubah target fiskal tahunan menjadi ukuran pengeluaran beberapa tahun, sehingga melemahkan komitmen konsolidasi fiskal Jepang.

Ringkasan opini Bank of Japan pada Senin juga menyebut bahwa “kabut ketidakpastian ekonomi Jepang mulai memudar dibandingkan Juli lalu.”

Trader juga menilai dampak kebijakan ekonomi Presiden AS Donald Trump, yang memicu percepatan produksi awal tahun untuk menghadapi tenggat tarif impor asing.

Data akhir pekan menunjukkan inflasi harga konsumen China naik lebih cepat dari perkiraan, menyusul laporan penurunan ekspor terbesar sejak Februari.

Menurut Eric Robertsen, kepala riset global Standard Chartered Bank, “Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Asia melambat kembali setelah front-loading ekspor selesai, dan dengan siklus penurunan suku bunga hampir tuntas, aliran modal ke aset lokal diperkirakan melambat.”

Ia menambahkan, “Ada risiko bahwa likuiditas global yang melimpah pada 2025 bisa kurang mendukung aset global pada 2026. Hal ini bisa mendorong penguatan dolar AS dalam 12 bulan ke depan.”

Perkembangan suku bunga dan mata uang global

Perdagangan Fed funds futures menunjukkan probabilitas 67% pemotongan suku bunga 25 basis poin pada rapat Federal Reserve berikutnya pada 10 Desember, tidak berubah dari Jumat lalu, menurut alat CME Group FedWatch.

Mata uang utama lainnya bergerak bervariasi: Euro melemah 0,1% ke US$1,155, Sterling turun 0,2% ke US$1,314, Yuan offshore stabil di 7,1261 per dolar, Dolar Australia menguat 0,1% ke US$0,6502, dan Dolar Selandia Baru melemah 0,1% ke US$0,56265. 

PT Equityworld Futures Semarang 

Jumat, 07 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Menguat Tipis ke 8.342,8 di Pagi Ini, Top Gainers LQ45: EMTK, KLBF, ADMR

IHSG Menguat Tipis ke 8.342,8 di Pagi Ini, Top Gainers LQ45: EMTK, KLBF, ADMR 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis di awal perdagangan hari ini. Jumat (7/11/2025) pukul 09.06 WIB, IHSG menguat 5,784 poin atau 0,07% ke 8.342,842.

Penguatan IHSG ini disokong mayoritas indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Teknologi yang melonjak 0,87% di awal sesi pertama.

Berikutnya ada IDX Sektor Transportasi dan Logistik, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Barang Baku dan IDX Sektor Infrastruktur.

Disusul, IDX Sektor Keuangan, IDX Sektor Kesehatan serta IDX Sektor Properti dan Real Estate.

Sementara itu, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menjadi sektoral dengan pelemahan terdalam setelah melemah 0,87%.

Diikuti IDX Sektor Perindustrian dan IDX Sektor Barang Konsumen Primer. 

Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari:

  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik 2,55%
  • PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 2%
  • PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 1,79%

Top losers LQ45 pagi ini adalah:

  • PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) turun 2,78%
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 2,07%
  • PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 1,53%

PT Equityworld Futures Semarang 

 

Kamis, 06 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Asing Kembali Net Buy Jumbo, Cermati Saham yang Banyak Diborong, Rabu (5/11)

Asing Kembali Net Buy Jumbo, Cermati Saham yang Banyak Diborong, Rabu (5/11) 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin kokoh ditutup di zona hijau setelah dibuka di zona merah pada perdagangan Rabu (5/11/2025).

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat 0,93% atau bertambah 76,61 poin ke level 8.318,52 kemarin.

Pada perdagangan Rabu, IHSG bergerak di level terendah 8.181 dan level tertinggi 8.318. 

Total volume perdagangan saham di BEI kemarin mencapai 35,26 miliar dengan nilai transaksi Rp 18,51 triliun. 

Ada 284 saham yang menguat, 357 saham yang melemah dan 168 saham yang stagnan. 

Di tengah kenaikan IHSG, investor asing juga melanjutkan net buy atau beli bersih dengan nilai jumbo Rp 1,31 triliun di seluruh pasar.

Dengan demikian, akumulasi net buy asing sepekan perdagangan terakhir tembus Rp 7,04 triliun. 

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Rabu:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 335,05 miliar
2. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 249,03 miliar
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 224,65 miliar
4. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 145,37 miliar
5. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 126,68 miliar
6. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 72,65 miliar
7. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 57,46 miliar
8. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) Rp 51,47 miliar
9. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 37,09 miliar
10. PT MD ENtertainment Tbk (FILM) Rp 37,03 miliar 

 

 

 

 PT Equityworld Futures Semarang

 

Rabu, 05 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Antam Turun Tajam 5 November 2025: Cek Detailnya!

Harga Emas Antam Turun Tajam 5 November 2025: Cek Detailnya! 

PT Equityworld Futures Semarang – Cek detail harga emas Antam logam mulia terbaru hari ini Rabu, 5 November 2025 mengalami penurunan. Harga emas Antam hari ini ukuran 1 gram turun dan saat ini dibanderol Rp 2.260.000.

Harga emas Antam untuk ukuran 1 gram tersebut diluar pajak dan turun Rp 26.000 dari hari sebelumnya, Selasa (4/11/2025).

Selain itu, harga emas Antam ukuran paling kecil yaitu 0,5 gram juga turun dan dihargai senilai Rp 1.180.000. 

Begitupun, untuk emas Antam dengan ukuran 5 gram juga turun dan dibanderol dengan harga Rp 11.115.000 diluar pajak.

Harga Emas Antam logam mulia untuk ukuran 5 gram tersebut turun Rp 130.000 hari ini.

Harga emas Antam tersebut juga sesuai dengan yang tertera di laman resmi Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk atau Antam juga menjual beragam ukuran emas logam mulia lainnya. Mulai dari ukuran 0,5 gram sampai 1000 gram.

Serta berbagai berbagai seri emas logam mulia batangan berbagai seri seperti Emas Batangan Gift Series, Emas Batangan Selamat Idul Fitri, Emas Batangan Imlek dan Emas Batangan Batik Seri III.

Lantas, bagaimana detail harga emas Antam per Rabu, 5 November 2025? 

Harga Emas Antam

Melansir dari laman resminya berikut harga emas Antam Rabu (5/11/2025):

•⁠  ⁠Harga emas Antam hari ini 0.5 gram: Rp 1.180.000
•⁠  ⁠⁠Harga emas Antam hari ini 1 gram: Rp 2.260.000
•⁠  ⁠Harga emas Antam hari ini 2 gram: Rp 4.470.000
•⁠  ⁠⁠Harga emas Antam hari ini 3 gram: Rp 6.687.000
•⁠  ⁠Harga emas Antam hari ini 5 gram: Rp 11.115.000
•⁠  ⁠⁠Harga emas Antam hari ini 10 gram: Rp 22.150.000
•⁠  ⁠Harga emas Antam hari ini 25 gram: Rp 55.210.000
•⁠  ⁠Harga emas Antam hari ini 50 gram: Rp 110.255.000
•⁠  ⁠Harga emas Antam hari ini 100 gram: Rp 220.360.000
•⁠  ⁠⁠Harga emas Antam hari ini 250 gram: Rp 550.590.000
•⁠  ⁠Harga emas Antam hari ini 500 gram: Rp 1.100.900.000
•⁠  ⁠⁠Harga emas Antam hari ini 1000 gram: Rp 2.200.600.000

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 04 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Hari Ini Turun Gara-Gara Sinyal Hawkish dari 3 Pejabat The Fed

Harga Emas Hari Ini Turun Gara-Gara Sinyal Hawkish dari 3 Pejabat The Fed  

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas hari ini di pasar global turun di tengah sikap hawkish dari sejumlah pejabat bank sentral AS. 

Mengutip Bloomberg, Selasa (4/11), harga emas spot diperdagangkan turun 0,57% menjadi US$ 3.978,18 per troi ons pukul 09.04 WIB. Harga emas hari ini turun setelah pada sesi kemarin berfluktuasi namun ditutup hampir stagnan di US$ 4.001 per troi ons.

Tiga pembuat kebijakan Federal Reserves tidak menyetujui penurunan suku bunga lagi pada bulan depan, yang membuat dollar AS mendekati level tertinggi tiga bulan.

Gubernur The Fed Lisa Cook mengatakan ia melihat risiko lebih lanjut pelemahan pasar tenaga kerja lebih besar daripada risiko kenaikan inflasi, tetapi tidak berkomitmen pada pemangkasan suku bunga lagi bulan Desember. Komentar tersebut senada dengan pernyataan dua rekannya, Mary Daly dan Austan Goolsbee. 

Harga emas mencapai rekor tertinggi pada pertengahan Oktober, sebelum merosot di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan harga terlalu cepat. Para pedagang sedang berusaha mengukur apakah kenaikan akan berlanjut, dengan sebagian prsopek dibentuk oleh The Fed seiring pelonggaran kebijakan moneter AS. 

Kebijakan moneter lebih longgar membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil lebih menarik. Setelah dua kali pemangkasan baru-baru ini, para pembuat kebijakan akan berkumpul bulan depan untuk pertemuan terakhir mereka di tahun ini.

"Ada risiko The Fed sedikit mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga. Hal itu dapat mendorong imbal hasil dan dollar lebih tinggi, dan membebani emas," kata Kyle Rodda, analis Capital.com Inc., mengutip Bloomberg, Selasa. 

Akhir bulan lalu, Ketua Fed Jerome Powell juga memperingatkan investor terhadap asumi bahwa bank sentral AS akan melanjutkan pemangkasan suku bunga lagi bulan Desember, dalam pernyataan yang tampaknya ditujukan untuk mengekang ekspektasi di pasar.

Kemarin, harga emas sedikit berubah setelah China mengumumkan bahwa beberapa pengecer emas tidak lagi dapat sepenuhnya mengurangi pajak pertambahan niliai atas input saat menjual beberapa produk. Langkah itu mengaburkan prospek permintaan karena masih belum jelas seperti apa peraturan tersebut dalam praktiknya.

PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 03 November 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Dibuka Menguat ke 8.225, Top Gainers LQ45: EMTK, MAPI dan UNVR, Senin (3/11)

IHSG Dibuka Menguat ke 8.225, Top Gainers LQ45: EMTK, MAPI dan UNVR, Senin (3/11) 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan awal pekan pertama bulan November 2025 ini.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat 0,75% atau bertambah 61,16 poin ke level 8.225,04 pada perdagangan Senin (3/11/2025) pukul 09.03 WIB.

Kenaikan IHSG ditopang semua indeks sektoral di BEI, dengan sektor yang naik paling tinggi di antaranya barang konsumer non primer, perindustrian, infrastruktur, teknologi, Kesehatan, barang baku, transportasi dan keuangan.

Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 1,25 miliar dengan nilai transaksi tembus Rp 1,02 triliun. 

Ada 292 saham yang naik, 175 saham yang turun dan 205 saham yang stagnan.

Top gainers di LQ45 adalah:
1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) 5,49% ke Rp 1.250 per saham
2. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) 4,26% ke Rp 1.345 per saham
3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 4,26% ke Rp 2.690 per saham 

Top losers di LQ45 adalah:
1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) 2,635 ke Rp 8.325 per saham
2. PT Alamtri Minerals Tbk (ADMR) 2,87% ke Rp 1.355 per saham
3. PT Trimegah Bangun Persadana Tbk (NCKL) 2,00% ke Rp 1.225 per saham  

 

 PT Equityworld Futures Semarang