Rabu, 10 Januari 2024
PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Bergerak Terbatas sebelum Rilis Data Inflasi
PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas bergerak tipis di perdagangan Asia pada hari Rabu (10/01), setelah lanjut turun dari minggu lalu kala investor mempertanyakan ekspektasi penurunan suku bunga awal oleh Federal Reserve.
Fokus sebagian besar tertuju data consumer price index AS yang akan datang, yang bisa mengindikasi inflasi AS tetap bertahan pada bulan Desember.
Emas mengalami penurunan tajam selama seminggu terakhir saat traders terus mengurangi harapan bahwa Fed dapat mulai memangkas suku bunga paling cepat Maret 2024. Gagasan ini mendorong naik kuat dolar, yang juga membebani harga emas.
Namun, logam mulia ini berhasil bertahan di atas level $2.000/oz, setelah dengan mudah melewati level tersebut pada awal Desember. Harga emas juga naik sekitar 10% untuk tahun 2023.
Emas spot stabil di $2.029,30/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir Februari stabil di $2.034,65/oz pukul 12.28 WIB.
Data CPI AS jadi fokus untuk sinyal pemangkasan suku bunga
Data CPI yang akan hadir pada hari Kamis diprediksi akan menunjukkan inflasi tumbuh sedikit pada bulan Desember. Inflasi yang tinggi, ditambah dengan tanda-tanda ketahanan baru-baru ini di pasar tenaga kerja, memberikan Fed lebih banyak ruang untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Traders terlihat terus memangkas ekspektasi bahwa The Fed dapat mulai memangkas suku bunga paling cepat Maret 2024. Fedwatch tool dari CME menunjukkan peluang untuk penurunan suku bunga 25 basis poin pada bulan Maret sebesar 63,6%, turun dari peluang 69,6% yang terlihat seminggu yang lalu.
Para pejabat Fed juga tampaknya menolak ekspektasi pemotongan suku bunga lebih awal, dengan Presiden Fed Atlanta Ralph Bostic menyatakan bahwa ia tetap bias terhadap kebijakan moneter yang tetap ketat dalam waktu dekat.
Meskipun The Fed telah isyaratkan akan menurunkan suku bunga pada tahun 2024, mereka hanya memberikan sedikit informasi mengenai waktu pemangkasan tersebut. Bank sentral AS sejauh ini mempertahankan pendekatan yang sebagian besar didasarkan pada data untuk memangkas suku bunga.
Suku bunga yang lebih tinggi mendorong biaya peluang berinvestasi dalam emas, yang tidak menawarkan imbal hasil. Perdagangan ini telah menekan logam mulia selama dua tahun terakhir, dengan peningkatan stabil dalam emas hanya terjadi karena ekspektasi suku bunga yang lebih rendah pada tahun 2024.
Tembaga turun karena prospek ekonomi yang lemah
Di antara logam-logam industri, harga tembaga hanya naik sedikit pada hari Rabu setelah turun tajam selama sepekan terakhir, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan perlambatan permintaan tahun ini.
Tembaga yang akan berakhir pada bulan Maret naik 0,3% menjadi $3,7717 per pon, tetapi diperdagangkan turun lebih dari 2% sejauh ini pada tahun 2024.
Sejumlah data ekonomi yang lemah dari seluruh dunia menekan harga tembaga, dengan data yang lemah dari negara importir utama China yang menjadi poin utama perdebatan. Pasar khawatir bahwa perlambatan aktivitas ekonomi akan mengikis permintaan tembaga tahun ini, terutama karena efek dari suku bunga yang tinggi masuk ke dalam perekonomian.
Fokus saat ini tertuju angka inflasi dan perdagangan yang akan terbit pada hari Jumat, untuk mendapat petunjuk lebih lanjut mengenai negara importir tembaga terbesar di dunia ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar