Jumat, 29 November 2024

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Sesi 1 Ambles 1,18%, Saham ADRO Masih Jadi Beban!

IHSG berpotensi menguat di tengah 'wait and see' kebijakan The Fed - ANTARA  News

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lanjutkan pelemahan hingga penutupan perdagangan sesi 1 akhir pekan ini Jumat (29/11/2024).
Hasil pantauan CNBC Indonesia, hingga penutupan sesi 1 tepat pukul 11.30, IHSG tercatat makin terpuruk hingga 1,18% ke level 7.115,39.

Pelemahan ini semakin tergambar dengan tercatat hanya 175 saham alami penguatan, sementara 396 saham melemah, dan 213 saham stagnan.

Ditambah dengan nilai transaksi yang mencapai Rp6,6 triliun, menunjukkan pergerakan yang signifikan di tengah tekanan pasar. Di sisi lain, volume perdagangan mencapai 15,4 miliar saham, dengan total 666.465 transaksi yang tercatat di sesi tersebut.

9 dari 10 sektor saham kompak bergerak di zona merah, hanya sektor properti yang terpantau bergerak di zona hijau dengan penguatan 1,85%.

Tiga sektor yang menjadi beban utama dari keterpurukan ini yakni sektor Basic Materials yang alami pelemahan terdalam hingga 1,82%, disusul oleh Utilities dan Energy yang masing-masing alami penurunan 1,39% dan 1,62%.

Sementara dari sisi konstituen, saham perbankan, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi laggard paling dalam dengan membebani hingga 20,09 indeks poin, dilanjutkan oleh saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang menurun 19,47 poin.

Saham lainnya yang masih menjadi beban terberat yakni, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang menyeret turun 8,33 poin, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) 7,23 poin, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) 4,57 poin.

 

Lebih lanjut keterpurukan IHSG pada perdagangans sesi 1 ini juga tertekan oleh aksi jual saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang terus berlanjut.

Chief Economist & Head of Research Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Wisnubroto mengatakan bahwa Berlanjutnya pelemahan IHSG disebabkan berlanjutnya arus modal asing keluar dari pasar saham Indonesia. Investor asing telah mencatatkan arus modal asing keluar dari pasar saham Indonesia dalam 16 hari berturut-turut.

Selain itu Rully juga menambahkan terkait pelemahan rupiah serta kenaikan imbal hasil dari US treasury menjadi salah satu beban IHSG. "Saya rasa pelemahan masih bisa berlanjut, meski mungkin tidak akan terlalu banyak lagi. Salah satu yang berpengaruh adalah pelemahan Rupiah/penguatan indeks Dollar, dan juga kenaikan imbal hasil dari US treasury" ungkapnya.

Di sisi lain, pelemahan IHSG turut dipicu oleh aksi jual saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang terus berlanjut setelah pembagian dividen jumbo.

Saham ADRO anjlok signifikan hingga 24,80% ke level Rp2.760 per lembar pada perdagangan sebelumnya (28/11/2024), sedangkan pada akhir sesi 1hari ini ADRO kembali ambruk hingga 22,83% menjadi Rp2.130 per lembar seiring langkah investor yang merealisasikan keuntungan pasca pembagian dividen dengan yield mencapai 36,05%.

Tekanan pada saham berkapitalisasi besar seperti ADRO ini memberikan dampak negatif terhadap pergerakan IHSG secara keseluruhan. 

PT Equityworld Futures Semarang

Kamis, 28 November 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Pertemuan Raja-Raja Minyak 'OPEC+' Ditunda 5 Desember

Berita OPEC: Kenaikan atau tren sesaat?

PT Equityworld Futures Semarang – Pertemuan menteri-menteri negara-negara penghasil minyak, OPEC+, yang awalnya dijadwalkan Minggu diundur hingga 5 Desember. Hal ini ditegaskan juru bicara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) yang berpusat di Wina, Kamis (28/11/2024).
Kelompok OPEC+ yang beranggotakan 22 anggota, dipimpin Arab Saudi dan Rusia, akan memutuskan kebijakan produksi mereka untuk tahun 2025. Harga minyak mentah sendiri saat ini sedang lesu.

"Pertemuan aliansi tersebut telah dijadwalkan ulang menjadi... 5 Desember 2024, karena beberapa Menteri akan menghadiri KTT Teluk ke-45 di Kota Kuwait," katanya dalam sebuah pernyataan dimuat AFP.

Dalam beberapa hari terakhir, harga minyak telah mendapat dukungan dari prospek bahwa negara-negara OPEC+ utama akan menunda peningkatan produksi, yang akan dimulai pada bulan Januari. Dalam upaya untuk mendongkrak harga minyak mentah, delapan anggota kelompok OPEC+ awal bulan ini mengumumkan bahwa mereka memperpanjang pemangkasan pasokan hingga akhir Desember.

"Negara-negara tersebut telah sepakat untuk memperpanjang penyesuaian produksi sukarela November 2023 sebesar 2,2 juta barel per hari selama satu bulan hingga akhir Desember 2024," kata organisasi itu dalam sebuah pernyataan lain.

Delapan negara yang memperpanjang pemangkasan tersebut adalah Arab Saudi dan Rusia, serta Aljazair, Irak, Kazakhstan, Kuwait, Oman, dan Uni Emirat Arab. Mereka telah menunda peningkatan produksi di tengah kekhawatiran atas melambatnya permintaan, yang telah membebani harga minyak dalam beberapa bulan terakhir. 

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 27 November 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia

Beberapa Istilah Jual Beli Emas, Sudah Tahu? | Galeri 24

PT Equityworld Futures Semarang – Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia pada Rabu.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Februari diperdagangkan pada USD2.667,01 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,78%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD2.629,70 dan resistance pada USD2.748,00.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,13% dan diperdagangkan pada USD106,83.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Maret naik 0,53% dan diperdagangkan pada USD31,00 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Maret naik 0,34% dan diperdagangkan pada USD4,15 per pon.

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 26 November 2024

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Balik Merana, Balik Ke 7.200-an Lagi

IHSG Dibuka Naik 0,18% ke Level 6.987 : Okezone Economy

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terekoreksi kembali ke level psikologis 7.200, setelah kemarin berhasil bangkit ke 7.300
IHSG ditutup merosot 0,93% ke posisi 7.245,89, pada perdagangan hari ini, Selasa (26/11/2024).

Nilai transaksi indeks pada hari ini mencapai sekitar Rp 11,3 triliun dengan melibatkan 19,6 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 1,2 juta kali. Sebanyak 217 saham menguat, 364 saham melemah, dan 214 saham stagnan.

Terpantau hampir seluruh sektor berada di zona merah, kecuali properti yang masih mampu menguat sebesar 0,74%. Adapun dari sektor yang merana, energi menjadi yang paling parah koreksinya dan menjadi penekan IHSG yakni mencapai 1,07%.

Sementara dari sisi saham, ada tiga emiten perbankan raksasa yang turut membebani IHSG yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencapai 15,6 indeks poin, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar 11,5 indeks poin, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar 10,2 indeks poin.

Adapun IHSG berbalik merana di tengah sikap investor yang cenderung wait and see menanti rilis data ekonomi dan agenda penting di global dan dalam negeri pada pekan ini.

Pasar menanti rilis data ekonomi dan agenda penting di global dan dalam negeri pada pekan ini, di mana salah satunya yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Pilkada akan diselenggarakan pada Rabu, 27 November 2024. Sebanyak 545 daerah dengan rincian 37 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota akan menggelar Pilkada serentak.

Momen pilkada ini cukup jarang terjadi sehingga patut dicermati oleh pelaku pasar. Namun sayangnya, cukup banyak pengamat yang menilai bahwa Pilkada tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan IHSG.

Global Markets Economist Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto mengatakan bahwa pengaruh momen Pilkada terhadap IHSG cenderung minim. Ia menilai kondisi sosial politik dalam negeri relatif stabil sehingga yang terjadi pada rupiah cenderung dipengaruhi faktor eksternal.

"Masih terkait dengan perkembangan global walaupun kondisi saat ini tensi geopolitik secara global sudah mulai mereda terutama di Timur Tengah, walaupun ada tensi yang meningkat di Ukraina, ketakutan dari sisi pemerintahan Trump juga sudah mulai mereda dampaknya," papar Myrdal kepada CNBC Indonesia.

Sementara dari global, pada esok hari, salah satu yang patut diperhatikan adalah angka inflasi pengeluaran pribadi masyarakat AS atau PCE yang diperkirakan lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya.

Konsensus menilai PCE periode Oktober 2024 akan meningkat menjadi 2,3% (year-on-year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode September 2024 yang tercatat 2,1% yoy.

Jika hal ini benar terjadi, maka kenaikan ini dapat membuat bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) semakin ragu untuk memangkas suku bunganya pada pertemuan bulan depan. Lebih lanjut, hal ini dapat berdampak kurang baik baik nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berpotensi tertekan.

Sementara itu di hari yang sama, notulen dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) November akan dirilis. Risalah tersebut akan menjadi petunjuk lebih lanjut mengenai pandangan The Fed terkait proyeksi suku bunga, terutama setelah pandangan "bertahap" terhadap penyesuaian suku bunga diadopsi dalam pertemuan pasca-pemilu.

Hal ini terjadi di tengah ketidakpastian apakah suku bunga akan diturunkan lebih lanjut pada pertemuan Desember, dengan pemotongan suku bunga yang hanya sebagian dipertimbangkan saat ini menurut perangkat CME FedWatch.

Penurunan tekanan harga yang signifikan dalam PMI Flash AS S&P Global terbaru membuka kemungkinan penurunan lebih lanjut suku bunga, meskipun percepatan pertumbuhan menimbulkan pertanyaan tentang kebutuhan segera untuk melonggarkan kebijakan.

PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 25 November 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Rupiah Menguat Jelang Rilis Data Penting AS, Dolar Turun ke Rp 15.865

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

PT Equityworld Futures Semarang – Rupiah berhasil menguat tipis di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) bersamaan dengan wait and see rilis data estimasi kedua Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal III-2024 pada Rabu (27/11/2024).
Melansir data Refinitiv, pada Senin (25/11/2024) rupiah melonjak hingga 0,03% berada di level Rp15.865/US$. Sepanjang hari, nilai tukar rupiah berfluktuasi di rentang Rp15.880/US$ hingga Rp15.840/US$.

Bersamaan dengan penguatan rupiah hari ini (25/11/2024) Indeks Dolar AS (DXY) alami pelemahan hingga 0,45% tepat pukul 15.00 ke posisi 107.073.

 

Selain didukung oleh pelemahan indeks dolar AS, penguatan rupiah hari ini juga didorong oleh rilis data penting AS yakni 2nd estimation Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III-2024 pelan ini Rabu (27/11/2024).

Sebelumnya, pertumbuhan PDB riil AS pada periode ini tercatat sebesar 2,8%, lebih rendah dari proyeksi pasar yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 3%.

Pada hari yang sama, data klaim awal dan klaim lanjutan tunjangan pengangguran AS juga dirilis. Jumlah klaim tunjangan pengangguran awal pada periode yang berakhir 16 November menurun sebesar 6.000 menjadi 213.000, angka terendah sejak April.

Jumlah ini jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan menjadi 220.000. Data tersebut menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap solid meskipun The Fed menerapkan kebijakan pengetatan moneter yang agresif.

Sementara itu, rata-rata klaim empat mingguan, yang memberikan gambaran lebih stabil, turun sebesar 3.750 menjadi 217.750.

Selain itu, data inflasi pengeluaran pribadi (PCE) untuk Oktober 2024 juga menjadi sorotan. Pada bulan sebelumnya, inflasi PCE AS tercatat meningkat 2,1% secara tahunan (yoy), lebih rendah dari kenaikan 2,3% di bulan Agustus yang telah direvisi, dan sesuai dengan ekspektasi pasar.

Untuk inflasi inti PCE, angkanya tetap di level 2,7% yoy pada September 2024, stabil dari Agustus dan lebih tinggi dari proyeksi 2,6%.

Pelaku pasar juga mencermati risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dirilis pada hari yang sama. Data dan perkembangan ini memberikan gambaran yang lebih luas tentang kondisi ekonomi AS dan arah kebijakan moneter ke depan.

PT Equityworld Futures Semarang

Jumat, 22 November 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Uang Beredar di Indonesia Capai Rp9.078 T per Oktober 2024

RRI.co.id - Sejarah Uang Rupiah Indonesia

PT Equityworld Futures Semarang – Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Oktober 2024 Rp9.078,6 triliun atau tumbuh sebesar 6,7% (yoy). Pertumbuhan uang beredar lebih rendah dari bulan sebelumnya 7,2% (yoy).
"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 7,1% (yoy) dan uang kuasi sebesar 4,2% (yoy)," tulis BI dalam siaran pers, Jumat (22/11/2024)

Perkembangan M2 pada Oktober 2024 dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus). Penyaluran kredit pada Oktober 2024 tumbuh sebesar 10,4% (yoy), stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya.

Sementara tagihan bersih kepada Pempus terkontraksi sebesar 0,1% (yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh sebesar 12,3% (yoy). Aktiva luar negeri bersih tumbuh sebesar 1,6% (yoy), setelah terkontraksi sebesar 0,3% (yoy) pada September 2024.

PT Equityworld Futures Semarang

Kamis, 21 November 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Negosiasi mentok, Maybank lelang tanah milik DFAM

Laba Maybank Indonesia Susut 7,4% jadi Rp2,04 Triliun | Infobanknews

PT Equityworld Futures Semarang – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) akan melelang tanah dan bangunan milik PT Dafam Mambo International (DMAM), anak usaha PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) senilai Rp72,71 miliar. Aset yang akan dilelang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.Soviadi Nor Rachman, Sekretaris Perusahaan DFAM menyampaikan lelang aset itu disebabkan upaya negosiasi yang dilakukan dengan BNII belum memiliki titik temu. "Agunan kredit DMAM di Maybank telah diumumkan lelang," katanya dikutip Kamis (21/11).Menurut dia, sisa dana dari hasil lelang setelah pelunasan utang bank akan digunakan menambah modal DMAM.Diketahui, BNII mengucurkan pinjaman berjangka dan pinjaman rekening koran dengan pagu Rp50 miliar pada 16 Desember 2016. Jangka waktu 108 bulan dan bunga 10,50% per tahun. Pada 1 April 2022, DMAM melakukan addendum perjanjian restrukturisasi kredit yang mencakup, pemberian grace period sejak 15 April 2022 hingga 15 Maret 2023, menunda pembayaran bunga 25% selama 6 bulan sejak 15 April 2022 hingga 15 September 2022. Selain itu, perubahan menyangkut kewajiban membayar seluruh bunga yang ditangguhkan Rp4,95 miliar yang diangsur selama 24 bulan setelah grace period dan mengubah extracompt 4, yang sebelumnya denda tunggakan kewajiban sebesar Rp36,70 miliar menjadi penundaan sisa bunga 25%, 2m62% atas skema restruktur Covid-19 keempat selama 6 bulan sebesar Rp492,51 miliar. (LK).

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 20 November 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Melanjutkan Penguatan, Namun Tertahan Dolar yang Juga Rebound

Harga Emas Melonjak US$35,5 Didorong Pelemahan Lebih Lanjut Dolar AS -  inilahkalsel.com

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas kembali menanjak di atas $2.620 per ounce pada Selasa, mencapai level tertinggi dalam sepekan, di tengah pelemahan dolar AS dan ketidakpastian geopolitik yang terus menguat. Investor kini menyoroti pernyataan dari beberapa pejabat Federal Reserve yang diharapkan memberikan kejelasan lebih tentang jalur pemangkasan suku bunga. Pada 17.00 WIB, XAU/USD diperdagangkan pada kisaran $2.630an.

Rebound Dolar dan Kebijakan The Fed
Setelah mengalami pelemahan sebelumnya, dolar AS sore ini memperoleh dukungan dari para trader yang mencoba “buy the dip” sehingga sedikit menekan penguatan emas. Sore ini, DXY menguat ke 105,56 setelah tadi pagi berada pada kisaran 105,2. Meski demikian, kekhawatiran akan kebijakan moneter The Fed tetap menjadi faktor utama yang mendominasi pasar. Berdasarkan data CME FedWatch, kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada pertemuan Desember turun menjadi 59%, mencerminkan sedikit penurunan dari hari-hari sebelumnya.

Ekspektasi kebijakan proteksionis dari Presiden-terpilih Donald Trump, dengan rencana menurunkan pajak dan menaikkan tarif, juga dinilai berpotensi mendorong inflasi. Ini dapat mempengaruhi ruang gerak The Fed dalam melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut, memberikan tekanan pada hasil obligasi AS dan menciptakan hambatan bagi harga emas.

Risiko Geopolitik dan Permintaan Safe-Haven
Ketegangan geopolitik global, khususnya konflik berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina, serta ketidakstabilan di Timur Tengah, terus mendukung permintaan emas sebagai aset safe-haven. Langkah terbaru Presiden AS Joe Biden yang mengizinkan penggunaan rudal jarak jauh oleh Ukraina untuk menarget militer Rusia menambah dinamika ini, memicu arus masuk modal ke dalam aset aman seperti emas.

Prospek Pasar dan Pernyataan Pejabat Fed
Fokus pelaku pasar kini beralih ke data ekonomi AS dengan rilis izin mendirikan bangunan dan pembangunan perumahan, yang diikuti pidato Presiden Fed Kansas, Jeffrey Schmid, yang diperkirakan akan mempengaruhi pergerakan dolar AS lebih lanjut. Analis juga mengantisipasi data PMI sektor manufaktur dan jasa pada Jumat, yang diharapkan bisa memberikan petunjuk awal mengenai bagaimana perusahaan bereaksi terhadap ancaman tarif perdagangan yang diusulkan Trump.

Meskipun emas mengalami penguatan selama dua hari berturut-turut, pelaku pasar tetap waspada dengan beberapa faktor yang berpotensi menahan kenaikan. Di tengah ketidakpastian ini, emas tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari perlindungan terhadap volatilitas pasar dan eskalasi risiko global. Dengan begitu, perkembangan kebijakan ekonomi dan geopolitik dalam beberapa hari mendatang menjadi penentu arah selanjutnya untuk harga logam mulia ini.

PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 18 November 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Koin Meme vs Altcoin, Hype Melawan Utilitas

8 Meme Coin dengan Potensi Pertumbuhan Tertinggi

PT Equityworld Futures Semarang – Selama ini, altcoin seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) menjadi bintang utama di dunia kripto. Namun belakangan ini, perhatian para investor mulai beralih pada koin meme, yang merupakan token kripto di mana awalnya hanya dianggap sebagai lelucon seperti Dogecoin (DOGE), Shiba Inu (SHIB) dan Pepecoin (PEPE).

Melansir dari ambcrypto.com, kini koin meme telah menyedot banyak sekali perhatian dengan aktivitas pasar yang luar biasa. Salah satu pertanyaan yang tersirat, yakni apakah ini tanda musim koin meme atau memeseason telah tiba?

Hype Besar di Balik Koin Meme
Baru-baru ini, 3 koin meme papan atas menunjukkan angka yang mengejutkan, yakni:


Dogecoin: US$ 9,6 miliar dalam perdagangan 24 jam.

Pepecoin: US$ 5,6 miliar dalam 24 jam

Shiba Inu: US$ 1,8 miliar dalam 24 jam
Angka-angka ini mendekati, bahkan menyaingi altcoin besar lainnya. Tidak hanya itu, token kecil seperti Bonk (BONK), Peanut the Squirrel (PNUT) dan Goatseus Maximus (GOAT) juga meraih perhatian. Contohnya, harga BONK melonjak hingga 127 persen dalam waktu seminggu.

Namun, meski koin meme diketahui semakin menunjukkan popularitas, masih jadi perdebatan terkait berapa lama tren ini akan bertahan di kalangan investor.

Apa Beda Koin Meme dan Altcoin

Koin meme dan altcoin memang sama-sama menjadi bagian dari pasar kripto, tapi keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda.

1. Fokus Utama

Altcoin: Berfungsi sebagai teknologi dengan berbagai kegunaan, seperti mendukung DeFi, NFT dan aplikasi blockchain lain.

Koin meme: Lebih mengandalkan hype dan viralitas di media sosial dibandingkan utilitas nyata.
2. Dukungan Komunitas

Altcoin menarik perhatian para pengembang dan institusi, yang menciptakan volume transaksi stabil.

Koin meme lebih bergantung pada komunitas dan tren viral yang sering menyebabkan lonjakan tajam dalam aktivitas pasar.
3. Stabilitas Harga

Harga altcoin cenderung lebih stabil karena didukung permintaan berbasis kegunaan.

Koin meme sebaliknya, sering mengalami fluktuasi harga yang sangat tajam, terutama saat terjadi spekulasi besar-besaran.
Meski begitu, beberapa koin meme seperti Shiba Inu mencoba untuk menyeimbangkan antara hype dengan membangun ekosistem yang nyata.

Saat ini, banyak yang menyebut fenomena ini sebagai musim koin meme atau memeseason yang lebih ‘utility-driven’. Namun tetap ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, yakni koin meme berkembang pesat karena popularitas dan tren sosial. Tetapo, tanpa pengembangan utilitas nyata, koin meme semakin berisiko kehilangan daya tariknya jika tren memudar.

Kedua, yakni koin meme menawarkan peluang besar untuk keuntungan cepat karena volatilitasnya. Namun, resiko kerugian juga tinggi karena pergerakan harganya sulit diprediksi. Terakhir, yakni untuk menjaga relevansi, koin meme perlu berkembang dari sekedar sensasi menjadi proyek dengan aplikasi dunia nyata di ranah blockchain.

PT Equityworld Futures Semarang

Jumat, 15 November 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Bitcoin Hari Ini: Turun ke $87rb karena Euforia Trump Memudar dan Selera Risiko Menurun

Apa itu Mata Uang Digital Bitcoin?

PT Equityworld Futures Semarang – Bitcoin turun dari rekor tertinggi pada hari Jumat karena optimisme atas kepresidenan Donald Trump mendingin, sementara selera risiko pada investor secara umum terpukul oleh meningkatnya ketidakpastian atas suku bunga AS.

Mata uang kripto terbesar di dunia ini masih berada di posisi kenaikan yang luar biasa untuk minggu ini, karena mencapai rekor tertinggi di atas $90.000 di tengah spekulasi bahwa peraturan AS akan mendukung kripto di bawah Trump.

Bitcoin Bitcoin turun 2,6% menjadi $87,634.6 pada pukul 12:26 WIB, setelah mencapai rekor tertinggi $93,226.6 pada awal pekan ini. Pasar saat ini mengamati kripto untuk melewati $ 100.000, yang dipandang sebagai level kunci.

Bitcoin bersiap untuk minggu terbaik sejak Februari
Bitcoin ditetapkan untuk naik sekitar 14% minggu ini - kinerja mingguan terbaiknya sejak akhir Februari. Koin ini juga menuju kenaikan tiga minggu berturut-turut.

Kenaikan Bitcoin terutama didorong oleh optimisme atas kepresidenan Trump, setelah ia memenangkan pemilihan presiden 2024. Arus masuk institusional ke dalam dana yang diperdagangkan di bursa kripto dipandang sebagai pendorong utama kenaikan harga baru-baru ini.

Trump telah bersumpah untuk memberlakukan peraturan yang lebih ramah terhadap kripto, dan juga telah melontarkan kemungkinan adanya cadangan Bitcoin nasional.

Namun, optimisme terhadap Trump tampaknya telah mendingin, terutama karena para pedagang sekarang menunggu kejelasan lebih lanjut tentang apa yang akan menjadi kebijakannya.

Trump juga diperkirakan akan memberlakukan kebijakan ekspansif yang dapat mendorong inflasi dan mempertahankan suku bunga relatif tinggi di tahun-tahun mendatang.

Kegelisahan suku bunga membebani setelah komentar Powell dan data inflasi
Reli kripto baru-baru ini terhenti oleh meningkatnya ketidakpastian atas suku bunga AS, terutama setelah serangkaian pembacaan inflasi yang kuat konsumen dan produser untuk bulan Oktober.

Angka-angka tersebut diikuti oleh komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell, yang mengatakan bahwa ketahanan ekonomi AS memberi bank sentral lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih lanjut.

Para pedagang terlihat mengurangi taruhan pada penurunan suku bunga pada bulan Desember setelah komentar Powell, yang juga memicu kerugian pada aset berbasis risiko yang lebih luas. Wall Street turun dari rekor tertinggi dalam dua sesi terakhir.

Imbal hasil dollar dan Treasury naik tajam minggu ini, semakin menekan aset berisiko.

Harga Crypto hari ini: altcoin melemah, Doge menuju minggu yang luar biasa
Harga mata uang kripto yang lebih luas mundur mengikuti Bitcoin, tetapi sebagian besar siap untuk kenaikan yang kuat minggu ini. Kripto no.2 dunia Ether turun 5,4% menjadi $3,050.79.

Dogecoin adalah pemain yang menonjol minggu ini, naik 65% dan menuju minggu terbaiknya sejak Oktober 2022. Buzz di media sosial seputar token ini meningkat setelah Trump mengumumkan pembentukan Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE), yang akan dipimpin oleh Elon Musk dan Vivek Ramaswamy.

SOL, XRP, MATIC dan ADA bergerak dalam kisaran datar hingga rendah pada hari Jumat, tetapi semuanya mencatatkan kenaikan yang kuat selama seminggu terakhir.

PT Equityworld Futures Semarang

Kamis, 14 November 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Kospi Naik 0,07 Persen

Indeks Kospi Melonjak 1,19 Persen

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Kospi di Bursa Efek Korea, Seoul, Korea Selatan, naik 1,78 poin, atau sekitar 0,07 persen, pada Kamis (14/11/2024), menjadi 2.418,86.  

Bursa Korea tutup pukul 16.30 waktu setempat akibat berlangsungnya ujian nasional masuk pergurutan tinggi.

Volume perdagangan mencapai 628,4 juta saham senilai 12,6 triliun won atau sekitar US$9 miliar, dengan investor asing dan ritel total melepas saham senilai 338,64 miliar won, sedangkan investor institusi meraup saham senilai 276 miliar won.

Seperti dilansir Yonhap News, indeks Kospi berakhir di teritori positif berkat aksi beli investor institusi terhadap saham-saham yang sempat terpuruk sebelumnya.

Saham perusahaan teknologi Samsung Electronics merosot 1,38 persen, sedangkan saham SK Hynix terjun 5,41 persen.

Saham perusahaan manufaktur baterai mobil elektrik LG Energy Solution dan Samsung SDI masing-masing melonjak 2,43 persen dan 3,52 persen.

Saham perusahaan baja POSCO Holdings dan perusahaan galangan kapal HD Hyundai Heavy masing-masing melambung 7,27 persen dan 9,41 persen. Saham Korea Zinc meningkat 4,49 persen.

Nilai tukar won menguat terhadap dolar Amerika Serikat, naik 1,5 won dari sesi sebelumnya menjadi 1.405,1 won per dolar AS.  

Secara umum bursa saham Asia diliputi sentimen negatif hari ini, dengan indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,48 persen.

Indeks S&P/ASX 200 di Bursa Australia naik 30,6 poin, atau sekitar 0,37 persen, menjadi 8.224. Di Asia Tenggara, indeks utama perdagangan saham Bursa Vietnam, Indonesia, Malaysia, dan Filipina melemah, sedangkan Bursa Thailand dan Singapura menguat.

Indeks Shanghai Composite di Bursa Efek Shanghai, Tiongkok, merosot 59,44 poin, atau sekitar 1,73 persen, menjadi 3.379,84. Indeks Hang Seng di Bursa Efek Hong Kong merosot 387,64 poin, atau sekitar 1,96 persen, menjadi 19.435,81.  

PT Equityworld Futures Semarang