Selasa, 09 Januari 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Mata Uang Asia Bergerak Ketat, Dolar Turun dari High 3 Minggu di Tengah Ketidakpastian Pangkas Rate


PT Equityworld Futures Semarang – Sebagian besar mata uang Asia tetap bergerak dalam range yang ketat pada hari Selasa (09/01), tetapi mengalami sedikit dorongan imbas dolar lemah dari aksi profit taking sebelum data inflasi utama yang akan memberikan lebih banyak isyarat tentang pemotongan suku bunga tahun ini.

Mata uang regional menjalani awal tahun yang lemah saat pasar mempertanyakan potensi pemangkasan suku bunga lebih awal oleh Federal Reserve. Ketidakpastian ini diperburuk oleh data yang menunjukkan ketahanan di pasar tenaga kerja AS, yang memberikan sedikit dorongan kepada the Fed untuk mulai melonggarkan kebijakan lebih awal.

Sementara mata uang Asia mengalami sedikit bantuan minggu ini, mata uang itu juga masih diperdagangkan mayoritas turun untuk tahun 2024, setelah kinerja yang biasa saja pada tahun 2023.

Beberapa data inflasi dan ekonomi dari Asia juga akan hadir minggu ini - antisipasi yang membuat pembelian mata uang regional terbatas.

Yen Jepang naik 0,4% usai data menunjukkan inflasi di Tokyo turun mendekati kisaran target tahunan 2% Bank of Japan pada bulan Desember. BOJ telah mengisyaratkan akan mulai mengetatkan kebijakan ultra-dovish hanya setelah target 2% tercapai.

Tetapi yen mengalami kerugian besar pada minggu pertama tahun 2024, pasalnya investor berspekulasi bahwa upaya pembangunan kembali setelah gempa bumi dahsyat di Jepang tengah akan menunda rencana BOJ untuk melakukan pivot.

Dolar Australia naik sedikit karena data retail sales menunjukkan lonjakan yang lebih besar pada bulan November. Angka tersebut kemungkinan menandai beberapa kekuatan dalam data inflasi consumer price index (CPI) untuk bulan ini, yang akan terbit pada hari Rabu.

Yuan China turun 0,1%, sentimen terhadap China menunjukkan sedikit tanda-tanda membaik. Data inflasi yang akan terbit pada hari Jumat ini diperkirakan akan menunjukkan tren deflasi yang berkelanjutan di negara tersebut, sementara perdagangan kemungkinan akan menunjukkan kelemahan yang berkelanjutan pada mesin ekspornya.

Won Korea Selatan stabil sebelum rapat Bank of Korea minggu ini, di mana bank sentral secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga.

Rupee India tenang pasca intervensi bank sentral membantu mata uang ini pulih dengan baik dari level terendahnya selama seminggu terakhir. Data CPI India juga akan hadir pada hari Jumat ini, dan inflasi diperkirakan akan turun lebih lanjut.
Dolar turun dari level tertinggi 3 minggu, inflasi menunggu sinyal pemangkasan suku bunga

Indeks dolar dan indeks dolar berjangka stabil di perdagangan Asia pada hari Selasa setelah jatuh dari level tertinggi tiga minggu di sesi sebelumnya, akibat ketidakpastian atas pemangkasan suku bunga pada tahun 2024 mendorong beberapa aksi profit taking.

Namun greenback masih mempertahankan sebagian besar kenaikannya yang dibuat selama seminggu terakhir, karena investor lebih memilih dolar sebelum data penting inflasi CPI yang akan hadir pada hari Kamis ini. Data tersebut diperkirakan akan menunjukkan peningkatan inflasi yang ringan yang, ditambah dengan data nonfarm payrolls yang kuat minggu lalu, menambah keraguan terhadap harapan bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga paling cepat Maret 2024.

Para pejabat Fed juga menolak ekspektasi atas pelonggaran kebijakan lebih awal. Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan pada hari Senin bahwa dengan inflasi yang masih di atas target 2% Fed, biasnya tetap cenderung kepada kebijakan yang lebih ketat dalam waktu dekat.

Meskipun ia masih memperkirakan suku bunga akan turun pada tahun 2024, ia memperkirakan suku bunga akan turun sebesar 50 basis poin - margin yang jauh lebih kecil daripada yang diharapkan pasar untuk tahun ini.

PT Equityworld Futures Semarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar