Rabu, 30 April 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Breaking! Rupiah Makin Kuat, Dolar Anjlok ke Rp16.665

Rupiah Perkasa Bersama Reli Saham & Surat Utang Negara - Market

PT Equityworld Futures Semarang – Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah penantian beberapa data AS sepanjang pekan ini.

Dilansir dari Refinitiv, pada Rabu (30/4/2025) pukul 11:55 WIB, tampak rupiah mengalami apresiasi sebesar 0,54% ke posisi Rp16.665/US$. 

Posisi ini merupakan yang terkuat sejak 27 Maret 2025 atau sekitar satu bulan terakhir.

 

Pasar tengah mencermati indeks harga PCE bulan Maret, pengukur inflasi pilihan Federal Reserve dan estimasi pertama PDB Q1, yang keduanya akan dirilis hari ini.

Pada Selasa, data menunjukkan defisit perdagangan barang AS melonjak ke rekor US$162 miliar pada bulan Maret, jauh melebihi ekspektasi, karena volume impor melonjak, kemungkinan didorong oleh upaya tergesa-gesa untuk mengamankan barang menjelang tarif yang diumumkan oleh Presiden Trump pada tanggal 2 April silam.

Untuk meredam dampak tarif otomotif barunya, Presiden Trump menandatangani serangkaian perintah eksekutif yang menawarkan keringanan pajak dan keringanan pungutan material tertentu.

Ia juga mengisyaratkan bahwa kesepakatan perdagangan dengan India kemungkinan akan segera terjadi, sementara pembicaraan dengan Jepang dan Korea Selatan dilaporkan sedang berlangsung.

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 29 April 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Pergolakan AS-China Bikin Rupiah Kuat, Dolar Turun ke Rp16.800

 Rupiah Kamis pagi naik 7 poin menjadi Rp15.415 per dolar AS - ANTARA News

PT Equityworld Futures Semarang – Nilai tukar rupiah mengalami apresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah pembicaraan untuk menyelesaikan perang tarif antara AS dan China.

Merujuk Refinitiv, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa (29/4/2025) dibuka pada posisi Rp16.800/US$ atau menguat 0,3%. Posisi ini berbanding terbalik dengan penutupan perdagangan Senin (28/4/2025) yang terdepresiasi 0,15%.

Sementara indeks dolar AS (DXY) mengalami apresiasi sebesar 0,11% ke angka 99,12 pada pukul 08:54 WIB. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan penutupan perdagangan kemarin yang berada pada posisi 99,01.

  

Pelaku pasar saat ini sedang mencermati kabar terbaru perang dagang antara AS dan China.

China pada Senin kembali membantah bahwa pihaknya sedang melakukan pembicaraan untuk menyelesaikan perang tarif dengan Amerika Serikat, setelah serangkaian pernyataan dari Presiden Donald Trump dan para pembantunya yang menyatakan bahwa negosiasi perdagangan sedang berlangsung.

"Izinkan saya menegaskan sekali lagi bahwa China dan AS tidak terlibat dalam konsultasi atau negosiasi apa pun terkait tarif," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers, dikutip dari CNBCInternational.

Guo juga tampaknya menolak klaim Trump, dalam wawancara dengan TIME pekan lalu, bahwa Presiden China Xi Jinping telah meneleponnya.

"Sejauh yang saya ketahui, tidak ada percakapan telepon antara kedua presiden baru-baru ini," kata Guo.

Penolakan tegas terbaru ini sejalan dengan sikap keras Beijing terhadap tarif besar-besaran sebesar 145% yang diberlakukan Trump terhadap impor dari China, salah satu pemasok utama barang ke AS.

Pejabat pemerintahan Trump, termasuk Menteri Keuangan Scott Bessent, bersikeras bahwa AS berada dalam posisi yang lebih baik untuk memenangkan perang dagang dibandingkan China.

Namun, para pemilik bisnis Amerika dan analis mulai mengkhawatirkan bahwa embargo perdagangan efektif terhadap China ini dapat segera menimbulkan konsekuensi ekonomi besar, termasuk kenaikan harga, kekurangan produk, dan penutupan toko.

PT Equityworld Futures Semarang