Kamis, 31 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Futures emas lebih rendah pada masa dagang Asia

7 Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu, Perlu Kamu Tahu! 

PT Equityworld Futures Semarang – Futures emas lebih rendah pada masa dagang Asia pada Kamis.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD2.796,20 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 0,16%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD2.729,10 dan resistance pada USD2.801,80.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,17% dan diperdagangkan pada USD104,04.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Desember jatuh 0,98% dan diperdagangkan pada USD33,74 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Desember jatuh 0,23% dan diperdagangkan pada USD4,35 per pon.

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 30 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Nikkei Meningkat 0,96 Persen

How to Invest in the Nikkei 225

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, meningkat 373,71 poin, atau sekitar 0,96 persen, pada Rabu (30/10/2024), menjadi 39.277,39. Indeks Topix naik 0,81 persen mnjadi 2.703,72.

Seperti dilansir AFP, indeks Nikkei melonjak dipicu optimisme para investor terhadap pertemuan kebijakan Bank of Japan yang dimulai Rabu.

Saham perusahaan semikonduktor Disco memimpin penguatan hari ini dengan meroket 11,21 persen. Saham Lasertec dan Advantest masing-masing melonjak 4,38 persen dan 3,43 persen.

Saham perusahaan gas Tokyo Gas melambung 8,71 persen. Saham perusahaan utilitas Kansai Electric Power dan Tokyo Electric Power masing-masing meningkat 4,72 persen dan 3,88 persen.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat melemah 0,08 persen terhadap yen menjadi 153,26 yen per dolar AS. 

PT Equityworld Futures Semarang


Selasa, 29 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – HSBC membukukan kenaikan laba sebesar 10% di kuartal ketiga

HSBC bantu penghindaran pajak - BBC News Indonesia

PT Equityworld Futures Semarang – HSBC Holdings, bank terbesar di Eropa, telah melaporkan kenaikan laba kuartal ketiga sebesar 10%, melampaui estimasi para analis dengan laba sebelum pajak sebesar $8,5 miliar. Kinerja ini menandai kenaikan signifikan dari $7,7 miliar yang tercatat pada periode yang sama tahun lalu dan lebih tinggi dari perkiraan rata-rata $7,6 miliar oleh para pialang yang dikumpulkan oleh bank itu sendiri.

Lembaga keuangan yang berbasis di London ini, yang memiliki fokus kuat di Asia, mengaitkan keuntungan yang lebih baik dari yang diantisipasi dengan penurunan suku bunga yang lebih lambat. Peningkatan keuangan ini terjadi ketika bank ini mengimplementasikan salah satu upaya restrukturisasi yang paling signifikan dalam sejarahnya.

Selain laporan laba yang positif, HSBC telah mengumumkan skema pembelian kembali saham tambahan senilai hingga $3 miliar. Rencana baru ini merupakan tambahan dari program pembelian kembali saham senilai $6 miliar yang telah diumumkan sebelumnya pada awal tahun ini. Pembelian kembali saham merupakan pengembalian kelebihan modal kepada para pemegang saham dan sering dilihat sebagai tanda kepercayaan terhadap kesehatan keuangan dan prospek masa depan bank.

PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 28 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Ditutup di Level 7.634, IHSG Senin Melemah -0,78 Persen

Nilai Transaksi Pagi Ini Rp343,98 Miliar, IHSG Dibuka Menyusut ke 7.186

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore awal pekan ini, Senin (28/10/2024) berakhir melemah di zona merah dengan ditutup turun -0,78% atau terpangkas -60,029 basis point di level 7.634,631.

IHSG bergerak variatif dari batas bawah di level 7.599 hingga batas atas pada level 7.714 setelah dibuka pada level 7.694.

IDXENERGY turun -0,56%, IDXBASIC naik 0,23%, IDXINDUST naik 0,41%, IDXCYCLIC naik 0,15%, IDXNONCYC -0,07%, IDXHEALTH -0,86%, IDXFINANCE -0,85%, IDXPROPERT naik 0,36%, IDXTECHNO -1,48%, IDXINFRA -1,34%, dan IDXTRANS naik 0,14%.

Saham-saham yang tergolong top gainer antara lain; SAFE Naik 96 point atau menguat 24,74% ke level 484. SOSS menguat 24,44% atau naik 165 point ke level 840. BEBS Naik 1 point atau menguat 20,00% ke level 6. SONA naik 1.175 point atau menguat 19,58% ke level 7.175. TOTL Naik 125 point atau menguat 17,73% ke level 830.

Saham-saham yang tergolong top losser antara lain; BTEK turun -1 point atau melemah -25,00% ke level 3. SUNI melemah -23,64% atau koreksi -240 point ke level 775. MFIN terkoreksi -650 point atau melemah -15,93% ke level 3.430. TNCA turun -58 point atau melemah -15,76% ke level 310. CNKO melemah -1 point atau turun -14,28% ke level 6.

Di sisi lain, Indeks LQ45 tercatat melemah -0,89% ke level 934,851. Sedangkan, JII turun -0,07% ke level 529,208.

Selanjutnya, IDX30 ditutup turun -0,94% ke level 482,471. Sementara IDX80 tercatat melemah -0,64% ke level 134,361.

PT Equityworld Futures Semarang

Jumat, 25 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Futures emas lebih tinggi selama sesi AS

Harga Emas Hari Ini 24 Oktober 2024 di Pegadaian

PT Equityworld Futures Semarang – Futures emas lebih tinggi selama sesi AS pada Kamis.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD2.748,90 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,71%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD2.707,30 dan resistance pada USD2.772,60.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,36% dan diperdagangkan pada USD103,90.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Desember jatuh 0,07% dan diperdagangkan pada USD33,86 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Desember naik 0,71% dan diperdagangkan pada USD4,37 per pon.

PT Equityworld Futures Semarang

Kamis, 24 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Uptober Gagal? Analis Peringatkan Potensi Penurunan Bitcoin di Akhir Bulan

Apa Itu Bitcoin? Berikut Pengertian dan Sejarahnya Halaman all - Kompas.com

PT Equityworld Futures Semarang – Bitcoin (BTC), yang sebelumnya diharapkan mendapatkan momentum di bulan Oktober atau biasa disebut ‘Uptober’, kini menghadapi tantangan. Melansir dari finbold.com, Bitcoin menemui kesulitan saat hendak menembus level US$ 70.000. Hal ini pun mendapat perhatian dari para ahli, bahwasanya gagalnya penembusan tersebut bisa menjadi awal dari penurunan harga Bitcoin saat bulan Oktober berakhir.

Beberapa indikator teknikal menunjukkan tanda-tanda bahwa Bitcoin mungkin akan mengalami penurunan lebih lanjut. Pola pergerakan harga ini mirip dengan apa yang terjadi pada April dan November 2021, ketika harga Bitcoin sempat naik namun berakhir dengan penurunan yang cukup tajam.

Alan Santana, yang merupakan seorang analis pasar kripto mengungkapkan pandangannya terkait pergerakan BTC dalam sebuah postingan di TradingView pada 23 Oktober.

Santana menjelaskan jika bulan ini berakhir dengan penurunan, maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa pasar akan memasuki fase bearish atau penurunan harga.

“Saat ini, pola candlestick muncul pada grafik Bitcoin, yang biasanya menunjukkan adanya kebingungan di pasar dan kemungkinan perubahan arah menuju tren bearish,” ungkap Santana.

Menurutnya, jika Oktober ditutup dengan harga yang lebih rendah, maka hal itu akan mengonfirmasi bahwasanya harga tertinggi yang telah tercapai sebelumnya merupakan puncak jangka panjang.

“Selanjutnya, kita mungkin akan melihat tren penurunan,” ujarnya.

Baca Juga: Bitcoin Terjebak di Bawah US$ 70.000, Analis Prediksi Pergerakan Besar

Santana juga menyoroti beberapa level harga penting yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan. Level support penting Bitcoin berada di US$ 55.000, US$ 44.000 dan US$ 36.000.

“Uptober akan menjadi downtober. Ini bisa menjadi tren penurunan yang lebih besar dan memperpanjang koreksi harga yang sudah terjadi,” kata Santana.

Kendati demikian, beberapa analis berharap Bitcoin bisa pulih dalam waktu dekat. Salah satunya adalah Rekt Capital, yang menyampaikan lewat media sosial X-nya bahwa Bitcoin sedang koreksi dari level harga penting US$ 66.200.

“Jika Bitcoin mampu mengubah level resisten ini menjadi support, ada kemungkinan harga akan naik kembali,” paparnya.

Namun, jika BItcoin ternyata gagal maka penurunan lebih lanjut bisa terjadi, dan harga akan menguji level support yang lebih rendah.

“Penutupan harga mingguan merupakan hal penting untuk melihat apakah momentum bullish bisa di pertahankan,” urainya.

Sementara itu, analis kripto lainnya bernama Toni Ghinea mengajak para followernya untuk segera melakukan shorting pada Bitcoin. Dalam hal ini, ia meyakini bahwa harga Bitcoin akan segera mengalami penurunan drastis.

Dari postingan yang ia bagikan, Ghinea mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat di kuartal keempat di 2024 untuk menjual Bitcoin, lantaran menurutnya pasar sedang dalam posisi bull trap.

Dia menegaskan, harga Bitcoin sudah mencapai titik puncak dan akan segera mengalami penurunan. Perkiraannya, dalam beberapa minggu ke depan, Bitcoin akan turun hingga di bawah US$ 60.000.

“Kepanikan akan muncul di kisaran US$ 60.000. Level US$ 66.000 akan tertembus ke bawah, kemudian bergerak ke US$ 65.000 dan US$ 64.000. Harga akan berada di bawah US$ 60.000 dalam beberapa minggu ke depan,” pungkas Ghinea.

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 23 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar Menuju Kenaikan Terbesar Hampir Satu Dekade di Oktober, Namun Reli Ini Bisa Segera Pudar

Dolar Uang Tabungan - Foto gratis di Pixabay

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar menikmati kenaikan tiga minggu beruntun dan berada di jalur untuk kenaikan terbesarnya di bulan Oktober dalam lebih dari satu dekade, tetapi analis di BofA percaya bahwa laju bullish akan kehabisan tenaga dan mulai memudarkan reli.

"Kami pikir reli USD mulai kehabisan tenaga dan mulai memudar," kata analis BofA dalam sebuah catatan pada hari Senin

dollar index, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang perdagangan tertimbang dari enam mata uang utama, telah naik sekitar 2,5% pada bulan Oktober, menempatkannya di jalur untuk kinerja bulanan terbaiknya sejak September 2022, sementara itu, bulan ke bulan, reli greenabck berada di jalur menuju pengembalian DXY Oktober tertinggi dalam lebih dari satu dekade, BofA menambahkan.

Dolar telah naik karena beberapa faktor bullish: Imbal hasil AS yang lebih tinggi; arus safe-haven di tengah ketegangan geopolitik; dan ekonomi AS yang relatif tangguh.

Namun, semua faktor pendorong ini diperkirakan akan habis lebih cepat daripada yang diperkirakan, sehingga membatasi kenaikan greenback.

"USD telah diuntungkan oleh imbal hasil AS yang lebih tinggi, arus safe haven, dan kinerja ekonomi AS yang relatif lebih baik. Namun, kami pikir pendorong-pendorong ini kehilangan tenaga," para analis menambahkan.

Di bawah latar belakang makro saat ini, bagaimanapun, tidak semua pasangan yang terkait dengan dolar akan lesu, BofA menyarankan, menekankan bahwa "memilih pasangan USD yang tepat untuk memudar adalah penting karena masih ada beberapa sinyal bullish USD yang tersisa."

"Untuk minggu ini, kami ingin mempertahankan pandangan bearish USDCAD mengingat seruan di luar konsensus kami untuk keputusan penurunan suku bunga BoC sebesar 25bp," para analis menambahkan, memperkirakan bahwa nilai wajar USDCAD jangka pendek berada di level 1,36 dengan kenaikan USDCAD cenderung "tertekan dalam skenario penurunan suku bunga 25bp."

Euro kemungkinan akan menjadi salah satu penerima manfaat besar dari pelemahan dolar serta membaiknya ekonomi zona euro dan sikap yang relatif hawkish dari ECB. Para analis memperkirakan mata uang tunggal ini akan menguat terhadap dolar menjadi $ 1,15 pada akhir 2025. 

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 22 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia

Harga Emas Dunia Melesat Lagi, Ada Apa? - Bisnis Liputan6.com

PT Equityworld Futures Semarang – Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia pada Selasa.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD2.748,15 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,34%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD2.674,90 dan resistance pada USD2.755,40.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,08% dan diperdagangkan pada USD103,75.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Desember naik 0,85% dan diperdagangkan pada USD34,37 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Desember naik 0,78% dan diperdagangkan pada USD4,39 per pon.

PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 21 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Nikkei Turun 0,07 Persen

Bursa Saham Jepang Anjlok Hingga 12 Persen, Kejatuhan Indeks Nikkei Menjadi  Terburuk Sejak "Black Monday" 1987

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, turun 27,15 poin, atau sekitar 0,07 persen, pada Senin (21/10/2024), menjadi 38.954,6. Indeks Topix melemah 0,34 persen menjadi 2.679,91.

Seperti dilansir AFP, indeks Nikkei berada dalam tekanan dipicu kehati-hatian para investor jelang berlangsungnya pemilihan umum di Jepang pada 27 Oktober mendatang.

DEMO AKUN EWF : PT Equityworld Futures Semarang

Saham perusahaan farmasi Sumitomo Pharma memimpin pelemahan hari ini dengan terjun 6,74 persen. Saham perusahaan engineering IHI anjlok 4,48 persen.

Saham perusahaan manufaktur alat berat Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries masing-masing merosot 4,42 persen dan 4,02 persen. Saham perusahaan pengelola department store Isetan Mitsukoshi Holdings dan perusahaan tembakau Japan Tobacco masing-masing turun 3,92 persen dan 3,67 persen.  

Nilai tukar dolar Amerika Serikat menguat 0,2 persen terhadap yen menjadi 149,26 yen per dolar AS.

PT Equityworld Futures Semarang

Kamis, 17 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Stabil di Level Tertinggi, Ini Penggerak Berikutnya

Berapa Harga Emas Batangan 1 Kg? Intip Kisarannya

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas telah mencapai rekor baru dengan menembus angka $2,700 untuk pertama kalinya dalam perdagangan di Asia pada hari Jumat. Bahkan, hingga 11.46 WIB, XAU/USD nampak stabil di kisaran $2,710. Peningkatan ini dipengaruhi oleh ketegangan di Timur Tengah serta ekspektasi pemotongan suku bunga oleh bank sentral utama, termasuk Federal Reserve (Fed). Selain itu, ketidakpastian menjelang pemilihan Presiden AS memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia ini.

Grafik harian XAU/USD menunjukkan bahwa tren bullish ini tampaknya masih berlanjut. Tren ini didukung oleh Simple Moving Average (SMA) 20 yang bullish dan menyediakan dukungan di sekitar $2,649.50. SMA 100 dan 200 berada jauh di bawah yang lebih pendek, mencerminkan minat beli yang terus meningkat. Indikator teknis lainnya juga menunjukkan kekuatan naik pada level yang positif, sejalan dengan prospek kenaikan lebih lanjut.

Seiring harga emas mempertahankan tren bullish selama empat hari berturut-turut, berbagai faktor-faktor global terus berperan penting. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta ketidakpastian politik AS terus memberikan dorongan bagi kenaikan harga emas ini. Selain itu, langkah bank sentral di seluruh dunia yang cenderung memotong suku bunga, termasuk Bank Sentral Eropa dan Fed, semakin mendukung harga emas yang tidak memberikan imbal hasil ini.

Data AS yang dirilis pada hari Kamis menguatkan ekspektasi bahwa Fed akan melanjutkan dengan pemotongan suku bunga yang lebih kecil setelah penurunan besar pada bulan September. Meski begitu, sentimen bullish yang kuat pada harga emas tidak tergoyahkan, dan harga ini diproyeksikan meraih keuntungan mingguan yang signifikan.

Meskipun data makro China yang baru-baru ini dirilis menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil, pasar saat ini lebih memperhatikan data perumahan AS serta pidato dari Gubernur Fed Christopher Waller untuk mencari peluang jangka pendek pada akhir minggu.

PT Equityworld Futures Semarang


PT Equityworld Futures Semarang – BMRI Manfaatkan Digitalisasi untuk Dorong Pemerataan Pertumbuhan Ekonomi

Pentolan Bank Mandiri Lego Saham BMRI Harga Bawah, Ini Tujuannya

PT Equityworld Futures Semarang – PT Bank Mandiri (JK:BMRI) (Persero) Tbk (IDX: BMRI) terus berupaya memberikan layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat serta berkomitmen untuk melakukan transformasi digitalisasi layanan perbankan guna mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.

Sampai Juni 2024, Bank Mandiri mencatat sebanyak 85 persen nasabah yang baru membuka akun bank melalui aplikasi Livin’ by Mandiri.

Sementara, dari sekitar 2 juta usaha mikro kecil menengah (UMKM) terdaftar dalam aplikasi Livin’ Merchant, 1,2 juta atau setengah dari pengguna aplikasi berada di wilayah rural.

Corporate Secretary Bank Mandiri Teuku Ali Usman mengatakan, pemanfaatan aplikasi digital dapat berperan mengurangi kesenjangan ekonomi melalui perluasan akses layanan.

“Penggunaan luas aplikasi kami di wilayah pedesaan memungkinkan Bank Mandiri untuk menjangkau masyarakat yang underserved dan unbanked, atau masyarakat yang belum mendapatkan layanan keuangan dan perbankan,” ujar Ali, seperti dilansir dari siaran pers, Kamis (17/10/2024).

Ali melanjutkan, akses pada perbankan memungkinkan nasabah untuk mendapatkan akses kepada fasilitas pinjaman.

Hingga paruh pertama 2024, sebanyak Rp139 triliun dari pendanaan berkelanjutan atau sustainable funding Bank Mandiri telah mengalir ke lebih dari 3,06 juta nasabah.

Tidak sedikit dari dana yang disalurkan dalam bentuk seperti untuk kredit usaha rakyat (KUR) atau kredit usaha mikro (KUM).

“Sebanyak 62 persen dari social portfolio Bank Mandiri hingga Juni disalurkan untuk pinjaman KUR dan KUM,” ujar Ali.

Menurutnya, total kucuran dana Bank Mandiri untuk kedua pinjaman ini mencapai Rp86,2 triliun dengan rincian Rp64,1 triliun dan Rp22,1 triliun, masing-masing untuk KUR dan KUM.

Ali juga menyampaikan dari jumlah KUR tersebut, Rp5,65 triliun tersalurkan untuk usaha agrikultur dan Rp341 miliar untuk usaha perikanan.

Selain melalui portofolio sosial, Bank Mandiri juga bersinergi dengan anak perusahaannya, Mandiri Capital Indonesia, guna memperluas jangkauan layanan.

Sejak peluncuran kerja sama, sebanyak 274 ribu masyarakat underbanked mendapatkan akses keuangan dengan nilai total sebesar Rp4,37 miliar.

“Dengan setengah dari pengguna aplikasi Bank Mandiri berasal dari wilayah rural, berbagai saluran pinjaman ini diharapkan bisa menstimulus ekonomi lokal dan juga mengurangi kesenjangan. Sehingga, kemiskinan di berbagai daerah bisa dikurangi,” kata Ali.

Lanjutnya, fokus perseroan terhadap digitalisasi akses layanan keuangan memang upaya untuk mewujudkan visi Bank Mandiri sebagai Indonesia’s Sustainability Champion.

Di dalam kerangka ESG, digitalisasi layanan yang dilakukan BMRI secara konsisten merujuk kepada pilar ketiga, yakni Sustainability Beyond Banking.

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 16 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Saham berjangka AS stabil; pendapatan bank ditunggu

Bestprofit Futures Portal News

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks saham berjangka AS menunjukkan sedikit perubahan hari ini, karena para pelaku pasar menunggu laporan pendapatan dari Morgan Stanley dan institusi keuangan lainnya. Hal ini terjadi setelah penurunan pada saham-saham teknologi dan minyak pada sesi sebelumnya. Nvidia, pemain utama dalam industri semikonduktor, mengalami kenaikan tipis 0,6% pada perdagangan premarket setelah mengalami penurunan hampir 5% pada hari Selasa, menyusul berita bahwa pemerintah AS akan membatasi ekspor chip AI oleh perusahaan-perusahaan Amerika.

Sektor semikonduktor memberikan gambaran yang beragam, dengan saham ASML Holding yang tercatat di AS turun 3,9% setelah perusahaan tersebut menurunkan proyeksi penjualan tahunannya. Sementara itu, saham Intel turun 2% di tengah rekomendasi dari Asosiasi Keamanan Siber China untuk meninjau ulang produk perusahaan di pasar China.

Indeks Dow E-minis turun tipis, sementara indeks S&P 500 E-minis dan Nasdaq 100 E-minis mengalami sedikit kenaikan. Penurunan saham-saham semikonduktor dan minyak berdampak pada Wall Street pada hari Selasa, yang semakin diperumit oleh hasil laporan keuangan emiten yang beragam. Penurunan saham UnitedHealth tercatat bersamaan dengan hasil positif dari laporan pendapatan beberapa bank besar.

DEMO EWF : PT Equityworld Futures Semarang

Para investor juga mengantisipasi rilis indikator ekonomi penting seperti penjualan ritel dan angka produksi industri pada hari Kamis, yang diharapkan dapat memberikan wawasan tentang perilaku konsumen dan lintasan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.

Meskipun mengalami penurunan pada hari sebelumnya, S&P 500 dan Dow tetap berada di dekat rekor tertinggi, dengan sentimen pasar yang didukung oleh prospek penurunan suku bunga di masa depan oleh Federal Reserve dan tanda-tanda pertumbuhan ekonomi. Michael Brown dari Pepperstone menyatakan keyakinannya akan ketahanan pasar, dan menyarankan bahwa setiap penurunan menghadirkan peluang pembelian yang cenderung terbatas dalam durasi dan kedalamannya.

Kinerja sektor perbankan menjadi sorotan, dengan laporan pendapatan Morgan Stanley yang akan dirilis sebelum pasar dibuka. Saham Citizens Financial Group turun 1,2%, sementara saham U.S. Bancorp naik 2% menyusul rilis pendapatan kuartal ketiga mereka.

Ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Federal Reserve di bulan November telah meningkat, dengan prediksi yang kini melebihi 90%. Selain itu, data harga impor dan ekspor bulan September dijadwalkan akan dirilis hari ini.

Pada sesi prapembukaan, saham-saham raksasa teknologi yang sensitif terhadap suku bunga seperti Alphabet dan Amazon.com naik tipis 0,2%, dibantu oleh penurunan imbal hasil obligasi AS. Saham Apple tetap tidak berubah setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa pada hari sebelumnya.

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 15 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Futures gas alam lebih rendah selama masa dagang Eropa

Contoh Pemanfaatan Gas Alam dalam Kehidupan Sehari-hari, Apa Saja? - Semua  Halaman - Bobo

PT Equityworld Futures Semarang – Futures gas alam lebih rendah selama masa dagang Eropa pada Selasa.

Pada New York Mercantile Exchange, Futures gas alam untuk penyerahan November diperdagangkan pada USD2,46 per mmBTU pada waktu penulisan, menurun 1,44%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per mmBTU. Gas alam kemungkinan akan mendapat support pada USD2,446 dan resistance pada USD2,727.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, jatuh 0,23% dan diperdagangkan pada USD102,84.

Sementara itu di Nymex, Minyak metah untuk penyerahan November jatuh 5,50% dan diperdagangkan pada USD69,77 per barrel sedangkan Heating oil untuk penyerahan November jatuh 4,29% dan diperdagangkan pada USD2,18 per galon.

PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 14 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar menguat di tengah rencana stimulus RRT yang tidak jelas

Dollar gains ground after Fed delivers bumper 50 basis point rate cut |  Reuters

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS mengalami kenaikan nilai pada awal perdagangan hari Senin di Asia, karena hari libur di Jepang menyebabkan berkurangnya likuiditas di pasar. Pergeseran nilai dolar ini terjadi karena para investor berfokus pada pengumuman stimulus RRT baru-baru ini, yang dipandang kurang kuat daripada yang diantisipasi.

Euro turun sedikit ke $1,0922, dan pound Inggris juga turun ke $1,3043. Sementara itu, dolar tetap tidak berubah terhadap yen Jepang di 149,20. Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang lainnya, naik sedikit di 103,10, mendekati level tertinggi sejak pertengahan Agustus. Hal ini terjadi karena para trader mengurangi ekspektasi mereka untuk penurunan suku bunga yang substansial oleh Federal Reserve untuk sisa tahun ini.

Sebelum pembukaan pasar onshore, yuan RRT melemah terhadap dolar lebih dari 0,2%. Dolar Australia, yang sering dipengaruhi oleh prospek ekonomi RRT, juga turun 0,16% menjadi $0,67385.

Menteri Keuangan RRT Lan Foan pada hari Sabtu mengumumkan rencana untuk "meningkatkan secara signifikan" penerbitan utang pemerintah. Langkah ini bertujuan untuk memberikan subsidi bagi individu berpenghasilan rendah, mendukung pasar properti, dan memperkuat modal bank-bank pemerintah dalam upaya untuk meremajakan pertumbuhan ekonomi yang melambat di negara tersebut. Namun, rincian mengenai ukuran stimulus fiskal tidak diungkapkan.

Richard Franulovich, kepala strategi FX di Westpac, menyatakan bahwa kurangnya rincian stimulus tambahan yang konkrit dari Kementerian Keuangan RRT mungkin telah membuat pasar kecewa. Ia mencatat bahwa perubahan kebijakan RRT berpotensi menaikkan nilai dolar Australia sebesar 3-4 sen, setengahnya sudah tercermin dalam harga saat ini.

Pergerakan mata uang lebih lanjut tidak mungkin terjadi sampai RRT mengatasi surplus perumahan, utang pemerintah daerah, dan tantangan demografis yang terkait dengan populasi yang menua.

Sejak 24 September, ketika bank sentral RRT memulai langkah-langkah stimulus paling agresif sejak pandemi, yuan telah turun 0,9% terhadap dolar. Indeks CSI300 telah melonjak 16% tetapi telah menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan dalam beberapa sesi terakhir, karena optimisme tentang stimulus ekonomi memudar karena kekhawatiran tentang kecukupan dukungan kebijakan untuk menghidupkan kembali pertumbuhan.

Ahli strategi mata uang Christopher Wong dari OCBC di Singapura menyebutkan bahwa lebih banyak waktu mungkin diperlukan untuk langkah-langkah yang dipertimbangkan dengan baik dan ditargetkan. Ia menekankan urgensi langkah-langkah ini karena pasar sangat mengantisipasi mereka.

Minggu lalu, pasar-pasar mata uang utama mengalami sedikit pergerakan. Yen dan euro masing-masing turun sekitar 0,3%, sterling turun 0,4%, dan indeks dolar naik 0,4%. Departemen Keuangan AS diperkirakan tidak akan memberikan arahan yang jelas hari ini, dengan pasar di Jepang dan AS yang ditutup untuk liburan.

Data AS baru-baru ini menunjukkan inflasi konsumen yang sedikit lebih tinggi dan peningkatan klaim pengangguran mingguan, mempertahankan ekspektasi bagi Fed untuk menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan November dan Desember. Para investor sekarang menantikan data penjualan ritel dan klaim pengangguran pada hari Kamis di AS.

Gubernur Fed Christopher Waller, yang telah menganjurkan penurunan suku bunga yang lebih besar karena kekhawatiran bahwa laju kenaikan harga tidak sesuai dengan target Fed, dijadwalkan akan berbicara hari ini.

Dolar Selandia Baru juga mengalami penurunan, turun 0,15% pada $0,61, menyusul penurunan 0,8% minggu lalu setelah bank sentral memangkas suku bunga sebesar setengah poin dan menyarankan lebih banyak penurunan lagi. Sebaliknya, bank sentral Singapura mempertahankan kebijakan moneter berbasis mata uangnya tetap stabil pada hari Senin.

DEMO EWF : PT Equityworld Futures Semarang


Jumat, 11 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Saham Fastenal naik lebih dari 2% karena pendapatan kuartal ketiga melampaui estimasi

Nasdaq Premarket Glitch That Lasted Three Hours Is Resolved - Bloomberg

PT Equityworld Futures Semarang – Fastenal Company (NASDAQ: FAST) melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang melampaui ekspektasi analis, membuat sahamnya naik 2,8% pada awal perdagangan hari Kamis.

Distributor perlengkapan industri dan konstruksi ini membukukan laba per saham yang disesuaikan sebesar $0,52, melampaui estimasi konsensus sebesar $0,51. Pendapatan mencapai $1,91 miliar, sejalan dengan proyeksi analis.

Penjualan Fastenal meningkat 3,5% dari tahun ke tahun di Q3, sementara pertumbuhan penjualan harian adalah 1,9%. Perusahaan mengatakan bahwa Badai Helene mengganggu operasi di beberapa wilayah, mengurangi penjualan harian sekitar 5 hingga 25 basis poin.

"Kami terus mengalami perbedaan dalam kinerja pengikat kami versus lini produk nonpengikat kami pada kuartal ketiga tahun 2024," kata CEO Dan Florness. "Hal ini terutama terkait dengan pengikat yang lebih berorientasi pada produksi barang jadi daripada pemeliharaan, yang mengakibatkan kerentanan yang lebih besar terhadap periode produksi industri yang lebih lemah."

DEMO EWF : Penjualan produk non-fastener tumbuh 4,7% pada Q3, sementara penjualan fastener turun 4,0%. Penjualan perlengkapan keselamatan meningkat 6,8%.

Margin laba kotor turun menjadi 44,9% dari 45,9% tahun lalu, yang disebabkan oleh bauran pelanggan dan produk yang tidak menguntungkan, bea masuk yang lebih tinggi, dan potongan harga pemasok yang lebih rendah.

Fastenal menandatangani 93 lokasi baru di lokasi selama kuartal ini, sehingga totalnya menjadi 1.986 lokasi aktif pada 30 September, naik 11,7% dari tahun ke tahun. Perusahaan mempertahankan target setahun penuh sebesar 375 hingga 400 penandatanganan baru di lokasi untuk tahun 2024.

Ke depan, Fastenal berharap untuk menginvestasikan $ 235 juta hingga $ 255 juta untuk properti dan peralatan untuk tahun penuh 2024, naik dari $ 160,6 juta pada tahun 2023.

PT Equityworld Futures Semarang

Kamis, 10 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Futures gas alam lebih rendah pada masa dagang AS

 Empat alasan harga gas alam tetap dingin

PT Equityworld Futures Semarang – Futures gas alam lebih rendah pada masa dagang AS pada Rabu.

Pada New York Mercantile Exchange, Futures gas alam untuk penyerahan November diperdagangkan pada USD2,65 per mmBTU pada waktu penulisan, menurun 2,89%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per mmBTU. Gas alam kemungkinan akan mendapat support pada USD2,633 dan resistance pada USD3,019.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,34% dan diperdagangkan pada USD102,65.

Sementara itu di Nymex, Minyak metah untuk penyerahan November jatuh 0,31% dan diperdagangkan pada USD73,34 per barrel sedangkan Heating oil untuk penyerahan November jatuh 0,70% dan diperdagangkan pada USD2,28 per galon.

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 09 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Data Tenaga Kerja AS Beri Kejutan Positif, Apakah Pemangkasan Lanjutan Fed Masih Diperlukan?

Wall Street Dibuka Tergelincir Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

PT Equityworld Futures Semarang – Laporan pekerjaan bulan September yang optimis dan revisi naik yang signifikan terhadap PDB dan GDI menunjukkan bahwa penurunan suku bunga Federal Reserve sebesar 50 basis poin (bp) di bulan September "tidak diperlukan", demikian menurut para ahli strategi Bank of America.

BofA mengatakan bahwa diskusi-diskusinya dengan para klien dengan cepat bergeser dari memperdebatkan apakah the Fed akan memangkas 25bp atau 50bp di bulan November menjadi mempertanyakan apakah penurunan suku bunga diperlukan. Beberapa bahkan berspekulasi apakah the Fed akan melewatkan pemangkasan di bulan November untuk mengimbangi pemangkasan di bulan September yang lebih besar dari yang diperkirakan.

Namun, para ahli strategi bank percaya bahwa, bahkan jika The Fed kemudian menentukan bahwa pemotongan pada bulan September berlebihan, kemungkinan tidak akan terhalang untuk memotong sebesar 25bp pada bulan November, terutama dengan data tenaga kerja yang kuat.

"Gubernur Waller mengatakan hal tersebut dalam komentar terbarunya. Selama The Fed merasa nyaman bahwa disinflasi secara umum masih berada di jalur yang dapat diterima, mereka dapat terus menurunkan suku bunga kembali ke netral," kata para ahli strategi dalam sebuah catatan pada hari Selasa.

Sementara pasar tenaga kerja baru-baru ini membayangi kekhawatiran inflasi, perhatian kembali tertuju pada CPI menjelang rilis data hari Kamis. BofA memperkirakan pembacaan CPI inti sebesar 0,3% bulan ke bulan, di atas konsensus, tetapi percaya bahwa PCE inti akan berada di 0,2% yang lebih ringan.

BofA mencatat bahwa ini seharusnya cukup lunak bagi The Fed untuk melanjutkan pemotongan 25bp pada bulan November, karena suku bunga tahun-ke-tahun "akan turun karena efek dasar yang menguntungkan," dan Ketua Powell telah mendapatkan beberapa fleksibilitas dengan "menghilangkan penekanan pada inflasi perumahan," kata para ahli strategi.

Dalam beberapa minggu terakhir, ekonom dan mantan CEO PIMCO Mohamed El-Erian menyebut "ketergantungan pada titik data" sebagai "ketergantungan pada titik data" yang menggambarkan sensitivitas pasar yang meningkat terhadap rilis data makroekonomi.

Ahli strategi BofA setuju, dengan mengatakan bahwa meskipun wajar jika The Fed bergantung pada data, tidak semua kejutan data memiliki arti yang sama.

Namun, fokus The Fed untuk tidak tertinggal di belakang kurva telah "membuat pasar bereaksi terhadap kejutan data seolah-olah itu semua adalah berita dan bukan kebisingan. Dan hal ini mungkin tidak akan berubah dalam waktu dekat," kata para ahli strategi.

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 08 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar Melemah Tipis, Euro Terdorong Data Industri Jerman

Tentang Dollar AS, Mata Uang Paling Banyak Peminat

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS mengalami penurunan tipis pada hari Selasa, tetapi tetap berada di dekat level tertinggi tujuh minggu. Pada pukul 15.20 WIB, Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, diperdagangkan 0,2% lebih rendah di 102,139, setelah mencapai level tertinggi dua bulan pada hari Jumat. 

Prospek Kebijakan Moneter Fed

Kenaikan ini sebagian dipicu oleh laporan penggajian yang kuat pada hari Jumat, yang mendorong trader untuk menilai ulang prospek kebijakan moneter Federal Reserve. Peluang penurunan suku bunga 50 basis poin pada bulan November kini telah mereda, dengan banyak yang mengharapkan penurunan 25 basis poin yang lebih tradisional.

Meskipun patokan imbal hasil Treasury 10 tahun tetap tinggi di atas 4%, imbal hasil dua tahun juga berada dekat level tertinggi dalam lebih dari sebulan, mendukung penguatan dolar. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga mengurangi sentimen risiko, yang memberikan dukungan lebih lanjut bagi dolar.

Reaksi Pasar Terhadap Data dan Kebijakan

Analis dari ING mencatat bahwa pasar mata uang mungkin akan beristirahat sejenak dari dorongan suku bunga, mengingat jalur suku bunga baru yang lebih dangkal sebesar 25 basis poin per pertemuan oleh The Fed. Mereka memperkirakan bahwa data inflasi minggu ini tidak akan memberikan dampak signifikan pada pergerakan dolar, yang mungkin lebih terpengaruh oleh gejolak di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak.

Pergerakan Euro dan Pound

Sementara itu, euro menguat dengan EUR/USD naik 0,2% menjadi 1,0995, didukung oleh rilis data produksi industri Jerman yang lebih baik dari ekspektasi, meskipun ada penurunan dalam perbandingan tiga bulan ke tiga bulan. Bank Sentral Eropa diperkirakan akan melonggarkan kebijakan kembali setelah mengurangi suku bunga dua kali tahun ini.

GBP/USD juga naik 0,2% menjadi 1,3104, menjauh dari level terendah tiga minggu setelah data menunjukkan penjualan ritel di Inggris meningkat dengan laju tercepat dalam enam bulan terakhir.

Pergerakan Yuan dan Yen

USD/JPY turun 0,4% menjadi 147,55, sebagian menutup kenaikan tajam dari minggu sebelumnya, didukung oleh data pertumbuhan upah dan belanja rumah tangga Jepang. Di sisi lain, USD/CNY naik 0,5% menjadi 7,0506, karena sentimen terhadap yuan tertekan oleh langkah-langkah stimulus dari Beijing, termasuk penurunan suku bunga, sementara suku bunga AS diperkirakan akan tetap lebih tinggi.

Dengan berbagai faktor ini, pergerakan mata uang global terus dipengaruhi oleh kebijakan moneter, data ekonomi, dan ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 07 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Masih banyak potensi kenaikan saham Tiongkok: Citi

Saham Tiongkok Ditutup Merosot, Indeks Shanghai Terpangkas 0,34%

PT Equityworld Futures Semarang – Analis Citi tetap optimis terhadap saham China, mengutip potensi kenaikan yang signifikan bahkan setelah reli baru-baru ini ke titik tertinggi tahun ini.

Menyusul pengumuman pemerintah Cina tentang langkah-langkah stimulus ekonomi, tim strategi ekuitas Cina Citi mempertahankan sikap optimisnya, memperkirakan keuntungan tambahan karena paket stimulus lebih lanjut diharapkan.

Menurut Citi, pemerintah kemungkinan akan memperkenalkan paket dukungan konsumsi senilai RMB3 triliun, menambah dampak positif dari stimulus baru-baru ini.

"Kami tetap optimis karena valuasi ekuitas Tiongkok masih rendah dibandingkan dengan saham pasar berkembang, bahkan setelah kenaikan harga saham selama tiga minggu terakhir," catat para analis.

Bank menjelaskan bahwa saham Tiongkok memiliki ruang untuk tumbuh lebih lanjut, terutama karena ekonomi terus menerima dukungan.

Citi juga telah menaikkan target akhir Juni 2025 untuk indeks saham utama Tiongkok lebih dari 20%. Mereka kini memproyeksikan Indeks Hang Seng mencapai 26.000, CSI 300 mencapai 4.600, dan Indeks MSCI Tiongkok naik ke 84.

Revisi ke atas dikatakan menyoroti potensi keuntungan berkelanjutan di pasar Tiongkok.

Selain itu, Citi meyakini musim laporan keuangan mendatang dari pertengahan Oktober hingga awal November dapat mengakibatkan prakiraan laba tahun fiskal 2025 direvisi naik, memberikan momentum lebih lanjut bagi ekuitas Tiongkok.

"Kami melihat potensi kenaikan proyeksi laba tahun fiskal 2025," demikian pernyataan laporan itu, yang menandakan bahwa pasar mungkin akan terus mengungguli dalam jangka pendek.

Di tempat lain, bank tersebut mengatakan pihaknya melihat "stimulus ekonomi Tiongkok secara umum berdampak positif bagi saham-saham Jepang, dengan nama-nama yang memiliki eksposur tinggi terhadap Tiongkok atau korelasi tinggi dengan saham-saham Tiongkok sangat menjanjikan."

PT Equityworld Futures Semarang

Jumat, 04 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Bursa saham berjangka AS berhati-hati menjelang laporan pekerjaan

Bursa Berjangka 2017, BBJ Siapkan 23 Pusat Pelatihan

PT Equityworld Futures Semarang – Para investor menahan diri pada hari Jumat ini karena mereka menunggu rilis data non-farm payrolls, yang diantisipasi untuk memberikan wawasan mengenai kondisi pasar kerja AS saat ini dan potensi arah kebijakan moneter Federal Reserve. Laporan Departemen Tenaga Kerja, yang dijadwalkan untuk dirilis pada pukul 8:30 pagi WIB, diperkirakan akan mengindikasikan bahwa pertumbuhan pekerjaan di bulan September berlanjut pada kecepatan yang moderat dan bahwa tingkat pengangguran tidak berubah pada 4,2%.

Paul Donovan, kepala ekonom di UBS Global Wealth Management, menyoroti ketahanan pasar tenaga kerja AS, dengan mengatakan, "Perusahaan-perusahaan lebih lambat dalam mempekerjakan, tetapi tidak tertarik untuk memecat. Hal ini memberikan keamanan kerja dan mendukung pola belanja konsumen."

Komentar ini muncul setelah keputusan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin di bulan September, sebuah langkah yang bertujuan untuk mencegah pelemahan lebih lanjut di sektor ketenagakerjaan.

Ekspektasi pasar untuk langkah selanjutnya dari the Fed telah bergeser, dengan probabilitas penurunan 25 basis poin yang lebih kecil pada pertemuan November sekarang mencapai 68%, meningkat dari 46,7% seminggu sebelumnya. Penyesuaian ekspektasi ini didasarkan pada data dari FedWatch Tool milik CME Group.

Dalam aktivitas premarket, Dow E-minis mengalami sedikit penurunan sebesar 28 poin, atau 0,07%, sementara S&P 500 E-minis dan Nasdaq 100 E-minis bergerak berlawanan arah, dengan kenaikan masing-masing sebesar 0,07% dan 0,14%. Perhatian juga tertuju pada komentar Presiden Fed New York John Williams sebelum pasar dibuka, yang dapat memberikan perspektif tambahan pada laporan pekerjaan dan kebijakan di masa depan.

Indeks Wall Street berakhir lebih rendah pada sesi sebelumnya dan siap untuk menutup minggu pertama bulan Oktober dengan kerugian, di tengah kekhawatiran investor atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan pemogokan pekerja yang terjadi pada awal pekan ini.

Saham-saham energi telah bereaksi terhadap risiko geopolitik, dengan Occidental Petroleum (NYSE: OXY), Exxon Mobil (NYSE: XOM), dan Chevron (NYSE: CVX) yang mengalami kenaikan moderat dalam perdagangan premarket karena harga minyak mentah meningkat di tengah kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan di Timur Tengah. Sektor Energi S&P 500 berada di jalur yang tepat untuk mencapai kenaikan mingguan terbesar sejak Maret 2023.

Pelabuhan-pelabuhan di Pantai Timur dan Teluk sedang dalam proses pembukaan kembali setelah kesepakatan upah dicapai dengan para pekerja pada hari Kamis. Namun, penumpukan kargo diperkirakan akan membutuhkan waktu untuk diselesaikan, yang berdampak pada saham Zim Integrated Shipping Services di AS, yang mengakibatkan penurunan sebesar 7%.

Spirit Airlines (NYSE:SAVE) mengalami penurunan signifikan sebesar 44% menyusul laporan bahwa maskapai ini sedang mendiskusikan syarat-syarat pengajuan kebangkrutan dengan pemegang obligasi setelah kegagalan merger dengan JetBlue Airways (NASDAQ:JBLU). Sementara itu, saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga seperti Tesla (NASDAQ:TSLA) dan Amazon.com (NASDAQ:AMZN) masing-masing naik 1,3%, dan saham-saham semikonduktor Nvidia (NASDAQ:NVDA) dan Advanced Micro Devices (NASDAQ:AMD (NASDAQ:AMD)) masing-masing naik 0,1%, dan Broadcom (NASDAQ:AVGO) naik 0,39%.

PT Equityworld Futures Semarang

Kamis, 03 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Futures emas lebih rendah pada masa dagang Asia

 Berita Terkini Bank Neo Commerce

PT Equityworld Futures Semarang – Futures emas lebih rendah pada masa dagang Asia pada Kamis.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD2.673,20 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 0,13%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi rendah USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD2.646,20 dan resistance pada USD2.696,90.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,21% dan diperdagangkan pada USD101,64.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan Desember jatuh 0,28% dan diperdagangkan pada USD31,83 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Desember jatuh 0,78% dan diperdagangkan pada USD4,63 per pon.

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 02 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang –Dolar Sebagai Safe Haven Naik Terangkat Imbas Ketegangan Timur Tengah

 What Would a Debt Default Mean for the US Dollar?

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS naik pada hari Rabu, dengan aset safe haven ini menambah kenaikan tajam pada sesi sebelumnya karena serangan rudal Iran ke Israel meningkatkan ketegangan di wilayah yang bergejolak.

Pada pukul 14.45 WIB, Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, diperdagangkan 0,1% lebih tinggi ke 100,969, setelah naik sekitar 0,5% di sesi sebelumnya, kenaikan terbesar sejak 25 September.

Dolar sebagai safe haven naik
Gejolak di Timur Tengah meningkat semalam dengan Iran meluncurkan salvo rudal balistik ke Israel sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin Hizbullah yang didukung Iran, Hassan Nasrallah, baru-baru ini dan pengerahan pasukan darat Israel ke Libanon selatan.

Iran telah mengatakan bahwa serangannya telah berakhir, kecuali jika ada provokasi lebih lanjut, namun Israel bersumpah akan membalas, yang berpotensi menyeret Amerika Serikat, sebagai penyokongnya, ke dalam kekacauan.

"Eskalasi di Timur Tengah telah menyebabkan [pasar] menilai risiko yang lebih besar dari konflik penuh di wilayah ini, yang berpotensi melibatkan AS," kata para analis di ING, dalam sebuah catatan.

pekerjaan Dolar juga mendapat dorongan pada hari Selasa dari pembacaan yang lebih kuat dari perkiraan di lowongan pekerjaan AS, terutama menjelang laporan resmi bulanan yang ditunggu-tunggu pada hari Jumat.

"Sementara manufaktur ISM sedikit lebih lunak dari yang diharapkan dan harga yang dibayarkan turun di bawah 50,0, The Fed sangat fokus pada pasar tenaga kerja, dan rebound mengejutkan dalam lowongan pekerjaan untuk bulan Agustus berkontribusi pada kasus jangka pendek yang bullish untuk dolar," tambah ING.

Rilis ekonomi utama hari Rabu adalah angka Lapangan kerja nonpertanian ADP untuk bulan September.

Euro stabil setelah aksi jual
Di Eropa, EUR/USD diperdagangkan sebagian besar datar di 1,1067, menyusul penurunan terbesar dalam hampir empat bulan pada hari Selasa, setelah adanya tanda-tanda lebih lanjut dari pendinginan inflasi di zona euro.

tingkat inflasi di kawasan ini turun di bawah target 2,0% Bank Sentral Eropa pada bulan September, dan para pedagang akan melihat komentar dari sejumlah pembicara ECB, termasuk Wakil Presiden Luis de Guindos dan kepala ekonom Philip Lane, untuk panduan lebih lanjut tentang kebijakan moneter ECB di masa depan.

Citigroup mengatakan, dalam sebuah catatan yang dirilis pada hari Selasa, bahwa mereka sekarang memperkirakan ECB akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 17 Oktober, dan memperkirakan pemotongan berikutnya pada bulan Desember dan hingga awal 2025 untuk membawa suku bunga kebijakan menjadi 1,5% pada September 2025.

GBP/USD diperdagangkan 0,1% lebih tinggi ke 1,3293, jauh di bawah level tertinggi minggu lalu di 1,3430, level yang belum pernah terlihat sejak Februari 2022, dengan minggu ini menjadi minggu yang sepi dalam kalender data ekonomi Inggris.

Yen melemah karena ketidakpastian suku bunga
USD/JPY naik 0,3% menjadi 144,06, setelah menteri ekonomi Jepang yang baru ditunjuk, Ryosei Akazawa, mengatakan pada hari Rabu bahwa Perdana Menteri Shigeru Ishiba mengharapkan Bank of Japan untuk melakukan penilaian ekonomi yang cermat ketika menaikkan suku bunga lagi.

menit dari pertemuan Bank of Japan bulan Juli, yang dirilis awal minggu ini, juga menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan terpecah mengenai seberapa cepat bank sentral harus menaikkan suku bunga lebih lanjut.

USD/CNY Yuan naik tipis ke 7,0185, dengan perdagangan yuan sepi karena pasar RRT ditutup sampai Selasa minggu depan karena negara ini merayakan Golden Week.

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 01 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Kemunculan Dinding Penjualan Besar Bitcoin: Manipulasi Pasar?

Harga Bitcoin Berpotensi Turun: 3 Alasan yang Perlu Diwaspadai - Pintu News

PT Equityworld Futures Semarang – Baru-baru ini, fenomena mencurigakan kembali muncul di pasar kripto, khususnya di Binance Futures, di mana dinding besar penjualan Bitcoin tiba-tiba terlihat dan kemudian menghilang dalam waktu singkat. Pergerakan ini menarik perhatian para trader yang langsung bersikap waspada.

Menurut data dari CoinGlass, dinding besar tersebut, seperti yang terlihat pada liquidity heatmap, menciptakan kesan bahwa harga sedang ditekan dan membentuk sentimen resistensi pasar yang kuat.

Namun, ketika dinding likuiditas ini tiba-tiba menghilang, harga mulai bergerak lebih leluasa. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar: apakah ini merupakan tanda adanya manipulasi pasar, atau sekadar dinamika alami yang sering terjadi dalam volatilitas pasar kripto?

Apa Itu Bitcoin Liquidity Heatmap?
Liquidity heatmap adalah alat analisis visual yang menunjukkan intensitas pesanan beli dan jual pada berbagai level harga selama periode waktu tertentu. Pada dasarnya, heatmap ini menggambarkan di mana pesanan besar terkonsentrasi dalam bentuk warna.

Warna kuning cerah atau merah sering kali menandakan volume pesanan besar, baik untuk beli maupun jual, sedangkan warna biru atau ungu menunjukkan volume pesanan yang lebih kecil.

Sumbu vertikal pada Bitcoin heatmap menunjukkan level harga, sedangkan sumbu horizontal menunjukkan waktu. Dengan demikian, heatmap ini memungkinkan pedagang melihat di mana level likuiditas tertinggi berada dan bagaimana harga bereaksi terhadap pesanan besar tersebut.

Ketika pesanan besar yang tiba-tiba muncul di level harga tertentu, pedagang sering kali menyimpulkan bahwa ada resistensi kuat di level tersebut. Sebaliknya, ketika dinding likuiditas ini menghilang, harga biasanya akan bergerak lebih leluasa, baik naik maupun turun.

Liquidity heatmap dalam konteks perdagangan berjangka (futures) Bitcoin bisa diibaratkan seperti peta lalu lintas yang digunakan untuk memetakan titik-titik yang paling sering dilalui kendaraan di sebuah kota. Dalam perdagangan, kendaraan ini mewakili aktivitas para trader, sedangkan jalan-jalan yang sering dilalui adalah area dengan likuiditas tinggi. Seperti halnya di kota, titik-titik tertentu akan lebih ramai daripada yang lain. Tempat-tempat ramai ini adalah area dengan banyak order, baik itu order beli atau jual. Hal ini memberikan gambaran kepada trader di mana volume perdagangan terfokus dan di mana pasar bisa bergerak dengan cepat.

Sebagaimana pengemudi yang menghindari kemacetan di jalan-jalan yang padat, trader juga bisa mengantisipasi pergerakan harga berdasarkan di mana likuiditas berada. Jika ada konsentrasi besar order di suatu harga tertentu, trader mungkin berhati-hati karena kemungkinan besar harga akan bergerak cepat ketika area ini tersentuh. Sama seperti peta lalu lintas yang membantu pengemudi menentukan rute tercepat atau paling efisien, liquidity heatmap membantu trader menentukan strategi mereka berdasarkan di mana pasar memiliki aktivitas likuiditas tertinggi.

Dalam konteks ini, likuiditas adalah kunci bagi trader untuk memahami perilaku pasar. Liquidity heatmap memberikan wawasan apakah pasar akan lebih cenderung stabil di area tertentu atau malah berpotensi bergerak drastis. Jadi, seperti pengemudi yang melihat peta untuk menghindari area macet atau mencari jalan yang lebih lancar, trader menggunakan liquidity heatmap untuk menentukan strategi perdagangan berjangka mereka di pasar Bitcoin.

Dinding Jual Bitcoin Senilai US$800 Juta Menghilang Tanpa Jejak
Peristiwa serupa juga pernah terjadi sebelumnya pada Agustus 2024. Menurut laporan dari CoinGlass terlihat bahwa manipulasi pasar sedang terjadi.

“Dinding jual BTC futures senilai sekitar US$800 juta yang bertahan selama 22 jam telah menghilang. Seseorang sedang memanipulasi pasar,” tulisnya di X.

Fenomena ini sering kali dicurigai sebagai taktik manipulasi pasar. Dalam perdagangan kripto, entitas besar seperti whales dapat memanfaatkan pesanan besar untuk memengaruhi persepsi pasar.

Dengan menempatkan dinding likuiditas yang besar, mereka dapat memengaruhi para pedagang ritel untuk mengubah keputusan mereka, hanya untuk kemudian menarik pesanan besar itu dan memanfaatkan momentum yang tercipta.

Meskipun sulit untuk membuktikan secara pasti adanya manipulasi pasar Bitcoin tanpa bukti konkret, pola ini menunjukkan adanya upaya untuk memanfaatkan volatilitas dan psikologi pasar. Dalam situasi ini, pedagang sering kali menjadi korban dari pergerakan harga yang tidak wajar.

Waspada terhadap Taktik Manipulasi Pasar
Bitcoin liquidity heatmap adalah salah satu alat yang sangat penting dan dapat membantu pedagang memahami pergerakan harga yang kompleks, terutama ketika dinding likuiditas besar muncul dan menghilang.

Namun, peristiwa seperti yang terjadi di Binance Futures baru-baru ini menyoroti pentingnya untuk selalu berhati-hati terhadap potensi manipulasi pasar.

Ketika dinding besar pesanan muncul dan hilang secara tiba-tiba, ini bisa jadi salah satu pertanda bahwa ada pelaku besar yang mungkin sedang berusaha mengendalikan harga untuk keuntungan mereka sendiri.

Bagi para pedagang, penting untuk tidak hanya mengandalkan analisis teknikal dasar tetapi juga memahami dinamika di balik order book dan likuiditas pasar.

Dengan begitu, mereka dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan terhindar dari jebakan taktik manipulasi pasar yang semakin umum terjadi di dunia perdagangan Bitcoin dan kripto.

Sell wall yang hilang tiba-tiba memang dapat menyiratkan adanya manipulasi harga, terutama jika tindakan tersebut disengaja untuk memengaruhi perilaku pasar. Dalam skenario manipulasi, pelaku pasar yang memiliki jumlah aset besar bisa membuat sell wall dengan tujuan menekan harga ke bawah atau menciptakan ilusi bahwa ada tekanan jual yang besar. Ini bisa mempengaruhi psikologi trader lain, yang mungkin berpikir harga sulit naik karena banyaknya penjual di level tertentu.

Namun, begitu para pelaku ini menarik sell wall atau mengeksekusi order dengan cepat, mereka mungkin melakukannya untuk memicu kenaikan harga secara tiba-tiba. Ini disebut sebagai taktik manipulatif seperti spoofing, di mana order besar ditampilkan tetapi tidak dimaksudkan untuk dieksekusi, melainkan untuk memancing reaksi dari pasar. Setelah reaksi tercipta dan harga mulai bergerak sesuai arah yang diinginkan, manipulasi terjadi saat sell wall dihapus atau diubah posisinya.

Dalam analogi sederhana, bayangkan seseorang di acara lelang yang pura-pura menawar dengan harga tinggi untuk membuat orang lain berpikir barang tersebut berharga lebih tinggi. Begitu orang lain mulai menawar lebih tinggi, orang yang berpura-pura tadi mundur, membiarkan orang lain membayar harga yang lebih tinggi. Di pasar, pelaku manipulatif bisa menciptakan situasi serupa dengan sell wall, menariknya tiba-tiba untuk membiarkan harga naik setelah psikologi pasar berhasil dimanipulasi. [dp]

PT Equityworld Futures Semarang