Jumat, 29 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Penjualan Aneka Tambang (ANTM) Tumbuh Ratusan Persen pada Semester I-2025

Emas Batangan Antam Alami Kenaikan Setelah Terus Turun - UMJ 

PT Equityworld Futures Semarang – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membukukan kinerja keuangan periode enam bulan pertama 2025 yang cemerlang.

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), ANTM meraih penjualan senilai Rp 59,02 triliun pada semester I-2025. Angka ini melesat 154,51% year on year (yoy) dibandingkan penjualan pada semester I-2024 yakni Rp 23,19 triliun.

Hasil ini sangat dipengaruhi oleh lonjakan penjualan logam mulia dan pemurnian ANTM yakni sebesar 162,30% yoy menjadi Rp 49,68 triliun pada semester I-2025. ANTM juga membukukan kenaikan penjualan nikel sebesar 124,86% yoy menjadi Rp 7,87 triliun serta penjualan bauksit dan alumina turut meroket 101,89% yoy menjadi Rp 1,46 triliun.

ANTM turut mengalami kenaikan beban pokok penjualan sebesar 139,64% yoy menjadi Rp 50,78 triliun pada semester I-2025, dari sebelumnya yakni Rp 21,19 triliun. Beban usaha ANTM turut meningkat 42,86% yoy menjadi Rp 2,10 triliun pada semester I-2025, dari sebelumnya Rp 1,47 triliun.

Laba usaha ANTM tercatat sebesar Rp 6,14 triliun pada akhir semester I-2025, atau melonjak 1.052,97% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp 532,33 miliar.

Laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ANTM ikut meroket 203,23% yoy menjadi Rp 4,70 triliun pada akhir semester I-2025, dibandingkan laba bersih perusahaan pada semester I-2024 yakni Rp 1,55 triliun.

Total aset ANTM pada akhir semester I-2025 tercatat sebesar Rp 48,38 triliun yang terdiri dari liabilitas sebesar Rp 14,67 triliun dan ekuitas sebesar Rp 33,71 triliun.

PT Equityworld Futures Semarang

Kamis, 28 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Menguat ke 7.952 Hari Ini (28/8), Net Buy Asing Terbesar di Saham BBCA

IHSG Tembus 7500, Potensi Koreksi Patut Diwaspadai - Ajaib 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada hari ini. IHSG menyentuh level tertinggi harian di 8.022,76. IHSG menguat 15,91 poin atau 0,20% menjadi 7.952,09 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (28/8).

Investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 278,61 miliar di seluruh pasar saat IHSG menguat. Net sell asing di pasar reguler mencapai Rp 293,52 miliar. Sedangkan di pasar negosiasi dan pasar tunai, investor asing mencatat net buy atau beli bersih Rp 14,91 miliar.

Saham-saham dengan net buy terbesar asing hari ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 145,53 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 97,86 miliar, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp 72,24 miliar.

Saham-saham dengan net sell terbesar asing asing adalah PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 195,25 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 125,57 miliar, dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 110,95 miliar.

 

Top gainers LQ45 hari ini adalah:

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) 5,24%
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 5,02%
PT Bank Jago Tbk (ARTO) 3,98%
Top losers LQ45 terdiri dari:

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) -4,91%
PT Indosat Tbk (ISAT) -2,88%
PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) -1,94%

 

Penguatan IHSG disokong oleh kenaikan 10 indeks sektoral. Sektor perindustrian melonjak 2,58%. Sektor teknologi melesat 1,86%.

Sektor barang konsumsi nonprimer melaju 1,57%. Sektor transportasi dan logistik terangkat 1,01%. Sektor kesehatan naik 0,74%.

Sektor barang konsumsi primer naik 0,70%. Sektor properti dan real estat naik 0,68%. Sektor keuangan naik 0,50%.

Sektor energi naik 0,41%. Sektor barang baku menguat 0,37%.

Hanya sektor infrastruktur yang melemah 0,79%.

Total volume transaksi bursa mencapai 44,48 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 16,63 triliun. Sebanyak 377 saham menguat. Ada 288 saham yang turun harga dan 140 saham flat.

IHSG menguat 0,78% dalam sepekan terakhir. Sedangkan sejak awal tahun, IHSG naik 12,32%.

PT Equityworld Futures Semarang 

 

Rabu, 27 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG ditutup menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa Asia

IHSG Hari ini Cerah buat Awali Juli, Menguat ke Level 6.956 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

IHSG ditutup menguat 30,42 poin atau 0,38 persen ke posisi 7.936,18. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,14 poin atau 0,51 persen ke posisi 813,47.

“Pasar tampaknya merespon rilis data profit industrial China yang mengalami pemulihan di tengah masih melemahnya permintaan domestik mereka,” sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari kawasan Asia, Biro Statistik Nasional (NBS) China mencatat laba industri turun 1,5 persen year on year (yoy) pada Juli 2025, atau mereda dari penurunan 4,3 persen (yoy) pada Juni 2025, serta mengalami kontraksi 1,7 persen year to date (ytd) atau membaik dari kontraksi 1,8 persen (ytd) pada Juni 2025.

Pelaku pasar menilai meredanya penurunan itu bagian dari langkah-langkah dukungan pemerintahan China yang sedang berlangsung dalam upaya membangkitkan ekonomi mereka.

Dari Amerika Serikat (AS), pelaku pasar diselimuti kekhawatiran tentang independensi The Fed yang dapat mengikis kepercayaan pasar, pasca Presiden AS Donald Trump memberhentikan Gubernur Fed Lisa Cook.

Dari dalam negeri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengungkapkan AS sepakat secara prinsip untuk mengecualikan ekspor komoditas utama Indonesia, yakni kakao, minyak sawit, dan karet, dari bea masuk sebesar 19 persen yang diberlakukan Presiden Trump sejak 7 Agustus 2025.

Kabar itu tentunya akan mendorong daya saing ekspor Indonesia yang lebih kompetitif di pasar AS, sehingga akan menopang neraca perdagangan Indonesia.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu sektor industri naik sebesar 2,20 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor properti yang naik masing-masing naik sebesar 2,17 persen dan 2,11 persen. 

Sedangkan lima sektor terkoreksi yaitu sektor barang konsumen non primer turun paling dalam sebesar 0,97 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing turun sebesar 0,85 persen dan 0,53 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MITI, HUMI, BSBK, KETR, dan PGUN. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni JECC, RELI, RGAS, FITT, dan KRYA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.304.642 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 41,21 miliar lembar saham senilai Rp21,57 triliun. Sebanyak 335 saham naik, 327 saham menurun, dan 142 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 86,10 poin atau 0,20 persen ke 42.480,00, indeks Hang Seng melemah 323,16 poin atau 1,27 persen ke 25.201,76, indeks Shanghai turun 68,03 poin atau 1,76 persen ke 3.800,35, dan indeks Strait Times melemah 3,62 poin atau 0,09 persen ke 4.240,09. 

PT Equityworld Futures Semarang 

Selasa, 26 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG diprediksi mendatar di tengah pelemahan bursa kawasan Asia

Rekor IHSG dan Kapitalisasi Pasar Tertinggi Sepanjang Sejarah di Awal Tahun  2024 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa diperkirakan bergerak mendatar di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia

IHSG dibuka menguat 14,01 poin atau 0,18 persen ke posisi 7.940,92. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,14 poin atau 0,14 persen ke posisi 827,78.

"IHSG berpeluang bergerak sideways (mendatar) pada hari ini,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari mancanegara, sorotan pelaku pasar tertuju pada pidato pejabat Federal Reserve (The Fed) Thomas Barkin pada hari ini, Selasa (26/08).

Setiap komentar pejabat The Fed saat ini menjadi bahan spekulasi, mengingat Ketua The Fed Jerome Powell di Jackson Hole pada pekan lalu, memberikan sinyal paling jelas bahwa era pengetatan moneter sudah berakhir.

Powell mengakui inflasi melandai, sementara pasar tenaga kerja mulai melemah, sehingga kebijakan saat ini dinilai terlalu restriktif.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) memperoleh ruang tambahan untuk melonggarkan kebijakan moneter tanpa khawatir pelemahan mata uang yang berlebihan. Namun, apabila The Fed menunda atau nada hawkish, pasar bisa kembali tertekan.

Di sisi lain, pelaku pasar tengah bersiap menghadapi momen penting, yakni cut-off date rebalancing MSCI edisi Agustus 2025 pada hari ini, Selasa (26/08).

Pada perdagangan Senin (25/08), bursa saham Eropa ditutup melemah, di antaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,93 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,13 persen, indeks DAX Jerman turun 0,37 persen, serta indeks CAC Prancis melemah 1,59 persen.

Bursa saham AS di Wall Street juga ditutup melemah pada perdagangan Senin (25/08), diantaranya indeks Nasdaq ditutup turun 0,22 persen ke level 21.449,29, indeks S&P 500 melemah 0,43 persen menjadi 6.439,32, dan indeks Dow Jones Industrial Average ditutup anjlok 349,27 poin atau 0,77 persen ke 45.282,47.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 443,32 poin atau 1,03 persen ke 42.370,00, indeks Shanghai melemah 10,81 poin atau 0,27 persen ke 3.872,30, indeks Hang Seng melemah 79,86 poin atau 0,30 persen ke 25.778,55, dan indeks Strait Times melemah 14,15 poin atau 0,33 persen ke 4.242,00.  

PT Equityworld Futures Semarang 

Senin, 25 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Emas Antam hari ini turun Rp4.000 ke angka Rp1,929 juta/gram ‎

Emas Antam Melonjak Tajam! Investor Kembali Berburu? - TIMES Majalengka 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas Antam yang dipantau dari laman Logam Mulia, Senin, mengalami penurunan Rp4.000 menjadi Rp1.929.000 dari semula Rp1.933.000 per gram

Adapun harga jual kembali (buyback) sebesar Rp1.775.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

‎PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback. Berikut harga pecahan emas batangan yang tercatat di laman Logam Mulia Antam pada Senin:

‎‎- Harga emas 0,5 gram: Rp1.014.500.

‎- ⁠Harga emas 1 gram: Rp1.929.000.

‎- ⁠Harga emas 2 gram: Rp3.798.000.

‎- ⁠Harga emas 3 gram: Rp5.672.000.

‎- ⁠Harga emas 5 gram: Rp9.420.000.

‎- ⁠Harga emas 10 gram: Rp18.785.000.

‎- Harga emas 25 gram: Rp46.837.000.

‎- ⁠Harga emas 50 gram: Rp93.595.000.

‎- ⁠Harga emas 100 gram: Rp187.112.000.

‎- ⁠Harga emas 250 gram: Rp467.515.000.

‎- ⁠Harga emas 500 gram: Rp934.820.000.

‎- ⁠Harga emas 1.000 gram: Rp1.869.600.000.

‎Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

‎Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.

PT Equityworld Futures Semarang 

Kamis, 21 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Grafik Harga Emas Antam Hari Ini (21 Agustus 2025), Naik atau Turun?

Keuntungan Investasi Emas dalam Setahun, Berapa Kenaikannya? 

PT Equityworld Futures Semarang – Kamis (21 Agustus 2025), informasi harga emas batangan bersertifikat di laman resmi Logam Mulia PT Aneka Tambang menunjukkan harga naik Rp 24.000 per gram, dari sebelumnya Rp 1.890.000 per gram menjadi Rp 1.914.000 per gram.

Demikian pula dengan harga buyback oleh Logam Mulia di laman yang sama, naik Rp 24.000 per gram, dari sebelumnya Rp 1.736.000 per gram menjadi Rp 1.760.000 per gram.

Dengan demikian, selisih antara harga emas dan harga buyback hari ini adalah Rp 154.000 per gram.

Selama ini Antam menetapkan dua macam harga emas batangan produksinya: harga emas dan harga beli kembali (buyback).

Harga emas yang tercantum di atas adalah harga yang berlaku ketika kita membeli emas Antam dari gerai Logam Mulia.

Adapun harga emas buyback adalah harga yang berlaku ketika kita menjual emas kepada gerai Logam Mulia.

Siapa saja perlu mencermati dua macam harga emas tersebut kalau benar-benar serius hendak menjadi investor emas batangan.

Tanpa memperhitungkan perbedaan dua harga tersebut, bisa-bisa seorang investor emas salah menghitung potensi untung dan rugi.

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 20 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Asing Doyan Belanja, 4 Saham Diborong

Ternyata Ada 4 Saham selain Bank yang Dilahap Asing 

PT Equityworld Futures Semarang – Investor asing terus melakukan transaksi beli bersih (net buy) saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (20/8/2025). Asing memborong saham BMRI, BBRI, BRMS, dan AMMN.

Adapun net buy asing di seluruh pasar hari ini mencapai Rp 766,7 miliar. Dengan begitu, total transaksi jual bersih (net sell) asing sepanjang tahun berjalan ini berkurang lagi menjadi Rp 53,5 triliun – berdasarkan data BEI.

Net buy terbesar di pasar reguler hari ini dialami saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 333,5 miliar.

Selain saham BMRI, asing juga menyerbu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy sebesar Rp 302,79 miliar.

Kemudian, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). Net buy asing pada saham BRMS sebesar Rp 237,4 miliar dan AMMN senilai Rp 101,7 miliar.

Sebaliknya, net sell terbanyak oleh investor asing melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 344,6 miliar.

Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini ditutup melonjak 80,87 poin (1,03%) ke level 7.943,8.

Target Harga BMRI & BBRI 

Saham Bank Mandiri (BMRI) merupakan salah satu saham yang belakangan ini diborong oleh investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam jumlah signifikan.

KB Valbury Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi buy saham Bank Mandiri (BMRI). Target harga saham BMRI berbasis gordon growth model (GGM) sebesar Rp 6.240.

Target harga tersebut setara dengan estimasi P/B 2025 sebesar 1,9 kali. Saat ini, saham BMRI diperdagangkan pada estimasi P/B 2025 sebesar 1,5 kali, sedikit di atas rata-rata standar deviasi (SD) -1 historis yang mencapai 1,4 kali.

Sementara itu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi merekomendasikan buy beberapa saham, salah satunya Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Target harga saham BBRI sebesar Rp 4.360.

Selain itu, buy saham BMRI dengan target harga Rp 6.300, TLKM Rp 3.240, ICBP Rp 11.500, dan KLBF Rp 1.720.

 

PT Equityworld Futures Semarang 

Selasa, 19 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Ditutup Melemah 35 Poin, Pasar Tunggu Keputusan BI soal Suku Bunga

IHSG Diramal Koreksi, Tiga Saham ini Dijagokan Analis 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (19/8/2025) sore ditutup melemah di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).

IHSG ditutup melemah 35,43 poin atau 0,45 persen ke posisi 7.862,95. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 5,83 poin atau 0,71 persen ke posisi 815,23.

“Pelaku pasar menantikan hasil RDG BI, yang menurut konsensus akan mempertahankan BI Rate di level 5,25 persen, setelah pada RDG Juli 2025 menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin,” sebut Tim Riset Phintraco Sekuritas, dilansir dari Antara.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) diperkirakan masih berpeluang menurunkan suku bunga lagi pada tahun ini, apabila laju inflasi masih terkendali dalam kisaran target BI sebesar 1,5-3,5 persen.

Inflasi Mei-Juli berturut-turut mengalami kenaikan hingga mencapai 2,37 persen year on year (yoy) pada Juli 2025, yang merupakan inflasi tertinggi sejak Juni 2024, namun masih dalam kisaran target BI.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 1,81 persen, diikuti oleh sektor transportasi dan logistik serta sektor barang kesehatan yang naik masing- masing sebesar 1,49 persen dan 0,26 persen.

Sedangkan, empat sektor melemah yaitu sektor infrastruktur paling dalam minus 0,41 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor barang konsumen non primer yang turun sebesar 0,34 persen dan 0,34 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BEER, KBLV, MAYA, CSIS dan ASLC. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni INPP, AMMS, ZYRX, AREA, dan ARTA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.176.070 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 40,05 miliar lembar saham senilai Rp18,55 triliun. Sebanyak 405 saham naik 242 saham menurun, dan 155 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 124,81 poin atau 0,33 persen ke 43.571,00, indeks Shanghai melemah 0,74 poin atau 0,02 persen ke 3.727,71, indeks Hang Seng melemah 53,95 poin atau 0,21 persen ke posisi 25.122,45, dan indeks Straits Times menguat 28,81 poin atau 0,69 persen ke 4.216,20.

PT Equityworld Futures Semarang 

Jumat, 15 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Alasan Bank Belum Turunkan Suku Bunga Kredit Meski BI Rate Turun

BI Sudah Kucurkan Rp 80,98 Triliun untuk Beli SBN 

PT Equityworld Futures Semarang – Hampir setahun sejak Bank Indonesia (BI) mulai menurunkan suku bunga acuan (BI rate) pada September 2024, penurunan signifikan suku bunga kredit perbankan belum terlihat.

Sepanjang tahun ini, BI rate telah dipangkas tiga kali dengan total penurunan 75 basis poin (bps). Langkah tersebut sempat memunculkan harapan berakhirnya era suku bunga tinggi. 

Namun, data BI menunjukkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) justru mengalami kenaikan. Per Mei 2025, SBDK perbankan secara industri tercatat 9,23%, naik dari posisi Desember 2024 sebesar 9,18% dan lebih tinggi dibandingkan Mei 2024 di level 8,81%.

Persaingan likuiditas kerap menjadi alasan sulitnya bank menurunkan bunga kredit. Namun, rasio likuiditas perbankan yang diukur melalui loan to deposit ratio (LDR) kini mulai melonggar ke 86,4%, dibandingkan posisi Desember 2024 yang sebesar 88,62%.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan menjelaskan, bunga kredit di banknya belum turun signifikan karena sebelumnya tidak naik setinggi bunga deposito saat suku bunga tinggi. 

Saat ini, CIMB Niaga lebih memprioritaskan penurunan bunga deposito, dan penyesuaian bunga kredit akan menyusul seiring turunnya biaya dana (cost of fund).

“Kelihatannya penurunan bunga kredit akan mengikuti jika cost of fund turun lebih nyata,” kata Lani, kemarin. 

Ia menilai likuiditas belum sepenuhnya longgar, dan bank baru mampu menahan biaya dana di level yang sama.

Lani berharap pada semester II 2025, pelonggaran likuiditas akan terjadi seiring jatuh temponya surat utang di pasar dan rendahnya SRBI, sehingga bunga deposito bisa ditekan.

Berdasarkan catatan, SBDK CIMB Niaga pada segmen kredit pemilikan rumah (KPR) per 31 Juli 2025 mencapai 8,7%, naik dari 8,16% pada Januari 2025.

Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan juga mengakui persaingan likuiditas lebih terkendali dibanding semester I-2024, tetapi biaya dana masih tinggi. Banyak bank besar belum memangkas bunga deposito sehingga bank lain cenderung menunggu langkah mereka.

Steffano menegaskan, suku bunga kredit akan disesuaikan mengikuti pergerakan biaya dana. Namun, penurunan tidak akan dilakukan secara langsung karena memerlukan jeda waktu implementasi. 

Ia memperkirakan, jika penurunan terjadi, bunga kredit korporasi akan lebih cepat turun dibandingkan segmen ritel, mengingat profil risikonya yang lebih rendah.

PT Equityworld Futures Semarang 

Kamis, 14 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Pasokan Gas Cikarang Listrindo (POWR) Alami Gangguan, Ini Kata Manajemen

Contoh Pemanfaatan Gas Alam dalam Kehidupan Sehari-hari, Apa Saja? - Semua  Halaman - Bobo 

PT Equityworld Futures Semarang – PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR) mengungkapkan tengah menghadapi gangguan pasokan gas dari pemasok.

Saat ini, pasokan gas untuk POWR berasal dari PT Pertamina EP (PEP) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melalui kontrak yang berlaku hingga Desember 2029 untuk PEP dan Maret 2035 untuk PGN.

Sekretaris Perusahaan POWR Rani Maheswari Miraza mengatakan pada 5 Agustus 2025 lalu, telah terjadi insiden dan unplanned shutdown di area Stasiun Pengumpul Field Subang yang dioperasikan oleh PEP.

"Kondisi ini berdampak pada pasokan gas bumi ke seluruh pelanggan PEP Jawa bagian Barat, yang diantaranya adalah PT Cikarang Listrindo Tbk," kata Rani dalam keterangannya di keterbukaan informasi, Kamis (14/8).

Kemudian pada 10 Agustus 2025, POWR menerima pemberitahuan resmi dari PGN mengenai penurunan tekanan pasokan gas ke perusahaan. Selanjutnya, pada 13 Agustus 2025, PGN kembali mengirimkan pemberitahuan resmi terkait masalah tekanan kritis pada jaringan South Sumatera West Java (SSWJ), yang berpotensi mengurangi tekanan gas yang disalurkan ke pembangkit listrik POWR.

"Sebagai tanggapan, kami segera mengambil langkah mitigasi dengan memanfaatkan bahan bakar lainnya, untuk memastikan pemenuhan kebutuhan energi pelanggan industri tanpa gangguan, hingga pasokan gas dari PEP dan PGN kembali normal," ujar Rani.

 

 

Rani juga menyampaikan saat ini POWR tengah menilai potensi dampak dari gangguan pasokan gas terhadap kondisi keuangan perusahaan.

"Perseroan tetap berkomitmen untuk memantau situasi secara cermat dan saat ini sedang berkoordinasi dengan pemasok gas, regulator, dan pemangku kepentingan lainnya, sebagai langkah mitigasi untuk menjaga reliabilitas operasional pasokan listrik," tutup Rani. 

Hingga perdagangan Kamis (14/8), harga saham POWR anjlok 2,84% ke level Rp 685 per saham. Secara tahun berjalan, pergerakan harga saham ini juga masih melemah 1,44%.

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 13 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Asing Mengekor Kenaikan Wall Street, Dipicu Harapan Pemangkasan Suku Bunga

Rangkuman Rekomendasi Saham Hari Ini, 25 Juni 2025 - Market 

PT Equityworld Futures Semarang – Pasar di kawasan Asia-Pasifik dibuka menguat pada Rabu pagi, mengikuti tren positif dari Wall Street yang terdorong oleh data inflasi terbaru Amerika Serikat. 

Data tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) berpotensi memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya bulan depan.

Indeks Nikkei 225 di Jepang menguat sebesar 1% setelah mencatat rekor tertinggi pada hari Selasa. Sementara itu, indeks Topix yang lebih luas juga naik 0,72% pada pukul 08.02 waktu Singapura.

Di Korea Selatan, indeks Kospi meningkat 1,07%, dan indeks Kosdaq yang berfokus pada saham berkapitalisasi kecil naik 0,88%. Di Australia, indeks S&P/ASX 200 bertambah 0,29%.

Mengawali tengah pekan dari Singapura, pasar Asia diperkirakan akan sebagian besar dibuka lebih tinggi.

Untuk pasar Jepang, kontrak berjangka Nikkei 225 di Chicago menunjukkan angka 43.325, lebih tinggi dari penutupan terakhir di 42.718,17. Di Osaka, kontrak berjangka terakhir diperdagangkan pada angka 43.280. 

Futures indeks Hang Seng Hong Kong juga mengindikasikan pembukaan yang lebih tinggi, dengan angka 25.144 dibandingkan penutupan sebelumnya di 24.969,68.

Namun, untuk Australia, kontrak berjangka S&P/ASX 200 diprediksi turun sedikit ke angka 8.852 dari penutupan sebelumnya 8.880,8.

Di Amerika Serikat, indeks S&P 500 menguat 0,8% pada Selasa dan mencapai rekor tertinggi secara intraday.

Selama sesi perdagangan, indeks ini berhasil melampaui level tertinggi sebelumnya pada 31 Juli. Jika ditutup pada level tersebut, ini akan menjadi rekor penutupan tertinggi S&P ke-16 tahun ini.

Sementara itu, indeks Nasdaq Composite juga mencatat rekor intraday baru pada pagi harinya. Rekor penutupan tertinggi yang mungkin tercapai akan menjadi yang ke-19 untuk indeks tersebut sepanjang tahun ini. 

PT Equityworld Futures Semarang  

Selasa, 12 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Menguat Pasca Penundaan Kesepakatan AS-China, Proyeksinya Bisa ke level 7.800

IHSG Tembus 7500, Potensi Koreksi Patut Diwaspadai - Ajaib 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mendapat angin segar usai Amerika Serikat (AS) menunda kesepakatan tarif dagang dengan China sejak Senin (11/8/2025) hingga 90 hari ke depan.

Ekonom PT Panin Sekuritas Tbk, Felix Darmawan mengatakan, kesepakatan tersebut memberi sentimen positif jangka pendek bagi pasar saham Asia, termasuk IHSG. Menurutnya investor melihat ini sebagai ruang napas untuk rantai pasok global dan perdagangan komoditas sehingga aliran modal asing bisa lebih stabil dalam waktu dekat.

Menilik pergerakannya hingga sesi I perdagangan hari ini, IHSG telah menguat 1,84% ke level 7.745,73. 

Per pukul 12.47 WIB, indeks Nikkei Jepang pun turut menguat 2,26%, disusul Shanghai Composite Index yang mendaki 0,42%. 

Namun, Straits Times Index Singapura tampak memerah 0,19%, begitupun Hang Seng Index Hong Kong yang melemah 0,05% hingga pukul 12.47 WIB.

“Mengingat ini hanya jeda sementara, pasar tetap akan sensitif terhadap perkembangan negosiasi selanjutnya,” jelas Felix saat dihubungi Kontan, Selasa (12/8/2025).

Dampak dari kesepakatan ini menurut Felix akan cukup signifikan dalam beberapa minggu awal, khususnya bagi sektor berbasis ekspor dan komoditas. Meski demikian, kekuatannya akan bergantung pada progres negosiasi yang nyata. 

Kelak jika tidak ada kemajuan substantif, euforia ini menurut Felix bisa cepat mereda dan pasar kembali fokus pada risiko makroekonomi lain seperti kebijakan suku bunga global.

Dengan asumsi sentimen global tetap terjaga dan arus dana asing berlanjut, IHSG menurut Felix berpotensi menguji level 7.800 hingga 7.900 di sisa tahun ini.

“Namun jika negosiasi AS–China kembali buntu, volatilitas bisa meningkat dan target menjadi lebih konservatif di kisaran 7.600–7.700,” pungkasnya.

PT Equityworld Futures Semarang 

 

Jumat, 08 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Antam Kembali Naik pada Jumat (8/8), Begini Prospeknya

Harga Emas Antam Kembali Melonjak Rp18.000 per Gram 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam kembali naik hari Jumat (8/8//2025).

Harga emas Antam tercatat naik ke posisi Rp 1.959.000 per gram atau melonjak Rp 16.000 dari hari sebelumnya. Harganya pun sudah naik 2,5% selama sepekan.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha mencermati, kenaikan ini wajar seiring naiknya harga emas global. Sehingga, turut memengaruhi harga emas di dalam negeri.

Tak hanya itu, melemahnya rupiah per dolar AS juga memengaruhi. “Pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan harga emas dalam rupiah naik,” katanya kepada Kontan, Jumat (8/8/2025).

Andy mencermati terdapat peningkatan permintaan emas batangan domestik sebagai aset lindung. “Ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik,” imbuhnya. 

Ke depan, ia menyarankan pelaku pasar untuk mengawasi faktor pembelian emas oleh bank sentral dan investor besar. Ini dapat menopang harga emas jika trennya berlanjut.

Kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed juga perlu dipantau ke depan. “Penurunan suku bunga cenderung mendorong harga emas naik,” lanjut Andy.

Ia merekomendasikan investor yang ingin investasi jangka panjang untuk bisa membeli emas batangan secara bertahap, atau dollar cost averaging. “Ini sebagai proteksi nilai kekayaan,” katanya.

Namun, untuk profil investor yang berfokus pada investasi jangka pendek, Andy menyarankan untuk menunggu koreksi harga ke kisaran Rp 1,85 juta - Rp 1,9 juta sebelum kembali masuk.

Hingga akhir tahun, Andy memprediksi harga emas Antam bisa tembus ke atas Rp 2 juta per gram. “Terutama jika rupiah tertekan,” pungkasnya.

PT Equityworld Futures Semarang 

 

Kamis, 07 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Menguat 0,49% di Sesi Pertama Hari Ini (7/8), Bakal Tembus ke 7.600?

Apa Itu IHSG? Berikut Pengertian, Fungsi hingga Sentimen yang Bayangi Hari  Ini 25 Februari 2025 - Saham Liputan6.com 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau sepanjang perdagangan sesi pertama pada hari ini (7/8/2025).

Melansir data RTI, IHSG menguat 0,49% atau naik 37,02 poin ke level 7.540,77. Tercatat sebanyak 251 saham menguat, 332 saham melemah, dan 218 saham stagnan.

Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan melihat secara teknikal, IHSG membentuk long upper shadow seiring dengan pergerakan sideways pada histogram negatif MACD. Sementara indikator Stochastic RSI berada pada oversold area. 

"Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 7500-7575 pada perdagangan Sesi II," kata Valdy dalam risetnya, Kamis (7/8).

Total volume perdagangan hingga sesi I mencapai 19,45 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp 9,3 triliun. 

Sebanyak delapan indeks sektoral mendorong penguatan IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yakni: IDX-Cyclic naik 1,81%, IDX-Basic naik 1,23%, dan IDX-Industry naik 0,84%.

Adapun saham-saham yang menjadi top gainers LQ45 di sesi pagi antara lain:

PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 15,51% ke Rp 8.750
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 5,00% ke Rp 2.520
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 4,11% ke Rp 4.050
Sementara itu, top losers LQ45 meliputi:

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 2,81% ke Rp 2.420
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 1,85% ke Rp 1.590
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 1,79% ke Rp 1.370

PT Equityworld Futures Semarang 

 

Rabu, 06 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – UBS Perkirakan GBP/USD Mencapai 1,40 pada Pertengahan 2026

UBS GOLD - Trust in Gold 

PT Equityworld Futures Semarang – Penurunan pound Inggris terhadap dolar AS dalam seminggu terakhir sebagian besar sejalan dengan penguatan USD secara lebih luas, menurut analisis terbaru UBS. Bank investasi tersebut mencatat bahwa pound juga sedikit underperform terhadap rekan-rekan Eropa, dengan nilai tukar EUR/GBP naik sedikit di atas level 0,86.

Data ekonomi Inggris terbaru menunjukkan pertumbuhan yang melambat dan pasar tenaga kerja yang melemah, lapor UBS. Meskipun kondisi ini, bank tersebut berpendapat bahwa dengan pertumbuhan upah dan inflasi yang tetap pada level tinggi yang tidak nyaman, Bank of England memiliki ruang terbatas untuk pelonggaran moneter yang agresif.

UBS memperkirakan hanya dua pemotongan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin dari Bank of England hingga akhir tahun, yang sejalan dengan konsensus pasar. Bank tersebut memperkirakan penyesuaian suku bunga yang moderat ini akan mempertahankan prospek carry pound yang menarik terhadap sebagian besar mata uang lainnya.

Untuk pedagang mata uang, UBS terus mendukung perdagangan carry GBP yang didanai CHF mengingat perbedaan suku bunga yang tinggi. Bank tersebut memperkirakan GBP/USD akan mencapai 1,40 pada pertengahan 2026 dan merekomendasikan menggunakan pelemahan baru-baru ini di bawah 1,33 sebagai kesempatan untuk melindungi nilai posisi USD.

Bank investasi tersebut mengidentifikasi peluang peningkatan yield yang terbatas bagi investor GBP dalam lingkungan saat ini. Strategi yang disukai UBS melibatkan penjualan risiko kenaikan dalam GBP/NOK di atas 13,90 selama sebulan ke depan, sambil juga mencatat potensi kenaikan dalam proksi risiko Eropa lainnya seperti NOK dan SEK terhadap pound sepanjang horizon perkiraan mereka.

PT Equityworld Futures Semarang 

Selasa, 05 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Hari Ini, Selasa 5 Agustus 2025: Mendatar Jelang Rilis Pertumbuhan Ekonomi

Mengenal IHSG dan Fungsinya bagi Investor Pasar Modal 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa, 5 Agustus 2025, diprediksi bergerak mendatar. Analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengungkapkan sentimen utama akan berasal dari tingkat domestik. Data-data perekonomian domestik bakal dirilis selama pekan ini.

“IHSG hari ini diperkirakan terkonsolidasi (mendatar) di kisaran level psikologis 7.500," ujar Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan sejumlah data-data ekonomi yang akan dirilis selama pekan ini, seperti pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II-2025. Data itu akan diumumkan hari ini.

Selain itu, akan dirilis juga cadangan devisa periode Juli 2025 pada Kamis (07/08), serta Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), retail sales, car sales dan motorbike sales pada Jumat (08/08).

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan perkembangan negosiasi tarif antara AS dengan mitra dagangnya, sebelum batas waktu 7 Agustus 2025, serta mencermati perkembangan negosiasi dagang antara AS dan China sebelum batas waktu 12 Agustus 2025.

Selain itu, pelaku pasar akan mencermati indeks ISM Service Juli 2025 dari AS yang diperkirakan membaik pada level 51.5 pada Juli 2025 dari sebelumnya 50.8 pada Juni 2025. 

PT Equityworld Futures Semarang 

Senin, 04 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang –Antam (ANTM) Kantongi Fasilitas Kredit Jumbo US$500 Juta, Ini Tujuannya

Harga Emas Hari Ini 8 Mei 2025 Terkoreksi Turun Tipis · 

PT Equityworld Futures Semarang – PT Aneka Tambang Tbk (JK:ANTM) resmi memperoleh fasilitas kredit berjangka dan bergulir dengan nilai mencapai US$500 juta. Perjanjian mengenai fasilitas kredit ini diteken pada 1 Agustus 2025.

Dalam kesepakatan ini, Antam bertindak sebagai debitur. Adapun pihak pemberi pinjaman adalah konsorsium yang terdiri dari DBS Bank Ltd., MUFG Bank, Ltd., PT Bank SMBC Indonesia Tbk, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch, dan United Overseas Bank Limited.

Kelima institusi tersebut berperan sebagai mandated lead arrangers, underwriters, sekaligus bookrunners. Sementara itu, PT Bank DBS Indonesia bertindak sebagai agen dari para pihak pembiayaan (selain dirinya), dan United Overseas Bank Limited bertugas sebagai koordinator tunggal.

“Transaksi ini merupakan transaksi material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17/2020, serta dianggap sebagai Informasi atau Fakta Material dalam POJK 31/2015. Namun demikian, transaksi ini bukan termasuk dalam kategori transaksi afiliasi maupun transaksi benturan kepentingan sebagaimana dimaksud POJK 42/2020,” jelas manajemen Antam.

Fasilitas ini terbagi menjadi dua komponen utama. Pertama, Fasilitas A berupa kredit berjangka senilai US$250 juta, dan kedua, Fasilitas B berupa kredit bergulir dengan nilai sama, US$250 juta.

"Tujuan dari fasilitas pinjaman adalah untuk mendanai tujuan umum Perseroan termasuk namun tidak terbatas pada belanja modal, pengambilalihan, kebutuhan modal kerja, serta pembayaran biaya-biaya dan pengeluaran-pengeluaran sehubungan dengan fasilitas pinjaman," kata manajemen.

Terkait biaya bunga, suku bunga yang dikenakan adalah kombinasi dari margin dan suku bunga acuan SOFR. Untuk kreditur luar negeri, margin ditetapkan sebesar 1,025%, sedangkan untuk kreditur dalam negeri sebesar 1,075%. Suku bunga acuan yang digunakan adalah SOFR (Secured Overnight Financing Rate) yang dikelola oleh CME Group Benchmark Administration Limited. 

Adapun periode ketersediaan dana dan jatuh tempo bervariasi. Fasilitas A memiliki masa ketersediaan hingga 18 bulan sejak tanggal perjanjian, sementara Fasilitas B tersedia hingga 59 bulan ke depan. Kedua fasilitas tersebut akan jatuh tempo pada 60 bulan atau lima tahun sejak tanggal perjanjian ditandatangani. 

PT Equityworld Futures Semarang 

Jumat, 01 Agustus 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS: Tetap Fokus pada Data Meski Ada Tarif Baru

Sejarah Dollar AS Menjadi Mata Uang Dunia Halaman 1 - Kompasiana.com 

PT Equityworld Futures Semarang – AS telah mengumumkan tarif ’resiprokal’ baru (Kanada, Swiss, dan Selandia Baru merupakan target utama) dengan tetap mempertahankan suku bunga dasar pada 10%. Dampak pasar yang diredam menandakan ekspektasi yang masih ada terhadap kesepakatan perdagangan dan fokus yang lebih besar pada data. Hari ini, kami memperkirakan penggajian di 115k dan pengangguran di 4,2%, yang dapat menyebabkan beberapa konsolidasi keuntungan US dollar

USD: Tarif Diabaikan, Fokus pada Data Gaji
AS telah mengumumkan tarif baru yang akan mulai berlaku pada 7 Agustus. Tarif dasar untuk sebagian besar negara tetap sebesar 10%, namun mitra dagang lainnya (seperti Kanada, Swiss, dan Selandia Baru) dikenakan tarif hingga 41%. Pasar terus memperlakukan hal ini dengan sedikit keraguan, mungkin dengan pandangan bahwa kesepakatan masih mungkin disepakati dalam beberapa minggu mendatang. Kami tidak melihat adanya implikasi yang berarti untuk dolar AS dalam waktu dekat.

Rangkuman data AS kemarin. deflator PCE inti naik 0,3% bulan ke bulan sesuai konsensus (0,26% dibulatkan), belum menunjukkan kenaikan yang mengkhawatirkan. Pendapatan dan pengeluaran pribadi meningkat 0,3% secara nominal, dengan pengeluaran riil naik 0,1%. indeks biaya tenaga kerja , ukuran luas biaya tenaga kerja, naik 0,9% kuartal-ke-kuartal, sedikit di atas perkiraan 0,8%, meninggalkan pertumbuhan upah swasta di 3,5% tahun-ke-tahun - konsisten dengan 2% inflasi dari waktu ke waktu. Klaim pengangguran awal sebagian besar tidak berubah, berdetak ke 218k dari 217k, sementara klaim yang berkelanjutan bertahan di 1.946k.

Secara keseluruhan, tidak ada poin data yang secara khusus menggerakkan pasar, dan juga tidak secara tegas mendukung penurunan lebih lanjut dalam dolar AS. US dollar Index (DXY) bergerak lebih tinggi sebagian besar karena aksi jual pasca-Bank of Japan yen, namun dolar AS bergerak beragam terhadap mata uang G10. Dalam pandangan kami, penilaian ulang pertumbuhan setelah kesepakatan Uni Eropa-AS dan sikap hawkish Federal Reserve sepertinya tidak akan bertahan lama: pasar FX pada dasarnya digerakkan oleh data pada saat ini.

Data pekerjaan hari ini memberikan peluang terbaik bagi dolar AS untuk mengambil lompatan lebih tinggi sebelum beberapa ketenangan sebelumCPI (12 Agustus) membuat dolar AS terpapar pada reposisi bearish jangka menengah. Konsensus payrolls adalah 104k, angka bisikan adalah 120k, dan perkiraan kami 115k. Ketua Fed Jay Powell telah memberikan penekanan yang lebih besar pada tingkat pengangguran, yang diperkirakan akan naik sedikit dari 4,1% menjadi 4,2% - hampir tidak cukup untuk membunyikan alarm di pasar tenaga kerja.

Kami memperkirakan skenario 115k, 4,2% hanya sedikit positif untuk dolar AS. Setelah kenaikan besar minggu ini, hal ini dapat menyebabkan beberapa konsolidasi. Manufaktur ISM untuk bulan Juli juga dirilis hari ini dan diperkirakan akan bergerak lebih tinggi, namun dampaknya terhadap FX akan jauh lebih terbatas. Pasar opsi menetapkan harga di bulan Agustus yang tenang: Chris Turner membahas risiko dan peluang FX carry trade di sini.

EUR: Inflasi Mencegah Taruhan Dovish Lebih Lanjut
Perkiraan flash CPI zona euro untuk bulan Juli diterbitkan hari ini, menyusul sub-konsensus 1,8% yang dirilis untuk Jerman kemarin. Ekspektasi adalah untuk perlambatan moderat dari 2,0% menjadi 1,9% pada tingkat utama, dengan inti tidak berubah pada 2,3%. Hal ini mungkin tidak cukup untuk memicu repricing dovish yang serius terhadap ekspektasi suku bunga Bank Sentral Eropa, namun juga dapat mencegah spekulasi pemangkasan suku bunga yang belum sepenuhnya terealisasi.

Seperti yang telah dibahas di atas, data pekerjaan AS mungkin merupakan peluang terbaik untuk penurunan ke 1,130 di EUR/USD sebelum angka CPI di bulan Agustus. Koreksi terbaru berarti bahwa posisi tidak terlalu panjang di sisi long untuk pasangan ini, dan risiko menjelang rilis hari ini jauh lebih seimbang.

Kecuali ada kejutan hari ini, kami pikir beberapa hari ke depan dapat melihat beberapa support untuk EUR/USD dan potensi pengujian ulang di 1,150.

CAD: Semakin Jatuh Setelah Kenaikan Tarif
Seperti yang telah dibahas di bagian USD, tarif ’resiprokal’ yang baru hanya memiliki sedikit dampak pada pasar. Namun, Kanada layak mendapatkan perhatian khusus dalam pandangan kami, terutama setelah Meksiko mendapatkan perpanjangan jeda lagi kemarin.

Meskipun ada perlindungan parsial USMCA dari pungutan baru sebesar 35%, kami pikir pasar terus meremehkan risiko penurunan untuk ekonomi Kanada. Ekspektasi tetap ada bahwa AS dan Kanada akan mencapai kesepakatan, tetapi sejauh ini kemajuan negosiasi masih kurang memuaskan dan pengakuan Kanada terhadap Palestina sebagai negara menciptakan batu sandungan lain.

Awal minggu ini, Bank of Canada tampaknya membiarkan pintu terbuka lebar untuk penurunan suku bunga tambahan jika aktivitas dan/atau pasar tenaga kerja memburuk. Kami melihat risiko pada kedua hal ini, dan harga 15bp pada akhir tahun terus terlihat terlalu konservatif. Kami memperkirakan setidaknya satu kali pemangkasan pada akhir tahun di Kanada, dan menargetkan 1,40 di USD/CAD dalam waktu dekat. 

PT Equityworld Futures Semarang