Kamis, 11 Januari 2024
PT Equityworld Futures Semarang – Dolar Bergerak Flat sebelum Rilis CPI Malam Ini
PT Equityworld Futures Semarang – Dolar AS stabil di awal perdagangan Eropa hari Kamis (11/01), mempertahankan tren positif tahun 2024 menjelang rilis data inflasi kunci AS yang bisa memberi lebih banyak petunjuk tentang kapan Federal Reserve dapat mulai memangkas suku bunga.
Pukul 16.20 WIB, Indeks Dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang lainnya, diperdagangkan flat di 102,090, tetapi masih menguat 1% sejak awal Januari.
CPI AS malam ini
Dolar telah menguat sebagian besar tahun baru saat traders kurangi spekulasi akan pemotongan suku bunga awal oleh Federal Reserve.
Namun, futures market mengindikasi bahwa sekitar 140 basis poin pemangkasan tahun ini masih diperhitungkan, dengan sekitar dua pertiga kemungkinan akan dimulai pada bulan Maret.
Rilis CPI AS bulan Desember di sesi kemungkinan akan mendorong sentimen hingga rapat penetapan kebijakan Fed berikutnya di bulan ini.
Data utama diperkirakan akan naik 0,2% pada bulan ini, peningkatan tahunan sebesar 3,2%, naik dari 3,1% pada bulan sebelumnya. Namun, angka inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang volatil, diperkirakan turun menjadi 3,8% secara tahunan, terendah sejak pertengahan 2021.
"Kendati kita mungkin tidak melihat lompatan besar dalam dolar dari konsensus CPI (sebenarnya ada beberapa potensi pelemahan mengingat sebagian pasar mungkin diposisikan untuk angka yang kuat), kami menduga gabungan dari turunnya inflasi inti yang hanya sedikit dan pengetatan tenaga kerja yang masih ada akan mendorong The Fed untuk menarik penurunan suku bunga dengan lebih kuat," ungkap analis di ING, dalam sebuah catatan.
Euro seimbangkan data Spanyol dan Italia
Di Eropa, EUR/USD diperdagangkan tidak banyak bergerak di 1,0974, dibantu oleh data produksi industri Spanyol naik 0,8% basis tahunan di bulan November, rebound dari penurunan 1,4% yang direvisi bulan sebelumnya.
Sebaliknya, data dari Italia menunjukkan turun sebesar 1,5% dalam sebulan di bulan November, jauh lebih lemah daripada penurunan yang diperkirakan sebesar 0,2%, saat zona euro secara keseluruhan kesulitan untuk mencatat pertumbuhan dalam bentuk apa pun.
"Indikator-indikator lunak isyarat kontraksi ekonomi pada bulan Desember juga, mengonfirmasi kemungkinan resesi teknis pada paruh kedua tahun 2023 dan prospek yang lemah untuk waktu dekat," kata Wakil Presiden ECB Luis de Guindos, pada hari Rabu.
GBP/USD naik 0,1% menjadi 1,2756, dibantu oleh sentimen Gubernur Bank of England Andrew Bailey yang menolak berkomentar soal potensi pemangkasan suku bunga, saat ia bersaksi di depan komite pemilihan Treasury pada hari Rabu.
"Stabilitas harga dan inflasi menjadi target yang konsisten dan mendukung stabilitas keuangan. Jadi penting dari sudut pandang stabilitas keuangan bahwa jelas kita mengembalikan inflasi ke target," kata Bailey.
Yen dekati level terendah satu bulan
Di lain sisi, USD/JPY turun 0,1% ke 145,53. Yen bergerak di dekat level terendah satu bulan dan mengalami pelemahan baru di tengah meningkatnya keyakinan bahwa Bank of Japan akan menunda perubahan dari kebijakan ultra-dovish.
USD/CNY turun 0,1% ke 7,1628, dan yuan sedikit pulih dari awal tahun yang lemah pada 2024. Sentimen terhadap China tetap lemah di tengah rebound ekonomi yang lamban, dengan data inflasi dan perdagangan yang akan dirilis pada hari Jumat diperkirakan akan ada sedikit perbaikan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar