Kamis, 31 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Saham BorgWarner Naik Setelah Lampaui Ekspektasi Q2, Tingkatkan Prospek 2025

Perbandingan Antara Saham dan Reksadana, Mana Lebih Menguntungkan? | Loan  Market Indonesia - Loan Market Indonesia 

PT Equityworld Futures Semarang – BorgWarner Inc. (NYSE:BWA) melaporkan hasil kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan pada hari Kamis, karena pemasok suku cadang mobil ini mendapat manfaat dari pertumbuhan kuat komponen kendaraan listrik meskipun kondisi pasar menantang.

Saham BorgWarner naik 2,37% dalam perdagangan pra-pasar setelah pengumuman tersebut.

Perusahaan mencatat laba disesuaikan sebesar $1,21 per saham, dengan nyaman mengalahkan ekspektasi analis sebesar $1,08. Pendapatan naik 1% menjadi $3,64 miliar, sedikit di atas estimasi konsensus sebesar $3,6 miliar.

Penjualan produk listrik kendaraan ringan perusahaan melonjak 31% YoY, membantu mengimbangi kelemahan di segmen lain. Penjualan organik secara keseluruhan tetap relatif datar dibandingkan dengan kuartal kedua 2024, yang menurut perusahaan sejalan dengan pasar kendaraan ringan dan komersial tertimbang mereka.

Perusahaan menaikkan panduan tahun penuh 2025, kini mengharapkan pendapatan antara $14 miliar dan $14,4 miliar, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar $13,6 miliar hingga $14,2 miliar. Laba per saham yang disesuaikan kini diproyeksikan antara $4,45 dan $4,65, di atas konsensus analis sebesar $4,35.

BorgWarner juga mengumumkan kenaikan 55% untuk dividen kas kuartalannya dan memperluas program pembelian kembali sahamnya menjadi $1 miliar hingga 2028. Perusahaan membeli kembali sekitar $108 juta sahamnya selama kuartal kedua.

Arus kas bebas untuk kuartal tersebut adalah $507 juta, peningkatan signifikan dari $297 juta pada periode yang sama tahun lalu. Perusahaan mengamankan beberapa penghargaan bisnis baru di seluruh portofolionya, termasuk beberapa kontrak turbocharger dan kesepakatan komponen listrik dengan produsen mobil global utama.

PT Equityworld Futures Semarang 

Rabu, 30 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Naik Tipis, Investor Nantikan Hasil Pertemuan The Fed

Harga emas berada di posisi bahaya untuk menembus level bawah utama 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Selasa (29/7). Hal ini terjadi karena investor cenderung bersikap wait and see sembari menanti keputusan kebijakan moneter dari Federal Reserve (The Fed).

Dilansir dari Reuters, Rabu (30/7), berikut ini adalah catatan pergerakan harga dari sejumlah komoditas utama logam mulia global:

Emas spot: naik 0,4% menjadi US$3.327,69.
Emas berjangka: naik 0,4% ke US$3.324.
Perak: naik tipis 0,1% ke US$38,19.
Palladium: menguat 0,9% ke US$1.257,41.
Platinum: melonjak 0,7% menjadi US$1.399,70.
Investor mencermati kelanjutan pembicaraan dagang antara China dan Amerika Serikat (AS). Meski menghasilkan perpanjangan jeda tarif timbal balik, para analis menilai bahwa negosiasi antara keduanya jauh lebih kompleks dibandingkan dengan kesepakatan dagang dengan Uni Eropa dan Jepang.

"Karena masih ada risiko kegagalan dalam pembicaraan, sebagian investor merasa perlu untuk tetap memiliki eksposur terhadap aset safe haven seperti emas," kata Analis Pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada.

Dari sisi kebijakan moneter, pasar menyoroti pertemuan dari The Fed. Pasar secara luas memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga acuan, namun investor akan mengamati pernyataan resmi lembaga itu untuk mencari petunjuk terkait waktu dan kecepatan potensi pemangkasan suku bunga.

Saat ini, pelaku pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin hingga akhir tahun, dengan bulan Oktober sebagai waktu yang paling memungkinkan. Namun, jika terdapat perbedaan pendapat dari dua anggota The Fed, ekspektasi bisa bergeser ke bulan September—yang berpotensi mendorong harga emas lebih tinggi.

PT Equityworld Futures Semarang 

Selasa, 29 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia

Galeri 24 vs Toko Emas: Mana Tempat Terbaik Jual Emas? 

PT Equityworld Futures Semarang – Futures emas lebih tinggi pada masa dagang Asia pada Selasa.

Pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, Futures emas untuk penyerahan Desember diperdagangkan pada USD3.372,31 per troy ons pada waktu penulisan, meningkat 0,16%.

Instrumen ini sebelumnya diperdagangkan sesi tinggi USD per troy ons. Emas kemungkinan akan mendapat support pada USD3.357,00 dan resistance pada USD3.458,10.

Indeks Dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,01% dan diperdagangkan pada USD98,40.

Sementara itu di Comex, Perak untuk penyerahan September jatuh 0,24% dan diperdagangkan pada USD38,31 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan September jatuh 0,49% dan diperdagangkan pada USD5,59 per pon.

PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 28 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Pangkas Penguatan, IHSG Ditutup Menguat 71,26 poin ke 7.614,77

IHSG Diprediksi Bergerak Variatif, Pasar Cermati Kesepakatan Dagang  Indonesia-AS 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lagi-lagi melaju kencang hari ini, Senin (28/7/2025). Indeks ditutup naik 0,94% atau 71,26 ke level 7.614,77 pada penutupan perdagangan.
Penguatan ini didukung oleh kenaikan 363 saham. Tercatat hanya 244 saham yang turun dan sisanya atau 199 tidak bergerak.

Nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 16,90 triliun yang melibatkan 28,78 miliar saham dalam 1,61 juta kali transaksi.

Mengutip Refinitiv, IHSG hari ini ditopang oleh sektor utilitas yang naik 4,44%. Kemudian barang baku naik 1,49% dan industri 1,27%.

Meski IHSG naik signifikan, penguatan ini terpantau terpangkas setelah saham asuransi Grup Sinar Mas (SMMA) berbalik arah dari semula menyentuh batas auto rejection atas (ARA) dan malah berakhir di zona hijau dan terkoreksi 5% lebih. SMMA yang pada sesi pertama tercatat sebagai penggerak utama kinerja IHS sebesar 36,1 indeks poin, pada penutupan malah menjadi pemberat utama (laggard)  IHSG dengan koreksi mencapai 9,57 indeks poin.

Sementara itu, penggerak utama kinerja IHSG hari ini adalah saham energi milik Prajogo Pangestu, Barito Renewables Energy (BREN), yang naik 3,59% dengan sumbangsih 10,42 indeks poin.

Lalu ada saham BBRI yang naik naik 1,55% ke level 3.940 dan menyumbang 9,89 indeks poin. 

Melengkapi lima besar penggerak utama kinerja IHSG hari ini adalah MDKA, CDIA dan TLKM.

Pekan ini pelaku pasar bersiap menghadapi minggu yang sarat agenda global dari keputusan bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed), negosiasi dagang Amerika Serikat (AS)-China, hingga rilis data manufaktur China dan Indonesia.

Sementara itu, euforia pasar domestik tetap perlu dibarengi dengan kewaspadaan. Sebagaimana diketahui, IHSG mencatat kinerja impresif sepanjang pekan perdagangan 21-25 Juli 2025. IHSG ditutup menguat 3,17% secara mingguan ke level 7.543,50 pada Jumat (25/7/2025), mencetak penguatan tiga pekan beruntun sejak awal Juli.

Kenaikan ini mempertegas kekuatan tren bullish di pasar saham domestik. Secara teknikal, IHSG berhasil menembus dua level resistance penting: pertama, di level 7.350 yang terbentuk pada 23 Januari 2025, dan kedua, di rentang 7.464,75-7.530,55 yang sebelumnya tercatat pada 11 Desember 2024.

Breakout di kedua zona ini menjadi sinyal kuat bahwa tren penguatan IHSG saat ini tetap terjaga, meskipun masih ditopang oleh segelintir emiten, terutama saham-saham konglomerat dan euforia atas saham IPO, serta didukung oleh momentum teknikal yang solid.

Akan tetapi sejak awal Juli, IHSG meninggalkan enam area gap teknikal pada grafik harian, hal yang umum terjadi ketika harga naik tajam dalam waktu singkat. Berikut daftar gap yang tercipta:

Gap 1: 6.943,92 - 6.955,45
Gap 2: 7.013,63 - 7.026,48
Gap 3: 7.055,79 - 7.071,34
Gap 4: 7.216,81 - 7.226,11
Gap 5: 7.291,56 - 7.311,91
Gap 6: 7.469,23 - 7.478,36

Dalam analisis teknikal, gap cenderung memiliki kemungkinan untuk ditutup kembali, meskipun waktunya bisa bervariasi dari jangka pendek hingga panjang.

Menariknya, dua zona resistance yang berhasil ditembus kini berpotensi menjadi area support teknikal baru, sesuai prinsip resistance becomes support. Selain menjadi level psikologis penting, kedua area ini juga beririsan dengan beberapa gap yang belum tertutup.

Oleh karena itu, jika terjadi koreksi, IHSG berpeluang menguji kembali level-level tersebut sebagai support dinamis, sekaligus menjadi ujian kekuatan tren naik IHSG ke depan.

PT Equityworld Futures Semarang 

Jumat, 25 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – BEI Bantah Beri Perlakuan Istimewa ke Emiten Konglomerat

BEI Mulai Terapkan IDX Industrial Classification - TopBusiness 

PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan tidak memberikan perlakuan khusus terhadap emiten yang terafiliasi dengan konglomerat dalam aktivitas perdagangan saham.

Penegasan ini disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menanggapi dinamika pasar yang melibatkan saham-saham seperti COIN, CDIA, dan DCII.

“Seluruh emiten kami perlakukan secara setara dan sesuai prinsip keterbukaan, transparansi, serta kepatuhan terhadap regulasi,” ujar Nyoman dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).

Nyoman menjelaskan bahwa pergerakan harga saham sepenuhnya ditentukan mekanisme pasar dan tidak dipengaruhi oleh perlakuan istimewa dari bursa.

Menurutnya, fluktuasi harga mencerminkan interaksi antara permintaan dan penawaran, serta pertimbangan investor terhadap informasi publik, seperti kinerja keuangan, prospek bisnis, dan sentimen pasar.

Terkait kontribusi sejumlah saham terhadap kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Nyoman menyebutnya sebagai cerminan ekspektasi pasar yang terbentuk secara alami. Ia juga menepis anggapan bahwa saham tertentu mendominasi IHSG karena intervensi atau perlakuan berbeda.

BEI, lanjutnya, menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan perdagangan berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien. Pengawasan dilakukan melalui berbagai langkah seperti suspensi saham apabila ditemukan fluktuasi harga yang tidak wajar, pola transaksi mencurigakan, atau informasi material yang belum tersampaikan ke publik.

“Langkah ini bagian dari perlindungan investor dan menjaga integritas pasar,” kata Nyoman.

Ia juga mengimbau investor agar berhati-hati dan mempertimbangkan aspek fundamental serta risiko investasi sebelum mengambil keputusan. BEI, kata dia, terus berkoordinasi dengan OJK dan pemangku kepentingan untuk menjaga kredibilitas pasar modal Indonesia.

PT Equityworld Futures Semarang 

 

Kamis, 24 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Apakah Emas Antam sama dengan Emas 24 Karat? Ini Jawabannya

Harga Emas Antam Melonjak Rp 15.000 per Gram 

PT Equityworld Futures Semarang – Emas telah lama menjadi salah satu instrumen investasi yang dipilih masyarakat. Ada berbagai macam opsi instrumen investasi emas yang bisa dipilih, seperti emas Antam, UBS, dan Galeri 24.

Dilansir dari laman Pegadaian, emas batangan yang bernilai tinggi, yakni 99,99 persen artinya sebanding dengan 24 karat. Lalu emas jenis apa yang sama dengan emas 24 karat?

Emas Antam
Emas Antam diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk yang kini di bawah anak perusahaan PT Inalum (Persero). Perusahaan tersebut bergerak di bidang pertambangan yang menghasilkan nikel dan emas.

Dengan kadar kemurnian 99,99 persen (24 karat), emas Antam mempunyai sertifikat resmi internasional, yakni London Bullion Market Association (LBMA). Oleh karena itu, merek emas ini dapat diperdagangkan secara luas di pasaran global.

Selain itu, Antam juga fokus untuk menghasilkan produksi emas batangan saja. Namun emas Antam terkadang mengeluarkan desain edisi eksklusif di hari atau perayaan tertentu, contohnya desain khusus peringatan Hari Raya Idulfitri atau Imlek. 

PT Equityworld Futures Semarang 

Selasa, 22 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Rupiah Selasa Berakhir Menguat Tipis ke Rp16.305/USD; Dollar di Eropa Merangkak Perlahan

Rupiah Masih Memiliki Peluang Menguat di Awal Pekan 

PT Equityworld Futures Semarang – Dalam pergerakan pasar uang Selasa sore ini (22/7), nilai tukar rupiah terhadap dollar berakhir menguat tipis, mengurangi gain sesi siangnya, sementara dollar AS di pasar Eropa naik terbatas setelah menurun 2 hari di sesi global sebelumnya.

Rupiah terhadap dollar AS sore ini menguat 0,01% atau 2 poin ke level Rp 16.305 dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 16.307. Rupiah terpantau sekitar rentang konsolidasi pada 4 hari terakhir.

Analis Vibiz Research Center melihat untuk hari ini perdagangan rupiah vs dollar dibuka melemah ke Rp 16.322 kemudian bergerak terkoreksi ke Rp16.325, dan terakhir sore ini WIB terpantau di posisi Rp 16.305.

Menguatnya rupiah terjadi sementara dollar AS di pasar uang Eropa naik tipis setelah menurun 2 hari; merangkak perlahan dari sekitar 1,5 minggu terendahnya menjelang deadline pelaksanaan tariff AS.

Indeks dollar, yang mengukur dollar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, sore hari WIB ini naik tipis ke 97,87, dibandingkan level penutupan sesi sebelumnya di 97,84.

Sementara itu, IHSG Selasa di akhir sesi melemah 53,456 poin (0,72%) ke level 7.344,736, sedangkan bursa saham kawasan Asia umumnya mixed, serta mencermati Wall Street yang berakhir variatif di mana S&P500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi barunya.

Analis Vibiz Research Center melihat dollar AS terhadap rupiah hari ini melemah, dengan dollar di pasar Eropa beranjak naik. Rupiah terhadap dollar seminggu ini terlihat akan berada dalam rentang antara Rp16.365 – Rp16.180.

PT Equityworld Futures Semarang 

Jumat, 18 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Data Ekonomi Baru Dorong Optimisme Investor Dolar AS

Investor Ramai-ramai Jual Dolar AS - Market 

PT Equityworld Futures Semarang – Nilai Dolar Amerika Serikat (AS) menguat secara luas pada Kamis (17/7). Kenaikan ini didorong oleh data ekonomi terbaru yang meningkatkan optimisme investor terhadap kondisi ekonomi dari Negeri Paman Sam.

Dilansir dari Reuters, Jumat (18/7), Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia lainnya seperti yen dan euro, tercatat naik 0,41% menjadi 98,75.

Penguatan dolar bulan ini dinilai sebagai bentuk konsolidasi setelah mengalami tekanan jual besar-besaran sepanjang paruh pertama tahun ini. Meski demikian, indeks dolar masih tercatat turun sembilan persen secara tahunan (year-to-date).

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah (treasury yield) juga menjadi salah satu faktor pendorong rebound dolar dari AS.

“Setelah mengalami aksi jual historis di paruh pertama tahun ini, dolar memulai paruh kedua dengan pijakan yang lebih kuat. Ini terlihat sebagai aksi short covering yang didukung oleh kenaikan suku bunga dari AS,” ujar Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex, Marc Chandler.

Greenback memperpanjang penguatannya usai data penjualan ritel untuk bulan lalu menunjukkan pemulihan lebih baik dari perkiraan, dan jumlah klaim pengangguran mingguan tercatat turun di AS.

Investor kini tengah menimbang berbagai faktor yang dapat memengaruhi arah pasar, termasuk dampak ekonomi dari kebijakan tarif, prospek fiskal dan utang nasional, serta isu tentang independensi dari The Federal Reserve. 

PT Equityworld Futures Semarang 

Rabu, 16 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Breaking! BI Rate Dipangkas, IHSG Makin Ijo Royo-royo!

Ekonomi Kian Tak Pasti, Target IHSG Turut Terkalibrasi? 

PT Equityworld Futures Semarang – Di luar dugaan Bank Indonesia (BI) memutuskan memangkas suku bunga acuan pada hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun kembali berpesta. 
IHSG pada perdagangan Rabu hari ini (16/7/2025) sampai pukul 14.40 WIB berada di posisi 7.192,53. Naik 32,05 poin atau 0,75% dari pembukaan pagi tadi. 

Penguatan IHSG hari ini jika bertahan sampai akhir sesi akan menandai tren positif selama delapan hari beruntun. 

 

 IHSG menguat dipengaruhi Bank Indonesia (BI) kembali memangkas suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 bps menjadi 5,25% pada Juli 2025.

Suku bunga Deposit Facility juga turun menjadi sebesar 4,5% dan suku bunga Lending Facility turun menjadi 6,%.

Ini adalah pemangkasan suku bunga ketiga dalam tahun ini. Terakhir, BI memangkas suku bunga sebesar 50 bps pada Mei dan Januari lalu.

Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Rabu (16/7/2025) menjelaskan, keputusan tersebut konsisten dengan perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang rendah dan terkendali pada 2,5% plus minus 1%, mempertahankan nilai tukar rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"BI akan menjaga inflasi dalam sasaran dan nilai tukar rupiah sesuai fundamental mencermati kondisi terkini serta mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika yang terjadi," kata Perry.

Pemangkasan BI rate menjadi kejutan pasar yang kedua pada hari ini, setelah semalam Tarif Trump turun jadi 19%. 

Sebagaimana diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump akhirnya mengumumkan besaran tarif impor untuk barang dari Indonesia yang masuk ke negara tersebut, yakni sebesar 19%, lebih rendah dari sebelumnya yang dipatok 32%.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan penurunan tarif menjadi 19% tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dagang di mana AS tidak akan membayar tarif apapun.

"Mereka akan membayar 19% dan kami tidak akan membayar apapun ... kami akan memiliki akses penuh ke Indonesia, dan kami memiliki beberapa kesepakatan yang akan diumumkan," kata Trump, Selasa (15/7/2025), dilansir Reuters.

Sebelumnya, Trump terlebih dahulu mengumumkan telah tercapai kesepakatan tarif impor resiprokal dengan Presiden RI Prabowo Subianto tanpa menyebutkan detailnya.

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 15 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Gaspol, 7 Hari Perdagangan Beruntun Parkir di Zona Hijau

IHSG Dibuka Menguat Seiring Optimisme Pasar terhadap Negosiasi Dagang  Internasional 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (15/7/2025). Indeks ditutup naik 0,61% ke level 7.140,47 dan memperpanjang reli penguatan yang telah terjadi dalam tujuh hari beruntun.
IHSG bergerak pada rentang 7.079-7.161,84 hari ini. Sebanyak 268 saham naik, 320 turun, 214 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 16,38 triliun yang melibatkan 23,53 miliar saham dalam 1,75 juta kali transaksi.

Mengutip Refinitiv, utilitas menjadi sektor yang naik paling kencang, yakni 6,99%. Hal ini seiring dengan kenaikan saham BREN sebesar 6,16% menjadi 7.750 dan menyumbang 17,22 indeks poin.

Hal tersebut seiring dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mencabut perlakukan khusus pada tiga saham Konglomerat Prajogo Pangestu, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Perubahan perlakukan saham tersebut berlaku di bursa saham Indonesia dan Taiwan pada periode Agustus 2025. Ketiga saham itu nantinya akan dievaluasi sesuai dengan metodologi MSCI Global Investable Market Indexes Methodology (GIMI).

Selain BREN, saham-saham yang juga menopang IHSG adalah Bank Rakyat Indonesia/BBRI (15,39 indeks poin), DSSA (8,51 indeks poin), MDKA (5,09 indeks poin), dan CDIA (3,84 indeks poin).

Sementara itu emiten pemberat kinerja IHSG hari ini adalah Amman Mineral International (AMMN) dan Chandra Asri Pacific (TPIA).

Adapun pasar keuangan hari ini mencermati ketegangan antara Gedung Putih dan bank sentral AS, setelah penasihat ekonomi Kevin Hassett mengatakan pada akhir pekan bahwa Trump mungkin memiliki alasan untuk memecat Ketua The Fed Jerome Powell, dengan alasan pembengkakan biaya akibat renovasi kantor pusat bank sentral.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell meminta Inspektur Jenderal (IG) untuk melakukan peninjauan ulang terhadap anggaran renovasi kantor pusat bank sentral AS yang tengah menjadi bahan perbincangan publik, seiring dengan semakin tajamnya kritik dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

Sementara itu, AS akan merilis data inflasi periode Juni 2025 pada Selasa (15/7/2025) waktu AS. Setelah berbulan-bulan mengalami inflasi yang sangat rendah, indeks harga konsumen (IHK), alat pengukur inflasi AS kemungkinan mengalami pertumbuhan harga yang sedikit lebih cepat pada bulan Juni karena perusahaan mulai meneruskan biaya barang impor yang lebih tinggi terkait tarif.

Harga barang dan jasa, tidak termasuk biaya makanan dan energi yang fluktuatif, akan naik 0,3% pada bulan Juni, tertinggi dalam lima bulan, menurut survei Bloomberg terhadap para ekonom. Pada bulan Mei, indeks harga konsumen inti naik tipis 0,1%.

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan kebijakan suku bunga RI pada Rabu (16/7/ 2025). Sebelumnya dalam RDG periode 17-18 Juni 2025, BI memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,25%.

PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 14 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Lanjut Pesta Usai Saham Grup Barito Kompak 'Ngamuk'

IHSG Masih Naik Terbatas, Ini Saham Pilihan - TopBusiness 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat pada perdagangan perdana pekan ini, Senin (14/7/2025). Indeks menguat 0,71% ke level 7.097,51 pada akhir sesi perdagangan.
Ini merupakan penguatan hari kelima beruntun dan memperpanjang reli IHSG. Dalam enam hari perdagangan terakhir tercatat indeks acuan utama bursa domestik RI tersebut telah menguat sekitar 3,4%.

Hari ini mayoritas saham melemah dengan sebanyak 188 saham naik, 418 turun, dan 198 tidak berubah. Nilai transaksi tergolong ramai atau mencapai Rp 19,04 triliun yang melibatkan 24,26 miliar saham dalam 1,79 juta kali transaksi.

Sebanyak enam sektor perdagangan menguat yang dipimpin oleh sektor utilitas yang melonjak 17% lebih. Sementara itu sektor dengan pelemahan terbesar adalah sektor keuangan yang tertekan 2% lebih dan sektor konsumer siklikal yang melemah 1,39%.

Emiten konglomerat, khususnya yang masuk dalam portofolio milik Prajogo Pangestu tercatat menjadi penggerak utama IHSG hari ini.

Ada empat saham miliki taipan Prajogo Pangestu yang hari ini kompak melesat dan menopang penguatan IHSG usai memperoleh kabar baik dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Sham Barito Renewables Energy (BREN) yang ditutup menyentuh batas auto rejection atas (ARA) atau naik 19,67% ke Rp 7.300 menjadi penopang utama kinerja IHSG dengan sumbangsih 45,54 indeks poin. Adapun kapitalisasi pasar BREN yang sempat menjadi emiten paling berharga di BEI, naik signifikan dan nyaris kembali menyentuh angka Rp 1.000 triliun atau tepatnya Rp 977 triliun.

Lalu ada Barito Pacific (BRPT) yang naik 16,67% ke Rp 2.100 per saham dengan sumbangan 18,66 indeks poin, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) naik 17,19% ke Rp 16.875 per saham dengan sumbangsih 10,19 indeks poin dan Petrosea (PTRO) yang ditutup ARA ke Rp 3.980 per saham dan berkontribusi atas penguatan 5,29 indeks poin.

Selain emiten Grup Barito, saham tambang batubara (DSSA) milik Grup Salim dan tambang emas (BRMS) milik kongsi Bakrie dan Grup Salim juga menjadi penopang kinerja IHSG.

Adapun pemberat gerak IHSG hari ini adalah emiten perbankan raksasa blue chip. Empat bank terbesar RI secara kumulatif tercatat memberikan tekanan hingga 51,37 indeks poin.

Kado dari Morgan Stanley
Morgan Stanley Capital International (MSCI) mencabut perlakukan khusus pada tiga saham Konglomerat Prajogo Pangestu, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Petrosea Tbk (PTRO), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Perubahan perlakukan saham tersebut berlaku di bursa saham Indonesia dan Taiwan pada periode Agustus 2025. Ketiga saham itu nantinya akan dievaluasi sesuai dengan metodologi MSCI Global Investable Market Indexes Methodology (GIMI).

"Tiga saham tak lagi dapat perlakuan khusus dan akan dievaluasi normal: Barito Renewables Energy (BREN), Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) dan Petrosea (PTRO)," tulis MSCI dalam keterangannya, dikutip Senin (14/7).

Selain itu, mulai Agustus 2025, MSCI memperpanjang periode pemantauan untuk saham di Indonesia Watch List Board atau Papan Pemantauan Khususu (Kriteria 10) dan Taiwan Disposition Board.

"Saham yang masuk daftar ini tidak akan ditambahkan ke indeks atau pindah segmen ukuran jika terpantau selama periode tersebut," tulisnya.

Selanjutnya, metodologi MSCI GIMI akan diperbarui. Evaluasi serupa bisa diterapkan di negara lain.

"Periode pemantauan diperpanjang dari cutoff review sebelumnya hingga 3 hari kerja sebelum effective date," pungkasnya.

PT Equityworld Futures Semarang

Jumat, 11 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Imbal Hasil Obligasi 30 Tahun Jerman Mendekati Level Tertinggi 2011 Akibat Peningkatan Pinjaman

Apa itu Obligasi? Pahami Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Bedanya  dengan Saham - Hot Liputan6.com 

PT Equityworld Futures Semarang – Imbal hasil obligasi 30 tahun Jerman bergerak mendekati level tertinggi sejak 2011 karena investor menuntut pengembalian yang lebih tinggi untuk membiayai rencana pinjaman pemerintah yang diperluas.

Imbal hasil obligasi 30 tahun Jerman naik tiga basis poin menjadi 3,23% pada hari Kamis, mendekati level yang tidak terlihat sejak krisis utang Eropa. Lonjakan terbaru ini mengikuti pengumuman dari badan keuangan Jerman yang berencana meminjam sekitar 20% lebih banyak dari yang diproyeksikan awalnya dalam beberapa bulan mendatang untuk mendanai peningkatan belanja pemerintah.

Kinerja yang kurang baik dari obligasi jangka panjang telah menjadi tren global pada 2025, meskipun pergerakan terbaru dalam obligasi Jerman tidak separah beberapa penjualan tajam yang terlihat pada awal tahun ini.

Sementara Jerman telah beralih ke peningkatan pinjaman, ekonomi besar lainnya seperti Jepang dan Inggris telah menekankan disiplin fiskal untuk menghindari biaya pinjaman yang lebih tinggi. Sementara itu, Amerika Serikat terus memperluas defisit yang sudah sangat besar.

PT Equityworld Futures Semarang 

Kamis, 10 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Penggerak Pasar: Trump Ancam Brasil dengan Tarif 50%, Notulen Fed Jadi Fokus

Donald Trump menang dan kini bisa memerintah lebih mulus - ANTARA News

PT Equityworld Futures Semarang – Saham berjangka AS turun tipis karena investor menilai adanya serangan baru dalam agenda tarif Presiden Donald Trump yang sedang berlangsung. Brasil adalah target terbaru dari pungutan Trump, dengan presiden mengecam negara tersebut atas perlakuannya terhadap sekutu politiknya. Di tempat lain, risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan percaya bahwa penurunan suku bunga mungkin tepat dilakukan tahun ini, sementara saham WK Kellogg (NYSE:KLG) melonjak setelah jam kerja setelah sebuah laporan bahwa Ferrero hampir membeli perusahaan sereal tersebut.

1. Kontrak berjangka lebih rendah

Saham berjangka AS turun pada hari Kamis setelah Trump mengancam Brasil dengan kenaikan tarif, membuka babak baru dalam agenda perdagangannya yang agresif.

Pada pukul 14:42 WIB, kontrak Dow futures turun 125 poin, atau 0,3%, S&P 500 futures turun 15 poin, atau 0,2%, dan Nasdaq 100 futures turun 47 poin, atau 0,2%.

Rata-rata saham utama di Wall Street naik pada sesi sebelumnya, didukung oleh risalah rapat dari Federal Reserve yang memicu harapan bahwa bank sentral pada akhirnya akan memangkas suku bunga tahun ini.

Di tengah-tengah kenaikan ini, saham perusahaan kecerdasan buatan Nvidia (NASDAQ:NVDA) melonjak 1,8%, memberikannya kapitalisasi pasar sebesar $3,97 triliun. Selama sesi tersebut, perusahaan ini sempat menjadi yang pertama yang mencapai nilai pasar $4 triliun.

Kenaikan Nvidia mendorong kenaikan saham-saham teknologi Nasdaq Composite ke level tertinggi sepanjang masa.

"Pendorong utama kenaikan baru-baru ini adalah keyakinan bahwa tarif akan diturunkan dari tingkat ancaman saat ini dan/atau hanya memiliki efek jinak terhadap inflasi sementara kategori ekonomi lainnya [...] menyebabkan harga-harga secara agregat bergerak ke arah disinflasi, membuka peluang bagi The Fed untuk melanjutkan pelonggaran kebijakan," analis di Vital Knowledge mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien.

2. Trump mengancam Brasil dengan tarif 50%.

Namun, pertempuran perdagangan Trump yang terus berlanjut telah menyebabkan beberapa investor tetap berhati-hati di sekitar lintasan ekonomi yang lebih luas.

Dalam sebuah tembakan terbaru dalam apa yang telah menjadi kesibukan berita utama terkait perdagangan minggu ini, presiden mengatakan dia berencana untuk menampar tarif 50% pada semua impor dari Brasil. Pungutan tersebut, yang akan mulai berlaku mulai 1 Agustus, sebagian merupakan respons terhadap kemarahan Trump atas perlakuan buruk terhadap mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro, sekutu politiknya di negara Amerika Selatan tersebut.

Trump menulis dalam sebuah surat kepada Presiden Brasil saat ini, Luiz InĂ¡cio Lula da Silva, bahwa perlakuan terhadap Bolsonaro - yang sedang menghadapi pengadilan karena mencoba melakukan kudeta - adalah "aib internasional."

Pungutan 50% akan menjadi tarif tertinggi dari sejumlah surat yang dikirim oleh Trump minggu ini, yang dikeluarkan menyusul keputusannya untuk menunda tenggat waktu pelaksanaan apa yang disebutnya sebagai bea masuk "resiprokal" hingga 1 Agustus. Tarif ini sebelumnya ditetapkan untuk mulai berlaku pada hari Rabu, setelah jeda awal pada bulan April.

Para analis berpendapat bahwa langkah ini lebih bermotif politik daripada terkait dengan keluhan perdagangan. Brasil adalah mitra dagang AS terbesar ke-15 dan merupakan importir netto yang langka untuk barang-barang Amerika.

Secara terpisah, Trump juga mengatakan bahwa ia akan mengenakan tarif 50% untuk impor copper, mengulangi pernyataan yang dibuatnya pada hari Rabu. Trump menulis di platform media sosialnya bahwa ia telah menerima laporan keamanan nasional yang merinci pentingnya logam merah tersebut.

3. Risalah rapat the Fed menjadi fokus

Tarif Trump tetap menjadi salah satu kekuatan pendorong utama di balik peningkatan ketidakpastian berbasis luas yang telah merusak kepercayaan konsumen dan mempersulit keputusan investasi untuk bisnis.

The Fed juga mengutip pungutan tersebut sebagai alasan utama mengapa mereka memilih untuk mengambil sikap menunggu dan melihat terhadap penurunan suku bunga di masa depan. Banyak ekonom telah menyatakan bahwa tarif tersebut dapat meningkatkan tekanan inflasi dan membebani pertumbuhan.

Risalah dari pertemuan terakhir The Fed di bulan Juni tampaknya mendukung perasaan ini, dengan dokumen yang menunjukkan bahwa hanya "beberapa" pembuat kebijakan yang merasa perlu untuk mempertimbangkan pemotongan biaya pinjaman secepatnya bulan ini. Komentar tersebut muncul bahkan ketika Trump sendiri sering mengkritik Ketua Jerome Powell karena tidak bergerak cepat untuk memangkas suku bunga, bahkan sampai menyerukan pengunduran diri Powell.

Powell sebagian besar tetap teguh dalam mendukung sikap Fed yang lebih berhati-hati dalam beberapa minggu terakhir, tetapi telah mengindikasikan bahwa pemotongan masih mungkin dilakukan tahun ini. "Sebagian besar peserta" pada pertemuan Fed percaya bahwa penarikan akan sesuai pada tahun 2025, dengan guncangan harga dari tarif yang cenderung "sementara atau sederhana," risalah tersebut menunjukkan.

4. Saham WK Kellogg melonjak karena laporan bahwa Ferrero hampir diakuisisi - WSJ

Saham WK Kellogg melonjak dalam perdagangan berjam-jam setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa grup permen Italia milik keluarga, Ferrero, hampir mencapai kesepakatan senilai sekitar $3 miliar untuk membeli produsen sereal tersebut.

Mengutip orang-orang yang mengetahui masalah ini, WSJ melaporkan bahwa Ferrero - perusahaan di balik merek-merek seperti Ferrero Rocher dan Nutella - dapat menyelesaikan kesepakatan dengan WK Kellogg secepatnya minggu ini jika tidak ada ganjalan di menit-menit terakhir negosiasi.

Sebuah kesepakatan akan mempertemukan Ferrero dengan WK Kellogg, perusahaan yang terkenal dengan sereal sarapannya seperti Froot Loops dan Rice Krispies yang telah menjadi makanan pokok di supermarket.

Ferrero telah berburu akuisisi di AS karena perusahaan ini mengincar ekspansi internasional dan pertumbuhan dalam penawarannya. Sebelumnya Ferrero telah membeli produsen Blue Bunny, Wells Enterprises, dan saingannya, Nestle’s, yang bergerak di bidang cokelat di AS.

WK Kellogg, yang merupakan hasil dari pemisahan bisnis sereal Amerika Utara Kellogg sekitar dua tahun lalu, menghadapi pergeseran perilaku di antara para pembeli yang terpengaruh oleh inflasi dan lebih sadar akan kesehatan.

5. Perkiraan penjualan TSMC di atas perkiraan

Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) (TW:2330) pada hari Kamis membukukan lonjakan 39% pada penjualan kuartal kedua, melampaui ekspektasi pasar berkat permintaan global yang kuat untuk chip AI.

Menurut penjualan bulanan perusahaan, total angka untuk periode April-Juni mencapai NT$933,8 miliar ($31,9 miliar), melebihi estimasi LSEG sebesar NT$927,83 miliar.

Angka tersebut juga melampaui kisaran panduan TSMC sebelumnya yaitu $28,4 miliar hingga $29,2 miliar yang dikeluarkan pada bulan April.

Kinerja pendapatan yang kuat menggarisbawahi permintaan global yang kuat untuk chip canggih, terutama yang dirancang untuk beban kerja kecerdasan buatan.

TSMC, pembuat chip kontrak terbesar di dunia, memiliki klien-klien utama seperti Nvidia dan pembuat iPhone, Apple (NASDAQ:AAPL) di antara basis pelanggannya. 

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 09 Juli 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Tiga Hari Hijau, IHSG Sore Ini Ditutup Naik 0,57%

IHSG Akan Dibuka Besok: Awas, Bisa Trading Halt Lagi! 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan hari ini, Rabu (9/7/2025) di zona hijau, melanjutkan tren positif sejak awal pekan. 
IHSG ditutup naik 39,53 poin atau 0,57% ke level 6.943,92. Sepanjang hari, IHSG bergerak pada rentang 6.907,21–6.943,92. 

Sebanyak 379 saham naik, 218 turun, dan 367 tidak bergerak. Nilai transaksi hingga akhir sesi II mencapai Rp 10,19 triliun yang melibatkan 25,47 miliar saham dalam 1,06 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun terkerek naik jadi Rp 12.271 triliun. 

Mengutip Refinitiv, properti menjadi sektor yang paling agresif hari ini dengan kenaikan 5,1%. Hal ini seiring dengan melesatnya saham Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) sebesar 11,27% menjadi 13.575. 

Saham PANI tercatat sudah reli panjang sejak pekan lalu. Sejak awal bulan, hari ini merupakan kenaikan harian tertinggi saham PANI. 

Adapun penggerak utama IHSG hari ini adalah saham AMMN yang menyumbang 11,85 indeks poin. Saham emiten Salim tersebut naik 4,79% ke level 8.750. 

IHSG hari ini juga didorong oleh euforia saham-saham IPO yang ditunggu investor. Dua saham IPO hari ini, CDIA dan COIN langsung melesat hingga menyentuh auto reject atas (ARA) begitu melantai perdana di Bursa. 

CDIA menjadi saham yang cukup atraktif hari ini. Total antrean beli di saham Prajogo Pangestu tersebut mencapai 36,18 juta lot di harga ARA atau 256. 

Menurut sejumlah analis, pasar keuangan Indonesia masih akan dibayangi oleh kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Kebijakannya yang berubah-ubah bisa menjadi sentimen negatif bagi pasar.

Sementara itu, IHSG tengah berada di area konsolidasi usai tren penurunan secara minor trend. Hal ini memberikan peluang IHSG dapat menuju bullish trend usai keluar dari zona konsolidasi. Harapan negosiasi RI terhadap tarif yang ditetapkan Presiden Trump bisa menjadi katalis positif bagi pasar keuangan RI.

PT Equityworld Futures Semarang