Kamis, 28 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Hari Ini, Tembus Rekor Tertinggi Sepanjang Masa di Pasar London


PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas global diprediksi melanjutkan penguatan hari ini, setelah logam mulia di bursa emas London menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Tim analis Monex Investindo Futures menjelaskan secara teknikal di dalam grafik satu jam, harga emas berpeluang bergerak naik dalam jangka pendek di sesi perdagangan Asia hari ini, selama harga bergerak dalam channel bullish dengan membidik resistance terdekat di US$2.084,30 sebelum menargetkan resistance yang lebih kuat US$2.090,33. “Sentimen positif lainnya untuk harga emas di dalam grafik 1 jam juga terlihat dari pergerakan indikator MACD yang berada di zona bullish, di atas level 0.00,” tulis analis Monex, Kamis (28/12/2023). Sementara itu, menurut London Bullion Market Association (LBMA), patokan harga emas London mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar US$2.069.40 per troy ounce pada lelang Rabu (27/12/2023) sore waktu setempat, melampaui rekor sebelumnya sebesar US$2.067.15 yang dicapai pada Agustus 2020. “Saya rasa tidak ada demonstrasi yang lebih jelas mengenai peran emas sebagai penyimpan nilai selain antusiasme investor di seluruh dunia yang beralih ke logam saat terjadi gejolak ekonomi dan geopolitik baru-baru ini,” kata CEO LMBA Ruth Crowell, mengutip Reuters. LBMA adalah badan perdagangan emas batangan terkemuka yang memberikan sertifikasi kepada perusahaan penyulingan emas, sehingga memungkinkan mereka mengakses pasar emas batangan di London, yang merupakan pasar terbesar di dunia. Harga emas LBMA adalah harga patokan global untuk emas yang dikirim di London. Baca Juga Harga Emas 24 Karat Antam Naik 2 Hari Beruntun, Investasi Masa Depan Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Hari Ini: Emas Antam Naik, Emas UBS Turun Harga Emas Diprediksi Mengilap pada Awal 2024, Ini Faktor Pendorongnya Menurur LBMA, harga emas London membuka tahun ini pada 3 Januari di level US$1.835.05 dan sejak itu meningkat sebesar 12,7%. Sejak pergantian abad, harga emas telah meningkat lebih dari tujuh kali lipat. Adapun di pasar spot AS, harga emas mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga minggu sebagai antisipasi penurunan suku bunga AS tahun depan. Ketika emas bersinar, ekspektasi penurunan suku bunga justru menyeret dolar AS, yang melemah 0,51% terhadap enam mata uang utama ke level yang terakhir terlihat pada 27 Juli 2023. "Jika The Fed memangkas suku bunganya karena inflasi sudah sangat rendah sehingga mereka tidak ingin kebijakannya diperketat secara tidak sengaja, maka itu mungkin skenario yang bagus,” kata Lou Brien, ahli strategi pasar di DRW Trading di Chicago.

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 27 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – Mata Uang Asia Sebagian Besar Terjebak Dalam Range Yang Ketat Pada hari Rabu (27/12)


PT Equityworld Futures Semarang – Mata uang Asia sebagian besar terjebak dalam range yang ketat pada hari Rabu (27/12), sementara dolar berada di dekat level terendah lima bulan di tengah spekulasi yang terus berlanjut bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga awal tahun 2024.

Mata uang regional mencatat peningkatan tajam pada bulan Desember setelah Fed mengatakan telah selesai menaikkan suku bunga, dengan data inflasi yang lebih lemah dari perkiraan baru-baru ini menyarankan bahwa bank tersebut dapat memangkas suku bunga paling cepat pada bulan Maret 2024.

Namun, penguatan di bulan Desember hanya berfungsi untuk memangkas kerugian tajam mata uang Asia sepanjang tahun ini, lantaran suku bunga AS yang tinggi dan dolar yang sebagian besar tangguh menyebabkan outflows yang stabil dari mata uang berimbal hasil tinggi dan berisiko tinggi sepanjang tahun.

Mayoritas mata uang Asia akan stabil hingga akhir tahun 2023, meskipun prospeknya tampak agak lebih cerah karena The Fed mengisyaratkan rencana pemangkasan suku bunga di tahun mendatang. Namun, meskipun pasar optimis akan pemangkasan lebih awal, bank sentral hanya memberikan sedikit isyarat tentang waktu pemangkasan yang direncanakan.
Yen turun, mata uang Asia dengan kinerja terburuk di tahun 2023

Sinyal dovish dari bank sentral regional juga membebani beberapa mata uang Asia. Yen Jepang turun 0,1% setelah ringkasan pendapat dari rapat Bank of Japan pada bulan Desember menunjukkan bahwa sebagian besar pengambil kebijakan mendukung dipertahankannya kebijakan moneter yang sangat dovish dalam waktu dekat.

Kendati bank sentral telah menandai rencana untuk mulai mengetatkan kebijakan pada tahun 2024, bank sentral hanya memberikan sedikit isyarat tentang waktu pengetatan kebijakan tersebut.

BOJ yang dovish membuat yen menjadi mata uang Asia dengan kinerja terburuk pada tahun 2023, dan mata uang ini akan mengalami kerugian lebih dari 8% terhadap dolar tahun ini.

Mata uang Asia yang lebih luas juga akan berkinerja mengecewakan pada tahun 2023, saat mayoritas bank sentral regional menghentikan siklus kenaikan suku bunga mereka tahun ini di tengah turunnya inflasi. Dolar Australia naik 0,2% pada hari Rabu dan akan naik 0,2% pada tahun 2023. Fokus juga tertuju rapat Reserve Bank of Australia minggu depan, di mana bank ini secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga.

Rupee India akan turun 0,6% pada tahun 2023 setelah tenggelam ke rekor terendah di awal tahun, sementara won Korea Selatan turun hampir 3% untuk tahun ini.

Yuan China juga termasuk di antara yang berkinerja terburuk untuk tahun 2023, dan akan merugi 3,6% tahun ini di tengah sentimen yang memburuk terhadap negara tersebut. Pemulihan ekonomi pasca-COVID sebagian besar gagal terwujud tahun ini.

Fokus saat ini tertuju data purchasing managers index untuk bulan Desember, yang akan dirilis minggu depan, setelah serangkaian data yang lemah selama tiga bulan terakhir.
Dolar di low 5 bulan, bersiap akhiri tahun dengan mengecewakan

Indeks dolar dan indeks dolar berjangka bergerak tipis di perdagangan Asia pada hari Rabu, dan tetap berada di posisi terendah lima bulan.

Mata uang ini akan kehilangan hampir 2% pada tahun 2023, dengan sebagian besar kerugiannya terjadi pada bulan Desember setelah The Fed isyaratkan bahwa mereka telah selesai menaikkan suku bunga dan akan menimbang pemangkasan pada tahun 2024.

Sinyal tersebut membuat traders berpaling dari dolar dan beralih ke aset yang lebih berbasis risiko.

Pasar saat ini mengharapkan the Fed akan memangkas suku bunga antara tiga hingga lima kali pada tahun 2024, meskipun bank telah memberikan sedikit sinyal tentang luasnya pemotongan suku bunga yang direncanakan.

Pejabat Fed baru-baru ini juga memperingatkan bahwa ekspektasi penurunan suku bunga lebih awal tidak berdasar, terutama karena inflasi tetap tinggi.

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 26 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – Jelang Tahun Baru 2024, Investor Wajib Cermati Sentimen Ini


PT Equityworld Futures Semarang – Hanya tersisa tiga hari efektif pada perdagangan pasar keuangan tahun ini, sebentar lagi kita akan segera menyambut tahun baru 2024.

Sejak awal Desember 2023, nampaknya pasar keuangan Tanah Air telah mengakselerasi dengan baik fenomena window dressing yang kerap kali menjadi momen paling dinanti-nanti pasar.

Hal tersebut tercermin pada gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berhasil bertengger di zona penguatan, rupiah menguat, hingga yield obligasi 10 tahunan Indonesia yang sudah mulai turun menunjukkan harga terkerek minat pelaku pasar.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga akhir pekan lalu Jumat (22/12/2023) IHSG ditutup di posisi 7237,51 atau terapresiasi 0,39% secara harian. Apresiasi tersebut berhasil mengakumulasi penguatan IHSG sejak awal tahun (year-to-date/YTD) sebesar 5,65%.


Berikutnya, pada pergerakan rupiah pada akhir pekan lalu juga berhasil terkerek menguat 0,26% ke posisi Rp15.480/US$. Penguatan ini membawa rupiah kembali ke level yang terkuat sejak 6 Desember 2023.

Beralih ke pasar obligasi, melansir data Refinitiv hingga Senin (25/12/2023) yield SBN 10 tahun turun 3 basis poin (bps) ke 6,49% dibandingkan satu hari perdagangan sebelumnya di posisi 6,52%. Penyusutan yield ini berbanding balik dengan harga, dengan begitu harga malah terkerek naik yang menunjukkan minat investor masuk lagi ke surat utang negara.

Melihat waktu perdagangan efektif 2023 kian menyempit, ada beberapa sentimen yang perlu dicermati pasar.

Sebelum itu, ada beberapa sentimen dari pekan lalu yang masih potensi mempengaruhi gerak pasar pekan ini baik dari eksternal dan internal. Dari dalam negeri, sentimen datang dari keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuan di level 6,00% pada Kamis pekan lalu. Kebijakan BI ini sudah sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar.

Dari eksternal, sentimen positif datang dari ambruknya dolar AS, ekspektasi kebijakan suku bunga di Amerika Serikat, serta derasnya capital inflow. Indeks dolar anjlok ke level terendah hampir lima bulan ke 101,69 pada akhir pekan lalu.

Dolar melemah sejalan dengan menguatnya ekspektasi pelaku pasar mengenai kebijakan dovish bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed).
Pilihan Redaksi

Perangkat Fed Watch Tool memperkirakan The Fed sudah mulai memangkas suku bunga pada Maret tahun depan. Investor yang semula mengendapkan modal di AS pun kini memilih investasi dengan imbal hasil lebih menarik dari di luar AS, termasuk instrumen berdenominasi rupiah seperti mata uang rupiah, saham di Indonesia, dan SBN.

Ekspektasi pasar membuat aliran modal asing ke Indonesia kencang. Data BI merujuk pada transaksi 18-21 Desember 2023 mencatat adanya beli neto sebesar Rp 6,377 triliun dari investor asing di pasar keuangan Indonesia.

Investor asing mencatat jual neto sebesar Rp 0,12 triliun di pasar SB, beli neto sebesar Rp 1,52 triliun di pasar saham, serta beli neto sebesar Rp 4,97 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Beralih ke pekan ini, sebenarnya tidak terlalu ada banyak sentimen yang berpengaruh terhadap pasar, tetapi pasar patut mencermati jika ada koreksi normal. Pasalnya, jelang akhir tahun banyak dari pelaku pasar potensi menarik uangnya untuk bekal liburan sehingga ini akan memicu aksi profit taking.

Berlanjut ke sentimen lainnya, akan ada rilis data dari eksternal, diantaranya data klaim pengangguran Amerika Serikat (AS) yang rilis mingguan setiap Kamis diprediksi akan naik ke 210.000. Proyeksi tersebut lebih tinggi dibandingkan peroleh pekan sebelumnya sebanyak 205.000 klaim.

Selanjutnya, pada akhir pekan ini tepatnya di hari Minggu akan ada rilis data PMI Manufaktur China per Desember 2023 yang diproyeksi masih akan berada di zona kontraksi atau di posisi 49,4 sama seperti bulan sebelumnya. Secara tren, pada tiga bulan beruntun ini PMI manufaktur China selalu turun, bermula di zona ekspansif akan tetapi kini masih terkontraksi. 

PT Equityworld Futures Semarang

Jumat, 22 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Logam Mulia Produksi PT Aneka Tambang Tbk Pada Jumat (22/12/2023)


PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk pada Jumat (22/12/2023) di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung menguat sebesar Rp7.000 menjadi Rp1.128.000.

Begitu juga dengan harga buyback (harga yang digunakan ketika menjual emas kembali) berada di posisi Rp1.025.000 per gram, naik Rp7.000.
Baca: Harga Emas Pegadaian Tetap Kinclong, Investor Minat Beli?

Harga emas Antam terdorong kenaikan harga emas dunia yang melonjak. Pada perdagangan Kamis (21/12/2023) harga emas di pasar spot ditutup menguat 0,80% di posisi US$ 2045,49 per troy ons. Posisi penutupan tersebut adalah yang tertinggi sejak 1 Desember 2023 atau 14 hari perdagangan terakhir.

Harga emas naik pada perdagangan Kamis karena melemahnya dolar setelah data ekonomi AS memicu ekspektasi bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada bulan Maret tahun depan.

AS melaporkan laju pertumbuhan ekonomi mereka tercatat 4,9% secara tahunan pada kuartal ketiga tahun 2023, sedikit di bawah 5,2% pada perkiraan kedua.Revisi ke bawah terhadap pertumbuhan ekonomi mencerminkan penurunan peringkat belanja konsumen dan investasi inventaris.

Namun, AS juga melaporkan, klaim awal tunjangan pengangguran AS hanya bertambah 2.000 menjadi 205.000 untuk pekan yang berakhir 16 Desember. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan 215.000 klaim pada minggu terakhir.
Baca: Breaking! Harga Emas Terbang Nyaris 1%, Tertinggi 14 Hari

Klaim yang tidak disesuaikan turun 9,225 menjadi 239,865 pada minggu lalu karena penurunan besar di California dan Georgia lebih dari sekadar mengimbangi peningkatan besar di Ohio.

Perangkat CME FedWatch memperkirakan peluang penurunan suku bunga The Fed pada Maret 2024 sebesar 83%, dibandingkan dengan 79% sebelum data tersebut dirilis.

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 20 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – ANALIS MARKET (21/12/2023) : IHSG Diperkirakan Cenderung Mixed


PT Equityworld Futures Semarang – Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin (20/12), IHSG ditutup menguat 31,82 poin (+0,44%) ke level 7.219,67.

IHSG menguat sejalan dengan mayoritas bursa regional menyusul sentimen positif rilis data ekonomi di market.

Dari eksternal, Neraca Perdagangan Jepang (Nov-23) tercatat defisit ¥776,9 miliar, lebih baik dibandingkan defisit ¥962,4 miliar (ekspektasi), dan defisit ¥2,05 triliun (Nov-22) atau turun hingga 62% yoy.

Selain itu, People Bank of China (PBoC) kembali mempertahankan suku bunga utama kredit di level 3,45% dan suku bunga utama kredit 5Y di level 4,20%. Investor masih mencermati data inflasi Inggris (Nov-23), Kepercayaan Konsumen CB AS (Des-23), dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI).

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup melemah, tercermin dari DJIA (-1,27%), S&P 500 (-1,47%), dan Nasdaq (-1,50%).

Saham-saham di AS berakhir di zona merah pada hari Rabu, menghentikan kenaikan sembilan hari berturut-turut seiring rilis data ekonomi yang positif.

Penjualan Rumah Lama AS tercatat naik menjadi US$3,82 juta (Nov-23), lebih tinggi dari sebelumnya US$3,79 juta (Okt-23).

Kemudian, Kepercayaan Konsumen CB AS naik menjadi 110,7 (Des-23), sebelumnya 102 (Nov-23).

Sektor Bahan pokok konsumen mengalami penurunan terbesar, sedangkan energi memperoleh kenaikan terbesar.

FedEx anjlok -12% setelah menurunkan prospek pendapatan setahun penuh dan melaporkan hasil kuartalan yang mengecewakan.

“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan cenderung mixed. Investor hari ini akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) terkait suku bunganya,” sebut analis FAC Sekuritas dalam riset Kamis (21/12).

PT Equityworld Futures Semarang

PT Equityworld Futures Semarang – Mata Uang Asia Mayoritas Stabil Pada Hari Rabu (20/12)


PT Equityworld Futures Semarang – Mata uang Asia mayoritas stabil dari penguatannya baru-baru ini pada hari Rabu (20/12), sementara dolar tetap di dekat level terendah empat bulan kala traders sebagian besar masih berpegang pada spekulasi bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga pada awal tahun 2024.

Traders juga sepertinya mengabaikan warning dari pejabat Fed bahwa antusiasme atas pemangkasan suku bunga lebih awal terlalu berlebihan, dengan lanjut melemahnya dolar dan Treasury yields beri sinyal keyakinan yang berkembang bahwa suku bunga dapat mulai turun paling cepat Maret 2024.

Gagasan ini menopang sebagian besar aset yang didorong oleh risiko. Mata uang Asia yang sensitif terhadap suku bunga seperti won Korea Selatan dan dolar Australia naik antara 0,1% dan 0,2% pada hari Rabu. Keduanya juga diperdagangkan mendekati level tertinggi lima bulan.
Harapan pangkas suku bunga Fed bertahan, Maret 2024 dilihat sebagai awal siklus pelonggaran

Mata uang Asia yang lebih luas sedikit naik pada hari Rabu, dan raih kenaikan yang kuat selama seminggu terakhir, setelah The Fed mengisyaratkan telah selesai menaikkan suku bunga dan akan menurunkan suku bunga pada tahun 2024.

Langkah ini memicu penurunan tajam dolar, dan mendorong peningkatan spekulasi mengenai kapan bank sentral akan mulai memangkas suku bunga. Goldman Sachs memperkirakan lima kali pemangkasan pada tahun 2024, dan sebagian besar di antaranya bias pada paruh pertama tahun ini.

Fed Fund futures menunjukkan traders memperkirakan ada lebih dari 67% peluang untuk pemangkasan sebesar 25 basis poin pada Maret 2024. Bank sentral juga diperkirakan akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada April dan Mei.

Indeks dolar dan indeks dolar berjangka stabil di perdagangan Asia, dan mendekati level terlemahnya sejak awal Agustus. Suku bunga AS yang lebih rendah mengurangi daya tarik dolar, dan mendorong investor ke aset-aset berimbal hasil lebih tinggi dan berbasis risiko.

Namun, pejabat Fed memperingatkan bahwa perdagangan ini tetap berisiko, terutama jika inflasi tetap tinggi dan membutuhkan suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama dari Fed.
Yuan China melemah saat PBOC jaga suku bunga tetap

Langkah dovish dari bank-bank sentral Asia menekan beberapa mata uang regional. Yuan China turun 0,1% menjadi 7,1346 terhadap dolar, setelah People's Bank of China membiarkan tingkat suku bunga pinjaman tidak berubah di rekor terendah.

Meskipun langkah ini telah diperkirakan secara luas, hal ini menyoroti betapa kecilnya ruang gerak PBOC untuk menjaga kebijakan tetap longgar dan mendukung pemulihan ekonomi China.

Yen Jepang flat setelah turun tajam dari level tertinggi empat bulan di sesi sebelumnya. Pelemahan yen terjadi karena Bank of Japan mempertahankan sikap ultra-dovish dalam rapat terakhirnya untuk tahun ini, dan mengisyaratkan sedikit niat untuk segera mulai mengetatkan kebijakan pada tahun 2024.

Data impor dan ekspor yang lemah juga membebani yen, lantaran kondisi ekonomi di mitra dagang terbesar Jepang memburuk.

Rupee India flat di dekat rekor terendah, sementara dolar Singapura naik sedikit.

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 13 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – Ekonom Citigroup Meyakini Jerome Powell Akan Menghadapi Keputusan Besar


PT Equityworld Futures Semarang – Ekonom Citigroup yakini Jerome Powell akan menghadapi keputusan "besar" dalam rapat FOMC Kammis dini hari WIB nanti: apakah akan menerima pelonggaran kondisi keuangan atau menolaknya.

Para ekonom berpendapat penurunan suku bunga pada bulan Maret tampaknya terlalu dini karena inflasi masih berada di atas target, dan aktivitas ekonomi masih bertahan, termasuk dalam laporan pekerjaan baru-baru ini.

Namun, Citi mengamati tanda-tanda bahwa The Fed mungkin secara dovish bersiap untuk "beralih" ke arah pemangkasan, meskipun inflasi tidak diproyeksikan mencapai target.

Prospek positif Powell diprediksi akan berlanjut minggu ini meskipun ada kenaikan 0,30% bulan ke bulan dari core CPI November, yang merupakan proyeksi Citi, yang lebih kuat dari yang diinginkan tetapi dianggap dapat diterima mengingat angkanya yang lebih lemah sebelumnya.

"Kami pikir tema pemersatu Waller yang menempatkan pemangkasan bulan Maret di atas meja dan Powell mendorong kembali soal waktu tetapi bukan idenya adalah perasaan yang tumbuh di kalangan para pejabat Fed bahwa pemangkasan yang diatur waktunya dengan tepat dapat mempertahankan soft landing yang baru lahir dengan meredam aktivitas untuk menghindari resesi," kata para analis dalam sebuah catatan.

"Itu berarti Powell kemungkinan memiliki sedikit keinginan untuk memperketat kondisi keuangan secara tajam pada rapat ini."

Namun, ekonom Citi tersebut memiliki pandangan yang kurang optimis.

"Inflasi inti kemungkinan akan terjebak di sekitar 3% dan kami telah melihat cukup banyak tanda-tanda awal untuk berpikir bahwa efek tertunda dari suku bunga kebijakan yang lebih tinggi akan mengarah pada siklus kehilangan pekerjaan dan perlambatan aktivitas," analis itu menyimpulkan.

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 12 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – Target 2024 untuk Dow Jones, Nasdaq, S&P 500: Fokus Bergeser dari NFP ke CPI & FOMC


PT Equityworld Futures Semarang – Investor masih mencerna data ekonomi pada hari Jumat (12/12) lalu, termasuk laporan pekerjaan yang lebih tinggi dari perkiraan, sementara juga mempersiapkan kalender katalis makro yang sibuk, termasuk rilis data inflasi AS dan keputusan FOMC.

Namun, laporan NFP yang panas tidak menghentikan S&P 500 (SPX) untuk mencetak level tertinggi baru tahun 2023, yang pada akhirnya mengakhiri minggu dengan naik 0,2%. Dengan demikian, indeks mencatat penutupan mingguan tertinggi sejak Januari 2022.

"Kumpulan data ini membenarkan penyesuaian hawkish sederhana dalam ekspektasi Fed (seperti 5/1, bukan 3/20 untuk pemotongan pertama, dan ~110bp pemotongan kumulatif, bukan ~140bp), tetapi kami tidak berpikir jalur kebijakan pada tahun 2024 bergeser secara dramatis," analis di Vital Knowledge mengatakan dalam sebuah catatan.

Indeks Nasdaq Composite (IXIC) naik 0,7% tetapi tidak berhasil mengikuti S&P 500 dalam mencetak level tertinggi baru. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) mengakhiri minggu lalu dengan datar.

Minggu yang sibuk

Pada hari Selasa, US Consumer Price Index (CPI) akan dirilis, memberikan wawasan tentang tren inflasi. Rapat FOMC berakhir pada hari Rabu setempat, 13 Desember atau Kamis dini hari WIB. Menurut laporan di Wall Street Journal, para pejabat the Fed kemungkinan tidak akan secara serius mempertimbangkan penurunan suku bunga dalam rapat mendatang.

Namun, bank sentral berpandangan bahwa kebijakan tidak perlu dipertahankan pada tingkat yang membatasi secara ekonomi tanpa batas waktu. Federal Reserve tampaknya sedang menilai lanskap ekonomi dan secara bertahap dapat bergeser ke arah sikap yang lebih akomodatif jika diperlukan.

"Kami tidak mengharapkan pengetatan kondisi keuangan yang signifikan atau risiko resesi yang jauh lebih tinggi untuk menjadi kasus dasar lagi, yang mendukung saham-saham berkapitalisasi kecil dan faktor-faktor risiko lainnya," kata para analis di 22V Research.

Di lain tempat, hari Kamis akan ada keputusan-keputusan dari bank-bank sentral termasuk Swiss National Bank (SNB), Norges Bank, Bank of England (BOE), dan European Central Bank (ECB). Pada Jumat, PMI flash AS dan Uni Eropa untuk bulan Desember akan sangat diawasi. Lelang obligasi, termasuk 3 tahun, 10 tahun, dan 30 tahun, akan menjadi peristiwa pasar yang penting.

Dari sisi pendapatan, Oracle (NYSE:ORCL) dan Adobe (NASDAQ:ADBE) akan menjadi laporan yang paling penting minggu ini. Para investor juga akan mengamati dengan seksama acara chip AI Intel (NASDAQ:INTC) pada hari Kamis.

Apa yang dikatakan para analis

Analis di Roth MKM: "Bullish bahwa harga dapat berkonsolidasi sepanjang waktu, daripada mengatasi kondisi overbought baru-baru ini dengan pullback. Banyak saham-saham utama, yang merupakan pendorong utama imbal hasil pasar, tidak lagi overbought dan dapat terus rally hingga akhir tahun. Hambatan pasar terus berlanjut adalah Federal Reserve dan jalur suku bunga mereka. Niat pasar adalah untuk bergerak lebih tinggi jika suku bunga turun."

Analis di Oppenheimer: "Kami memulai target harga akhir tahun sebesar $5.200 dan proyeksi pendapatan sebesar $240 untuk S&P 500 pada tahun 2024. Kami mengasumsikan pertumbuhan pendapatan sebesar 9% dan a P/E multiple of 21.7x."

Analis di Citi: "Kami melihat adanya penguatan S&P 500 lebih lanjut di tahun depan. Namun, investor harus siap menghadapi perubahan kondisi saat tahun 2024 berlangsung. Kami menetapkan target S&P 500 akhir tahun 2024 sebesar 5.100 berdasarkan estimasi EPS indeks sebesar $245. Target pertengahan tahun 2024 kami turunkan menjadi 4800, yang memungkinkan pelemahan ekonomi selama paruh pertama. Memperluas kepemimpinan Mega Cap Growth di luar tahun 2023 adalah tema utama. Menyusul rally kuat di Q4 2023, pullbacks harusnya terjadi, dan bisa beli, seiring dengan pergeseran narasi Fed yang terungkap."

Analis di Goldman Sachs: "Kami memperkirakan Pertumbuhan akan mengungguli skenario dasar kami di mana pertumbuhan ekonomi tetap moderat dan suku bunga tidak naik lebih jauh. Kami juga memperkirakan Growth akan unggul jika suku bunga turun karena harga Fed yang dovish atau karena data pertumbuhan ekonomi yang lebih lemah. Di sisi lain, jika pertumbuhan ekonomi meningkat secara substansial atau ekonomi memasuki resesi, kami memperkirakan Value akan mengungguli."

PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 11 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Melemah, Indeks Nikei Melonjak


PT Equityworld Futures Semarang – Pada penutupan perdagangan sesi 1 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (11/12/2023) siang ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah -0,56% atau turun -40,271 basis point di level 7.119,327.

IHSG bergerak variatif dari batas bawah di level 7.101 hingga batas atas pada level 7.160 setelah dibuka pada level 7.159 pagi ini.

Sebanyak 171 saham menguat, 368 saham melemah, dan sisanya stagnan. Adapun saham GOTO, BRPT, dan AMMN menjadi tiga saham dengan jumlah nilai transaksi terbesar.

IDXENERGY menguat 0,07%, IDXBASIC naik 0,48%, IDXINDUST -0,88%, IDXCYCLIC -0,93%, IDXNONCYC -0,31%, IDXHEALTH -0,90%, IDXFINANCE naik 0,39%, IDXPROPERT -1,11%, IDXTECHNO -4,49%, IDXINFRA -1,07%, dan IDXTRANS -1,60%.

Di sisi lain, Indeks LQ45 tercatat turun -0,86% menjadi 942,233. Sedangkan indeks Jakarta Islamic Index (JII) melemah -2,27% ke 530,192.

Sementara Indeks IDX30 melemah -1,01% ke 482,304. Sedangkan index MNC36 terpantau turun -0,68% ke level 349,812.

Indeks Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo, Jepang, melonjak 483,94 poin, atau sekitar 1,50 persen, pada Senin (11/12/2023), menjadi 32.791,80. Indeks Topix melonjak 1,47 persen menjadi 2.358,55.

Seperti dilansir Reuters, indeks Nikkei melonjak seiring melemahnya nilai tukar yen yang memicu peningkatan saham perusahaan Jepang yang berorientasi ekspor.

Saham perusahaan utilitas Tokyo Electric Power memimpin penguatan hari ini dengan meroket 14,09 persen. Saham Chubu Electric Power melambung 5,29 persen.

Saham perusahaan perdagangan Mitsui dan perusahaan farmasi Daiichi Sankyo masing-masing melonjak 4,08 persen dan 3,83 persen. Saham perusahaan gas Tokyo Gas dan perusahaan semikonduktor Tokyo Electron meningkat 3,42 persen.

Nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap yen berada di kisaran 145,56 yen per dolar AS.

PT Equityworld Futures Semarang

Kamis, 07 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – Mata Uang Asia Naik Perlahan Melewati Kesulitan China Dengan Less Hawkish Fed


PT Equityworld Futures Semarang – Mata uang Asia mayoritas sedikit naik pada hari Kamis (07/12). Data tenaga kerja AS yang lemah mendorong berlanjutnya spekulasi pemotongan suku bunga lebih awal oleh Federal Reserve dan ini membantu investor melewati kekhawatiran yang terus berlanjut dari ekonomi China.

Data JOLTs mengungkap lowongan kerja AS menurun di bulan Oktober, menambah harapan untuk pendinginan yang panjang di pasar tenaga kerja yang dapat membatasi ruang bagi Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama.

Angka ini menurunkan Treasury yields, dan muncul hanya beberapa hari sebelum data nonfarm payrolls yang sangat diawasi dengan ketat.

Optimisme atas Fed yang tidak terlalu hawkish menopang sebagian besar mata uang Asia mencatatkan penguatan pada hari Rabu. Dolar Taiwan dan won Korea Selatan masing-masing naik 0,1%, sementara yen Jepang stabil setelah alami pemulihan tajam terhadap dolar dalam beberapa sesi terakhir.

Dolar Australia menguat 0,7%, pulih dari penurunan tajam selama dua hari meskipun data menunjukkan bahwa ekonomi Australia tumbuh kurang dari perkiraan pada kuartal ketiga, terutama karena turunnya permintaan ekspor di China. Namun permintaan dan belanja lokal tetap kuat.

Reserve Bank yang tidak terlalu hawkish menjadi sumber utama tekanan terhadap dolar Australia, setelah bank tersebut mempertahankan suku bunga pada hari Selasa dan menandai pendekatan yang sebagian besar berdasarkan data untuk kenaikan suku bunga di masa depan.

Rupee India tetap berbeda di antara mata uang lainnya, bergerak di sekitar rekor terendah lebih dari 83,3 setelah defisit perdagangan besar di negara ini sebagian besar mengimbangi optimisme atas pertumbuhan ekonomi yang luar biasa.
Yuan China turun meski ada dukungan dari pemerintah bersama warning Moody's

Yuan China turun 0,2%, menyusul penetapan kurs tengah harian yang lebih lemah oleh People's Bank of China. Namun laporan-laporan media menyebut bahwa bank-bank milik pemerintah China menjual dolar dan membeli yuan di pasar terbuka untuk mendukung mata uangnya.

Sentimen terhadap China tertekan oleh lembaga pemeringkat Moody's, yang menurunkan outlook kredit negara ini menjadi negatif dan menandai peningkatan risiko ekonomi dari penurunan pasar properti. Moody's juga mengatakan bahwa Beijing perlu meluncurkan lebih banyak stimulus untuk menopang pertumbuhan ekonomi.

Peringatan tersebut muncul setelah beberapa angka ekonomi yang lemah untuk bulan November, lantaran pemulihan pasca-COVID gagal terwujud tahun ini.

Data perdagangan China akan dirilis pada hari Kamis, dan diperkirakan akan menunjukkan pelemahan ekonomi yang terus-menerus.
Dolar stabil, waktu pemangkasan suku bunga Fed masih belum pasti

Indeks dolar dan indeks dolar berjangka masing-masing turun 0,1% di perdagangan Asia, tetapi diperdagangkan dengan nyaman di atas level terendah baru-baru ini.

Meskipun pasar yakin bahwa Fed tidak akan menaikkan suku bunga lebih lanjut, ketidakpastian mengenai kapan tepatnya bank sentral akan mulai menurunkan suku bunga pada tahun 2024 masih menjadi titik ketidakpastian utama. Gagasan ini memberikan dukungan bagi dolar dalam beberapa sesi terakhir, seperti halnya antisipasi terhadap data nonfarm payrolls hari Jumat.

Ekonomi AS masih tangguh, yang diperkirakan akan menjaga inflasi tetap tinggi, sementara pasar tenaga kerja juga mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mendingin dari yang diharapkan.

Traders memperkirakan ada lebih dari 50% kemungkinan Fed akan menurunkan suku bunga paling cepat Maret 2024. Namun, bank sentral sebagian besar mempertahankan retorika kenaikan suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 06 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – Mendekati akhir tahun ini, harga Bitcoin (BTC) terus melesat tanpa henti


PT Equityworld Futures Semarang – Mendekati akhir tahun ini, harga Bitcoin (BTC) terus melesat tanpa henti, mencetak pemulihan harga yang luar biasa dari titik di mana ia memulai tahun kurang dari US$20.000, diikuti minat yang kian tinggi dari investor, termasuk FOMO di antara investor ritel.

Namun, pemulihan ini tidak berjalan mulus. Setiap kenaikan harga tampaknya diikuti oleh kemunduran, mengarah pada pola dua langkah maju, satu langkah mundur.

Kombinasi faktor, termasuk optimisme yang tumbuh mengenai spot Bitcoin ETF dan penurunan suku bunga, memicu lonjakan yang luar biasa di pasar.

Lonjakan ini sangat berdampak sehingga harga kripto utama ini melonjak menjadi US$45.000, sebuah prestasi mengingat baru saja melewati ambang US$40.000 beberapa hari sebelumnya. Level ini terakhir kali terlihat pada awal 2022, menandakan pemulihan yang signifikan.

Bitcoin Terus Melesat Tanpa Henti

Berdasarkan laporan Coinbase, kebangkitan nilai Bitcoin ini menarik perhatian banyak orang, termasuk mereka yang sebelumnya skeptis terhadap aset kripto. Ini dianggap tanda dari kembalinya FOMO dan YOLO (kamu hanya hidup satu kali).

Diketahui, seorang kolega dari penulisan laporan itu menyebutkan bahwa dia telah menerima pertanyaan tentang kripto, menunjukkan minat yang diperbarui di pasar. Percakapan ini menimbulkan pertanyaan penting, apakah kebangkitan ini menandakan kripto bergerak menuju penerimaan arus utama sekali lagi?

Ketidakpastian ini semakin diperumit oleh ingatan tentang peristiwa-peristiwa yang mengguncang dunia kripto di masa lalu, seperti runtuhnya Celsius, Voyager, Three Arrows Capital, FTX dan Genesis.

Meskipun demikian, suasana saat ini di pasar kripto tidak dapat disangkal ceria, sebuah sentimen yang tidak dirasakan sejak sebelum insiden-insiden tersebut.

Kebangkitan minat ini dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, yang tidak kalah pentingnya adalah keterlibatan perusahaan besar Wall Street seperti BlackRock, Fidelity dan Franklin Templeton dalam mencoba mengajukan spot Bitcoin ETF di AS.

Langkah ini oleh raksasa keuangan tersebut memberikan kredibilitas yang signifikan untuk Bitcoin dan, secara luas, untuk pasar kripto.

Menambahkan kegembiraan adalah analisis dari seorang analis kripto terkenal, dikenal sebagai @el_crypto_prof di X, alias Twitter.

Berdasarkan laporan Coin Edition, analis ini memprediksi kenaikan tak terelakkan untuk Bitcoin, memproyeksikan bisa mencapai setinggi US$48.000, bahkan mungkin US$60.000.

Menggunakan data historis dan analisis pola gelombang ABC selama beberapa tahun dan berbagai kenaikan harga, analis ini memberikan argumen yang meyakinkan untuk prediksinya.

Dia menunjukkan bahwa pergerakan harga Bitcoin secara konsisten menghormati pola gelombang ini, kembali ke level (B) dalam reli sebelumnya.

Analisis pola ini mendukung prediksi analis tersebut bahwa reli saat ini tidak hanya akan berlanjut tetapi akan membawa Bitcoin menuju wilayah (B) dari gelombang ABC yang ada pada grafik di atas.

Ini sejalan dengan level harga US$48.000 yang diantisipasi, memberikan target konkret bagi investor dan penggemar untuk diawasi.

Kinerja BTC di bulan terakhir tahun ini hanya menambahkan bahan bakar untuk optimisme. Pada awal bulan ini, Bitcoin berhasil menembus beberapa level resistensi, melewati US$40.000 dan menandai tonggak penting.

Reli ini menghasilkan kenaikan 12 persen hanya dalam empat hari, mendorong Bitcoin ke titik tertinggi baru tahun ini sebesar US$42.404. Lonjakan ini menunjukkan tidak hanya sifat volatil dari kripto tetapi juga potensinya untuk pertumbuhan cepat.

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 05 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Minyak Naik Di Perdagangan Asia Hari Selasa (05/12)


PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak naik di perdagangan Asia hari Selasa (05/12) saat fokus tetap pada potensi eskalasi konflik Israel-Hamas, meskipun pemangkasan OPEC+ yang mengecewakan dan penguatan dolar membuat perdagangan minyak mendekati posisi terendah lima bulan.

Kekhawatiran akan potensi eskalasi dalam konflik Israel-Hamas kembali muncul setelah AS menyatakan Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap kapal AS di Laut Merah oleh pasukan Houthi. Namun traders tetap waspada dalam menentukan harga premi risiko pada minyak karena konflik ini, mengingat sejauh ini konflik ini hanya berdampak minimal pada pasokan minyak Timur Tengah.

Pemangkasan produksi yang mengecewakan dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan mitranya (OPEC+) menjadi titik utama perdebatan di pasar minyak, setelah grup tersebut mengumumkan pemangkasan produksi baru kurang dari 1 juta barel per hari hingga awal tahun 2024.

Para pelaku pasar minyak mengandalkan pemangkasan produksi untuk mendukung harga minyak, yang dihantam oleh kekhawatiran yang terus-menerus muncul bahwa melemahnya aktivitas ekonomi akan mengurangi permintaan minyak global. Kekhawatiran ini tetap ada, menyusul serangkaian data yang lemah dari negara-negara besar selama seminggu terakhir.

Harga minyak Brent untuk penyerahan Februari naik 0,1% menjadi $78,14 per barel, sementara minyak WTI naik 0,3% di $73,54 per barel pukul 08.31 WIB. Kedua minyak diperdagangkan di atas level terlemah sejak awal Juli, dan mengalami kerugian besar selama enam minggu berturut-turut.

Juga menekan harga minyak adalah kekuatan dolar, yang naik tajam dalam perdagangan semalam. Pasar secara luas menunggu data nonfarm payrolls, yang akan dirilis hari Jumat ini, untuk mendapat lebih banyak isyarat tentang ekonomi AS, di tengah optimisme yang berkembang bahwa Federal Reserve telah selesai menaikkan suku bunga.

Tetapi harga minyak telah mendapat sedikit kelegaan dari perdagangan ini, yang telah mengangkat pasar berbasis risiko lainnya selama sebulan terakhir.
Pemangkasan OPEC+ mengecewakan, kekhawatiran permintaan tetap ada

Traders kini semakin ragu atas kemampuan OPEC+ untuk mengurangi produksi lebih lanjut, mengingat pengurangan baru untuk awal tahun 2024 terjadi di tengah meningkatnya ketidakpuasan di antara para anggota grup atas pemangkasan tersebut.

Sementara Arab Saudi dan Rusia mengatakan bahwa mereka akan berkomitmen terhadap pemangkasan sukarela, produsen lain, seperti Angola, menolak kuota produksi dan mengatakan bahwa mereka akan meningkatkan produksi pada tahun 2024.

"Karena skala pemangkasan yang telah kita lihat dari grup ini, semakin sulit bagi beberapa anggota untuk menerima pemangkasan lebih lanjut," tulis analis di ING dalam catatan.

ING memperkirakan minyak Brent akan diperdagangkan di range $80-an hingga awal 2024, dan jalur harga minyak akan sangat ditentukan oleh kemampuan OPEC+ untuk membatasi produksi lebih lanjut.

Analis ING juga menyuarakan kekhawatiran atas perlambatan permintaan minyak global, dengan menyatakan bahwa meskipun permintaan China akan tetap kuat, Eropa dan Amerika diperkirakan akan mengalami sedikit penurunan permintaan seiring memburuknya kondisi ekonomi.

PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 04 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Melambung Tinggi Mencetak Rekor Di Perdagangan Asia Senin (04/12)


PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas melonjak cetak rekor tertinggi lagi di perdagangan Asia pada hari Senin (04/12), lanjutkan kenaikan baru-baru ini tatkala pasar berharap bahwa Federal Reserve dapat mulai memangkas suku bunga paling cepat pada Maret 2024, meskipun para pejabat bank sentral tetap berhati-hati.

Logam mulia menguat tajam dalam beberapa sesi terakhir akibat menurunnya inflasi, data pasar tenaga kerja yang lemah, dan beberapa sinyal yang tidak terlalu hawkish dari The Fed memicu spekulasi bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga pada awal tahun 2024.

Ketua Jerome Powell, ketika berbicara pada hari Jumat, menegaskan kembali pendiriannya bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Tetapi beberapa perubahan dalam sinyal-sinyalnya - terutama bahwa ia mengakui kemajuan yang dibuat untuk meredam inflasi dan potensi "soft landing" untuk ekonomi AS - memperkuat ekspektasi bahwa The Fed tidak akan lagi menaikkan suku bunga pada bulan Desember, dan berpotensi mulai memangkasnya pada bulan Maret 2024.

Emas spot melonjak hampir 2% ke rekor tertinggi $2.148,78/oz, sementara emas berjangka Februari juga melonjak 2% ke rekor tertinggi $2.151,20/oz. Kedua instrumen diperdagangkan sedikit turun dari level tertingginya pukul 07.16 WIB.

Logam mulia ini mengalami peningkatan kuat minggu lalu, dan juga naik selama dua bulan berturut-turut di bulan November.
Fed terlihat memangkas suku bunga pada Maret, tetapi banyak sinyal ekonomi lanjutan yang muncul minggu ini

Fed Fund futures menunjukkan peluang 97% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada bulan Desember, dan peluang 60% bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 5% hingga 5,25%, menurut Fedwatch tool dari CME Group. Ini dibanding dengan prediksi traders yang memperkirakan peluang 21% untuk pemangkasan suku bunga di bulan Maret satu minggu yang lalu.

Potensi penurunan suku bunga menjadi pertanda baik untuk emas, mengingat suku bunga yang lebih tinggi mendorong naiknya biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia. Gagasan ini telah memukul harga emas selama setahun terakhir karena the Fed mulai menaikkan suku bunga secara agresif.

Namun, pasar masih memiliki banyak sinyal ekonomi yang harus diperhitungkan untuk sementara waktu. Data nonfarm payrolls untuk bulan November - pengukur utama pasar tenaga kerja - akan terbit akhir pekan ini, sementara angka inflasi untuk sisa tahun ini juga akan dirilis dalam beberapa minggu mendatang.

Beberapa aspek dari pasar tenaga kerja tetap kuat, sementara inflasi juga tetap nyaman di atas target tahunan the Fed - sebuah tren yang jika terus berlanjut, akan mengurangi prospek penurunan suku bunga lebih awal.

The Fed akan gelar rapat kebijakan pada pertengahan Desember.

PT Equityworld Futures Semarang