Jumat, 31 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Berpotensi Konsolidasi Jumat (31/10), BRIDS: Buy Saham KLBF, UNTR, INCO, MDKA

IHSG Berpotensi Konsolidasi Jumat (31/10), BRIDS: Buy Saham KLBF, UNTR, INCO, MDKA 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (31/10), setelah menguat tipis di sesi sebelumnya.

BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) dalam laporan Sajian Pagi Menu Trading (SAPA MENTARI) menilai, meski sentimen positif masih terjaga, potensi aksi ambil untung bisa membatasi laju indeks.

Pada perdagangan Kamis (30/10), IHSG ditutup naik 0,22% ke level 8.184 dengan nilai net foreign buy mencapai Rp945 miliar. 

Kenaikan tersebut ditopang oleh sektor teknologi, energi, dan keuangan, seiring optimisme pasar atas pemangkasan suku bunga The Fed dan dukungan dari laporan keuangan kuartal III-2025 sejumlah emiten besar.

Secara teknikal, BRIDS memperkirakan IHSG bergerak di rentang support 8.088 dan resistance 8.200.

“Pergerakan IHSG cenderung terbatas karena pelaku pasar kemungkinan akan melakukan profit taking pasca reli singkat dalam beberapa sesi terakhir,” tulis tim riset BRIDS.

Rekomendasi Saham Hari Ini

1. KLBF – BUY

BRIDS melihat saham Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih menunjukkan tren bullish dengan kenaikan volume signifikan. Selama harga bertahan di atas support 1.275–1.300, KLBF berpotensi melanjutkan penguatan ke area 1.375–1.430.

2. UNTR – BUY

Saham United Tractors Tbk (UNTR) masih bergerak dalam tren naik jangka pendek. Setelah berhasil menembus resistance di 27.200–27.450, UNTR berpotensi menuju resistance selanjutnya di 28.575–29.125. 

3. INCO – BUY

Harga saham Vale Indonesia Tbk (INCO) berhasil menembus resistance di 4.550 dengan lonjakan volume transaksi yang signifikan. BRIDS memproyeksikan potensi penguatan lanjutan ke kisaran 4.840–5.000.

4. MDKA – BUY

Saham Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membentuk pola ascending triangle dan menembus neckline di 2.450. Selama harga bertahan di atas level tersebut, MDKA berpotensi melanjutkan penguatan menuju 2.620–2.740. 

 

Sentimen Global

Dari pasar global, bursa Wall Street ditutup melemah pada Kamis (30/10). Indeks Dow Jones turun 0,23%, S&P 500 melemah 0,99%, dan Nasdaq terkoreksi 1,57%, dipicu tekanan dari saham teknologi seperti Meta dan Microsoft serta kekhawatiran atas arah kebijakan Federal Reserve selanjutnya.

Kondisi ini diperkirakan akan memengaruhi sentimen investor di pasar Asia, termasuk Indonesia, meski faktor domestik masih cukup mendukung pergerakan IHSG secara terbatas.

PT Equityworld Futures Semarang 

Kamis, 30 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Naik 0,08% ke 8.172,86 Sesi I Kamis (30/10), Top Gainers LQ45: GOTO, TOWR, INCO

IHSG Naik 0,08% ke 8.172,86 Sesi I Kamis (30/10), Top Gainers LQ45: GOTO, TOWR, INCO 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau pada perdagangan sesi pertama, Kamis (30/10). Mengutip data RTI, IHSG naik tipis 0,08% atau 6,63 poin ke level 8.172,86.

Sebanyak 331 saham menguat, 295 saham melemah, dan 183 saham stagnan. Total volume perdagangan mencapai 22,6 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 12,3 triliun.

Kenaikan IHSG ditopang oleh enam indeks sektoral yang berada di zona positif. Tiga sektor dengan penguatan tertinggi antara lain: IDX-Finance 1,45%, IDX-Techno 1,24%, dan IDX-Energy 0,92%. 

Top Gainers LQ45:

- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 5,36% ke Rp 59

- PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik 3,77% ke Rp 550

- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) naik 3,30% ke Rp 4.690 

Top Losers LQ45:

- PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 8,49% ke Rp 2.480

- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun 4,55% ke Rp 4.820

- PT Astra International Tbk (ASII) turun 3,09% ke Rp 6.275 

 

Bursa Regional

Sentimen positif datang dari euforia investor terhadap saham-saham kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan kesepakatan dagang baru antara Washington dan Seoul. Selain itu, pasar juga menaruh harapan pada potensi gencatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Usai pertemuan hampir dua jam dengan Presiden China Xi Jinping, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Washington akan menurunkan tarif terhadap China.

Sebagai gantinya, Beijing sepakat untuk tidak lagi membatasi pasokan logam tanah jarang (rare earths). Namun, detail lanjutan dari kesepakatan tersebut masih dinantikan. 

Euforia AI Dorong KOSPI dan Saham Chip Meroket

Indeks KOSPI Korea Selatan sempat menanjak hingga 1,6% ke rekor tertinggi 4.146,72 poin, didorong lonjakan saham teknologi.

Penguatan ini terjadi setelah Nvidia menembus valuasi US$ 5 triliun dan Samsung Electronics melaporkan kinerja kuartal III-2025 yang solid.

Euforia Nvidia memperkuat minat global terhadap saham-saham terkait AI, dengan pabrikan chip asal Korea Selatan dipandang sebagai salah satu penerima manfaat utama dari pertumbuhan pesat sektor ini.

Sebelumnya, pada Rabu (29/10), Trump dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menandatangani kesepakatan dagang yang sempat alot dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Seoul, yang turut memperkuat kepercayaan pasar. 

Indeks Taiwan dan Indonesia Ikut Menguat

Indeks acuan Taiwan Weighted naik 0,8% ke rekor tertinggi baru 28.527,68 poin, sebelum bergerak stabil menjelang siang.

Di Asia Tenggara, IHSG turut menguat 0,8% untuk hari kedua berturut-turut, dipimpin oleh lonjakan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Saham GoTo melesat, setelah perusahaan menaikkan proyeksi laba tahunannya.

Analis Jefferies mencatat kinerja kuartal III GoTo mengungguli ekspektasi pasar, sembari mempertahankan rekomendasi “buy” dengan target harga Rp 100 per saham.

PT Equityworld Futures Semarang

Rabu, 29 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Tertekan 3 Hari Beruntun, Cek Saham Net Sell dan Net Buy Terbesar Asing Kemarin

IHSG Naik 0,26 Persen di Sesi I, Ini Daftar Sektor yang Menguat dan Melemah  | Infobanknews 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (28/10/2025). Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG melemah 0,30% atau terpangkas 24,52 poin ke level 8.092,62.

Penurunan IHSG terjadi seiring melemahnya lima dari sebelas sektor di BEI. Sektor industri tercatat menjadi penekan terbesar dengan koreksi 0,99%, diikuti keuangan yang turun 0,74%, barang konsumsi primer 0,61%, transportasi 0,14%, dan bahan baku 0,11%.

Meski demikian, sejumlah sektor lainnya justru mencatat penguatan. Sektor properti dan real estate memimpin penguatan dengan lonjakan 3,40%, disusul sektor kesehatan yang naik 2,65%, danteknologi 2,28%. 

Adapun total volume perdagangan saham di BEI mencapai 29,72 miliar lembar dengan nilai transaksi sebesar Rp9,46 triliun. 

Terdapat 309 saham yang melemah, 341 saham yang menguat, dan 159 saham stagnan.

Di tengah koreksi IHSG, investor asing catat net sell atau jual bersih jumbo Rp 1,37 triliun di seluruh pasar.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Selasa:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 367,15 miliar
2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 185,65 miliar
3. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 126,61 miliar
4. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 84,94 miliar
5. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 81,3 miliar
6. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 79,31 miliar
7. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 69,22 miliar
8. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 65,19 miliar
9. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp 50,45 miliar
10. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 46,93 miliar 

 

Adapun di tengah koreksi IHSG, investor asing banyak memborong saham-saham ini.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Selasa:

1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 78,01 miliar
2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 76,19 miliar
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 35,96 miliar
4. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 31,6 miliar
5. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp 31,48 miliar
6. PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 26,92 miliar
7. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 24,39 miliar
8. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 17,79 miliar
9. PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 13,99 miliar
10. PT Map Aktif Adiperaksa Tbk (MAPA) Rp 12,67 miliar

 

 PT Equityworld Futures Semarang

 

Jumat, 24 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Turun 0,03% ke 8.271, JSMR, MAPI dan MEDC Top Losers di LQ45, Jumat (24/10)

IHSG Turun 0,03% ke 8.271, JSMR, MAPI dan MEDC Top Losers di LQ45, Jumat (24/10) 

PT Equityworld Futures Semarang –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan akhir pekan ini setelah menguat signifikan dua hari perdagangan sebelumnya.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG turun tipis 0,03% atau terpangkas 2,63 poin ke level 8.271,72 pada penutupan perdagangan Jumat (24/10/2025).

Sementara itu dalam sepekan perdagangan terakhir IHSG tercatat menguat 4,50%. 

Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona hijau dengan rentang 8.271 ke 8.351.

IHSG tertekan penurunan enam indeks sektoral dari total 11 sektor di BEI. Sektor yang turun paling dalam adalah teknologi 2,43%, disusul barang baku 1,30%, barang konsumer non primer 1,13%, barang konsumer primer 1,11%, infrastruktur 0,84% an energi 0,33%.

Sedangkan sektor yang menguat adalah properti dan real estate 3,09%, Kesehatan 1,65%, perindustrian 1,34%, keuangan 0,87% dan transportasi 0,46%.

Total volume perdagangan saham di BEI pada Jumat mencapai 28,38 miliar dengan nilai transaksi Rp 22,16 triliun. 

 

 

PT Equityworld Futures Semarang 

Rabu, 22 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Melemah ke 8.208,8 di Sesi Pertama Hari Ini, Top Losers LQ45: MDKA, TLKM, MBMA

IHSG Melemah ke 8.208,8 di Sesi Pertama Hari Ini, Top Losers LQ45: MDKA, TLKM, MBMA

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin tertekan hingga akhir perdagangan sesi pertama hari ini. Rabu (22/10/2025) pukul 12.00 WIB, IHSG melemah 29,288 poin atau 0,36% ke 8.208,796.

Pelemahan IHSG ini disokong sebagian indeks sektoral. Sektor dengan pelemahan terdalam dicetak IDX Sektor Barang Baku yang anjlok 2,1% .

Disusul, IDX Sektor Kesehatan yang turun 0,63%, IDX Sektor Keuangan yang melemah 0,34%, IDX Sektor Teknologi turun 0,33% dan IDX Sektor Energi yang melemah 0,31%.

Sementara IDX Sektor Properti dan Real Estate menjadi sektoral dengan penguatan terbesar setelah melonjak 3,23% di akhir sesi pertama.

Berikutnya, IDX Sektor Perindustrian yang naik 2,9%, IDX Sektor Barang Konsumen Primer menguat 2,11%, IDX Sektor Transportasi dan Logistik naik 0,27%.

Diikuti, IDX Sektor Infrastruktur menguat 0,05% dan IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang naik tipis 0,01%. 

Total volume transaksi bursa mencapai 16,13 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 13,789 triliun. Sebanyak 332 saham turun harga, 318 naik harga dan 157 flat.

Top losers LQ45 hari ini adalah:

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 3,8%
  • PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 3,66%
  • PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA) turun 3,31%

Top gainers LQ45 hari ini terdiri dari:

  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 7,11%
  • PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) naik 4,81%
  • PT Jasa Marga Tbk (JSMR) naik 4,55%

 PT Equityworld Futures Semarang

Senin, 20 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Rebound ke US$ 4.263 Senin (20/10) Pagi, Setelah Turun Tajam

Harga Emas Rebound ke US$ 4.263 Senin (20/10) Pagi, Setelah Turun Tajam 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Senin (20/10/2025), setelah sempat anjlok tajam dari rekor tertinggi akibat meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menurunkan tensi perang dagang mendorong investor kembali ke aset berisiko.

Berdasarkan data pukul 02.03 GMT, harga emas spot naik 0,4% ke level US$ 4.263,59 per ons troi, setelah pada Jumat (17/10) merosot 1,8%, penurunan harian terbesar sejak pertengahan Mei. 

Meski sempat terkoreksi tajam, emas masih mencatat kinerja mingguan terbaik sejak April, setelah sebelumnya menembus rekor US$ 4.378,69 per ons troi.

Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember naik 1,5% ke US$ 4.275,40 per ons troi.

Harga perak spot naik 0,5% ke US$ 52,08 per ons troi, setelah pada sesi sebelumnya turun 4,4%, penurunan intraday terbesar sejak awal April usai menyentuh rekor US$ 54,47 per ons troi.

Sepanjang tahun ini, emas telah melonjak lebih dari 60%, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik, ekspektasi kuat terhadap pemangkasan suku bunga, pembelian besar oleh bank sentral, tren dedolarisasi, serta arus masuk dana ke ETF berbasis emas.

Penurunan tajam harga emas Jumat lalu terjadi setelah Trump menyatakan bahwa tarif 100% atas produk asal China tidak akan berkelanjutan, serta mengungkapkan rencananya untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. 

Pernyataan itu menenangkan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik dagang.

Bank HSBC pada Jumat memperkirakan harga emas bisa mencapai US$ 5.000 per ons pada 2026, didukung oleh meningkatnya risiko global dan masuknya investor baru ke pasar logam mulia.

Di India, lonjakan harga emas membuat pembeli lebih memilih koin dan emas batangan ketimbang perhiasan selama festival Dhanteras akhir pekan lalu, dengan keyakinan tren kenaikan harga masih akan berlanjut.

Bank Sentral India (RBI) juga mencatat cadangan emas negara itu menembus US$ 100 miliar untuk pertama kalinya, didorong reli harga global meski laju pembelian emas oleh RBI melambat tahun ini. 

Sementara itu, Bursa Berjangka Shanghai mengumumkan kenaikan batas perubahan harga harian untuk kontrak emas dan perak menjadi 14% dari sebelumnya 12%, mengikuti lonjakan harga logam mulia beberapa pekan terakhir.

Di sisi lain, harga platinum turun 1,1% ke US$ 1.591,55, sedangkan palladium melemah 0,5% ke US$ 1.467,16 per ons troi.

PT Equityworld Futures Semarang 

Jumat, 17 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Dari Wall Street ke Asia: Gejolak Bank AS Picu Aksi Jual, Emas Jadi Raja Lagi

Dari Wall Street ke Asia: Gejolak Bank AS Picu Aksi Jual, Emas Jadi Raja Lagi 

PT Equityworld Futures Semarang – Saham-saham Asia melemah mengikuti pelemahan di Wall Street, sementara harga emas menembus rekor tertinggi baru pada perdagangan Jumat (17/10/2025).

Kekhawatiran terhadap kesehatan bank regional di Amerika Serikat memicu arus modal ke aset aman dan menekan sentimen pasar global.

Saham bank AS Zions merosot 13% setelah mengumumkan kerugian sebesar US$50 juta pada kuartal ketiga akibat dua pinjaman bermasalah dari divisi California

Di saat yang sama, Western Alliance turun 11% usai menggugat Cantor Group V, LLC atas dugaan penipuan.

“Meski masalah kedua bank tersebut tampak masih terkendali, di mana ada asap biasanya ada api. Solusi krisis 2023 justru menciptakan bara baru yang bisa memicu gejolak perbankan berikutnya,” ujar analis IG, Tony Sycamore.

Kabar tersebut menekan saham-saham sektor perbankan AS dan melemahkan nilai dolar AS. Sebaliknya, yen Jepang dan franc Swiss menguat seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman

Imbal hasil obligasi AS tenor dua tahun turun ke level terendah dalam tiga tahun di 3,4040%, dengan pasar kini memperkirakan setidaknya dua kali penurunan suku bunga The Fed lagi tahun ini.

Lonjakan permintaan aset lindung nilai juga mendorong harga emas ke rekor baru di US$4.378 per troy ounce, sebelum akhirnya tertahan oleh aksi ambil untung.

Sepanjang pekan ini, emas tercatat menguat 7,6%, kenaikan mingguan terbesar sejak awal 2020. Harga perak juga ikut mencetak rekor baru.

Futures S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,3% menjelang rilis laporan keuangan sejumlah bank regional AS. Sementara itu, kontrak berjangka saham Eropa terkoreksi 0,7% dan FTSE Inggris turun 0,9%. 

Ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China turut menekan sentimen pasar. Beijing pada Kamis (16/10) menuduh Washington menebar kepanikan atas kebijakan ekspor logam tanah jarang, menolak seruan Gedung Putih untuk mencabut pembatasan tersebut.

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun 0,9%, menyeret kinerjanya ke wilayah negatif untuk pekan ini.

Indeks Nikkei Jepang juga melemah 1% akibat anjloknya saham-saham perbankan. Saham Taiwan terkoreksi 0,9% meski TSMC mencatat laba kuartalan tertinggi sepanjang sejarah dan memberikan prospek positif untuk belanja chip kecerdasan buatan (AI).

Di China daratan dan Hong Kong, indeks blue chip dan Hang Seng masing-masing turun 1,4%. 

Di pasar valuta asing, dolar AS melemah 0,6% terhadap sejumlah mata uang utama ke level 98,24, posisi terendah dalam sepuluh hari.

Yen Jepang dan franc Swiss masing-masing menguat 0,7% dan 0,9% sepanjang pekan ini.

Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda mengatakan pihaknya akan mencermati data ekonomi terbaru sebelum memutuskan kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan ini.

Sementara di ranah politik, pemimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) Sanae Takaichi masih berupaya menggalang dukungan untuk pemilihan perdana menteri yang dijadwalkan pekan depan.

Pasar obligasi AS mencatat penguatan tiga pekan beruntun. Imbal hasil (yield) obligasi tenor 10 tahun turun 2 basis poin menjadi 3,959% dan telah merosot 10 bps sepanjang pekan ini. 

Sementara itu, harga minyak memperpanjang pelemahan setelah anjlok 1% sehari sebelumnya.

Penurunan terjadi usai Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia dan Presiden Rusia Vladimir Putin sepakat bertemu di Hungaria untuk membahas upaya mengakhiri perang di Ukraina.

Harga minyak mentah AS (WTI) turun 0,7% menjadi US$57,04 per barel, sedangkan minyak Brent melemah 0,7% ke US$60,63 per barel.

PT Equityworld Futures Semarang

 

 

 

 

 

 

PT Equityworld Futures Semarang 

Kamis, 16 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Antam Cetak Rekor, Catat Cara Menabung Emas di Pegadaian

Harga Emas Antam Cetak Rekor, Catat Cara Menabung Emas di Pegadaian 

PT Equityworld Futures Semarang – Catat cara menabung emas di Pegadaian agar Anda tidak repot menyimpan emas batangan. Harga emas di Pegadaian kembali mengalami kenaikan dan mencetak rekor kembali.

Mengutip website Pegadaian, harga emas Antam per 1 gram Rp 2.648.000 hari ini 16 Oktober 2025. Harga emas Antam naik Rp 52.000 dari hari sebelumnya.

Untuk Anda yang ingin investasi logam mulia, bisa dengan menabung emas di Pegadaian. Cara menabung emas di Pegadaian juga relatif mudah. 

Menabung emas di Pegadaian merupakan salah satu cara investasi yang aman dan mudah, terutama bagi pemula. Dengan modal yang terjangkau, Anda bisa memulai investasi emas tanpa harus membeli dalam jumlah besar.

Layanan tabungan emas Pegdaian tersebut juga mempunyai banyak keuntungan dan berbagai kemudahan bagi para pemula.

Lantas bagaimana cara menabung emas di Pegadaian?

Melansir dari laman Sahabat Pegadaian, berikut persyaratan menabung emas di Pegadaian: 

Persyaratan Menabung Emas di Pegadaian

- Memiliki identitas yang masih berlaku (KTP/Paspor)
- Mengisi formulir pembukaan Rekening Tabungan Emas
- Biaya transaksi Tabungan Emas

Cara Menabung Emas di Pegadaian

Terdapat beberapa cara menabung emas di Pegadaian yaitu melalui kantor cabang Pegadaian dan melalui aplikasi Pegadaian Digital. 

Cara Menabung Emas di Cabang Pegadaian

1. Nasabah mengisi formulir dan melampirkan Melampirkan KTP
2. Nasabah membayar biaya admin Rp 10.000, biaya pengelolaan rekening Rp 30.000 dan biaya materai Rp 10.000
3. Nasabah membeli emas batangan dengan berat minimal 0.01 gram
4. Nasabah mendapatkan buku tabungan emas

Cara Menabung Emas di Aplikasi Pegadaian Digital

1. Download dan login aplikasi Pegadaian Digital.
2. Pilih menu buka Tabungan Emas pada menu utama.
3. Input data diri dan pilih cabang lokasi pembukaan rekening.
4. Pilih metode pembayaran.
5. Lakukan pembelian emas sebesar Rp 10.000 dan lakukan pembayaran sesuai petunjuk.
6. Rekening telah aktif dan buku tabungan dapat diambil di cabang tempat pendaftaran. 

Tips Menabung Emas Bagi Pemula

1. Konsisten, Lakukan setoran secara rutin, misalnya setiap bulan, untuk membangun kebiasaan menabung.​
2. Pantau Harga Emas, Perhatikan fluktuasi harga emas untuk menentukan waktu yang tepat dalam membeli atau menjual.​
3. Manfaatkan Fitur Otomatis, Gunakan fitur autodebit jika tersedia untuk mempermudah proses menabung secara berkala.

PT Equityworld Futures Semarang 

Rabu, 15 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Skandal Kripto Raksasa: AS Sita Bitcoin Rp224 Triliun, Taipan Kamboja Jadi Tersangka

Skandal Kripto Raksasa: AS Sita Bitcoin Rp224 Triliun, Taipan Kamboja Jadi Tersangka 

PT Equityworld Futures Semarang – Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menyita lebih dari US$14 miliar (sekitar Rp224 triliun) dalam bentuk bitcoin dan mendakwa pendiri sebuah konglomerat asal Kamboja dalam kasus penipuan kripto berskala besar.

Melansir Channelnewsasia Rabu (15/10/2025), Chen Zhi, Ketua Prince Holding Group dituduh memimpin jaringan penipuan investasi yang memanfaatkan buruh paksa untuk menipu para korban di seluruh dunia.

Jaksa penuntut menuding Chen dan kaki tangannya menggunakan hasil kejahatan tersebut untuk membeli yacht, jet pribadi, jam tangan mewah, hingga lukisan Picasso. 

Dalam dakwaan yang dibuka pada Selasa (14/10), Kejaksaan Federal Brooklyn menjerat Chen dengan konspirasi penipuan wire fraud dan pencucian uang.

Pada saat yang sama, otoritas AS dan Inggris juga menjatuhkan sanksi terhadap Prince Holding Group, yang dinyatakan sebagai organisasi kriminal transnasional oleh Departemen Keuangan AS.

Chen, 38 tahun, disebut telah mengizinkan tindak kekerasan terhadap para pekerja, menyuap pejabat asing, dan menggunakan bisnis lain seperti perjudian daring dan penambangan kripto untuk mencuci uang hasil kejahatan.

“Chen adalah dalang di balik kerajaan kejahatan siber berskala global,” kata Asisten Jaksa Agung AS, John Eisenberg.

Sementara Jaksa AS Joseph Nocella menyebutnya sebagai “salah satu operasi penipuan investasi terbesar dalam sejarah.”

Menurut jaksa, Chen bahkan sempat membual bahwa skema yang dijalankannya dikenal sebagai “pig butchering scam” menghasilkan US$30 juta per hari. 

Skema Kripto dan Buruh Paksa di Asia Tenggara

Departemen Keuangan AS mencatat, warga Amerika kehilangan lebih dari US$10 miliar akibat skema penipuan siber yang berbasis di Asia Tenggara pada tahun lalu meningkat 66% dibandingkan 2023.

Dalam laporan itu, Prince Holding Group disebut sebagai “pemain dominan” dalam ekosistem kejahatan siber tersebut.

Chen, yang juga dikenal dengan nama Vincent, kini masih buron. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman hingga 40 tahun penjara.

AS berencana menggunakan 127.271 bitcoin yang disita untuk mengganti kerugian para korban, tergantung izin pengadilan.

Seorang ahli kejahatan lintas negara dari Universitas Harvard, Jacob Daniel Sims, menyebut Prince Holding Group sebagai “bagian penting dari infrastruktur yang memungkinkan industri penipuan global berkembang,” dengan Chen sebagai “pilar utama ekonomi kriminal yang terkait dengan rezim Kamboja.”

Chen diketahui memiliki hubungan dekat dengan elite politik Kamboja, termasuk Perdana Menteri Hun Manet dan ayahnya, mantan PM Hun Sen.

Ia bahkan menerima gelar kehormatan “neak oknha”, yang setara dengan gelar bangsawan di Inggris.

“Indictment ini memang tidak langsung membongkar seluruh jaringan, tapi mengubah kalkulasi risiko,” ujar Sims.

“Sekarang setiap bank global, perusahaan properti, dan investor akan berpikir dua kali sebelum menyentuh uang para elite Kamboja.” 

Kamp Buruh dan Kekerasan

Menurut dakwaan, Prince Holding Group membangun setidaknya 10 kompleks tertutup di Kamboja.

Di sana, para pekerja kebanyakan migran ditahan dan dipaksa bekerja untuk mengoperasikan ribuan akun media sosial palsu, menjalin hubungan dengan calon korban, dan membujuk mereka menginvestasikan uang dalam aset kripto palsu.

Uang hasil penipuan kemudian dialirkan ke berbagai anak usaha dan perusahaan cangkang, digunakan untuk membeli barang mewah seperti jam Rolex, properti, hingga karya seni langka. Salah satu korban dilaporkan kehilangan lebih dari US$400.000.

Kompleks-kompleks tersebut beroperasi seperti kamp kerja paksa, dikelilingi tembok tinggi dan kawat berduri, dilengkapi pusat panggilan otomatis dengan ratusan ponsel yang mengendalikan puluhan ribu akun media sosial palsu.

Salah satu lokasi disebut terkait dengan Hotel Jinbei Casino, sedangkan lainnya dikenal sebagai Golden Fortune.

Departemen Keuangan AS juga merilis foto-foto yang menunjukkan kekerasan terhadap pekerja: seseorang dengan luka parah di wajah, puluhan orang duduk di tanah dengan tangan terikat, dan seorang pria dengan bekas cambukan di tubuhnya.

Chen disebut menyetujui setidaknya satu pemukulan, namun memerintahkan agar korban tidak “dipukuli sampai mati”. Beberapa saksi melaporkan melihat pekerja yang kabur dari Golden Fortune “dipukuli hingga nyaris tewas”. 

Fenomena Regional

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, pada 2023 terdapat sekitar 100.000 orang yang dipaksa menjalankan operasi penipuan daring di Kamboja, 120.000 di Myanmar, serta puluhan ribu lainnya di Thailand, Laos, dan Filipina.

“Tindakan ini tidak akan mengakhiri ekonomi penipuan dalam semalam,” kata Sims.

“Namun langkah ini mengurangi suplai oksigen mereka dan memberi pesan tegas bahwa menjadikan kejahatan elite sebagai strategi politik adalah pedang bermata dua.”

PT Equityworld Futures Semarang

Selasa, 14 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Rekor Lagi, Harga Emas Naik Mendekati US$ 4.200 per troi ons

Rekor Lagi, Harga Emas Naik Mendekati US$ 4.200 per troi ons 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas hari ini di pasar global terus melaju hingga memperbarui rekor tertinggi alias all time high

Mengutip Bloomberg, Selasa (14/10), harga emas spot mencapai level tertinggi US$ 4.149,82 per troi ons pada pukul 08.27 WIB, sebelum sedikit melandai.

Harga emas hari ini lanjut naik 1%, setelah kemarin untuk pertama kalinya menembus level US$ 4.100 per troi ons. Emas melonjak didorong oleh pembelian aset safe haven karena ketegangan perdagangan AS-China muncul kembali. Ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve akhir bulan ini semakin meningkatkan permintaan emas. 

Sejumlah bank dan institusi global telah mengerek target harga emas. Teranyar, Societe Generale menaikkan target harga emas akhir 2026 menjadi US$ 5.000 per troi ons.

"Dengan arus masuk ke ETF yang tetap kuat dan pembelian bank sentral diperkirakan akan kuat, kami merasa yakin dan terdorong untuk memperbarui target harga. Laju aliran masuk telah melampaui asumsi awal kami," kata analis Michael Haigh dan Ben Hoff, mengutip Bloomberg, hari ini.

Sebelumnya, Bank of America Global Research pada Senin, meningkatkan prospek harga emas tahun 2026 menjadi US$ 5.000 per troi ons, dengan harga rata-rata sekitar US$ 4.400.

Bank tersebut melihat risiko koreksi dalam waktu dekat, tetapi masih memperkirakan kenaikan lebih lanjut pada 2026. "Melihat tahun 2026, peningkatan permintaan investasi sebesar 14%, serupa dengan yang kita lihat tahun ini, dapat mengangkat harga emas ke US$ 5.000," tulis BofA, mengutip Reuters

PT Equityworld Futures Semarang 

 

Senin, 13 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – 5 Saham di BEI akan Bayar Dividen Oktober 2025, Cum Dividen Mulai Hari Ini (13/10)

Perkuat Pasar Derivatif, BEI Tambah 5 Saham Underlying Baru 

PT Equityworld Futures Semarang – Para investor dan pemegang saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) wajib bersiap! Oktober ini menjadi bulan penuh berkah karena sejumlah emiten telah memastikan akan membagikan dividen interim kepada pemegang sahamnya.

Tercatat, lima emiten akan menyalurkan dividen dengan jadwal cum date yang jatuh pada pekan ketiga Oktober 2025. Pembagian dividen ini tak hanya menjadi kabar gembira bagi investor lama, tapi juga peluang menarik bagi mereka yang ingin meraih cuan dari saham dividen.

Berikut lima perusahaan terbuka (emiten) yang telah mengumumkan jadwal dan nilai pembagian dividennya:

1. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)

  • Dividen interim: Rp 100 per saham
  • Jadwal cum date: 17 Oktober 2025

2. PT Astra Graphia Tbk (ASGR)

  • Dividen interim: Rp 30 per saham
  • Jadwal cum date: 15 Oktober 2025

3. PT Astra Otoparts Tbk (AUTO)

  • Dividen interim: Rp 59 per saham
  • Jadwal cum date: 14 Oktober 2025

4. PT Astra International Tbk (ASII)

  • Dividen interim: Rp 98 per saham
  • Jadwal cum date: 13 Oktober 2025

5. PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN)

  • Dividen interim: Rp 15,5 per saham
  • Jadwal cum date: 13 Oktober 2025

Rekomendasi saham pilihan analis

Menurut David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), investor masih bisa melirik saham-saham dividen ini, khususnya ASII dan AUTO yang dinilai punya prospek jangka menengah hingga panjang.

“ASII tetap menjadi pilihan utama berkat prospek solid di sektor otomotif serta kontribusi besar dari Astra Agro Lestari dan United Tractors. AUTO juga menawarkan dividen yield yang menarik dan masih undervalued,” ujarnya, Jumat (10/10/2025).

David memproyeksikan harga wajar (target price) saham:

  • ASII: Rp 6.400 per saham
  • AUTO: Rp 2.800 per saham

Ia menambahkan, sektor otomotif saat ini menunjukkan pemulihan permintaan kendaraan komersial, sementara ekspansi kendaraan listrik (EV) juga mulai memberikan dorongan tambahan bagi kinerja grup Astra.

Sementara itu, Liza Camelia Suryanata, Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas, menilai ASII saat ini berada di level penting secara teknikal. “Level Rp 6.000 menjadi resistance psikologis. Namun masih ada potensi naik terbatas ke arah Rp 6.250–Rp 6.600 dalam jangka pendek,” ujarnya.

Liza juga menyarankan investor memperhatikan area support di Rp 5.600 dan Rp 5.150 jika saham ASII mengalami koreksi (pullback). 

Untuk saham lainnya, Liza merekomendasikan strategi buy on weakness dengan rincian berikut:

  • CMRY: Beli di level Rp 4.200, target Rp 5.000–Rp 5.050
  • ASGR: Beli bertahap di level Rp 1.000–Rp 1.050, target Rp 1.350

Dengan sederet emiten yang siap menebar dividen, pekan ini bisa menjadi momentum bagi investor untuk memperkuat portofolio mereka. Saham-saham seperti ASII, AUTO, dan CMRY masih menawarkan potensi cuan, baik dari dividen maupun capital gain.

Namun, investor tetap disarankan untuk memantau pergerakan harga saham dan kondisi pasar, terutama di tengah dinamika global dan domestik yang masih berfluktuasi.

PT Equityworld Futures Semarang 

Jumat, 10 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Intip Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Catat Rekor Baru, Ada BBRI dan BBCA

Intip Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Catat Rekor Baru, Ada BBRI dan BBCA 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor tertinggi terbaru setelah sehari sebelumnya parkir di zona merah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melesat 1,04% atau bertambah 84,9 poin ke level rekor baru 8.250,93 pada penutupan perdagangan Kamis (9/10/2025).

Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di zona hijau dengan level terendah 8.159 dan tertinggi 8.272. 

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 37,67 miliar dengan nilai transaksi Rp 30,27 triliun. 

Ada 433 saham yang menguat, 229 saham yang melemah dan 135 saham yang stagnan. 

Di tengah kenaikan IHSG, investor asing mencatatkan net buy atau beli bersih jumbo Rp 1 triliun di seluruh pasar.

Namun kendati demikian, di tengah lonjakan IHSG asing banyak melego saham-saham ini.

Baca Juga: IHSG Rebound, Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing, Kamis (2/10)

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Kamis:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 680,01 miliar
2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 554,3 miliar
3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 155,38 miliar
4. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 134,39 miliar
5. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 90,49 miliar
6. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 74,32 miliar
7. PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) Rp 63,84 miliar
8. PT MD Entertainment Tbk (FILM) Rp 40,06 miliar
9. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) Rp 38,07 miliar
10. PT J.Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp 30,22 miliar  

 

 

 PT Equityworld Futures Semarang

Kamis, 09 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Saham Big Banks Rebound pada Kamis (9/10), Cermati Rekomendasi Analis

IHSG Ditutup Naik 0,79% ke 4.754 Jelang Akhir Pekan : Okezone Economy 

PT Equityworld Futures Semarang – Kinerja saham perbankan terutama bank berkapitalisasi besar kembali rebound pada penutupan perdagangan, Kamis (9/10) setelah pada beberapa minggu terakhir alami kelesuan. Hal ini terjadi seiring dengan asing yang mulai kembali masuk ke saham bank-bank di Tanah Air.

Berdasarkan data RTI, saham PT Bank Central Asia (BBCA), ditutup di level Rp 7.550 per saham, naik 2,37% dibandingkan penutupan Rabu (8/10). Sepanjang sesi, BBCA sempat menyentuh level tertinggi Rp 7.700 sebelum kembali melandai menjelang akhir perdagangan. Adapun selama sepekan terakhir sahamnya susut 1,95%.

Selanjutnya ada saham PT Bank Mandiri (BMRI) yang ditutup menguat 3,29% ke level Rp 4.390 per saham. Saham ini sempat mencapai harga tertinggi Rp 4.450 di tengah meningkatnya minat beli investor institusi. Selama sepekan terakhir sahamnya terlihat anjlok 2,23%.

Kemudian saham PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) ditutup di level Rp 3.860 per saham, menguat 3,76% dibandingkan sehari sebelumnya. BBRI menjadi salah satu saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini. Sementara selama sepekan terakhir sahamnya terjun 1,03%. 

Adapun PT Bank Negara Indonesia (BBNI) menjadi bank dengan kenaikan saham tertinggi di antara bank berkapitalisasi besar lain dengan kenaikan 4,06% ke level Rp 4.100 per saham. Sementara dalam sepekan terakhir sahamnya susut 1,91%.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai, bawasanya biarpun secara minor, pergerakan harga sahamnya sebelumnya mengalami penurunan, tapi tidak salahnya harus menerapkan risk management dengan baik, dan efektif.

"Sehingga ketika hari ini rebound, tentunya kita sudah mulai mendapatkan gain. Profit gain secara bertahap, ya walaupun ini unrealized," kata Nafan kepada kontan.co.id, Kamis (9/10).

Nafan juga melihat, prospek dari big banks sentimennya positif, terlebih di semester ke-2 ia memproyeksikan kinerja perbankan mulai membaik, baik dari sisi pertumbuhan kredit  maupun memberikan performa yang positif bagi peningkatan net interest margin.

"Lagi juga the reduction of borrowing cost effect sudah mulai terjadi. Ketika Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan, sehingga memicu peningkatan permintaan kredit, belum lagi di semester ke-2 katalis positifnya banyak, mulai dari stimulus ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah, dalam rangka mendongkrak daya beli konsumsi domestik," jelas Nafan.

Selain itu, sentimen adanya momen Natal dan Tahun Baru juga dinilai bisa mendongkrak ekonomi domestik. Belum lagi sudah terjadinya ekspansi di sektor manufaktur yang bisa menjadi sentimen positif bagi kinerja perbankan.

"Belum lagi dividend yield-nya menarik, apalagi untuk bank-bank BUMN, bagi dividend hunter ini yield-nya menarik," ujarnya.

Sebagai rekomendasi investasi, Nafan memberikan rekomendasi “accumulative buy” untuk saham-saham perbankan besar seperti, BBNI dengan target harga Rp4.470 per saham, BMRI dengan target Rp4.530 per saham, BBCA dengan target Rp8.100 per saham, dan BBRI dengan target Rp4.030 per saham, BNGA Rp 1.740  per saham.

Di sisi lain Head of Online Trading BCA Sekuritas, Achmad Yaki menilai, pelemahan saham perbankan yang terjadi sejak awal Oktober 2025 dipengaruhi banyak faktor, yang paling terlihat yakni aksi jual asing yang terus berlanjut. 

"Ada kekhawatiran mengenai penurunan kualitas aset perbankan, yang memaksa bank-bank (termasuk bank besar seperti BBRI dan BBCA) untuk meningkatkan biaya pencadangan atau biaya provisi untuk mengantisipasi potensi kredit macet," terangnya.

Kenaikan biaya ini disebut dapat menekan laba bersih bank. selain itu likuiditas yang ketat (rasio LDR yang naik) berpotensi  biaya dana (cost of fund) bisa meningkat serta proyeksi perlambatan pertumbuhan kredit.

Yaki melihat,BBRI dan BBCA masih memimpin net sell asing di ikuti BBNI dan BMRI. Dari ke 4 bank ini, per hari ini, asing net Sell hampir Rp 1,4 triliun.

Yaki merekomendasikan buy untuk saham big banks kecuali BBRI cenderung hold. BBRI hold dengan target Rp 4.400, BBNI buy target Rp 6.075, BMRI buy target Rp 7.250, dan BBCA trading Buy target Rp 8.400 per saham.  

PT Equityworld Futures Semarang 

Rabu, 08 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Melanjutkan Reli, Melonjak Lampaui US$ 4.000 per Ons Troi

Keuntungan Investasi Emas dalam Setahun, Berapa Kenaikannya? 

PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas menembus US$ 4.000 per ons troi dan mencapai rekor tertinggi pada Rabu (8/10/2025), didorong oleh investor yang mencari keamanan dari meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, di samping ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve AS.

Mengutip Reuters, harga emas spot naik 0,5% menjadi US$ 4.002,53 per oz pada pukul 02.13 GMT. Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember naik 0,5% menjadi $4.025 per oz.

Secara tradisional, emas dipandang sebagai penyimpan nilai selama masa ketidakstabilan.  

Harga emas spot naik 52% sepanjang tahun ini (year to date) setelah naik 27% pada tahun 2024.

"Ada begitu banyak keyakinan dalam perdagangan ini saat ini sehingga pasar akan mencari angka bulat besar berikutnya yaitu 5.000 dengan kemungkinan The Fed akan terus menurunkan suku bunga," kata Tai Wong, seorang pedagang logam independen.

"Akan ada beberapa kendala seperti gencatan senjata yang bertahan lama di Timur Tengah atau Ukraina, tetapi pendorong fundamental perdagangan, utang yang besar dan terus bertambah, diversifikasi cadangan devisa, dan dolar yang lebih lemah kemungkinan besar tidak akan berubah dalam jangka menengah."

Reli logam mulia ini didorong oleh berbagai faktor, termasuk ekspektasi penurunan suku bunga, ketidakpastian politik dan ekonomi yang berkelanjutan, pembelian bank sentral yang solid, arus masuk ke dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) emas, dan dolar yang lemah. 

Penutupan pemerintah AS memasuki hari ketujuh pada hari Selasa. Penutupan ekonomi telah menunda rilis indikator ekonomi utama, memaksa investor untuk mengandalkan data sekunder non-pemerintah untuk mengukur waktu dan tingkat penurunan suku bunga The Fed.

Investor kini memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan ini, dengan penurunan tambahan sebesar 25 basis poin diantisipasi pada bulan Desember.

Selain itu, gejolak politik di Prancis dan Jepang juga telah meningkatkan permintaan emas batangan sebagai aset safe haven.

Para analis mengatakan, sentimen ini juga turut mendorong kenaikan harga emas.

"Yang kami lihat sekarang adalah investor membeli emas, meskipun harganya sedang tinggi, dan ini semakin memperkuat pergerakan tersebut," kata analis UBS, Giovanni Staunovo.

PT Equityworld Futures Semarang 

Selasa, 07 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Saham Big Banks Kompak Melemah pada Hari Ini (6/10), Cermati Rekomendasi Sahamnya

IHSG Dibuka Menguat 0,56 Persen ke Level 7.671 

PT Equityworld Futures Semarang – Saham keempat big banks kompak melemah pada perdagangan hari ini (6/10/2025). Adapun keempat saham tersebut adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Pada perdagangan hari ini, saham BBCA melemah paling mini. Di mana, perbankan swasta ini melemah 0,33% dan ditutup di level Rp 7.500 pada hari ini.

Di sesi ini, BBCA sempat mencapai harga tertinggi di level Rp 7.550 per saham sebelum akhirnya melemah lagi sampai penutupan.

Menyusul, ada BBRI yang melemah hingga 0,81% dan ditutup pada level Rp 3.660 per saham. Pada awal perdagangan, BBRI sempat meraih harga tertinggi di level Rp 3.740 per saham, tetapi kemudian terus melemah.

Sementara itu, BBNI terlihat ditutup melemah 0,99% ke level Rp 4.000 per saham pada penutupan hari ini. BBNI sempat berada di harga tertinggi pada awal perdagangan di level Rp 4.070 per saham.

Kemudian, BMRI mengalami penurunan terdalam diantara saham big banks setelah ditutup anjlok 1,16% ke level Rp 4.260 per saham. Di awal perdagangan, BMRI sempat menguat ke level tertinggi di Rp 4.330 per saham sebelum akhirnya terus melemah sampai penutupan perdagangan.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisory Ekky Topan mengatakan, pelemahan saham-saham big banks saat ini lebih banyak disebabkan oleh melambatnya kinerja perbankan, minimnya sentimen lanjutan, serta berlanjutnya aksi jual asing (foreign net sell).

Pergerakan saham big banks seperti BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI sangat berkorelasi dengan aksi investor asing, mengingat partisipasi mereka yang besar pada saham-saham tersebut.

“Maka dari itu, selama tekanan eksternal masih tinggi dan belum ada pemulihan signifikan dari sisi fiskal dan makro, emiten bank besar masih berpotensi bergerak terbatas dalam jangka pendek,” jelas Ekky, Senin (6/10/2025).

Sebagai rekomendasi, Ekky menilai kondisi saat ini justru menjadi momentum menarik untuk melakukan akumulasi bertahap bagi investor jangka panjang dengan horizon 2 tahun atau lebih.

 

Saham-saham perbankan sudah cukup murah dari segi valuasi, khususnya bank BUMN seperti BMRI dan BBRI, yang tetap menawarkan dividend yield menarik dan fundamental yang kokoh.

Sementara itu, untuk bank lapis kedua, secara teknikal PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) berada di area menarik untuk dipantau lebih lanjut.

“Jika tren positifnya berlanjut, target jangka menengah berada di kisaran Rp 700 – Rp 720 per saham,” kata Ekky. 

PT Equityworld Futures Semarang 

Senin, 06 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Naik Tipis, Cek Saham Net Buy dan Net Sell Terbesar Asing Sepekan Terakhir

IHSG Melemah, Investor Menunggu Rilis Data Inflasi AS di Tengah  Ketidakpastian - Kupang News 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan lalu.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG naik 47,22 poin atau 0,58% ke level 8.118,30 pada penutupan perdagangan Jumat (3/10/2025).

Akumulasi kenaikan IHSG dalam sepekan perdagangan kemarin mencapai 0,23%.

Pada perdagangan IHSG bergerak di zona hijau dengan level terendah 8.076 dan level tertinggi 8.118.

Total volume perdagangan saham di BEI pada Jumat mencapai 45,53 miliar dengan nilai transaksi Rp 22,99 triliun. 

Ada 259 saham yang menguat, 403 saham yang melemah dan 136 saham yang tidak berubah.

Investor asing mencatatkan net buy atau beli bersih sebesar Rp 199,93 miliar di seluruh pasar. 

PT Equityworld Futures Semarang 

Jumat, 03 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – IHSG Berpotensi Terkonsolidasi pada Jumat (3/10), Intip Pilihan Sahamnya

IHSG Hari Ini Dibuka Jatuh, Asing Lepas BBRI hingga ADMR 

PT Equityworld Futures Semarang –  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi pada perdagangan Jumat (3/10/2025) usai ditutup melemah hari ini.

Adapun IHSG menutup perdagangan Kamis (2/10/2025) dengan menguat 0,34% ke level 8.071,08.

Penguatan IHSG ini sejalan dengan kenaikan Bursa Asia. Indeks asal Hong Kong, Hang Seng ditutup menguat 1,61%. Kemudian indeks Nikkei225 asal Jepang juga ditutup naik 0,87%. 

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus bilang penguatan bursa saham Indonesia dan Asia karena investor mengabaikan government shutdown Amerika Serikat (AS). 

Indeks dolar alias DYX juga melemah seiring dengan keputusan Mahkamah Agung AS yang menjadwalkan sidang pada Januari 2025 terkait upaya Presiden AS Donald Trump untuk memberhentikan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook. 

Nico bilang kekhawatiran mengenai independensi bank sentral meningkat sejak Trump menuduh Cook melakukan penipuan hipotek sekaligus mendesak The Fed agar lebih agresif memangkas suku bunga. 

“Dolar AS juga mendapat tekanan dari government shutdown. Ini pertama kali dalam tujuh tahun terakhir setelah anggota parlemen gagal mencapai kesepakatan pendanaan sementara,”  tulisnya dalam riset yang dirilis, Kamis (2/10/2025). 

Adapun pada akhir perdagangan Kamis (2/10/2025), nilai tukar rupiah spot ditutup menguat 0,22% secara harian ke posisi Rp 16.598 per dolar AS. Rupiah berdasarkan Jisdor BI juga menguat 0,41% ke Rp 16.612 per dolar AS. 

Investment Advisor Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis menambahkan penguatan rupiah terhadap dolar AS ini yang turut mendorong penguatan pada IHSG. Pada akhirnya membuat IHSG menguat bersama bursa Asia lain. 

Alrich menjelaskan secara teknikal, IHSG pembentukan histogram negatif MACD berlanjut dan indikator Stochastic RSI berada di area pivot. Pada perdagangan Kamis (2/10/2025), IHSG ditutup di bawah level MA.

“Sehingga diperkirakan IHSG bergerak dalam rentang 8.020 sampai dengan 8.150 pada perdagangan akhir pekan ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Head of Retail MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan IHSG memproyeksikan IHSG akan cenderung konsolidasi dalam jangka pendek dengan level support di 8.062 dan resistance di 8.086. 

Menurutnya, investor akan mencermati rilis data ketenagakerjaan AS, yakni Non-Farm Payroll. Untuk perdagangan Jumat (3/10), saham pilihan Herditya jatuh pada PANI, ISAT dan BBRI. 

Dia menjelaskan investor dapat mencermati saham PANI di rentang Rp 15.225–Rp 15.675. Sementara, saham ISAT bisa dicermati di area Rp 1.825–Rp 1.955 dan saham BBRI di kisaran Rp 3.820–Rp 3.910. 

PT Equityworld Futures Semarang 

Kamis, 02 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Saham Korsel Cetak Rekor Tertinggi, Disokong Saham Samsung dan SK Hynix

IHSG Terkoreksi 73 Poin, Profit Taking dan Sentimen Global Jadi Pemicu -  Suara Surabaya 

PT Equityworld Futures Semarang – Bursa saham Korea Selatan kembali reli dan berhasil ditutup di rekor tertinggi. Penguatan pada indeks acuan Korea Selatan (Kospi) disokong oleh saham produsen cip berkat kemitraan dengan perusahaan kecerdasan buatan Amerika Serikat (AS), OpenAI.

Kamis (2/10/2025), indeks acuan KOSPI ditutup menguat 93,38 poin atau 2,7%, ke level 3.549,21, setelah sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di 3.565,96.

Pada perdagangan sesi ini, saham Samsung Electronics melesat 3,49% ke level penutupan tertinggi sejak 25 Januari 2021, dan saham SK Hynix juga melonjak 9,86% ke rekor penutupan tertingginya.

Kedua produsen cip tersebut, yang menguasai hampir 30% indeks acuan berdasarkan kapitalisasi pasar, menandatangani kesepakatan pada hari Rabu (1/10/2025) untuk memasok cip memori bagi pusat data OpenAI.

PT Equityworld Futures Semarang – Saham afiliasi Samsung Electronics, Samsung SDI dan Samsung C&T, juga naik, masing-masing 1,23% dan 4,93% berkat kemitraan dengan OpenAI. Di sisi lain, saham Samsung SDS ditutup naik 0,06%.

Investor asing terlihat melakukan pembelian bersih (net buy) senilai 3,1 triliun won  atau setara US$ 2,21 miliar, pembelian harian terbesar asing yang tercatat. Dari total pembelian, 2,4 triliun won berasal dari sektor perangkat listrik dan elektronik, termasuk kedua produsen cip tersebut.

"Terdapat 'siklus super' semikonduktor pada tahun 2016, 2017, 2020, dan 2022, ketika ekspor meningkat, tetapi persediaan juga meningkat. Kali ini, permintaan melonjak di saat persediaan tidak mencukupi," ujar Kim Yong-goo, analis di Yuanta Securities.

Ledakan AI global telah mendorong permintaan semikonduktor yang kuat, yang membantu ekspor Korea Selatan meningkat pada bulan September dengan laju tercepat dalam 14 bulan meskipun terkena dampak tarif AS, melampaui ekspektasi pasar.

Pasar keuangan Korea Selatan akan ditutup mulai 3 Oktober hingga 9 Oktober karena hari libur nasional.

Pada perdagangan hari ini, won tercatat menguat ke level 1.400 per dolar AS di platform penyelesaian dalam negeri. 

PT Equityworld Futures Semarang 

 

 

 

Rabu, 01 Oktober 2025

PT Equityworld Futures Semarang – Net Sell Asing Jumbo, Simak Prospek IHSG hingga Akhir Tahun dan Strategi Investasinya

Apa Itu IHSG? Berikut Pengertian, Fungsi hingga Sentimen yang Bayangi Hari  Ini 25 Februari 2025 - Saham Liputan6.com 

PT Equityworld Futures Semarang – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat. Sepanjang tahun 2025 berjalan, IHSG tercatat sudah naik 12,41% year to date (YtD).

Tren penguatan ini bahkan membuat sejumlah lembaga sekuritas merevisi naik target IHSG menjadi 8.600 hingga akhir tahun 2025.

Ekonom Panin Sekuritas, Felix Darmawan melihat, IHSG memang tengah berada dalam tren naik alias bullish. 

Meski begitu, menurut dia, reli tersebut masih cukup rapuh lantaran investor asing masih gencar melepas kepemilikan saham dalam jumlah besar.

Hingga saat ini, asing tercatat masih net sell alias jual bersih sebesar Rp 54,77 triliun YtD di seluruh pasar. “Artinya, penguatan ini banyak ditopang investor domestik,” ujar Felix saat dihubungi Kontan, Rabu (1/10/2025).

Meski begitu, hingga akhir tahun 2025, ruang penguatan IHSG menurut Felix masih terbuka. Namun, jalannya tak akan semulus pada awal kuartal ketiga tahun ini, mengingat fundamental yang masih rapuh tersebut.

Dus, secara teknikal dan sentimen domestik, peluang IHSG untuk mencapai target 8.600 masih terbuka. Namun, realisasinya menurut Felix akan ditentukan oleh arah arus dana masuk dari investor asing.

“Selama asing masih jualan, reli IHSG cenderung tersendat walaupun fundamental ekonomi domestik cukup solid,” imbuh Felix.

Ke depan, sentimen yang bakal mengiringi gerak IHSG menurut Felix ditentukan oleh arah kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia dan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve. Sebab, arah kebijakan moneter tersebut akan menentukan imbal hasil (yield) investasi masing-masing. 

Bila selisih yield antar kedua negara terlalu kecil, investor asing akan lebih melirik pasar AS sehingga risiko capital outflow dari pasar modal domestik semakin besar.

Tak hanya itu, sentimen global seperti arah nilai tukar rupiah dan otot dolar AS, yield obligasi pemerintah AS, juga kondisi geopolitik bisa ikut jadi penentunya.

Selain itu, realisasi stimulus fiskal yang sudah diinjeksi pemerintah seperti penempatan dana Rp 200 triliun di bank-bank pelat merah juga belanja APBN akhir tahun bakal jadi katalis gerak IHSG hingga akhir tahun.

Tak kalah krusial, hasil kinerja emiten di kuartal III dan IV turut jadi penentu arah IHSG ke depan, khususnya sektor perbankan, komoditas, dan konsumer.

Strategi Investasi 
Di tengah berbagai sentimen ini, Felix menyarankan investor sebaiknya lebih selektif dalam berinvestasi. Saat tren net sell asing masih jumbo, menurutnya akan lebih aman bila investor lebih fokus pada saham berfundamental kokoh dan yang mendapat banyak dukungan sentimen domestik.

Felix menyebut, sektor bank berkapitalisasi pasar besar jadi salah satunya, karena pergerakan harga saham bank menurutnya cenderung sejalan dengan aliran dana asing.

Selain itu, sektor consumer staples dan retail pun menurutnya bisa diuntungkan oleh sentimen belanja akhir tahun dan potensi daya beli masyarakat Indonesia yang stabil.

Pun, sektor energi terbarukan dan komoditas seperti nikel dan emas bisa dijadikan pilihan lindung nilai (hedge) di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global saat ini. 

PT Equityworld Futures Semarang