Selasa, 16 Januari 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Lanjut Koreksi Lemah setelah Sesi Libur di AS


PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas masih koreksi turun tipis Selasa (16/01) pagi ini setelah berakhir menguat di sesi libur AS pada Senin (15/01) kemarin sebelum berpeluang tembus high Jumat lalu gegara masih kuatnya katalis dorongan laporan inflasi yang beragam dari minggu lalu.

Harga emas spot turun 0,04% ke $2.053,97/oz pukul 07.17 WIB dan emas berjangka turun tipis 0,06% di $2.057,85/oz menurut data Investing.com. Kedua logam ditutup menguat 0,3% pada sesi Senin kemarin.

Adapun Indeks dolar AS berakhir naik di sesi awal pekan hari itu.

Emas kemungkinan akan menghadapi support di sekitar $2.017,30 dan resistance di $2.067,30.

Sementara itu di Comex perdagangan Senin, Perak untuk penyerahan Maret sempat naik 0,26% dan diperdagangkan pada USD23,39 per troy ons sedangkan Tembaga untuk penyerahan Maret naik 1,17% dan diperdagangkan pada USD3,78 per pon.

Harga emas bergerak naik di perdagangan Asia pada hari Senin (15/01), menutup sebagian besar kerugian tahun barunya saat ketegangan yang terus-menerus berlangsung di Timur Tengah mendorong permintaan safe haven, sementara traders masih menunggu pemotongan suku bunga lebih awal oleh Federal Reserve.

Logam mulia mengalami peningkatan permintaan karena konflik antara AS dan kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran meningkat selama seminggu terakhir, menandai potensi meluasnya perang Israel-Hamas.

Angka inflasi AS yang beragam juga membuat traders sebagian besar mempertahankan ekspektasi bahwa The Fed dapat mulai memangkas suku bunga paling cepat pada Maret 2024, yang membuat dolar tetap tenang dan mendorong beberapa aliran ke aset yang sensitif terhadap suku bunga.

Traders tampaknya sebagian besar mempertahankan ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan Maret, setidaknya menurut CME Fedwatch tool. Tool ini menunjukkan traders menetapkan harga peluang sebesar 70% untuk pemangkasan di bulan Maret, naik dari peluang 64% yang terlihat pada minggu lalu.

    Data inflasi yang beragam memperkuat pendapat ini. Sementara inflasi indeks harga konsumen tumbuh sedikit lebih tinggi dari yang diperkirakan pada bulan Desember, inflasi indeks harga produsen malah turun lebih dari yang diperkirakan.

Fokus saat ini tertuju sejumlah pidato dari para pejabat The Fed minggu ini, yang diharap dapat memberi lebih banyak petunjuk mengenai prospek bank. Namun beberapa pejabat the Fed telah mengerdilkan harapan akan penurunan suku bunga lebih awal.

Ketidakpastian mengenai arah suku bunga AS kemungkinan akan membuat perdagangan emas berada bergerak dalam range untuk waktu dekat. Namun, logam mulia ini akan mendapat keuntungan dari penurunan suku bunga pinjaman tahun ini.

PT Equityworld Futures Semarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar