Jumat, 12 Januari 2024
PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Asia Mixed setelah Kejutan Inflasi AS dan China; Nikkei Lanjut Rally
PT Equityworld Futures Semarang – Mayoritas bursa saham Asia bergerak dalam range yang ketat pada hari Jumat (12/01) dan investor mencerna data inflasi yang beragam dari AS dan China, sementara indeks Nikkei 225 Jepang terus melesat melewati rekan-rekan globalnya.
Saham-saham regional melemah susul Wall Street semalam, pasca data menunjukkan inflasi indeks harga konsumen (IHK) AS tumbuh sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan pada bulan Desember, mengurangi harapan bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga pada awal tahun ini.
Namun, traders tampaknya masih mempertahankan ekspektasi penurunan suku bunga di bulan Maret, setidaknya menurut Fedwatch tool dari CME. Gagasan ini membatasi kerugian besar di pasar saham AS dan Asia, dengan traders masih bertahan untuk penurunan suku bunga AS pada tahun ini.
Saham Jepang melonjak tembus high 34 tahun terakhir, dan bersiap catat minggu yang luar biasa
Indeks saham Nikkei 225 Jepang berkinerja terbaik di Asia minggu ini, kembali naik 1,2% pada hari Jumat ke level tertinggi 34 tahun hampir 35.500 poin. Ekspektasi Bank of Japan yang sangat dovish adalah pendorong utama rally Nikkei, terutama karena pasar menunggu lebih banyak langkah stimulus di Jepang setelah gempa bumi yang dahsyat.
Tanda-tanda pelemahan ekonomi Jepang juga berlanjut, karena data pada hari Jumat mengungkap current account negara tersebut menyusut lebih dari perkiraan di bulan November. Data ini didahului oleh angka inflasi dan pertumbuhan upah yang lemah di awal minggu.
Nikkei akan melonjak 6,2% minggu ini - penguatan mingguan terbaik sejak Maret 2022. Indeks TOPIX, yang mencakup saham Jepang yang lebih luas, naik 0,3% pada hari Jumat dan akan naik 4,1% minggu ini. Indeks ini juga berada di level tertinggi sejak 1990.
Saham China menguat, inflasi CPI alami sedikit naik
Indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 dan Shanghai Composite China masing-masing menguat 0,4% dan 0,5%, pulih lebih jauh dari posisi terendah beberapa tahun setelah data menunjukkan Inflasi IHK naik sedikit di bulan Desember. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,1%.
Sementara inflasi China yang lebih luas masih tetap jauh di wilayah disinflasi, kenaikan ringan dalam inflasi IHK mendorong beberapa harapan bahwa belanja konsumen berada di jalur menuju pemulihan dari jeda era COVID. Kenaikan IHK terutama didorong oleh belanja liburan yang lebih tinggi, terutama untuk perjalanan dan belanja.
Namun, apakah angka tersebut menandakan pemulihan yang lebih besar atau hanya kenaikan sekali saja, masih harus dilihat.
Prospek ekonomi China masih tetap lemah. Inflasi Indeks harga produsen (PPI) menyusut selama lima belas bulan berturut-turut di bulan Desember.
Fokus saat ini tertuju data utama kuartal keempat yang akan dirilis minggu depan.
Pasar Asia yang lebih luas stabil, mengikuti kinerja semalam yang serupa di Wall Street. Sebagian besar saham regional juga mengalami penurunan mingguan yang ringan, seiring meningkatnya keraguan atas penurunan suku bunga AS membuat traders mewaspadai aset-aset yang didorong oleh risiko.
Indeks ASX 200 Australia turun 0,1%, sementara indeks saham KOSPI Korea Selatan turun 0,2%.
Indeks futures Nifty 50 India terlihat flat setelah Infosys Ltd (NS:INFY) mencatat laba yang lebih lemah untuk kuartal Desember. Namun, American Depository Receipts (NYSE:INFY) perusahaan ini melonjak hampir 4% dalam perdagangan semalam.
Data Inflasi IHK India juga akan dirilis hari ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar