Senin, 05 Februari 2024
PT Equityworld Futures Semarang – Mata Uang Asia Turut Lemah, Dolar Lanjut Positif; Traders Cabut Rate Cut Lebih Awal
PT Equityworld Futures Semarang – Mata uang Asia sebagian besar melemah pada hari Senin (05/02), sementara dolar stabil di level tertinggi dua bulan. Data pasar tenaga kerja yang kuat dan sinyal hawkish dari Federal Reserve membuat traders mempertimbangkan kembali ekspektasinya terhadap penurunan suku bunga lebih awal.
Mata uang regional tergerus dari penurunan tajam pada hari Jumat (02/02) setelah data nonfarm payrolls AS menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi dari yang diharapkan untuk bulan Januari, ini menyiratkan ketahanan yang berkelanjutan di pasar tenaga kerja.
Ketua Fed Jerome Powell mengatakan dalam sebuah wawancara di akhir hari Minggu di CBS 60 Minutes bahwa ketahanan dalam ekonomi AS memberi The Fed lebih banyak ruang untuk menjaga kebijakan moneter tetap stabil untuk saat ini. Ia juga menandai pendekatan yang sebagian besar didasarkan pada data untuk setiap potensi penurunan suku bunga.
Komentar Powell muncul hanya beberapa hari setelah The Fed memberikan sinyal serupa dalam rapat pertamanya di tahun 2024, dan mendorong penguatan lanjutan dalam dolar dan Treasury yields.
Indeks dolar dan indeks dolar berjangka keduanya naik 0,1% di perdagangan Asia, dan berada di level tertinggi sejak awal Desember.
CME Fedwatch tool menunjukkan bahwa investor memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga yang lebih rendah di bulan Maret, sementara traders juga memangkas ekspektasi penurunan suku bunga di bulan Mei. Beberapa analis mengatakan bahwa mereka kini hanya memperkirakan bank sentral akan mulai memangkas suku bunga pada bulan Juni.
Skenario ini menjadi pertanda buruk bagi mata uang Asia, mengingat suku bunga AS yang tinggi mengurangi daya tarik aset-aset berimbal hasil tinggi dan berbasis risiko.
Kekhawatiran yang terus berlanjut atas China juga menekan mata uang regional, setelah sebuah survei swasta menunjukkan aktivitas sektor jasa China tumbuh kurang dari yang diharapkan pada bulan Januari. Yuan turun 0,1%, meskipun kerugian lebih lanjut dalam mata uang dibendung oleh penetapan kurs tengah yang lebih kuat dan tanda-tanda intervensi pasar mata uang oleh People's Bank of China.
Data inflasi China akan terbit pada hari Kamis ini dan diperkirakan akan memberikan sedikit sinyal positif pada perekonomian, sebelum libur Tahun Baru Imlek selama seminggu.
Dolar Australia turun 0,1%, usai data surplus perdagangan turun lebih kecil dari perkiraan dalam negara tersebut hingga bulan Desember. Namun, fokus di Australia sebagian besar tertuju rapat Reserve Bank of Australia pada hari Selasa besok.
Sementara bank sentral diharapkan akan menjaga suku bunga tetap stabil di tengah turunnya inflasi, traders akan mencari apa pun isyarat tentang rencana RBA untuk mulai memangkas suku bunga tahun ini.
Yen Jepang flat pada hari Senin, didukung oleh data purchasing managers index yang menunjukkan sektor jasa tumbuh lebih dari yang diharapkan pada bulan Januari.
Namun yen diperdagangkan sedikit di atas level terendah dua bulan, setelah mencatat penurunan tajam hari Jumat karena traders menimbang suku bunga AS yang tinggi untuk waktu yang lebih lama.
Won Korea Selatan termasuk di antara beberapa yang berbeda pada hari ini, naik 0,3%, sedangkan rupee India stabil juga sebelum digelarnya rapat Reserve Bank of India yang akan datang pekan ini.
Dolar Singapura turun 0,2% menyusul data retail sales yang lemah untuk bulan Desember.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar