Senin, 26 Februari 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Bursa Saham Asia Turun, Rally Teknologi Melambat; Nikkei Cetak Puncak Baru


PT Equityworld Futures Semarang – Mayoritas bursa saham Asia melemah pada hari Senin (26/02) dalam kekhawatiran yang terus berlanjut atas suku bunga tinggi untuk waktu lebih lama memicu aksi profit taking pada saham-saham teknologi, sementara pasar Jepang mencapai rekor tertinggi baru menjelang rilis data inflasi.

Saham-saham teknologi terpukul oleh aksi profit taking yang besar setelah rally yang kuat selama seminggu terakhir, tatkala optimisme terhadap kecerdasan buatan sekarang tampaknya memudar. Sesi yang sepi di Wall Street pada hari Jumat juga memberikan isyarat yang tidak terlalu besar, dengan saham futures AS bergerak tipis pada hari Senin setelah mencapai rekor tertinggi.

Antisipasi terhadap serangkaian data ekonomi utama minggu ini, terutama isyarat lanjutan inflasi dan suku bunga AS, juga membuat minat risiko sebagian besar diredam.

Saham China melemah saat rally terhenti; PMI ditunggu
Indeks Shanghai Shenzhen CSI 300 dan SSEC China masing-masing melemah 0,6% dan 0,5%, pada hari Senin, mundur dari level tertinggi dua dan tiga bulan karena reli baru-baru ini tampaknya mulai kehabisan tenaga.

Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,6%, juga turun dari level tertinggi tiga bulan.

Beijing telah meluncurkan serangkaian langkah-langkah stimulus moneter, sementara juga memperketat peraturannya di pasar ekuitas untuk membantu menopang kepercayaan investor. Langkah ini telah membuahkan hasil, di mana indeks-indeks acuan China menguat tajam dari posisi terendah selama beberapa tahun terakhir di sebagian besar bulan Februari.

Namun pasar China menghadapi ujian baru minggu ini, dari data utama purchasing managers index untuk bulan Februari, yang akan dirilis pada hari Jumat. Data ini diharapkan bisa memberikan lebih banyak petunjuk mengenai pemulihan ekonomi di negara dengan ekonomi terbesar di Asia ini.

Saham-saham Asia yang lebih luas melemah karena rally teknologi mendingin. Indeks KOSPI Korea Selatan turun 0,5%, sementara indeks ASX 200 Australia diperdagangkan mendatar.

Indeks futures Nifty 50 India sedikit lemah, meskipun indeks tetap berada di atas rekor tertinggi yang dicapai pada sesi sebelumnya.

Saham Jepang mencapai rekor tertinggi, data inflasi dirilis
Saham-saham Jepang menjadi pembeda utama di Asia pada hari Senin, lanjut penguatan baru-baru ini untuk mencapai rekor tertinggi.

Indeks Nikkei 225 naik 0,7% ke rekor tertinggi 49.420,0 poin, sementara indeks TOPIX yang lebih luas naik 0,8% dan berada di rekor tertinggi 2.686,27 poin.

Penguatan di Jepang menahan beberapa elemen perdagangan mengejar ketertinggalan, setelah pasar lokal ditutup untuk akhir pekan yang panjang. Namun kenaikan hari Senin juga merupakan perpanjangan dari rally yang telah berlangsung lama di saham-saham Jepang, di tengah kekuatan yang didorong oleh AI di saham-saham teknologi dan pembuatan chip lokal, serta ekspektasi bahwa Bank of Japan akan tetap sangat dovish untuk waktu yang lebih lama.

Inflasi indeks harga konsumen yang akan dirilis pada hari Selasa diperkirakan akan menunjukkan inflasi yang turun dalam target tahunan 2% BOJ, memberikan bank sentral lebih sedikit dorongan untuk mengetatkan kebijakan secara agresif.

PT Equityworld Futures Semarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar