Selasa, 06 Februari 2024
PT Equityworld Futures Semarang – Harga Emas Bisa Lanjut Merugi; Traders Bidik Support Kunci $2.000
PT Equityworld Futures Semarang – Harga emas stabil pada hari Selasa (06/02) setelah jatuh tajam selama seminggu terakhir saat rally dolar rehat sejenak, dengan pasar saat ini mengamati logam mulia yang berpotensi menguji level support utama.
Prospek jangka pendek untuk emas tetap dirusak oleh kekhawatiran yang terus-menerus atas suku bunga AS yang tinggi untuk waktu yang lebih lama, terutama karena pasar mulai menilai peluang bahwa Federal Reserve akan menahan suku bunga hingga Juni.
Data ekonomi AS yang kuat dan komentar hawkish dari Ketua Fed Jerome Powell adalah pendorong utama gagasan ini, dengan kedua faktor tersebut memicu penurunan tajam harga emas selama dua sesi terakhir.
Dolar menguat ke level tertinggi tiga bulan, sementara Treasury yields AS juga menguat tajam dalam menghadapi suku bunga yang tinggi untuk waktu yang lebih lama, yang semakin menekan emas.
Emas spot stabil di $2.026,33/oz, sementara emas berjangka yang akan berakhir April datar di $2.042,40/oz pukul 12.23 WIB.
Support $2.000 menjadi fokus dalam meningkatnya kekhawatiran suku bunga
Beberapa analis mengatakan bahwa harga emas spot kemungkinan akan menguji level $2.000 per ons dalam beberapa hari mendatang, terutama jika hanya ada sedikit perubahan dalam prospek suku bunga AS.
CME Fedwatch tool menunjukkan traders memperkirakan 83% peluang Fed akan mempertahankan suku bunga di bulan Maret, dan terus meningkatkan ekspektasi untuk langkah serupa di bulan Mei.
Emas sempat menguji level $2.000/oz di awal Januari, namun baru saja berhenti sebelum menembus di bawah support. Setiap pergerakan di bawah $2.000 dapat menandakan penurunan lebih dalam bagi harga emas, terutama dalam menghadapi suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
Data inflasi AS pekan depan diperkirakan akan menjadi titik utama untuk harga, sementara beberapa pejabat Fed juga akan berbicara minggu ini.
Suku bunga AS yang tinggi untuk waktu yang lebih lama mengurangi daya tarik emas dengan meningkatkan biaya peluang untuk berinvestasi dalam logam mulia.
Tembaga naik saat traders pertimbangkan kesulitan China
Di antara logam industri, harga tembaga naik pada hari Selasa setelah alami pelemahan empat sesi berturut-turut, kala pasar mencerna lebih banyak sinyal ekonomi yang lemah dari China.
Tembaga untuk penyerahan Maret naik 0,5% menjadi $3,7920 per pon, setelah merugi lebih dari $1 dalam empat sesi terakhir.
Harga tertekan utamanya oleh sejumlah angka purchasing managers index yang lemah dari China, yang merupakan negara importir tembaga terbesar di dunia. Angka-angka tersebut menunjukkan sedikit pemulihan dalam aktivitas bisnis di bulan Januari, terutama di sektor utama manufaktur.
Fokus minggu ini adalah data inflasi China untuk bulan Januari, yang akan hadir pada hari Kamis. Data ini juga datang sehari sebelum libur Tahun Baru Imlek yang berlangsung selama seminggu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar