Kamis, 24 Oktober 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Uptober Gagal? Analis Peringatkan Potensi Penurunan Bitcoin di Akhir Bulan

Apa Itu Bitcoin? Berikut Pengertian dan Sejarahnya Halaman all - Kompas.com

PT Equityworld Futures Semarang – Bitcoin (BTC), yang sebelumnya diharapkan mendapatkan momentum di bulan Oktober atau biasa disebut ‘Uptober’, kini menghadapi tantangan. Melansir dari finbold.com, Bitcoin menemui kesulitan saat hendak menembus level US$ 70.000. Hal ini pun mendapat perhatian dari para ahli, bahwasanya gagalnya penembusan tersebut bisa menjadi awal dari penurunan harga Bitcoin saat bulan Oktober berakhir.

Beberapa indikator teknikal menunjukkan tanda-tanda bahwa Bitcoin mungkin akan mengalami penurunan lebih lanjut. Pola pergerakan harga ini mirip dengan apa yang terjadi pada April dan November 2021, ketika harga Bitcoin sempat naik namun berakhir dengan penurunan yang cukup tajam.

Alan Santana, yang merupakan seorang analis pasar kripto mengungkapkan pandangannya terkait pergerakan BTC dalam sebuah postingan di TradingView pada 23 Oktober.

Santana menjelaskan jika bulan ini berakhir dengan penurunan, maka hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa pasar akan memasuki fase bearish atau penurunan harga.

“Saat ini, pola candlestick muncul pada grafik Bitcoin, yang biasanya menunjukkan adanya kebingungan di pasar dan kemungkinan perubahan arah menuju tren bearish,” ungkap Santana.

Menurutnya, jika Oktober ditutup dengan harga yang lebih rendah, maka hal itu akan mengonfirmasi bahwasanya harga tertinggi yang telah tercapai sebelumnya merupakan puncak jangka panjang.

“Selanjutnya, kita mungkin akan melihat tren penurunan,” ujarnya.

Baca Juga: Bitcoin Terjebak di Bawah US$ 70.000, Analis Prediksi Pergerakan Besar

Santana juga menyoroti beberapa level harga penting yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan. Level support penting Bitcoin berada di US$ 55.000, US$ 44.000 dan US$ 36.000.

“Uptober akan menjadi downtober. Ini bisa menjadi tren penurunan yang lebih besar dan memperpanjang koreksi harga yang sudah terjadi,” kata Santana.

Kendati demikian, beberapa analis berharap Bitcoin bisa pulih dalam waktu dekat. Salah satunya adalah Rekt Capital, yang menyampaikan lewat media sosial X-nya bahwa Bitcoin sedang koreksi dari level harga penting US$ 66.200.

“Jika Bitcoin mampu mengubah level resisten ini menjadi support, ada kemungkinan harga akan naik kembali,” paparnya.

Namun, jika BItcoin ternyata gagal maka penurunan lebih lanjut bisa terjadi, dan harga akan menguji level support yang lebih rendah.

“Penutupan harga mingguan merupakan hal penting untuk melihat apakah momentum bullish bisa di pertahankan,” urainya.

Sementara itu, analis kripto lainnya bernama Toni Ghinea mengajak para followernya untuk segera melakukan shorting pada Bitcoin. Dalam hal ini, ia meyakini bahwa harga Bitcoin akan segera mengalami penurunan drastis.

Dari postingan yang ia bagikan, Ghinea mengatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat di kuartal keempat di 2024 untuk menjual Bitcoin, lantaran menurutnya pasar sedang dalam posisi bull trap.

Dia menegaskan, harga Bitcoin sudah mencapai titik puncak dan akan segera mengalami penurunan. Perkiraannya, dalam beberapa minggu ke depan, Bitcoin akan turun hingga di bawah US$ 60.000.

“Kepanikan akan muncul di kisaran US$ 60.000. Level US$ 66.000 akan tertembus ke bawah, kemudian bergerak ke US$ 65.000 dan US$ 64.000. Harga akan berada di bawah US$ 60.000 dalam beberapa minggu ke depan,” pungkas Ghinea.

PT Equityworld Futures Semarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar