Logam kuning lanjutkan kenaikan setelah alami penguatan intraday terbaiknya dalam lebih dari tiga minggu pada hari Selasa (14/11). Dolar dan Treasury yields turun tajam di tengah potensi tidak adanya kenaikan suku bunga lagi oleh the Fed.
Namun peningkatan emas masih tertahan oleh investor yang beralih ke aset-aset berisiko tinggi, dengan saham dan komoditas mencatatkan kenaikan besar pada hari Rabu.
Harga emas juga alami penurunan tajam selama seminggu terakhir, akibat surutnya permintaan safe haven di tengah meredanya kekhawatiran konflik Israel-Hamas.
Emas spot naik 0,2% menjadi $1.966,32/oz, sementara emas berjangka yang akan jatuh tempo Desember naik 0,2% ke $1.970,00/oz pukul 12.31 WIB.
CPI AS lebih rendah, ekspektasi jeda Fed meningkat
Baca : PT Equityworld Futures Semarang – Mata Uang Asia Naik, Dolar Turun Level
Dolar melemah ke posisi terendah lebih dari dua bulan setelah data yang dirilis semalam menunjukkan inflasi indeks harga konsumen AS tumbuh kurang dari perkiraan pada Oktober.
Meskipun angka itu masih di atas target tahunan Fed sebesar 2%, hal ini menandai penurunan inflasi setelah datanya lebih kuat untuk bulan Agustus dan September.
Angka tersebut memunculkan spekulasi baru bahwa Fed telah selesai menaikkan suku bunga untuk tahun ini, dan kemungkinan besar akan mulai memangkas suku bunga pada pertengahan tahun 2024. Skenario ini menjadi isyarat baik untuk emas, mengingat suku bunga yang lebih tinggi mendorong naiknya biaya peluang untuk memiliki emas.
Namun, mengingat suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, penguatan emas dalam jangka pendek kemungkinan besar akan terbatas.
Tembaga naik dalam lonjakan likuiditas China dan data positif
Di antara logam-logam industri, harga tembaga naik pada hari Rabu menyusul serangkaian sinyal positif dari negara importir utama China, yang mendorong ekspektasi permintaan tembaga yang stabil di negara tersebut.
Tembaga untuk penyerahan Desember naik 0,3% menjadi $3,6878 per pon.
Sementara pelemahan dolar membantu harga tembaga, sumber dukungan utamanya adalah membaiknya sentimen terhadap China, setelah People's Bank menyuntikkan dana likuiditas sekitar senilai 600 miliar yuan ($82,7 miliar) ke dalam perekonomian.
Suntikan ini sebagian besar ditujukan pada sistem perbankan, dan dimaksudkan untuk menopang kondisi pinjaman.
Data produksi industri dan retail sales dari China juga melampaui ekspektasi untuk bulan Oktober, menyoroti beberapa ketahanan dalam perekonomian.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar