PT Equityworld Futures Semarang – Di antara logam industri, harga tembaga naik sedikit pada hari Jumat dan bersiap untuk kenaikan minggu kedua berturut-turut, di tengah beberapa peningkatan dalam selera risiko setelah keputusan Fed.
Tembaga naik 0,2% ke $3,6928 per pon, dan naik lebih dari 1% untuk minggu ini.
Harga emas stabil menjelang rilis data nonfarm payrolls dan menuju kerugian mingguan. Pergerakan emas dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti suku bunga, dolar AS, dan minat terhadap aset risiko. Komentar dovish dari Federal Reserve telah meningkatkan minat terhadap aset berisiko, seperti saham dan mata uang, yang mungkin telah membatasi kenaikan harga emas.
Meskipun harga emas sedikit mendapat dorongan dari pelemahan dolar dan Treasury yields, penurunan minat terhadap aset safe haven dan aksi profit-taking telah mempengaruhi harga emas. Perang yang dimulai pada bulan Oktober sempat mendorong harga emas naik lebih dari 10%, namun situasi geopolitik yang mereda telah mengurangi premi risiko emas.
Data nonfarm payrolls untuk bulan Oktober menjadi fokus pasar. Pasar berharap untuk melihat apakah data ini akan mencerminkan kekuatan pasar tenaga kerja AS. Data yang kuat dapat berdampak pada ekspektasi kenaikan suku bunga, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi harga emas.
Harga tembaga mengalami kenaikan selama dua minggu berturut-turut. Meskipun ada peningkatan dalam selera risiko setelah keputusan Federal Reserve, prospek tembaga tetap suram. Data ekonomi yang lemah dari China, salah satu negara importir utama tembaga, telah menjadi faktor yang memengaruhi harga tembaga.
Pergerakan harga emas dan tembaga adalah hasil dari sejumlah faktor kompleks, termasuk dinamika ekonomi global, geopolitik, dan kebijakan moneter. Investor dan pelaku pasar akan terus memantau berita dan data ekonomi terbaru untuk mengidentifikasi peluang investasi yang sesuai dengan kebijakan risiko dan tujuan mereka.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar