Selasa, 13 Agustus 2024

PT Equityworld Futures Semarang – Goldman melihat aksi jual ekuitas di tengah lonjakan yen

© Reuters

PT Equityworld Futures Semarang – Ahli strategi Goldman Sachs, Scott Rubner, mengindikasikan bahwa aksi jual baru-baru ini di ekuitas berjangka global, yang telah membuat sekitar $109 miliar perdagangan dibuang dalam sebulan terakhir, kemungkinan besar akan berlanjut hingga musim gugur. Menurut sebuah catatan yang dirilis pada hari Senin, Rubner menunjukkan bahwa paruh kedua bulan September dapat menghadirkan lingkungan perdagangan yang menantang.

Rubner mengaitkan tekanan pasar ini sebagian dengan strategi perdagangan sistematis yang digunakan oleh hedge fund, termasuk yang dikenal sebagai penasihat perdagangan komoditas (CTA). Program-program ini, yang mengikuti aturan ketat dan sering kali menggunakan algoritme, dirancang untuk memanfaatkan tren pasar.

Aksi jual ini sangat terasa selama seminggu terakhir, dengan sekitar $80 miliar saham berjangka yang dijual setelah penurunan pasar yang parah pada hari Senin. Aktivitas ini diperburuk oleh leverage tertinggi yang digunakan oleh hedge fund, dengan hedge fund yang terdaftar di AS meminjam $ 2,3 triliun dari pialang utama pada Maret, meningkat 63% sejak Desember 2019.

Likuiditas pasar juga terpengaruh, dengan likuiditas buku teratas di saham acuan S&P 500 turun 80% dalam tiga minggu terakhir, sehingga lebih sulit untuk masuk atau keluar dari perdagangan. Indeks Volatilitas CBOE, sebuah ukuran populer untuk mengukur ketakutan pasar, mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir pada tanggal 5 Agustus.

Taruhan opsi terhadap volatilitas pasar juga mengendur, mengindikasikan pergeseran sentimen trader. Selain itu, dana pensiun, yang biasanya menyeimbangkan kembali di bulan September, diperkirakan akan menjual lebih banyak eksposur ekuitas karena meningkatnya status pendanaan. Dana-dana ini diperkirakan akan memilih pendapatan tetap daripada saham, mengambil keuntungan dari imbal hasil obligasi yang lebih rendah.

Kombinasi leverage yang tinggi, strategi trading yang tidak sistematis, likuiditas yang lebih rendah, dan potensi penyeimbangan kembali dana pensiun memberikan gambaran tekanan pasar yang berkelanjutan dalam beberapa minggu mendatang.

Ketika para analis pasar dan investor mengamati aksi jual ekuitas berjangka baru-baru ini dan implikasinya, data real-time dari InvestingPro memberikan gambaran kinerja pasar. Selama seminggu terakhir, indeks S&P 500, tolok ukur yang mencerminkan kesehatan pasar AS, menunjukkan keuntungan sebesar 1,99%. Terlepas dari keuntungan jangka pendek, pengembalian satu bulan menunjukkan penurunan -4,83%, menunjukkan bahwa volatilitas tetap menjadi karakteristik utama lanskap pasar saat ini.

Melihat jangka waktu yang lebih luas, S&P 500 telah mengalami pengembalian 7,9% selama enam bulan terakhir dan pengembalian 19,72% yang mengesankan selama setahun terakhir, per 14 Agustus 2024. Kinerja year-to-date juga masih kuat dengan imbal hasil 12,05%, yang mencerminkan ketahanan di tengah fluktuasi pasar. Harga penutupan indeks sebelumnya tercatat di 5344.39 USD, yang berfungsi sebagai titik referensi untuk pergerakan di masa depan.

Tips InvestingPro menggarisbawahi pentingnya memantau metrik kinerja pasar seperti itu, karena mereka dapat memberikan wawasan berharga tentang potensi arah tren pasar. Misalnya, imbal hasil positif enam bulan dan year-to-date dapat mengindikasikan kekuatan yang mendasari pasar, yang dapat mengimbangi aksi jual jangka pendek yang disoroti oleh ahli strategi Goldman Sachs, Scott Rubner.

Bagi para investor yang mencari analisis lebih dalam, tersedia Tips InvestingPro tambahan yang mempelajari nuansa dinamika pasar dan dapat menawarkan strategi untuk menavigasi lingkungan perdagangan yang menantang. Perlu dicatat bahwa tips tambahan ini, yang berjumlah lebih dari dua lusin, dapat diakses melalui platform InvestingPro, menyediakan perangkat yang komprehensif bagi mereka yang ingin membuat keputusan investasi yang tepat selama masa-masa yang penuh gejolak ini.

PT Equityworld Futures Semarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar