PT Equityworld Futures Semarang – Nilai Dolar Amerika Serikat (AS) menguat secara luas pada Kamis (17/7). Kenaikan ini didorong oleh data ekonomi terbaru yang meningkatkan optimisme investor terhadap kondisi ekonomi dari Negeri Paman Sam.
Dilansir dari Reuters, Jumat (18/7), Indeks Dolar (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap mata uang utama dunia lainnya seperti yen dan euro, tercatat naik 0,41% menjadi 98,75.
Penguatan dolar bulan ini dinilai sebagai bentuk konsolidasi setelah mengalami tekanan jual besar-besaran sepanjang paruh pertama tahun ini. Meski demikian, indeks dolar masih tercatat turun sembilan persen secara tahunan (year-to-date).
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah (treasury yield) juga menjadi salah satu faktor pendorong rebound dolar dari AS.
“Setelah mengalami aksi jual historis di paruh pertama tahun ini, dolar memulai paruh kedua dengan pijakan yang lebih kuat. Ini terlihat sebagai aksi short covering yang didukung oleh kenaikan suku bunga dari AS,” ujar Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex, Marc Chandler.
Greenback memperpanjang penguatannya usai data penjualan ritel untuk bulan lalu menunjukkan pemulihan lebih baik dari perkiraan, dan jumlah klaim pengangguran mingguan tercatat turun di AS.
Investor kini tengah menimbang berbagai faktor yang dapat memengaruhi arah pasar, termasuk dampak ekonomi dari kebijakan tarif, prospek fiskal dan utang nasional, serta isu tentang independensi dari The Federal Reserve.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar