Senin, 18 Maret 2024
PT Equityworld Futures Semarang – Harga Minyak Naik Tipis Jelang Rapat Fed dan Bank Sentral Lain
PT Equityworld Futures Semarang – Harga minyak bergerak tipis di perdagangan Asia pada hari Senin (18/03) setelah meningkat yang kuat selama seminggu terakhir, dan traders saat ini bersiap menjelang serangkaian rapat bank sentral utama minggu ini yang dipimpin oleh Federal Reserve.
Potensi pasokan global yang lebih ketat mendorong harga minyak ke level tertinggi empat bulan pada minggu lalu, menyusul tanda-tanda kuatnya permintaan kilang AS dan perkiraan positif dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan International Energy Administration.
Harga minyak berada di sekitar level tertinggi ini pada hari Senin.
Minyak Brent yang akan berakhir Mei naik 0,1% ke $85,41 per barel, sementara minyak WTI naik 0,2% menjadi $80,72 per barel pukul 07.39 WIB. Keduanya naik sekitar 4% pada minggu lalu.
Rapat Fed dan bank sentral beri lebih banyak sinyal ekonomi
Namun momentum di pasar minyak diganggu oleh antisipasi serangkaian rapat bank sentral utama, terutama The Fed.
The Fed akan menyimpulkan rapat dua hari pada hari Rabu setempat dan secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga. Namun pasar mewaspadai sinyal-sinyal yang berpotensi hawkish dari bank sentral, terutama setelah data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan dalam beberapa bulan terakhir.
Sebelum the Fed, Bank of Japan akan memutuskan suku bunga pada hari Selasa, dan berpotensi menandai berakhirnya kebijakan ultra-longgar selama hampir satu dekade.
Kondisi moneter global yang lebih ketat isyarat ada lebih banyak tekanan pada perekonomian dan berpotensi menghambat permintaan minyak - yang telah menjadi titik perhatian utama pasar minyak selama dua tahun terakhir.
Selain the Fed dan BOJ, Reserve Bank of Australia dan Bank of England juga akan bertemu minggu ini, dan diperkirakan akan memberi sinyal perubahan suku bunga.
Pasar minyak menunggu lebih banyak data dari China
Serangkaian indikator ekonomi utama, serta keputusan suku bunga di negara importir minyak terbesar di dunia, China, juga akan hadir minggu ini.
China akan merilis angka produksi industri dan retail sales untuk dua bulan pertama tahun 2024 pada hari Senin, sementara People's Bank of China akan memutuskan loan prime rate pada hari Rabu.
Setiap tanda membaiknya kondisi ekonomi di negara tersebut kemungkinan akan memberikan isyarat positif ke pasar minyak. Belanja ritel khususnya diperkirakan akan terbantu oleh libur Tahun Baru Imlek.
Namun, negara importir minyak terbesar di dunia ini masih kesulitan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas - sebuah tren yang berpotensi melukai permintaan minyak mentah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar