Rabu, 20 Desember 2023

PT Equityworld Futures Semarang – Mata Uang Asia Mayoritas Stabil Pada Hari Rabu (20/12)


PT Equityworld Futures Semarang – Mata uang Asia mayoritas stabil dari penguatannya baru-baru ini pada hari Rabu (20/12), sementara dolar tetap di dekat level terendah empat bulan kala traders sebagian besar masih berpegang pada spekulasi bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga pada awal tahun 2024.

Traders juga sepertinya mengabaikan warning dari pejabat Fed bahwa antusiasme atas pemangkasan suku bunga lebih awal terlalu berlebihan, dengan lanjut melemahnya dolar dan Treasury yields beri sinyal keyakinan yang berkembang bahwa suku bunga dapat mulai turun paling cepat Maret 2024.

Gagasan ini menopang sebagian besar aset yang didorong oleh risiko. Mata uang Asia yang sensitif terhadap suku bunga seperti won Korea Selatan dan dolar Australia naik antara 0,1% dan 0,2% pada hari Rabu. Keduanya juga diperdagangkan mendekati level tertinggi lima bulan.
Harapan pangkas suku bunga Fed bertahan, Maret 2024 dilihat sebagai awal siklus pelonggaran

Mata uang Asia yang lebih luas sedikit naik pada hari Rabu, dan raih kenaikan yang kuat selama seminggu terakhir, setelah The Fed mengisyaratkan telah selesai menaikkan suku bunga dan akan menurunkan suku bunga pada tahun 2024.

Langkah ini memicu penurunan tajam dolar, dan mendorong peningkatan spekulasi mengenai kapan bank sentral akan mulai memangkas suku bunga. Goldman Sachs memperkirakan lima kali pemangkasan pada tahun 2024, dan sebagian besar di antaranya bias pada paruh pertama tahun ini.

Fed Fund futures menunjukkan traders memperkirakan ada lebih dari 67% peluang untuk pemangkasan sebesar 25 basis poin pada Maret 2024. Bank sentral juga diperkirakan akan memangkas suku bunga lebih lanjut pada April dan Mei.

Indeks dolar dan indeks dolar berjangka stabil di perdagangan Asia, dan mendekati level terlemahnya sejak awal Agustus. Suku bunga AS yang lebih rendah mengurangi daya tarik dolar, dan mendorong investor ke aset-aset berimbal hasil lebih tinggi dan berbasis risiko.

Namun, pejabat Fed memperingatkan bahwa perdagangan ini tetap berisiko, terutama jika inflasi tetap tinggi dan membutuhkan suku bunga yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama dari Fed.
Yuan China melemah saat PBOC jaga suku bunga tetap

Langkah dovish dari bank-bank sentral Asia menekan beberapa mata uang regional. Yuan China turun 0,1% menjadi 7,1346 terhadap dolar, setelah People's Bank of China membiarkan tingkat suku bunga pinjaman tidak berubah di rekor terendah.

Meskipun langkah ini telah diperkirakan secara luas, hal ini menyoroti betapa kecilnya ruang gerak PBOC untuk menjaga kebijakan tetap longgar dan mendukung pemulihan ekonomi China.

Yen Jepang flat setelah turun tajam dari level tertinggi empat bulan di sesi sebelumnya. Pelemahan yen terjadi karena Bank of Japan mempertahankan sikap ultra-dovish dalam rapat terakhirnya untuk tahun ini, dan mengisyaratkan sedikit niat untuk segera mulai mengetatkan kebijakan pada tahun 2024.

Data impor dan ekspor yang lemah juga membebani yen, lantaran kondisi ekonomi di mitra dagang terbesar Jepang memburuk.

Rupee India flat di dekat rekor terendah, sementara dolar Singapura naik sedikit.

PT Equityworld Futures Semarang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar